BERITA

Janji Setia Tuntas di Gajayana: Kuncoro, Napas Terakhir Sang Legenda di Atas Rumput yang Membesarkannya

Janji Setia Tuntas di Gajayana: Kuncoro, Napas Terakhir Sang Legenda di Atas Rumput yang Membesarkannya

Awan hitam menyelimuti langit sepak bola Indonesia, Malang khususnya.

Salah satu putra terbaik bangsa, Kuncoro, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Minggu petang, 18 Januari 2026.

Sosok yang dikenal sebagai petarung tangguh di lapangan hijau ini mengembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung usai bermain sepak bola bersama para sahabat pemain legend Malang lainya di acara 100 tahun Stadion Gajayana , tempat yang sangat bersejarah baginya, mulai awal berkarier hingga menjemput pulang ke Rahmatullah .

Kepergian Kuncoro di usia 52 tahun dia lahir 7 Maret 1973 meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Arema FC, Aremania tetapi juga bagi pecinta sepak bola nasional yang mengenang kegigihan dan dedikasinya.

*Detik-Detik Berpulangnya Sang Legenda*

Insiden memilukan tersebut terjadi di tengah pertandingan reuni para legenda sebakbola Malang Raya dari berbagai klub seperti Arema maupun Persema.

Kuncoro yang masih aktif menjaga kebugaran, usai pertandingan tiba-tiba ambruk di bench Stadion Gajayana.
Meski sempat mendapatkan pertolongan pertama dan dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar  , nyawa sang legenda tidak tertolong.

Ia "pergi" di tempat yang membesarkan namanya, dengan kenangan bersama para sahabatnya dan sepakbola yang menghidupinya.

*Kilas Balik: "Jimat" Juara Tiga Klub Berbeda*

Kuncoro adalah definisi pemain serba bisa atau “versatile” Sepanjang kariernya, ia fasih bermain sebagai bek kanan, stoper, hingga gelandang.

Karakter permainannya yang keras, lugas, dan tak kenal kompromi menjadikannya momok bagi penyerang lawan.

Kuncoro mencatatkan rekor istimewa yang jarang dimiliki pemain lain.

Ia berhasil meraih gelar juara kasta tertinggi Liga Indonesia bersama tiga klub berbeda:

1. Arema Malang: Juara Kompetisi Galatama XII (1992/1993). Ini adalah gelar yang melambungkan namanya sebagai ikon Singo Edan.

 

2. PSM Makassar: Juara Liga Indonesia (1999/2000). Ketangguhannya menjadi pilar utama Juku Eja saat itu.

 

3. Persik Kediri: Juara Liga Indonesia (2003). Bersama Macan Putih, ia kembali membuktikan tuahnya sebagai pemain juara.

 

*Jejak di Tim Nasional Indonesia*

Di level internasional, Kuncoro adalah patriot sejati. Namanya tercatat dalam skuad PSSI Harimau di ajang Piala Kemerdekaan 1994.

Sebagai informasi, pada era tersebut PSSI membagi kekuatan menjadi dua tim, yakni PSSI Garuda dan PSSI Harimau, di mana Kuncoro menjadi andalan di tim Harimau.

Selain itu, Kuncoro juga menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia di ajang bergengsi Piala Tiger 1998 (sekarang Piala AFF), membuktikan konsistensinya di level elite selama hampir satu dekade.

*Pengabdian Tanpa Batas: Karier Kepelatihan di Arema FC*

Setelah gantung sepatu, cinta Kuncoro pada Singo Edan tidak pernah pudar. Sejak kembali ke Malang, ia mendedikasikan sisa hidupnya di jajaran kepelatihan Arema FC selama lebih dari satu dekade.

Rekam jejak pengabdiannya mencatat ia hampir selalu ada di setiap era transisi klub:
• Asisten Pelatih (2011–2026):
Kuncoro memulai peran panjangnya sebagai asisten pelatih sejak November 2011. Ia menjadi sosok "jembatan" yang setia mendampingi belasan pelatih kepala berbeda. Hingga akhir hayatnya pada putaran pertama Liga 1 musim 2026, Kuncoro masih aktif menjabat sebagai Asisten Pelatih Arema FC. Ia setia mendampingi pelatih kepala asal Brasil, Marcos Vinícius dos Santos Gonçalves (Marquinhos Santos), bahu-membahu meracik strategi untuk tim kebanggaan Arek Malang.

• Pelatih Fisik (2022–2023):
Pada periode Mei 2022 hingga Maret 2023, Kuncoro sempat dipercaya memegang kendali fisik pemain. Di sinilah karakter kerasnya tertuang dalam membentuk stamina "gaya Malangan" yang ngeyel dan tak kenal lelah.

• Caretaker / Pelatih Interim:
Kuncoro adalah "pemadam kebakaran" andalan Arema. Ia selalu siap pasang badan mengambil alih kemudi tim saat terjadi kekosongan pelatih kepala di masa-masa kritis, seperti pada awal musim 2020 dan pertengahan 2023.

Sosoknya dikenal sebagai "Bapak" mampu mencairkan suasana disaat ketegangan keyerpurukan terjadi dalam tim, tak jarang Kuncoro menjadi sasaran candaan pemain pemain muda asuhannys, dia sekaligus motivator ulung di ruang ganti.

Bagi Kuncoro, jabatan hanyalah nama, namun mengabdi untuk Arema—baik sebagai pemain, pelatih fisik, maupun asisten pelatih bagi Marcos Santos—adalah harga mati.

Selamat jalan, Kuncoro. Dedikasimu, semangat juangmu, candaanmu dan gelar-gelar yang kau persembahkan akan abadi dan telah engkau buktikan janji setiamu mengabdi di Arema bagi sepak bola Indonesia hingga hayatmu.

Doa Husnul Khotimah menyertaimu Cak Kun. Amin YRA

Sudarmaji
Dulure Cak Kun - Pegiat Arema FC

19 January 2026

Arema FC Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Asisten Pelatih, Coach Kuncoro

Arema FC Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Asisten Pelatih, Coach Kuncoro

Malang - Keluarga besar Arema FC menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro atau yang akrab disapa Abah Kun pada Minggu sore, 18 Januari 2026.

Duka di 100 Tahun Gajayana: Legenda Arema Kuncoro Berpulang, Kolaps Usai Reuni Terakhir Bersama Sahabat

Suasana perayaan satu abad Stadion Gajayana yang seharusnya penuh sukacita, seketika berubah menjadi duka mendalam. Kuncoro, legenda hidup sekaligus Asisten Pelatih Arema FC, berpulang ke Rahmatullah setelah terkena serangan jantung di tempat yang paling dicintainya: pinggir lapangan sepak bola.

Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Arema FC dan Aremania dan insan sepak bola nasional. Kuncoro wafat setelah mengalami serangan jantung, menutup mata selamanya usai momen reuni emosional bersama rekan-rekan seperjuangannya di atas rumput hijau.

Sore tadi, Kuncoro tampak antusias turut ambil bagian dalam Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana. Ia turun bermain di babak pertama, bahu-membahu bersama deretan legenda sepak bola Malang lainnya seperti Siswantoro, Hermawan, hingga Doni Suherman dan beberapa pemain legend lainnya.

Penonton disuguhkan nostalgia indah melihat sentuhan bola sang legenda yang masih lekat dengan gaya khas Malangan-nya. Tak ada yang menyangka, umpan-umpan dan tawa yang ia bagikan di babak pertama itu adalah persembahan terakhirnya bagi publik Malang.

Usai menuntaskan penampilannya di babak pertama, Kuncoro beristirahat dan duduk di bench pemain. 

Namun, tak berselang lama, situasi berubah panik. Sosok yang dikenal jenaka itu mendadak kolaps dan tidak sadarkan diri di bangku cadangan.

Melihat kondisi kritis tersebut, perangkat pertandingan memutuskan untuk segera menghentikan pertandingan. 

Tim medis yang bertugas bergerak cepat memberikan pertolongan pertama (RJP) di lokasi. Di tengah ketegangan dan doa penonton di tribun, Kuncoro segera dilarikan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Namun, takdir berkata lain. Sang legenda dinyatakan meninggal dunia, menyisakan kesedihan mendalam.

Sementara General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa duka yang mendalam . Baginya, kepergian Kuncoro terasa sangat cepat

Inal—sapaan akrabnya—mengenang bagaimana Stadion Gajayana adalah "saksi bisu" perjalanan hidup Kuncoro.

"Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini. Beliau 'pulang' saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan," ujar Yusrinal dengan nada bergetar.

Yusrinal menambahkan bahwa dedikasi Kuncoro untuk Arema tidak akan pernah tergantikan.

Beliau pergi di 'rumahnya' sendiri. Selamat jalan, Legenda. Loyalitasmu abadi," tambahnya

Kepergian Kuncoro bukan hanya kehilangan bagi Arema, tapi bagi sepak bola Indonesia. Sosoknya yang humoris, tegas, dan setia kawan akan selalu dikenang.

Mari kita doakan bersama, semoga Almarhum Kuncoro Husnul Khotimah, dilapangkan kuburnya, dan diterangkan jalannya menuju Surga-Mu, Ya Allah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Selamat jalan, Cak Kun. Namamu abadi di hati Singo Edan.

18 January 2026

Arema FC Kembali Disanksi Komdis PSSI, Demi Kebaikan Bersama Semua Pihak Diharapkan Bisa Melakukan Evaluasi

Arema FC Kembali Disanksi Komdis PSSI, Demi Kebaikan Bersama Semua Pihak Diharapkan Bisa Melakukan Evaluasi

Malang – Arema FC kembali menerima surat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI di penghujung putaran pertama Super League 2025/2026. Sanksi ini berkaitan dengan insiden keamanan jelang laga kandang Arema FC kontra Persik Kediri yang digelar di Stadion Kanjuruhan pada 11 Januari 2026 lalu.

Dalam surat keputusannya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman menyusul insiden penyalaan kembang api yang terjadi di area Hotel Miami, Kepanjen—lokasi menginap tim tamu—sehari sebelum pertandingan. Akibat insiden tersebut, Arema FC dikenai denda sebesar Rp60 juta, sementara Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan juga dijatuhi denda Rp40 juta.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan penyesalan mendalam atas sanksi ini dan menegaskan bahwa manajemen akan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi serius.

“Kami menyesalkan terjadinya kejadian ini yang kembali berdampak pada klub. Arema FC menghormati keputusan Komisi Disiplin PSSI dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi menyeluruh agar ke depan pelaksanaan pertandingan dapat berjalan lebih baik,” ujar Yusrinal.

Peringatan Keras Panpel: Aktivitas Psywar di Luar Stadion Masuk Ranah Pelanggaran

Sorotan tajam datang dari Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC, Erwin Hardiyono. Ia menegaskan bahwa regulasi keamanan dan ketertiban pertandingan memiliki cakupan yang luas, tidak hanya terbatas pada durasi 90 menit di dalam stadion.

Erwin menekankan perlunya sosialisasi masif kepada seluruh pihak, termasuk para suporter, mengenai batasan "psywar" yang diperbolehkan dan yang dilarang.

“Kami perlu menyosialisasikan secara tegas bahwa aktivitas perilaku negatif yang berkaitan dengan pertandingan—baik sebelum, sesaat, maupun sesudah laga—meskipun terjadi di luar stadion, masih dianggap sebagai pelanggaran oleh regulasi,” tegas Erwin.

Ia menghimbau agar banyak pihak tidak lagi melakukan tindakan kontraproduktif yang justru membebani klub.

“Kami memohon kepada banyak pihak, termasuk oknum fans, untuk tidak mengulangi bentuk-bentuk psywar dengan cara yang merugikan klub. Kejadian di hotel tim tamu ini adalah contoh nyata bagaimana tindakan di luar stadion tetap berdampak sanksi bagi Arema FC,” tambahnya.

Ke depan, Erwin berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan, tidak hanya di area stadion tetapi juga di titik-titik vital terkait pertandingan.

Total Denda Putaran Pertama Tembus Ratusan Juta

Sanksi terbaru ini menambah daftar panjang hukuman yang diterima Singo Edan. Selama putaran pertama Super League 2025/2026, Arema FC tercatat telah menerima 11 surat Komisi Disiplin dengan total denda mencapai ratusan juta.

Rinciannya meliputi:
• 9 sanksi ditujukan kepada Klub/Tim Arema FC.
• 2 sanksi ditujukan kepada Panitia Pelaksana Pertandingan.

Manajemen Arema FC berharap seluruh elemen suporter dan pihak terkait dapat menjadikan situasi ini sebagai titik balik untuk menciptakan atmosfer sepak bola yang lebih aman, tertib, dan kondusif, serta menghindarkan klub dari kerugian finansial akibat pelanggaran disiplin.

18 January 2026

Meski Berat, Arema FC Relakan Luiz Gustavo Jalani Operasi ACL dan Absen Hingga Akhir Musim

Meski Berat, Arema FC Relakan Luiz Gustavo Jalani Operasi ACL dan Absen Hingga Akhir Musim

MALANG, 17 Januari 2026 – Kabar kurang menyenangkan datang dari lini pertahanan tim Singo Edan. Manajemen Arema FC secara resmi mengonfirmasi bahwa bek tengah andalan kami, Luiz Gustavo, diprediksi tidak dapat merumput hingga kompetisi Liga 1 musim ini berakhir akibat cedera serius pada lutut kirinya.

Keputusan medis untuk menempuh jalan operasi diambil setelah melalui serangkaian observasi mendalam antara tim medis klub, konsultan ahli, dan sang pemain sendiri.

Dokter Tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.K.O., memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi pemain asal Brasil tersebut. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Luiz Gustavo didiagnosis mengalami robekan pada ligamen Anterior Cruciate Ligament (ACL).

"Luiz Gustavo mengalami robekan pada ligamen ACL lutut kiri. Cedera ini terjadi akibat insiden di lapangan di mana ia terjatuh dan tertimpa oleh pemain lain," terang dr. Nanang.

Lebih lanjut, dr. Nanang menjelaskan bahwa keputusan operasi tidak diambil secara sepihak. Langkah ini dinilai sebagai opsi terbaik untuk menyelamatkan karir sepak bola Luiz Gustavo di masa depan.

"Setelah kami berdiskusi intensif dengan konsultan ortopedi dan tim medis, serta menjelaskan kondisinya kepada pemain, Luiz sepakat untuk memilih opsi operasi segera. Tujuannya jelas, agar struktur lututnya bisa pulih sempurna dan ia dapat bermain lebih optimal di masa depan," tambahnya.

Merespons rekomendasi tim medis tersebut, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa situasi ini merupakan pukulan berat bagi tim. Namun, dengan segala kerendahan hati, manajemen memilih untuk memprioritaskan sisi kemanusiaan dan kesehatan jangka panjang pemain.

"Tentu ini berat bagi kami di manajemen, pelatih, dan Aremania. Namun, demi kesembuhan dan karir pemain ke depannya, klub harus rela dan menyetujui opsi jalan operasi bagi Luiz. Kami tidak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan masa depannya," ungkap Yusrinal.

Meski harus menepi panjang, Yusrinal memastikan Arema FC tetap memegang teguh profesionalitas. 

“Luiz Gustavo masih terikat kontrak hingga akhir kompetisi dan akan mendapatkan haknya serta dukungan penuh selama masa pemulihan,” pungkas Inal begitu panggilannya.

17 January 2026

Arema FC Ucapkan Terima Kasih kepada Yann Motta

Arema FC Ucapkan Terima Kasih kepada Yann Motta

Malang, 14 Januari 2026 — Arema FC resmi mengumumkan bahwa klub telah sepakat mengakhiri kerja sama dengan pemain asingnya, Yann Motta, terhitung hari ini. Keputusan tersebut diambil secara profesional dan atas kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.


Yann Motta bergabung dengan Arema FC pada 1 Juli 2025. Selama berseragam Singo Edan, pemain asal Brasil tersebut mencatatkan 5 kali penampilan dengan total 352 menit bermain di berbagai ajang kompetisi resmi.


Meski durasi kebersamaan terbilang singkat, manajemen Arema FC tetap memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Yann Motta selama menjadi bagian dari tim.


General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang pemain.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yann Motta atas profesionalisme dan dedikasinya selama bersama Arema FC. Meski waktunya tidak panjang, Yann telah menunjukkan komitmen yang baik saat membela tim,” ujar Yusrinal.


Lebih lanjut, Yusrinal juga mendoakan kesuksesan Yann Motta di perjalanan karier selanjutnya.
“Manajemen Arema FC mendoakan yang terbaik untuk Yann Motta. Semoga ia bisa sukses dan mendapatkan kesempatan yang lebih baik di klub barunya nanti,” tambahnya.


Arema FC menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi tim guna mempersiapkan skuad yang lebih kompetitif ke depannya. Klub juga tetap berkomitmen untuk membangun tim secara profesional demi mencapai target yang telah ditetapkan pada sisa kompetisi musim ini.~

14 January 2026

Tambah Kekuatan Tim Singo Edan, Arema FC Resmi Perkenalkan Gabriel Silva

Tambah Kekuatan Tim Singo Edan, Arema FC Resmi Perkenalkan Gabriel Silva

Malang, 13 Januari 2026 – Arema FC secara resmi memperkenalkan pemain baru asal Brasil, Gabriel Silva, pemain yang berposisi sebagai winger, sebagai bagian dari persiapan tim menghadapi putaran kedua Super League. Perekrutan pemain yang akrab disapa Gabi tersebut dilakukan setelah manajemen dan tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim pada putaran pertama kompetisi.

 

 

Kehadiran Gabriel Silva diharapkan mampu menambah daya gedor serta variasi serangan Arema FC, khususnya dari sektor sayap. Manajemen menilai pemain asal Brasil tersebut memiliki karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan tim untuk meningkatkan performa di sisa kompetisi musim ini.

 

 

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan bahwa keputusan merekrut Gabriel Silva merupakan hasil dari evaluasi komprehensif dan perencanaan jangka pendek klub.

“Setelah melalui evaluasi pada putaran pertama, kami merasa perlu menambah kekuatan di sektor winger. Gabriel Silva kami kontrak selama satu tahun dengan harapan ia dapat berkontribusi maksimal dan membantu mengangkat performa tim pada sisa kompetisi musim ini,” ujar Yusrinal.

 

 

Dengan bergabungnya Gabriel Silva, Arema FC menyatakan kesiapan untuk menghadapi putaran kedua Super League dengan kepercayaan diri yang semakin meningkat. Manajemen optimistis kehadiran Gabi dapat memberikan dampak positif dan membantu tim tampil lebih kompetitif demi mencapai target yang telah ditetapkan.~

13 January 2026

Hormati Keputusan Tim Pelatih Arema FC, Muhammad Rafli Profesional Siap Untuk Menjalani Masa Peminjaman demi Menit Bermain

Hormati Keputusan Tim Pelatih Arema FC, Muhammad Rafli Profesional Siap Untuk Menjalani Masa Peminjaman demi Menit Bermain

MALANG – Dinamika bursa transfer BRI Liga 1 2025/2026 menghangat di kubu Arema FC. Gelandang serang andalan Singo Edan, Muhammad Rafli, dipastikan akan menjalani masa peminjaman ke klub lain. Langkah ini diambil bukan karena penurunan dedikasi, melainkan sebagai bentuk respons profesionalisme sang pemain terhadap saran objektif tim pelatih demi menyelamatkan karier dan menit bermainnya di tengah ketatnya persaingan skuad.

 

Keputusan ini disepakati bersama dengan sangat bijak. Rafli, yang dikenal sebagai pemain dengan attitude yang baik, menghormati sepenuhnya evaluasi teknis yang diberikan oleh jajaran pelatih. 

 

Sebagai pesepakbola profesional, ia menyatakan kesiapannya untuk berdedikasi dan memberikan performa terbaik di klub manapun ia ditempatkan, sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan.

 

Apresiasi Tinggi dari Head Coach Marcos Santos

 

Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, memberikan pandangan yang sangat positif terkait sosok Rafli. Menurutnya, keputusan peminjaman ini murni didasari oleh kebutuhan sang pemain untuk terus berkembang, yang mungkin sulit didapatkan jika ia tetap berada di bangku cadangan Arema saat ini.

 

"Rafli telah memainkan peran penting dalam sejarah Arema FC baru-baru ini. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Marcos Santos.

 

Pelatih asal Brasil tersebut menekankan bahwa loyalitas Rafli tidak perlu diragukan. "Selama waktunya bersama Arema FC, Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuad. Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf pelatih, manajemen, dan para penggemar," tambahnya.

 

Namun, realitas kompetisi menuntut keputusan strategis. "Saat ini, karena meningkatnya persaingan dalam skuad dan terbatasnya kesempatan bermain, klub percaya bahwa keputusan terbaik adalah mengizinkan Rafli bergabung dengan klub lain dengan status pinjaman, sehingga ia dapat memperoleh menit bermain reguler dan melanjutkan pengembangan profesionalnya," tegas Marcos.

 

*Manajemen: Keputusan Objektif demi Masa Depan Pemain*

 

Senada dengan tim pelatih, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa manajemen klub selalu mendukung saran pelatih yang berorientasi pada kebaikan tim dan pemain. Pria yang akrab disapa Inal ini menilai Rafli sebagai aset yang memiliki disiplin tinggi dan attitude yang baik.

 

"Secara objektif, manajemen menilai Rafli adalah pemain berdedikasi tinggi, disiplin, dan memiliki orientasi yang baik dalam mengevaluasi penampilannya. Kini dia sedang fokus untuk selalu mengontrol performanya, baik secara teknik maupun asupan nutrisi gizi," ungkap Inal.

 

Inal juga menepis anggapan bahwa keputusan ini diambil semata-mata karena tekanan eksternal atau kritik suporter. Menurutnya, Rafli memiliki mental baja dalam menyikapi kritik sebagai pemain profesional.

 

"Rafli tipe pemain yang memiliki mental bagus dalam menyikapi berbagai kritik dan memiliki solusi yang bijak untuk evaluasi demi perbaikan performanya,” imbuh Inal

 

Inal tegaskan bahwa Rafli pemain profesional layaknya pemain lainnya, bukan karena faktor lain keputusan ini diambil, termasuk kritik dari fans. Sebab kritik itu sangat penting untuk menata performa pemain agar lebih maksimal, jelas Inal.

 

Selama berkostum Singo Edan, Rafli telah mencatatkan beberapa gol dan assist krusial. Meskipun manajemen mengaku berat melepasnya, langkah peminjaman ini dinilai paling bijak demi masa depan kariernya di kompetisi sepak bola Indonesia.

 

"Harapan kami, semua pihak agar bijak dan objektif dalam memberikan penilaian, bahwa hasil positif dan negatif sebuah pertandingan adalah hasil perjuangan kolektivitas tim dan atas instruksi serta arahan jajaran tim pelatih. Kami optimis Rafli kemanapun dia bermain akan berdedikasi tinggi karena dibekali attitude yang baik dan profesional," kata Inal.

 

Disampaikan Inal, Arema FC dengan tulus mengucapkan terima kasih atas kontribusi Rafli dan menegaskan bahwa pintu klub akan selalu terbuka baginya. “ Status Rafli dipinjamkan ke klub lain karena dia pemain yang masih terikat kontrak resmi dengan Arema FC dan masih punya masa depan yang baik,” pungkasnya. 

05 January 2026

Demi Menit Bermain dan Pematangan Karier, Arema FC Resmi Lepas Brandon Scheunemann

Demi Menit Bermain dan Pematangan Karier, Arema FC Resmi Lepas Brandon Scheunemann

 

MALANG, 28 Desember 2025 – Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan keputusan untuk melepas salah satu pemain bertahan mudanya, Brandon Scheunemann, ke klub lain pada jendela bursa transfer kali ini. 

 

Langkah ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara manajemen, tim pelatih, dan sang pemain dengan fokus utama pada pengembangan karier jangka panjang Brandon.

 

Manajemen tim berjuluk Singo Edan menilai Brandon sebagai talenta muda dengan potensi besar. Namun, ketatnya persaingan di lini belakang skuad Arema FC saat ini membuat kesempatan bermain reguler menjadi terbatas. Oleh karena itu, opsi kepindahan dinilai sebagai solusi terbaik agar Brandon mendapatkan jam terbang yang lebih konsisten untuk mematangkan permainannya.

 

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa keputusan ini adalah wujud dukungan klub terhadap perkembangan pemain muda. Menurutnya, potensi Brandon perlu diasah melalui pengalaman bertanding yang intensif.

 

“Kami melihat Brandon sebagai aset berharga dan pemain dengan masa depan yang cerah. Kepindahan ini bukan soal melepas kualitas, tetapi memberi ruang bagi Brandon untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak agar terus berkembang. Arema FC selalu terbuka dan mendukung langkah terbaik bagi karier pemain,” ujar Yusrinal, Sabtu (28/12).

 

Pria yang akrab disapa Inal tersebut juga memastikan bahwa hubungan antara Arema FC dan Brandon Scheunemann tetap terjalin sangat baik dan profesional. Pihak manajemen tidak menutup kemungkinan bagi Brandon untuk kembali berseragam Singo Edan di masa depan setelah mendapatkan pengalaman yang cukup.

 

“Kami mendoakan yang terbaik untuk Brandon di klub barunya. Semoga ia mendapatkan pengalaman, jam terbang, dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Pintu Arema FC akan selalu terbuka bagi pemain yang ingin kembali membawa kontribusi terbaiknya,” tambah Inal.

 

Sebagai penutup, Arema FC menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan Brandon Scheunemann selama menjadi bagian dari keluarga besar Singo Edan. 

 

Klub berharap, lanjut Inal, langkah ini menjadi momentum positif bagi lonjakan karier sang pemain di kancah sepak bola nasional.

28 December 2025

Arema FC Sambut Puluhan Ribu Mahasiswa Baru di Malang: Sepak Bola dan Kampus Bersinergi Gerakkan Ekonomi Lokal

Arema FC Sambut Puluhan Ribu Mahasiswa Baru di Malang: Sepak Bola dan Kampus Bersinergi Gerakkan Ekonomi Lokal

MALANG — Malang kembali berdenyut dalam ritme mudanya. Datangnya puluhan ribu mahasiswa baru (maba) yang memadati Bumi Arema disambut hangat oleh manajemen Arema FC. 

Kehadiran para akademisi muda ini dinilai bukan sekadar siklus akademik tahunan, melainkan motor penggerak strategis bagi ekosistem sosial, pendidikan, hingga perekonomian masyarakat Malang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Head PR and Marcom Arema FC, Munif Wakid. Menurutnya, kedatangan puluhan ribu pendatang baru ini mempertegas posisi Malang sebagai kota pelajar yang dinamis sekaligus pusat pertumbuhan subkultur yang kuat, di mana sepak bola berjalan berdampingan dengan denyut kehidupan kampus.

"Arema FC menyambut dengan tangan terbuka kehadiran puluhan ribu mahasiswa baru di Malang, Bumi Seribu Singa. Gelaran orientasi studi seperti PKKMB yang diawali oleh Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM), menyusul UIN Malang, Polinema, serta kampus-kampus swasta besar seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Unisma, ITN, Unmer, dan perguruan tinggi lainnya, adalah energi baru bagi kota ini," ujar Munif Wakid, Senin (10/8/2026).

*Sepak Bola, Mahasiswa, dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan*

Bagi Arema FC, keberadaan puluhan ribu mahasiswa memiliki korelasi erat dengan ekosistem klub berlogo Singa Edan tersebut. Sepak bola modern tidak lagi berdiri sendiri di atas lapangan hijau, melainkan menjelma menjadi sebuah industri subkultur yang melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor kuliner, konveksi, hingga sektor jasa kreatif.

"Hadirnya para mahasiswa sangat penting untuk pengembangan pendidikan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Arema sangat mendukung upaya tersebut sebagai bagian dari ekosistem yang turut serta mensejahterakan masyarakat dari sisi identitas olahraga sepak bola, utamanya sebagai subkultur pengembangan UMKM," jelas Munif.

Ia menambahkan, perputaran ekonomi di Malang selama musim kedatangan mahasiswa baru selalu menunjukkan tren positif. Kehadiran mereka menghidupkan simpul-simpul ekonomi kerakyatan di sekitar kampus yang juga menjadi basis loyalitas pendukung Arema FC.

*Data Kedatangan Mahasiswa Baru di Malang (2024–2026)*

Sebagai salah satu destinasi pendidikan terfavorit di Indonesia, Kota Malang konsisten mencatatkan angka kedatangan mahasiswa baru yang masif setiap tahunnya dari berbagai penjuru tanah air. Berdasarkan rekapitulasi data dari perguruan tinggi utama di Malang:
 Universitas Brawijaya (UB): Tercatat menerima sekitar 14.821 mahasiswa baru pada tahun 2024, yang kemudian mengalami peningkatan signifikan menjadi 17.133 mahasiswa baru pada tahun 2025, dan tren positif tersebut terus berlanjut di tahun 2026.  
 
Universitas Negeri Malang (UM): Konsisten berada di angka kisaran 11.000 hingga lebih dari 12.000 mahasiswa baru setiap tahunnya (dengan proyeksi pengajuan kuota mencapai 12.656 mahasiswa baru pada periode seleksi berjalan).  

 Perguruan Tinggi Lain (UIN Malang, Polinema, UMM, Unisma, ITN, Unmer, dll): Jika diakumulasikan secara keseluruhan dengan puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta lain di Malang Raya, jumlah kedatangan mahasiswa baru setiap tahunnya diperkirakan menyentuh angka puluhan ribu hingga tembus di atas 50.000 pendatang baru yang memadati Malang setiap awal tahun ajaran akademik.

*Pesan Arema FC: Menjaga Etika dan Merawat Kedamaian Malang*

Dalam kesempatan yang sama, Arema FC menyampaikan optimisme tinggi bahwa warga Malang, terutama Aremania, akan menyambut para pendatang dengan keramahan khas tradisi lokal. Arema juga menitipkan pesan penting kepada para mahasiswa baru agar senantiasa menjaga harmoni sosial selama menuntut ilmu di Kota Malang.

"Arema optimis warga Malang, utamanya Aremania, antusias dan ramah terhadap kehadiran para mahasiswa baru. Pesan kami, jaga etika, sopan santun, dan bersama-sama saling support untuk kemajuan Malang," pesan Munif Wakid.

Pihaknya menegaskan bahwa Malang dikenal sebagai kota yang damai, asri, ramah, dan friendly bagi semua kalangan, termasuk para pendatang dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

"Semoga betah dan sukses menempuh pendidikan di Malang, serta sukses nantinya berkarier di masa depan," pungkasnya menutup. (**)

10 August 2026

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Malang, 10 Juni 2026 – Arema FC menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi polemik pendaftaran logo Singa Bertindik. Manajemen Singo Edan telah menempuh langkah hukum dan administrasi yang diperlukan, termasuk mengajukan keberatan atas pendaftaran yang dilakukan pihak lain. Saat ini, klub memilih menghormati seluruh mekanisme yang berlaku sembari menunggu terbitnya legalitas resmi dari pemerintah sebagai landasan hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.

General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa sejak mengetahui adanya pendaftaran logo oleh pihak lain, manajemen segera mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas Arema yang memiliki nilai sejarah dan keterikatan kuat dengan klub maupun Aremania.

“Kami sudah menyampaikan keberatan terhadap proses yang dilakukan pihak lain terkait pendaftaran logo tersebut. Bagi Arema FC, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, tetapi bagian dari identitas klub yang memiliki sejarah panjang dan melekat dalam perjalanan Arema. Karena itu, kami mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi identitas tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yusrinal.

Selain menyampaikan keberatan, Arema FC juga telah mengajukan pendaftaran logo Singa Bertindik melalui jalur resmi kepada Direktorat Jenderal Kekayaaan Intelektual (DJKI). Saat ini, seluruh proses administrasi dan legal yang dibutuhkan 
masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.

Yusrinal menegaskan bahwa manajemen terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia juga menekankan bahwa pendaftaran yang diajukan Arema FC saat ini masih berada pada jalur yang semestinya.

“Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema FC sudah mendaftarkan logo Singa Bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya atau on track. Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional,” katanya.

Menurutnya, saat ini fokus utama manajemen adalah menunggu terbitnya legalitas resmi atas pendaftaran yang telah diajukan. Legalitas tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi klub untuk melangkah ke tahapan berikutnya.

“Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah. Setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan,” lanjutnya.

Meski demikian, Yusrinal menegaskan bahwa terbitnya legalitas bukan berarti perubahan penggunaan logo dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema FC memiliki berbagai kerja sama strategis yang harus diperhatikan dan disesuaikan terlebih dahulu.

“Setelah legalitas kami terima, bukan berarti keesokan harinya logo bisa langsung digunakan secara menyeluruh. Arema FC adalah perusahaan yang memiliki banyak kerja sama strategis dengan sponsor, vendor, mitra produksi, partner komersial, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam operasional klub. Seluruh proses perubahan identitas harus dilakukan secara terukur dan melalui tahapan yang matang,” jelasnya.

Perubahan identitas visual klub, lanjut Yusrinal, akan berdampak pada banyak aspek, mulai dari materi promosi, aset digital, merchandise, dokumen korporasi, perlengkapan pertandingan, hingga berbagai kerja sama komersial yang telah berjalan.

“Kami harus memastikan seluruh pihak yang bekerja sama dengan Arema FC mendapatkan informasi dan waktu penyesuaian yang cukup. Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat. Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Yusrinal menegaskan manajemen Arema FC akan terus mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, dan kepentingan jangka panjang klub dalam setiap keputusan yang diambil. Ia juga mengajak seluruh Aremania untuk tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses yang sedang berjalan.

“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Oleh sebab itu, kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui jalur yang benar akan menghasilkan keputusan yang baik pula bagi masa depan Arema FC,” tutup Yusrinal.

10 June 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Sejarah Baru Arema FC: Program

Sejarah Baru Arema FC: Program "Inside The Lion Home" Ajak Aremania Rasakan Pengalaman Eksklusif dan Edukasi Regulasi di Stadion Kanjuruhan

Malang — Arema FC kembali menghadirkan terobosan baru yang inovatif dalam membangun kedekatan dengan para pendukung setianya. Melalui program perdana bertajuk "Inside The Lion Home" yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, manajemen mengajak 20 Aremania terpilih—yang merupakan pembeli jersey original Arema FC musim 2026–2027—untuk merasakan pengalaman eksklusif langsung di dalam area resmi (official area) stadion 

Kegiatan yang dihelat menjelang pertandingan kandang ini tidak hanya dirancang sebagai sarana tur eksklusif dan temu pemain. Akan tetapi juga sebagai wadah edukasi publik mengenai tata kelola pertandingan, aspek keamanan, keselamatan, serta regulasi ketat yang berlaku di stadion pasca-renovasi 

Komitmen Manajemen: Membangun Kedekatan dan Edukasi Suporter

Dalam keterangannya di sela-sela acara, Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menegaskan bahwa program ini merupakan babak baru dan sejarah penting bagi klub. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda sport tourism, melainkan sebuah bentuk kampanye untuk mengedukasi publik tentang pentingnya faktor kenyamanan dan keamanan di stadion

“Program ini merupakan babak baru atau sejarah baru buat Arema. Ini tidak hanya memberikan inspirasi bagi klub lain, tetapi juga menjadi bagian dari bagaimana kita mengampanyekan serta mengedukasi tentang faktor kenyamanan dan keamanan sebagai hal penting dalam menyambut sebuah pertandingan,” ujar Sudarmaji 

Sudarmaji juga menambahkan bahwa manajemen berupaya mendekatkan klub secara regulatif dan emosional kepada suporter. Para peserta diberikan kesempatan langka untuk melihat dari dekat ruang ganti pemain (changing room), ruang media, terowongan pemain (player tunnel), hingga memantau langsung persiapan tim). 

Dia berharap para Aremania yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan untuk mengampanyekan budaya suporter yang tertib dan santun kepada rekan-rekan sesama suporter 

Sinergi Bisnis dan Klub: Stadion Kanjuruhan Sebagai Rumah Bersama

Sementara itu, Chief Business and Commercial Arema FC, Irma Priyanti, menyampaikan antusiasmenya atas terselenggaranya program perdana ini. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan agar Aremania dan Aremanita dapat mengenal lebih dekat fasilitas klub serta memahami regulasi pertandingan secara transparan 

“Ini adalah kali pertama kami membuat program seperti ini, supaya Aremania dan Aremanita bisa tahu bahwa selain pertandingan, ada banyak hal di balik layar yang bisa dilihat. Kami ingin mereka semakin cinta datang ke stadion, paham regulasi yang berlaku, serta menikmati pengalaman eksklusif yang biasanya tertutup untuk umum,” ungkap Irma Priyanti 

Irma berharap animo positif dari para peserta dapat menjadi pijakan untuk melanjutkan program tur edukatif ini secara berkelanjutan di masa mendatang, sehingga ikatan antara klub, manajemen, dan suporter semakin erat.

Pengalaman Eksklusif dan Antusiasme Aremania

Dalam rangkaian acara Inside The Lion Home, para peserta diajak berkeliling mulai dari ruang media, area flash interview, player tunnel, hingga masuk ke dalam home changing room pemain. 

Selain itu, para peserta juga berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung, meminta tanda tangan, dan melakukan sesi foto bersama para pemain dan jajaran pelatih Arema FC sebelum sesi latihan strategis dimulai.

Salah satu Aremania yang mengikuti edisi perdana Inside The Lion Home, Rico Yolandra, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda melalui program tersebut. Ia menilai konsep yang ditawarkan mampu membuka ruang interaksi yang lebih dekat antara Aremania dengan Arema FC, sekaligus memberikan kesempatan untuk melihat lebih jauh aktivitas tim di balik sebuah pertandingan.

“Menurut saya, acara ini merupakan program yang bagus dan keren untuk semakin mendekatkan Aremania dengan Arema FC secara keseluruhan. Dengan adanya program seperti ini, Aremania bisa semakin dekat dengan tim maupun manajemen dan bersama-sama bersinergi untuk membawa nama Kota Malang semakin dikenal," katanya.

Selain itu, dia sebagai Aremania juga bisa merasakan kedekatan emosional dengan para pemain karena dapat berinteraksi dan memberikan dukungan secara langsung. "Apalagi ini jelang pertandingan. Kalau program ini digarap secara serius oleh manajemen, menurut saya bisa menjadi nilai plus bagi Arema FC. Konsepnya juga mengingatkan saya dengan program stadium tour yang dilakukan sejumlah klub di Eropa. Secara tidak langsung, Aremania bisa mengetahui bagaimana proses yang berlangsung sebelum pertandingan maupun setelah pertandingan, termasuk melihat lebih dekat aktivitas tim dan suasana di balik sebuah pertandingan," terangnya.

Rico dan peserta lainnya merasa pengalaman seperti ini menarik, karena selama ini hanya melihat pertandingan dari tribun. "Melalui program ini, kami bisa melihat sisi lain dan rahasia misalnya di ruang ganti tim dari Arema FC dan merasakan pengalaman yang lebih dekat dengan klub," tandasnya.

Melalui kegiatan ini, Arema FC berharap Stadion Kanjuruhan tidak hanya berfungsi sebagai arena pertandingan, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi "rumah bersama" yang aman, nyaman, ramah keluarga, serta menjadi pusat edukasi sepak bola yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Malang. (*)

08 October 2026

Penuh Gemuruh dan Antusiasme Tinggi, Arema FC Goes to School Sukses Guncang SMAN 1 Kota Batu

Penuh Gemuruh dan Antusiasme Tinggi, Arema FC Goes to School Sukses Guncang SMAN 1 Kota Batu

Batu – Atmosfer penuh antusiasme dan gemuruh menyelimuti SMAN 1 Kota Batu, Senin (31/8). Sejak pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, program Arema FC Goes to School (AGTS) menyapa sekitar 1200an pelajar sekolah di kawasan Jalan Agus Salim Kota Batu,
membawa semangat olahraga, edukasi, dan inspirasi langsung ke tengah-tengah generasi muda.

Kehadiran dua pemain Singo Edan Alfeandra Dewangga dan Careca, mendapat sambutan luar biasa dari para siswa, guru, hingga jajaran staf sekolah. Sejak pagi, siswa-siswi telah memadati lapangan utama sekolah dengan mengenakan berbagai atribut Arema FC.

Begitu kedua pemain memasuki area lapangan, gemuruh yel-yel langsung pecah. Bendera, syal, hingga tabuhan drum khas tribun membuat suasana di lingkungan sekolah terasa seperti berada di stadion. Antusiasme tersebut semakin meningkat sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan Arema Goes to School beragam, mulai dari pembagian hadiah merchandise, talkshow interaktif bersama pemain, hingga penampilan siswa-siswi yang menabuh drum dan yel-yel. Tidak lupa mini games antara siswa dan pemain.

Saat sesi talkshow, Dewangga dan Careca tidak hanya berbicara mengenai pengalaman mereka sebagai pesepak bola profesional. Sebab, mereka juga memberikan pesan dan motivasi kepada para siswa mengenai pentingnya kerja keras, disiplin, pendidikan, serta keberanian untuk mengejar cita-cita.

Gelandang Arema FC, Careca, mengajak para siswa untuk memiliki kepercayaan diri dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Pemain asal Brasil ini juga menekankan bahwa pendidikan tetap harus menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan.

"Percaya diri dan jangan mudah menyerah. Kerja keras itu penting, tetapi kita juga harus enjoy dalam menjalani prosesnya. Football is fun. Tapi juga kejar pendidikan setinggi-tingginya karena pendidikan juga menjadi prioritas utama untuk masa depan," kata Careca.

Sementara itu, bek Alfeandra Dewangga membagikan pengalaman mengenai proses panjang yang harus dijalani untuk mencapai kesuksesan. 

"Sukses itu tidak dibangun secara instan. Semua butuh perjuangan dan proses yang panjang. Hobi yang kita sukai sejak kecil bisa menjadi sesuatu yang membanggakan di masa depan saat kita mau bekerja keras, konsisten, dan disiplin," ujar Dewangga.

Pesan kedua pemain tersebut mendapat respons positif dari para siswa yang mengikuti sesi talkshow dengan penuh perhatian dan antusiasme. Interaksi semakin cair ketika para siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pemain.

Kemeriahan kemudian berlanjut dalam sesi mini games futsal. Dewangga dan Careca ikut terlibat dalam laga ekshibisi bersama perwakilan siswi SMAN 1 Kota Batu. Pertandingan singkat tersebut berlangsung penuh keceriaan, dengan sorakan siswa yang terus mengiringi jalannya permainan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan  foto bersama pemain, manajemen Arema FC, siswa, serta jajaran guru SMAN 1 Kota Batu.

Chief Commercial and Business (CBO) Arema FC, Irma Prianti,  menyampaikan apresiasinya dan takjub terhadap sambutan luar biasa yang diberikan seluruh warga SMAN 1 Kota Batu. Pasalnya, begitu tim Arema datang, siswa-siswi sudah siap di lapangan lengkap dengan atribut Arema layaknya berada di stadion.

Menurutnya, Arema FC Goes to School bukan hanya menjadi agenda untuk mendekatkan Arema FC dengan para pelajar. Tetapi juga memiliki tujuan jangka panjang dalam membangun hubungan klub dengan generasi muda.

"Program Arema FC Goes to School memiliki arti yang sangat penting bagi keberlanjutan klub. Acara ini bukan sekadar ajang menyapa fans, tetapi merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun karakter generasi muda yang positif, sportif, dan berprestasi," tutur Irma.

Menurutnya, kehadiran Arema FC di lingkungan sekolah juga menjadi ruang bagi klub untuk menyampaikan nilai-nilai positif melalui sepak bola. Tim Singo Edan ingin menekankan indah dan menyenangkannya sepak bola. "Melalui Arema Goes to School, kami ingin mempererat ikatan emosional antara Arema FC dengan para pelajar di Malang Raya sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap potensi daerah sejak dini. Kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk bermimpi, kemudian mengiringinya dengan kerja keras, konsistensi, dan disiplin. Selain itu, sangat penting untuk menekankan, football supposed to be fun," tambahnya.

Pelaksanaan Arema FC Goes to School di SMAN 1 Kota Batu menjadi gambaran mengenai besarnya antusiasme generasi muda terhadap Arema FC. Di sisi lain, program ini juga menjadi salah satu cara klub untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan, dengan membawa pesan tentang sportivitas, kedisiplinan, pendidikan, dan semangat meraih prestasi. (*)

31 August 2026

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Anniversary Pertama Arema FC Women Academy, Turnamen Sepak Bola Putri U-10 dan U-14 Dapat Apresiasi Sekda Kota Semarang

Anniversary Pertama Arema FC Women Academy, Turnamen Sepak Bola Putri U-10 dan U-14 Dapat Apresiasi Sekda Kota Semarang

Malang – Arema FC Women Academy di Semarang merayakan hari jadinya yang pertama dengan menggelar Turnamen Sepak Bola Putri U-10 dan U-14 di Lapangan Polrestabes Kota Semarang, Sabtu-Minggu (5-6/9/2026). Turnamen tersebut menjadi bagian dari komitmen akademi dalam memperluas pembinaan sepak bola putri usia dini di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Ajang yang diikuti tim-tim dari Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur ini berlangsung meriah sekaligus menjadi wadah bagi para pesepak bola putri muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam atmosfer kompetisi yang positif dan sportif.

Pada momen krusial turnamen kategori U-14, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Dr. Handi Priyanto, AP., S.Sos., M.Si, hadir langsung menyaksikan pertandingan semifinal hingga partai final pada Minggu (6/9). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap pembinaan sepak bola putri usia dini yang terus berkembang melalui Arema FC Women Academy.

Handi Priyanto memberikan apresiasi atas konsistensi Arema FC Women Academy yang menjadikan Kota Semarang sebagai homebase pembinaan sepak bola putri dan membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta muda.

"Pada hari ini kita melaksanakan turnamen dalam rangka HUT pertama Arema FC Women Academy yang homebase-nya ada di Semarang. Saya mengapresiasi dengan adanya Arema FC Women Academy di Semarang karena menjadi tempat untuk mengembangkan potensi diri anak-anak, terutama wanita yang menggemari sepak bola di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya," ujar Handi Priyanto.

Menurutnya, Kota Semarang memiliki banyak potensi pesepak bola putri yang membutuhkan wadah pembinaan yang lebih terstruktur agar mampu berkembang hingga level profesional. "Sebetulnya banyak potensi di Kota Semarang dan sekitarnya, hanya penyalurannya yang belum ada dan belum terpola. Keberadaan Arema FC Women Academy ini bisa menjadi wadah bagi generasi muda, menyalurkan hobi, hingga ke depannya diharapkan bisa menjadi pemain profesional dan tidak hanya membawa nama Kota Semarang, tetapi juga membawa nama Indonesia," lanjutnya.

Dalam turnamen tersebut, persaingan di dua kategori usia berlangsung sengit. Pada kategori U-10 yang digelar Sabtu (5/9), Sekar Sembada Sleman keluar sebagai juara setelah mengalahkan Putri Mataram Sleman melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 usai bermain imbang di waktu normal. Posisi juara tiga bersama ditempati Arema FC Women dan Persisac Kota Semarang.

Sementara pada kategori U-14 yang berlangsung Minggu (6/9), Putri Meta Surabaya tampil sebagai kampiun setelah menundukkan Samba Persada Women Solo dengan skor 2-0 pada partai final. Arema FC Women mengakhiri turnamen sebagai juara tiga bersama Sekar Sembada.

Pelatih Arema FC Women Academy sekaligus penyelenggara turnamen, Nanang Habibi, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta, orang tua, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya turnamen anniversary pertama tersebut.

"Turnamen anniversary pertama ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bukti nyata bahwa ruang kompetisi untuk sepak bola putri usia dini sangat dibutuhkan. Kami di Arema FC Women Academy berkomitmen untuk terus konsisten menggelar kompetisi rutin dan menyediakan wadah pembinaan yang terstruktur agar anak-anak ini memiliki alur pembinaan yang jelas menuju karier profesional," kata Nanang Habibi.

Nanang berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan Arema FC Women Academy sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola putri di Indonesia.

"Melihat semangat anak-anak bertanding di lapangan, kami semakin yakin bahwa masa depan sepak bola wanita Indonesia sangat cerah. Kami berharap turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan yang rutin dan makin berkualitas. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Semarang, jajaran Kepolisian, seluruh orang tua, serta tim peserta yang sudah berpartisipasi dan menjaga sportivitas selama turnamen," tutupnya. (*)

06 September 2026

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Arema FC Resmi Gelar Festival Sepakbola Grassroot U-12: Panggung Talenta Muda & Penanaman Nasionalisme

Arema FC Resmi Gelar Festival Sepakbola Grassroot U-12: Panggung Talenta Muda & Penanaman Nasionalisme

MALANG — Manajemen Arema FC kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan usia dini dengan resmi membuka Festival Sepakbola Arema FC Grassroot U-12 Tahun 2026. 

Ajang bergengsi ini dihelat selama dua hari pada 22–23 Agustus 2026 di Lapangan ARG Singosari, Malang, dan diikuti oleh sekitar 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) serta akademi terbaik dari seluruh Indonesia.

*Suasana Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Nasionalisme*

Upacara pembukaan festival hari ini, Sabtu (22/8/2026), diwarnai momen emosional yang mencuri perhatian ratusan pemain muda, orang tua, dan tamu undangan. 

Penampilan spesial dari Kak Amilia Febrianti, mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, yang membawakan lagu nasional Tanah Airku secara epic, sukses menghadirkan atmosfer khidmat di tengah lapangan.

Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemilihan lagu tersebut bukan tanpa alasan. 

Lagu yang identik dengan perjuangan Timnas Indonesia ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memotivasi para pemain muda sejak dini.

"Dengan dinyanyikannya lagu Tanah Airku, yang sering dibawakan saat Timnas Indonesia berlaga, semoga dapat menginspirasi dan memotivasi para pemain muda agar kelak mempunyai mimpi besar untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia," ujar Sudarmaji di hadapan para peserta.

Sudarmaji juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang mendalam kepada para pelatih, orang tua, serta seluruh pemain muda dalam turnamen ini.

“Hari ini adalah panggung kalian. Festival ini bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tempat untuk menunjukkan bakat, belajar bekerja sama, dan menanamkan mental juara sejak dini. Ingat, para pemain profesional dulunya memulai langkah mereka dari lapangan seperti yang kalian ikuti hari hari ini,” tegasnya.

Kepada seluruh pemain, Sudarmaji berpesan: bermainlah dengan gembira, tunjukkan skill terbaikmu, dan selalu junjung tinggi sportivitas. Hormati wasit, hormati pelatih, dan hargai lawan bertandingmu," pesan Sudarmaji penuh semangat.

*Antusiasme Tinggi dan Rangkaian Seri Festival*

Sementara itu, Ketua LOC, Deny Herlambang, mengungkapkan bahwa antusiasme pada kategori U-12 ini sangat tinggi, menyamai kesuksesan kategori U-10 yang digelar pada pekan sebelumnya. 

Sebagian besar dari 40 SSB yang berpartisipasi datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan sejumlah daerah lain di Tanah Air.

"Momentum ini tidak sekadar memberi kesempatan anak-anak untuk unjuk skill, tetapi panitia juga berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pemain muda, salah satunya melalui penyajian lagu Tanah Airku dengan aransemen yang khidmat," jelas Deny.

Melihat tingginya animo pencinta sepak bola akar rumput (grassroot), manajemen Arema FC dan panitia penyelenggara memastikan rangkaian festival ini akan berlanjut. 

Pekan depan, Arema FC akan kembali menggelar ajang serupa untuk Kategori Usia 14 Tahun (U-14) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026, dengan estimasi keikutsertaan sekitar 16 SSB dan akademi pilihan. (**)

22 August 2026

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Malang - Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC kembali mencatat momen penting bagi dunia pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia. 

Ajang Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 Kelompok Usia 10 Tahun (KU-10) yang berlangsung selama dua hari pada 15–16 Agustus 2026 di ARG Soccer Field Singosari Malang resmi ditutup dengan kesuksesan besar.  

Kegiatan yang dihelat meriah ini tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi talenta muda, tetapi juga berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari peserta, orang tua, komunitas sepakbola, hingga masyarakat umum. 

Tercatat, jumlah pengunjung yang memadati area venue selama perhelatan menembus angka sekitar 1.200 orang.  

Wadah Pembentukan Karakter dan Sportivitas Anak

Sebagai ajang pembinaan akar rumput (grassroot), festival KU-10 ini dirancang bukan sekadar mengejar kemenangan atau trofi semata. 

Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang krusial bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar, membangun karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan sejak usia dini.  

Local Organizing Committee (LOC) Chairman Arema FC Grassroot Festival 2026, Dani Herlambang, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran serta tingginya antusiasme yang diberikan oleh publik terhadap penyelenggaraan kelompok umur 10 tahun ini. 

"Festival sepakbola KU-10 ini berjalan sukses berkat dukungan luar biasa dari anak-anak peserta, orang tua, pelatih SSB, serta masyarakat luas. Angka 1.200 pengunjung yang hadir membuktikan bahwa gairah dan kecintaan terhadap sepakbola usia dini di Malang dan sekitarnya sangat tinggi. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding yang positif, mendidik, dan berkesan," ujar Dani Herlambang.

Keterlibatan UMKM: Menghidupkan Ekosistem Olahraga dan Ekonomi Lokal

Kesuksesan Festival Arema FC Grassroot 2026 tidak hanya terasa di atas lapangan hijau. 
Panitia pelaksana juga mengintegrasikan konsep Sportainment dengan menghadirkan area bazar UMKM dan produk lokal guna menghidupkan ekosistem pendukung yang inklusif.  

Kehadiran puluhan tenant dan mitra produk memberikan warna tersendiri, mengubah area sekitar lapangan menjadi ruang interaksi yang hangat antara peserta, keluarga, dan pelaku usaha lokal. Sejumlah brand dan UMKM ternama yang turut berpartisipasi seperti : 
- PT Balatif: Perusahaan farmasi asal Malang yang menghadirkan produk unggulan seperti Efthul Gopirik (spray minyak gosok untuk pijat, meredakan pegal, nyeri otot, serta keseleo) dan Curvino Kids (vitamin penambah nafsu makan anak).
- ⁠HST Indonesia: Produk air mineral segar alami asli Malang.
- ⁠Bakso Khas Malangan: Menyajikan wisata kuliner legendaris dengan cita rasa khas Malang.
- ⁠Bee Honey Bee: Produk madu pilihan untuk kesehatan keluarga.
- ⁠Susu Zee: Produk susu bernutrisi tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak usia 3–12 tahun.
- ⁠Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang: Menampilkan berbagai produk olahan inovatif hasil pertanian dan peternakan.
- ⁠UMKM Lokal Pendukung: Termasuk di dalamnya Unda Undi Coffee Co., Kemenwira Genk, Waserda Aneka Guna, serta berbagai pelaku usaha kreatif lainnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Sepakbola Indonesia

Disampaikan Dani, dengan memadukan unsur olahraga, edukasi keluarga, kebersamaan komunitas, dan pemberdayaan UMKM, Festival Arema FC Grassroot 2026 KU-10 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan ekosistem sepakbola usia dini yang sehat, positif, dan berkelanjutan.  

“Kesuksesan pelaksanaan di pekan pertama kategori KU-10 ini sekaligus menjadi suntikan semangat bagi panitia untuk melanjutkan rangkaian seri festival pada kelompok usia berikutnya sepanjang bulan Agustus 2026 di ARG Soccer Field,” pungkasnya. (**)

17 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Malang - Keseruan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin terasa pada hari kedua pelaksanaan. Setelah pada hari pertama, Sabtu (15/8), para peserta mendapat kejutan dengan kehadiran pelatih kepala Marcos Santos, asisten pelatih Andre Caldas, serta gelandang asing Julian Guevara, kejutan kembali hadir pada momen final kategori U-10, Minggu (16/8) siang.

Dua pemain tim senior Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, mendatangi ARG Soccerfield Lawang untuk menyaksikan langsung keseruan pertandingan final. Keduanya hadir bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.

Kehadiran dua pemain yang juga menjadi bagian dari kekuatan sepak bola Indonesia itu langsung membuat suasana festival semakin meriah. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan langsung perjuangan anak-anak usia dini yang tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir.

Keduanya bahkan turut larut dalam ketegangan pertandingan final. Ketika gol tercipta pada menit-menit terakhir, Dewangga dan Achmad Maulana terlihat memberikan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi gambaran betapa perjuangan para pemain muda tetap mendapat apresiasi, bahkan dari pemain yang sehari-hari tampil di level profesional.

Partai final akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Usai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga kemudian turut didapuk untuk memberikan hadiah kepada para pemain dan penerima penghargaan dalam festival tersebut.

Namun, kejutan belum berhenti sampai di sana. Seusai prosesi penghargaan, kedua pemain Singo Edan tersebut langsung menjadi target buruan anak-anak dan orang tua yang ingin mengabadikan momen bersama.

Satu per satu peserta mengantre untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Achmad Maulana bahkan mengatur antrean anak-anak agar tetap tertib.

“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.

Anak-anak pun tampak bersemangat. Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga bukan sekadar menjadi hiburan tambahan dalam festival, tetapi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta.

Keduanya merupakan pemain yang memiliki kedekatan dengan sepak bola Malang sekaligus telah menjadi bagian dari panggung sepak bola Indonesia. Karena itu, kesempatan bertemu langsung, berfoto, hingga mendapatkan tanda tangan dari pemain idola menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola, termasuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini mereka lihat bermain di level profesional.

Kehadiran para pemain senior dalam dua hari pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Ada pengalaman, inspirasi, serta motivasi yang diharapkan dapat menumbuhkan mimpi anak-anak untuk terus berkembang dan suatu hari mengikuti jejak para pemain Singo Edan. (*)

16 August 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Malang — Kemeriahan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 tak terasa di dalam lapangan pertandingan, tetapi juga di area luar stadion. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenant sponsor turut memadati area festival untuk menyemarakkan gelaran olahraga anak-anak tersebut.

Kehadiran para pelaku UMKM ini menjadi alternatif utama bagi para peserta, wali murid, hingga official tim yang datang dari berbagai kota. Mereka menyajikan beragam kebutuhan acara, mulai dari jajanan makanan dan minuman segar, multivitamin, hingga sajian kopi olahan.

Salah satu tenant yang menyedot perhatian pengunjung adalah Madu Bee Honey Bee, UMKM asal Bumiayu, Kota Malang. Stand ini ramai digandrungi oleh para peserta festival, khususnya anak-anak yang penasaran ingin mencicipi manisnya madu alami. Produk yang paling dicari tak lain adalah olahan madu murni serta sarang madu (honeycomb).

Perwakilan dari Madu Bee Honey Bee, Nadila Agnesia, mengungkapkan bahwa produk sarang madu menjadi salah satu item favorit yang paling cepat diserbu oleh anak-anak karena sensasi cara mengonsumsinya.

"Sarang madu ini sangat diminati anak-anak karena unik dan bisa langsung dimakan di tempat," ujar Nadila di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Selain sarang madu, varian madu multiflora juga menjadi pilihan utama para orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak mereka selama mengikuti kompetisi.

"Untuk anak-anak, varian multiflora ini sangat cocok. Rasanya lebih ringan di lidah dan khasiatnya bagus untuk menjaga imunitas serta kesehatan pencernaan mereka saat beraktivitas padat," tambahnya.

Tak hanya sektor multivitamin dan madu, geliat ekonomi di festival ini juga dirasakan oleh tenant minuman seperti Unda Undi Coffee Co. Sang pemilik, Deki Eko Agus Prasetyo, mengaku antusiasme pengunjung di ajang festival kali ini terbilang sangat tinggi.
"Alhamdulillah event-nya cukup kencang. Event di sini, karena antusiasmenya banyak juga dari pengunjung luar kota, jadi kesempatan bagus bagi kami buat mengenalkan produk lebih jauh, khususnya di sektor kopi," kata Deki.

Deki menceritakan bahwa produk biji kopi (beans) miliknya bahkan mulai dilirik oleh pembeli dari luar daerah yang kepikat saat berkunjung ke booth-nya.

"Kemarin ada yang langsung order via WhatsApp, kami bisa sell 6 bungkus beans. Kebetulan customernya dari Madiun. Kami bakal terus buka booth sampai event ini berakhir," pungkas Deki.
Kehadiran beragam tenant seperti Madu Bee Honey Bee dan Unda Undi Coffee memberikan nilai tambah tersendiri bagi gelaran Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026. Selain mendapatkan pengalaman bertanding, para peserta dan pengunjung dapat menikmati ragam kuliner lokal yang berkualitas. (*)

16 August 2026

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Malang — Arema FC membuat keputusan strategis menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Manajemen Tim Singo Edan mengangkat Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, ke jajaran kepelatihan tim senior.

Keputusan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk promosi bagi Doni yang telah belasan tahun berkontribusi dalam pengembangan pemain muda Arema FC. Penunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya klub memenuhi regulasi kompetisi yang diberlakukan operator i.League pada musim 2026/2027.

Pada musim ini, klub yang menggunakan pelatih kepala asing diwajibkan memiliki asisten pelatih lokal dengan lisensi A AFC. Arema FC yang masih mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Marcos Santos kemudian mengambil langkah dengan menempatkan Doni Suherman dalam jajaran staf kepelatihan tim senior.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah klub untuk memenuhi regulasi sekaligus memperkuat kebutuhan teknis tim.
"Memang ada regulasi bahwa ketika kita menggunakan pelatih kepala asing, harus ada dua asisten pelatih lokal yang memiliki lisensi A AFC. Coach Doni memenuhi kriteria tersebut. Tetapi tentu bukan hanya karena regulasi itu kami memilih Coach Doni," ujar Yusrinal.

Menurutnya, pengalaman Doni Suherman selama berada di lingkungan Akademi Arema menjadi pertimbangan penting lainnya. Selama belasan tahun, Doni telah terlibat langsung dalam proses pembinaan pemain muda sehingga memiliki pemahaman mengenai karakter dan perkembangan talenta yang dimiliki Arema FC.

"Kami melihat Coach Doni sudah cukup lama bersama Akademi Arema. Dia memahami proses pembinaan, tahu karakter pemain-pemain muda kita dan juga tahu bagaimana perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke tim senior," lanjutnya.

Pria dengan sapaan akrab Inal ini menambahkan, kehadiran Doni di tim senior akan membuat komunikasi antara akademi dengan tim utama semakin dekat. Terlebih, Arema FC ingin memberikan ruang lebih besar kepada pemain lokal dan pemain muda untuk berkembang hingga mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.

"Jadi kami ingin ada koneksi yang lebih kuat antara akademi dengan tim senior. Ketika ada pemain muda yang berkembang dan dianggap sudah memiliki potensi untuk naik, tim senior bisa mendapatkan informasi secara langsung. Tidak hanya melihat pemain ketika sudah muncul di permukaan, tetapi prosesnya sudah dipantau sejak di akademi," jelasnya.

Menurut Yusrinal, kebutuhan tersebut semakin penting dalam membangun komposisi skuad yang kompetitif sekaligus berkelanjutan. Tim senior membutuhkan pemain yang siap secara teknis, sementara akademi menjadi salah satu sumber utama untuk menghasilkan pemain lokal yang dapat diproyeksikan ke masa depan.

"Kami membutuhkan orang yang bisa memberikan input kepada tim pelatih mengenai pemain lokal, terutama pemain muda. Karena orang yang berada di akademi setiap hari tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Dia tahu perkembangan pemain, bukan hanya dari pertandingan, tetapi juga dari proses latihan dan pembinaannya," katanya.

Doni sendiri bukan sosok baru dalam lingkungan Arema FC. Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain, ia melanjutkan pengabdiannya di Akademi Arema dan telah berkecimpung dalam proses pembinaan pemain muda selama belasan tahun. Selain itu, saat ini dipercaya sebagai Head of Youth Development atau menjadi kepala pengembangan pemain muda. Dalam beberapa musim terakhir, keputusan pemain muda dari Akademi Arema yang dinilai patut dipromosikan ke tim senior, tidak luput dari pantauan pria berdomisili di Gadang, Kota Malang tersebut. 

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan peran barunya. Dengan berada lebih dekat dengan tim senior, diharapkan mampu memberikan masukan secara langsung kepada jajaran pelatih mengenai potensi pemain yang berkembang di level akademi, termasuk karakter, kemampuan, hingga kesiapan mereka apabila mendapatkan kesempatan naik ke level profesional.

"Harapannya tentu bukan hanya untuk musim ini. Kami ingin membangun jalur yang jelas dari akademi menuju tim senior. Kalau ada pemain yang memang punya potensi, kami ingin prosesnya terpantau dan komunikasinya tidak terputus," kata Yusrinal.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesinambungan program pembinaan pemain muda dengan kebutuhan tim senior. Doni akan menjadi bagian dari tim kepelatihan yang dipimpin Marcos Santos dalam menghadapi Super League 2026/2027.

"Pada akhirnya kami ingin tim senior dan akademi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada kesinambungan. Akademi menghasilkan pemain, tim senior membutuhkan pemain, dan staf pelatih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pemain-pemain tersebut. Coach Doni kami harapkan menjadi salah satu jembatan dalam proses itu," pungkasnya. (*)

12 August 2026

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup