BERITA

Arema FC Store Hadirkan Promo Spesial Launching Jersey, 200 Pembeli Pertama Banyak Untung

Arema FC Store Hadirkan Promo Spesial Launching Jersey, 200 Pembeli Pertama Banyak Untung

MALANG – Peluncuran jersey resmi Arema FC untuk menyambut Piala Presiden 2026 tak hanya menjadi momen memperkenalkan identitas baru Singo Edan. Melalui Arema FC Store, klub juga menghadirkan berbagai promo spesial sebagai bentuk apresiasi kepada Aremania yang selama ini setia memberikan dukungan.

Store Manager Arema FC, Tjiptadi Purnomo mengatakan peluncuran jersey menjadi momentum yang tepat untuk berbagi pengalaman lebih dekat dengan para pendukung. Karena itu, Arema FC Store menyiapkan sejumlah keuntungan eksklusif bagi pembeli jersey resmi.

"Launching jersey ini bukan hanya tentang memperkenalkan desain baru, tetapi juga menjadi bentuk terima kasih kami kepada Aremania yang selalu mendukung Arema FC. Kami ingin menghadirkan nilai lebih melalui berbagai promo dan pengalaman eksklusif yang tidak hanya sebatas membeli jersey," ujar Tjiptadi.

Sebagai bagian dari promo peluncuran, 200 pembeli pertama jersey resmi Arema FC akan mendapatkan gratis name set serta merchandise eksklusif Arema FC.

Selain itu, para pembeli juga berkesempatan memperoleh akses khusus untuk menyaksikan official training Arema FC dalam persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Menurut pria yang akrab disapa Adi ini, pengalaman tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan yang ingin dibangun antara klub dengan para pendukungnya. "Melalui kesempatan ini, Aremania bisa melihat secara langsung bagaimana tim menjalani sesi latihan resmi. Mereka juga dapat berinteraksi dengan para pemain, berfoto bersama, hingga mendapatkan tanda tangan. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan dan memperkuat hubungan antara klub, pemain, dan Aremania sebagai satu keluarga besar," jelasnya.

Tak hanya menghadirkan promo launching, Arema FC Store juga memberikan penawaran spesial dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-39 Arema FC. Selama periode promo yang telah ditentukan, seluruh pembelian jersey resmi akan mendapatkan diskon sebesar 10 persen.

Dia berharap program tersebut dapat menjadi bentuk penghargaan atas loyalitas Aremania yang terus memberikan dukungan kepada Singo Edan, baik dari tribun stadion maupun melalui penggunaan produk resmi klub.

"Dukungan Aremania selalu menjadi energi bagi perjalanan Arema FC. Karena itu, kami ingin memberikan apresiasi melalui berbagai program spesial ini. Semoga semakin banyak Aremania yang bangga mengenakan jersey resmi Arema FC sekaligus merasakan pengalaman yang lebih dekat dengan tim," pungkas Tjiptadi.

Melalui promo launching jersey dan rangkaian peringatan HUT ke-39 Arema FC, klub berharap kebersamaan dengan Aremania semakin erat dalam menyongsong Piala Presiden 2026 dan Super League musim 2026/2027. (*)

25 July 2026

Arema FC Luncurkan Jersey Baru Jelang Piala Presiden 2026; Padukan Sejarah, Identitas, dan Semangat Baru

Arema FC Luncurkan Jersey Baru Jelang Piala Presiden 2026; Padukan Sejarah, Identitas, dan Semangat Baru

Malang – Arema FC resmi memperkenalkan jersey yang akan dikenakan pada ajang Piala Presiden 2026. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya perjalanan Singo Edan menyambut musim kompetisi 2026/2027, sekaligus menghadirkan identitas baru yang sarat makna.

Tak sekadar menjadi seragam pertandingan, jersey terbaru Arema FC dirancang sebagai representasi sejarah, karakter, dan semangat klub. Mulai dari pemilihan warna hingga motif yang menghiasi kain, seluruh elemen memiliki filosofi yang mencerminkan perjalanan serta nilai-nilai yang dipegang Arema FC.

Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti, mengatakan peluncuran jersey ini merupakan momentum penting bagi klub dalam mengawali musim baru melalui ajang Piala Presiden 2026.

"Jersey bagi Arema FC bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Jersey adalah representasi identitas, kebanggaan, sejarah, sekaligus semangat baru yang ingin kami bawa dalam menyambut musim kompetisi. Momentum Piala Presiden menjadi awal yang tepat untuk memperkenalkan wajah baru Arema FC kepada seluruh Aremania," ujar Irma.

Untuk jersey utama, Arema FC mengusung warna biru navy. Pilihan warna tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap salah satu era yang masih melekat dalam ingatan Aremania, yakni jersey Arema pada musim 2008.

Namun, menurut Irma, penggunaan warna navy bukan sekadar menghadirkan nostalgia. Warna tersebut dipilih karena mampu memberikan karakter yang lebih kuat, elegan, dan berwibawa, sekaligus menggambarkan kedewasaan Arema FC dalam memasuki musim baru.

"Kami tetap mempertahankan biru sebagai identitas utama Arema FC. Kali ini kami menghadirkannya dalam nuansa navy yang lebih kuat dan elegan. Filosofinya adalah bagaimana Arema FC terus tumbuh menjadi klub yang semakin matang tanpa pernah meninggalkan sejarahnya," katanya.

Sementara itu, jersey tandang hadir dengan warna putih tulang (off white). Warna ini dipilih sebagai penyegaran dari identitas jersey tandang Arema FC yang selama ini identik dengan warna putih.

Irma menjelaskan, putih tulang melambangkan kesederhanaan, ketenangan, serta semangat untuk selalu kembali pada nilai-nilai dasar sepak bola, yakni sportivitas, kerja keras, dan kebersamaan.

"Selain memberikan tampilan yang lebih elegan, warna ini juga menjadi pembeda dibandingkan jersey-jersey Arema FC pada musim-musim sebelumnya," imbuhnya.

Pada jersey penjaga gawang, Arema FC menghadirkan dua pilihan warna, yakni biru muda dan merah. Selain mempertimbangkan aspek teknis agar kiper memiliki warna yang kontras dengan pemain lain di lapangan, kedua warna tersebut juga mengandung makna tersendiri.

Biru muda merepresentasikan ketenangan, fokus, dan kepercayaan diri sebagai benteng terakhir pertahanan tim. Sementara merah melambangkan keberanian, determinasi, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap ancaman di depan gawang.

"Penjaga gawang bukan hanya pemain terakhir di lini pertahanan, tetapi juga sosok pemimpin yang harus mampu tetap tenang di bawah tekanan sekaligus berani mengambil keputusan pada momen-momen penting pertandingan," jelas Irma.

Salah satu pembeda jersey Arema FC musim ini terdapat pada penggunaan motif jacquard yang menghiasi seluruh permukaan kain. Motif tersebut terinspirasi dari bunga Lotus atau Teratai yang dikenal sebagai salah satu simbol Kota Malang.

Teratai dipilih karena memiliki filosofi mampu tumbuh dan mekar dengan indah di tengah berbagai kondisi. Nilai tersebut dinilai selaras dengan karakter Arema FC yang terus bangkit, berkembang, dan berjuang memberikan yang terbaik dalam setiap tantangan.

"Motif Lotus menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas Kota Malang. Kami ingin jersey ini tidak hanya membawa nama Arema FC, tetapi juga memperkenalkan simbol dan kebanggaan daerah kepada masyarakat sepak bola Indonesia," tutur Irma.

Melalui peluncuran jersey ini, Arema FC berharap identitas baru yang dihadirkan mampu memperkuat ikatan emosional antara klub dengan Aremania, sekaligus menjadi simbol perjalanan baru Singo Edan menghadapi musim kompetisi.

"Semoga jersey ini menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan semangat baru Arema FC dalam mengarungi Piala Presiden 2026 sebagai ajang pemanasan sebelum memasuki Super League musim 2026/2027. Kami berharap setiap pemain bangga mengenakannya di lapangan dan seluruh Aremania juga bangga memakainya di mana pun berada," pungkas Irma. (*)

25 July 2026

Arema FC Bawa 27 Pemain ke Bandung, Jadikan Piala Presiden Ajang Mematangkan Tim

Arema FC Bawa 27 Pemain ke Bandung, Jadikan Piala Presiden Ajang Mematangkan Tim

MALANG – Arema FC resmi bertolak menuju Bandung, Kamis (23/7) pagi, untuk mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Sebanyak 27 pemain dibawa tim Singo Edan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Super League musim 2026/2027.

Rombongan berangkat dari Bandara Abdul Rachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang, menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan menuju Bandung yang akan menjadi markas Arema FC selama fase Grup A Piala Presiden 2026.

Di Grup A, Arema FC akan bersaing dengan tuan rumah Persib Bandung, Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam). Laga perdana Singo Edan akan langsung menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (25/7).

Pelatih Marcos Santos memboyong total 27 pemain yang terdiri atas empat penjaga gawang, 10 pemain bertahan, tujuh gelandang, dan enam penyerang. Komposisi tersebut memadukan pemain senior, wajah-wajah baru, serta talenta muda yang dipersiapkan menghadapi musim kompetisi.

Di sektor penjaga gawang, Arema FC membawa Muhammad Adi Satryo, Syahrul Trisna Fadillah, Gianluca Claudio Pandeynuwu, dan Erlangga Setyo Dwi Saputra. Lini belakang diperkuat Julian Guevara Munoz, Hansamu Yama Pranata, Leo Guntara, Alfeandra Dewangga Santosa, Robi Darwis, Bayu Setiawan, Walisson Moreira Farias Maia, Diego Luiz Landis, Johan Ahmat Farizi, serta Achmad Maulana Syarif.

Sementara sektor tengah diisi Arkhan Fikri, Fikri Arjidan, Roberto Pimenta Vinagre Filho (Betinho), Matheus Blade, Raianderson da Costa Morais (Careca), Dendi Santoso, dan Gustavo Franca Amadio. Adapun lini depan dihuni Salim Akbar Tuharea, Hamzah Titovani Rivaldy, Gabriel Silva Costa, Joel Vinicius, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar, serta Gustavo Henrique Rodrigues.

Bagi Arema FC, Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim. Ajang ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dijalani selama masa persiapan. Pelatih Marcos Santos mendapat keleluasaan untuk mencoba berbagai komposisi pemain, mematangkan strategi, serta menemukan formula terbaik sebelum kompetisi Super League resmi bergulir.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan fokus utama klub pada turnamen ini adalah peningkatan performa tim. Menurutnya, Piala Presiden menjadi kesempatan ideal untuk membangun chemistry antarpemain, sekaligus mempercepat adaptasi para pemain baru terhadap sistem permainan yang diterapkan pelatih asal Brasil tersebut.

 "Secara tim memang sudah siap, tapi itu bukan target utama. Persiapan Arema kali ini lebih matang daripada tahun lalu," ujar Yusrinal.

Dia menambahkan, manajemen tidak menjadikan perburuan gelar juara sebagai orientasi utama. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh pemain mencapai kesiapan terbaik sebelum memasuki kompetisi resmi.

"Pramusim bukan target utama, tapi kalau misal kita bisa ambil lagi trofinya, itu bonus buat kita. Saya pesan ke pelatih, lakukan yang terbaik di pramusim ini, karena ini ajang trial untuk menghadapi kompetisi," kata pria yang akrab disapa Inal tersebut.

Dengan persiapan yang lebih matang dibanding musim sebelumnya, Arema FC berharap Piala Presiden 2026 menjadi fondasi penting untuk membentuk tim yang solid dan kompetitif saat mengarungi Super League 2026/2027. (*)

23 July 2026

M. Basri, Arsitek di Balik Gelar Perdana Arema FC, Telah Berpulang

M. Basri, Arsitek di Balik Gelar Perdana Arema FC, Telah Berpulang

Malang — Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional. Salah satu pelatih paling kharismatik dan senior yang pernah dimiliki Indonesia, M. Basri, dikabarkan telah berpulang. Kepergian pria kelahiran Makassar, 5 Oktober 1942 ini meninggalkan duka yang mendalam, khususnya bagi Arema FC yang pernah ia antarkan meraih gelar juara pertama di era Galatama.

Kepergian M. Basri menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Indonesia. Namanya bukan sekadar pelatih, melainkan bagian dari sejarah panjang yang mengukir prestasi di berbagai klub, termasuk kebanggaan Aremania.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya sosok yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan Singo Edan.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami sekeluarga besar Arema FC sangat kehilangan atas berpulangnya M. Basri. Beliau adalah pelatih dengan dedikasi tinggi yang telah menorehkan sejarah emas bagi Arema. Prestasi beliau membawa Arema menjadi juara Galatama 1993 adalah warisan yang tidak akan pernah kami lupakan. Kami mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Yusrinal Fitriandi dengan nada haru.

*Rekam Jejak Sang Maestro*

M. Basri atau Muhammad Basri memulai karier cemerlangnya sebagai pemain. Ia pernah membela Timnas Indonesia di ajang Asian Games 1962 dan menjadi bagian dari skuat PSM Makassar yang meraih gelar juara Kompetisi Perserikatan pada 1964-1965 dan 1965-1966.

Namun, nama Basri justru semakin melambung ketika beralih profesi sebagai pelatih. Ia tercatat sukses membawa Persebaya Surabaya juara Piala Perserikatan 1977 dan menjadi bagian penting dari kesuksesan Niac Mitra yang meraih gelar Galatama pada 1981, 1982, dan 1986. Kiprahnya di Niac Mitra bahkan mengantarnya menangani Timnas Indonesia senior pada dua periode, yakni 1983 dan 1989.

*Sosok di Balik Gelar Perdana Arema FC*

Hubungan M. Basri dengan Arema FC dimulai pada tahun 1991 ketika ia dipercaya menukangi Arema Malang. Kehadirannya di Arema atas permintaan langsung dari pendiri Arema, Acub Zainal.

Di bawah asuhannya, Arema tampil kompetitif dan berhasil meraih gelar juara Galatama edisi 1992-1993. Pada musim tersebut, Arema keluar sebagai juara dengan koleksi 45 poin dari 32 pertandingan (18 menang, 9 imbang, dan 5 kalah). Kesuksesan ini menjadi fondasi awal kejayaan Arema di kancah nasional.

Meski dikenal tegas dan keras dalam menerapkan disiplin, Basri adalah seorang motivator ulung yang aktif berdiskusi dengan para pemainnya. Ia juga dikenal jeli membaca kelemahan lawan.

*Pengabdian Panjang untuk Sepak Bola Indonesia*

Setelah Arema, Basri melanjutkan kiprahnya di berbagai klub, di antaranya Mitra Surabaya (1994), PSM Makassar (1995-1999 & 2005-2006), Persita Tangerang (2004-2005), Persela Lamongan (2007-2009), dan Persiba Bantul (2012-2013).

Salah satu filosofi yang dipegang teguh Basri adalah memprioritaskan putra daerah. "Secara teknis mungkin mereka sama dengan pemain lain. Tapi, mereka punya motivasi dan semangat tak mau kalah," ujar Basri dalam sebuah kesempatan.

*Kehilangan bagi Keluarga Besar Arema*

Kepergian M. Basri di usianya yang menginjak 80-an tahun menutup lembaran panjang perjalanan seorang legenda sepak bola Indonesia. Dedikasi dan jasanya dalam memajukan sepak bola tanah air, khususnya dalam membawa Arema FC meraih gelar pertama mereka, akan selalu dikenang.

Selamat jalan, M. Basri. Kenangan dan jasamu akan abadi di hati Aremania dan seluruh pecinta sepak bola Indonesia.(**)

23 July 2026

Ngopi Bareng Media, Arema FC Pererat Silaturahmi Sekaligus Berpamitan Jelang Piala Presiden 2026

Ngopi Bareng Media, Arema FC Pererat Silaturahmi Sekaligus Berpamitan Jelang Piala Presiden 2026

MALANG– Arema FC menggelar Ngopi Bareng sekaligus media gathering bersama wartawan peliput Arema FC di Malang, Selasa (21/7) siang setelah kegiatan liputan latihan tim Singo Edan. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara manajemen klub dan insan media, sekaligus momentum berpamitan sebelum tim bertolak mengarungi Piala Presiden 2026.

Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Hadir dalam kegiatan tersebut General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi, Manajer Operasional Sudarmaji, Chief Business & Commercial Officer (CBO) Irma Prianti, Head Public Relations & Marketing Communication Munif Wakid, Head of Media & Publication Stenly Rehardson, dan Media Officer Erfani , serta dua perwakilan pemain, Dendi Santoso dan Robi Darwis.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyampaikan apresiasi kepada wartawan yang selama ini konsisten mengawal perjalanan Singo Edan. Menurutnya, media merupakan mitra penting bagi klub dalam menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan Aremania.

"Terima kasih kepada teman-teman media yang selama ini terus bersama Arema FC. Lewat kesempatan ini kami ingin bersilaturahmi sekaligus berpamitan sebelum tim berangkat mengikuti Piala Presiden 2026. Kami mohon doa dan dukungannya agar seluruh rangkaian turnamen berjalan lancar dan Arema bisa memberikan hasil terbaik," ujar Yusrinal.

Dalam kesempatan tersebut, Yusrinal juga memaparkan kesiapan tim menyambut Piala Presiden 2026. Ia mengungkapkan, persiapan musim ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu karena seluruh pemain telah bergabung lebih awal.

"Alhamdulillah, persiapan menghadapi Piala Presiden berjalan baik. Per Juli ini seluruh pemain sudah berdatangan sehingga tim bisa menjalani program yang telah disusun pelatih secara maksimal," katanya.

Yusrinal juga mengungkapkan bahwa Arema FC sempat tidak masuk dalam daftar awal peserta Piala Presiden 2026. Namun situasi kemudian berubah hingga Singo Edan akhirnya dipastikan tampil, bahkan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara.

"Awalnya Arema tidak ada dalam daftar undangan. Informasi pertama, turnamen akan digelar di Medan dan Arema tidak masuk. Kemudian ada kabar Persib sempat mundur karena memiliki jadwal yang padat sehingga Arema diundang mengisi slot tersebut. Namun akhirnya Arema dan Persib sama-sama masuk sebagai peserta, termasuk menjadi tuan rumah," jelasnya.

Dia menambahkan, pengalaman musim lalu menjadi pelajaran berharga. Saat itu, persiapan tim berlangsung sangat singkat karena pelatih maupun beberapa pemain baru bergabung ketika tim sudah berada di lokasi turnamen.

"Tahun ini kami memiliki waktu yang lebih panjang. Pemain lokal sudah berdatangan sejak akhir Juni, lalu di awal Juli menjalani program fisik. Sementara pemain asing yang tetap berada di Indonesia seperti Julian Guevara dan Walisson Maia juga langsung mengikuti latihan. Pekan lalu skuad sudah lengkap. Insya Allah persiapan kami jauh lebih proper dibanding musim lalu," ungkapnya.

Sementara itu, terkait pertemuan dengan media yang juga jadi ajang perkenalan Chief Business & Commercial Officer Arema FC Irma Prianti, menegaskan bahwa kegiatan media gathering merupakan bagian dari upaya klub membangun kolaborasi yang semakin kuat dengan media. 

"Acara ini sangat luar biasa untuk membangun sinergi bersama media. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus memberikan dukungan dalam membangun trust dari sponsorship maupun membuka potensi kerja sama baru bagi Arema FC," ujar Irma.

Irma sendiri akhirnya bisa menyapa jurnalis peliput Arema di Malang, karena setelah resmi dikenalkan klub pada periode Juni lalu.

Sementara itu, Manajer Operasional Arema FC Sudarmaji berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin klub. Menurutnya, komunikasi yang intens dengan media akan menjadi fondasi penting dalam membangun citra positif Arema FC.

"Kami ingin membangun sindikasi positif bersama media. Harapannya acara seperti ini bisa digelar secara reguler untuk menerima saran dan masukan bagi Arema FC dalam menjalankan program-programnya. Media juga merupakan partner strategis yang intensif dalam membangun image klub," kata Sudarmaji.

Menurutnya, pertemuan santai seperti forum seperti Ngopi Bareng menjadi ruang komunikasi yang lebih cair antara klub dan media, sehingga berbagai informasi maupun masukan dapat tersampaikan secara terbuka demi kemajuan Arema FC. (*)

21 July 2026

Tiga Singa di Depan Stasiun Kota Baru: Menyambut Kedatangan dengan Kebanggaan

Tiga Singa di Depan Stasiun Kota Baru: Menyambut Kedatangan dengan Kebanggaan

Series Dokumenter 'Bumi Seribu Singa

Saat kereta api memasuki Stasiun Kota Baru Malang dan pintu-pintu gerbong terbuka, pemandangan pertama yang menyambut para pendatang bukanlah gedung-gedung tinggi atau mall modern. Melainkan tiga sosok singa raksasa berwarna kuning kecokelatan, duduk gagah di seberang jalan, seolah berbisik: "Selamat datang di kota para singa."

Tiga patung singa di Taman Trunojoyo itu bukan sekadar ornamen. Mereka adalah penjaga gerbang yang diam, saksi bisu perjalanan panjang Kota Malang—dari stasiun kereta api pertama di era kolonial hingga menjadi ikon kebanggaan Arek-arek Malang di era modern.

---

Stasiun di Balik Tiga Singa

Untuk memahami ketiga singa itu, kita harus mundur lebih dari satu abad. Stasiun Kota Baru—yang kini berdiri megah di Jalan Trunojoyo—mulanya bukanlah stasiun utama Kota Malang.

Jalur kereta api pertama menuju Malang mulai dirintis sekitar tahun 1870. Stasiun pertama diresmikan pada 20 Juli 1879 oleh Gubernur Jenderal Mr. J. W. Van Lansberge. Namun stasiun awal itu menghadap ke timur, ke arah kawasan militer Belanda di Rampal.

Barulah pada tahun 1930-an, stasiun dipindahkan ke lokasi sekarang—sekitar 100 meter di selatan stasiun lama—dan menghadap ke barat, seiring perkembangan kota yang mengarah ke pusat pemerintahan. Bangunan yang kita lihat sekarang, dengan arsitektur bergaya kolonial modern (Nieuwe Bouwen) yang didominasi bentuk kubus dan garis horizontal-vertikal, dibangun sekitar tahun 1939. Dirancang oleh arsitek J. van der Eb, stasiun ini bahkan memiliki terowongan bawah tanah yang dulu berfungsi sebagai perlindungan dari serangan udara menjelang Perang Dunia II.

Pada Desember 2018, Stasiun Kota Baru ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Sebuah pengakuan resmi bahwa bangunan ini bukan sekadar tempat naik-turun penumpang, melainkan lembaran sejarah yang hidup.

---

Lahirnya Tiga Singa

Jika stasiun adalah saksi bisu masa kolonial, maka tiga singa di seberangnya adalah simbol kebangkitan identitas lokal.

Taman Trunojoyo sendiri diresmikan pada 1 Juni 2014 oleh Wali Kota Malang H. Moch. Anton. Namun mahakarya di dalamnya—tiga patung singa—baru diresmikan tujuh bulan kemudian, tepatnya pada 28 Desember 2014.

Proses kelahirannya adalah sebuah proses demokratis. Pemerintah Kota Malang menggelar lomba desain terbuka untuk mewujudkan aspirasi masyarakat yang mendambakan ikon kebanggaan. Heppy Jundan Hendrawan, seorang dosen DKV dari Universitas Negeri Malang, memenangkan kompetisi tersebut, mengabadikan sosok "Singo Edan" sebagai penjaga gerbang kota. Patung ini melambangkan semangat juang dan soliditas Arek Malang yang tak terbendung.

Proses pembuatannya memakan waktu tiga hingga tujuh bulan. Dengan tinggi dan lebar masing-masing tujuh meter, ketiga singa itu berukuran raksasa—seukuran rumah, sebagaimana diberitakan media lokal kala itu.

Apa makna di balik ketiganya? Bukan satu, bukan dua, melainkan tiga singa. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang kala itu, Wasto, menjelaskan bahwa pembangunan patung ini merupakan masukan dari Aremania dan Aremanita serta masyarakat Malang pada umumnya. Sementara Wali Kota Anton menegaskan makna yang lebih dalam: tiga patung singa itu melambangkan bersatunya tiga kepala daerah di Malang Raya—Wali Kota Malang, Wali Kota Batu, dan Bupati Malang.

Namun simbolisme tidak berhenti di situ. Tiga singa juga menjadi penguatan nama besar Kota Malang dengan sebutan Arema, Aremania, dan Aremanita. Tiga entitas yang tak terpisahkan dalam denyut nadi kota ini.

---

Singa dan Kota Malang: Sebuah Hubungan Abadi

Mengapa singa? Jawabannya membawa kita menyusuri lorong waktu hingga ke abad ke-13.

Singa bukanlah sekadar hewan buas bagi warga Malang. Simbol ini telah mengakar sejak zaman Kerajaan Singhasari (1222-1292 M). Nama "Singhasari" sendiri berarti "singa yang gagah" dalam bahasa Sanskerta. Pada dua candi peninggalan Majapahit di wilayah Malang—Candi Jago dan Candi Kidal—juga ditemukan patung sosok singa.

Pada masa kolonial Belanda, sepasang singa dijadikan lambang Kotapraja Malang. Dan kini, singa menjelma menjadi julukan klub kebanggaan Arema FC—Singo Edan.

Ketiga patung di Taman Trunojoyo pun kerap disebut Patung Singo Edan. Posisinya yang sengaja dibuat menghadap ke stasiun bukanlah kebetulan. Ini adalah sambutan visual bagi siapa pun yang baru tiba di kota ini: "Kamu berada di tanah para singa."

---

Ruang Publik yang Hidup

Sejak diresmikan, ketiga singa itu menjelma menjadi ruang publik yang hidup. Wisatawan yang turun dari Stasiun Kota Baru langsung disambut oleh patung-patung raksasa ini. Setiap saat, patung tersebut dipenuhi pengunjung yang berfoto, baik dengan gaya selfie maupun foto bersama.

Bahkan kehadiran patung ini membawa berkah bagi pedagang cilok dan bakso yang mangkal di sekitarnya. Pada perayaan ulang tahun Arema, ribuan Aremania berkumpul di depan patung singa ini sebelum berziarah ke makam para pendiri klub. Taman ini juga menjadi saksi berbagai kegiatan—dari sosialisasi lalu lintas hingga pagelaran wayang kulit yang dipadati ribuan warga.

---

Dari Stasiun ke Taman, Dari Masa Lalu ke Masa Kini

Ada keindahan tersendiri dalam narasi yang terbentang di Jalan Trunojoyo. Di satu sisi, Stasiun Kota Baru berdiri sebagai monumen arsitektur kolonial yang telah berusia lebih dari delapan dekade. Di sisi lain, tiga singa tegak sebagai ikon kebanggaan lokal yang baru berusia sepuluh tahun.

Keduanya saling berhadapan—masa lalu bertemu masa kini, kolonialisme bertemu kebanggaan pribumi, kereta api bertemu sepak bola. Sebuah dialog bisu antara sejarah dan identitas.

Tiga singa di depan Stasiun Kota Baru bukanlah sekadar patung. Mereka adalah gerbang kota, penanda identitas, dan ruang publik yang merangkul siapa saja—wisatawan yang baru turun dari kereta, Aremania yang berkumpul untuk merayakan, atau sekadar warga yang duduk di taman menikmati sore.

Mereka adalah jawaban atas pertanyaan yang mungkin tak pernah terucap: "Kota apa ini?"

Dan ketiga singa itu menjawab dengan tegas: "Ini Malang. Kota para singa." (*)

21 July 2026

Arema Goes to School Hadir Lagi, Achmad Maulana dan Diego Landis Sapa Siswa SMAK Santa Maria

Arema Goes to School Hadir Lagi, Achmad Maulana dan Diego Landis Sapa Siswa SMAK Santa Maria

MALANG– Sorak sorai, tawa, dan tepuk tangan silih berganti memenuhi Hall Basket SMAK Santa Maria Kota Malang saat dua pemain Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Diego Landis, hadir menyapa ratusan siswa dalam pembukaan program Arema Goes to School (GTS) musim 2026/2027, Senin (20/7) siang. Kehadiran keduanya menjadi magnet tersendiri yang membuat para pelajar antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari talk show, coaching clinic, hingga games interaktif.

Program yang dikemas santai dan edukatif itu membuat suasana berlangsung hidup. Para siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktif berinteraksi dengan para pemain Singo Edan. Mereka berebut kesempatan bertanya mengenai kehidupan sebagai pesepak bola profesional, perjuangan membela Arema FC, hingga cara menghadapi tekanan dan kritik.

Achmad Maulana Syarif membagikan kisah perjuangannya yang tidak selalu berjalan mulus. Pemain asal Bandung itu mengaku perjalanan menuju tim utama Arema FC hingga dipercaya memperkuat Timnas Indonesia dipenuhi tantangan.

"Tidak mudah sampai di titik ini. Sejak kecil tidak sedikit yang meremehkan. Tapi saya terus berusaha, fokus saja dengan tujuan kita. Hingga akhirnya seperti sekarang dan saya bangga bisa membela Arema, klub kebanggaan  Malang," ujar Achmad Maulana.

Pemain yang sempat mendapat panggilan Timnas Indonesia itu juga mengajak para pelajar untuk tidak takut bermimpi besar.

 "Waktu dipanggil Timnas saya juga tidak menyangka. Bisa membela Indonesia melawan negara lain itu mimpi yang jadi nyata. Semua bisa diraih dengan kerja keras dan tekad," tambahnya.

Sementara itu, bek asing Arema FC, Diego Landis, mengaku senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar Singo Edan sekaligus berkesempatan bertemu langsung dengan para pelajar di Kota Malang.

 "Saya senang bisa sampai di Malang dan membela Arema FC. Saya juga senang bisa hadir di depan kalian semua. Terima kasih atas sambutannya," kata Diego Landis yang disambut tepuk tangan para siswa.

Keseruan berlanjut saat Achmad Maulana dan Diego Landis memimpin sesi coaching clinic. Para siswa diajak mencoba berbagai teknik dasar sepak bola dan mengikuti sejumlah tantangan yang memancing semangat seluruh peserta. Suasana semakin meriah dengan hadirnya games interaktif dan kuis berhadiah yang membuat para siswa terus antusias hingga akhir acara.

*Bukti Komitmen Arema FC Sebarkan Spirit Olahraga di Sekolah* 

Chief Business Officer (CBO) Arema FC, Irma Prianti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan perdana Arema Goes to School pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari komitmen klub untuk menghadirkan olahraga yang menyenangkan di lingkungan sekolah. Selain itu, Arema FC ingin menyebarkan spirit sportivitas sejak dini, seperti dari sekolah yang menjadi tempat Goes to School.

"Ini menjadi kegiatan pertama Arema Goes to School pada 2026. Program ini merupakan bagian dari komitmen Arema FC untuk mendukung olahraga di sekolah agar menjadi sesuatu yang menyenangkan. Harapannya para siswa bisa menikmati olahraga, terutama sepak bola, dengan baik sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas," ujar Irma.

Dalam Arema  Goes To School kali ini juga bersama Presidium Aremania Utas. Koordinator Presidium Aremania Utas Ali Rifki  juga mengajak para siswa memahami pentingnya budaya mendukung tim secara tertib dan aman di stadion. Selain itu, dia menekankan bahwa stadion bukan tempat yang menakutkan, sehingga Ali Rifki mengajak siswa-siswi juga mau mendukung tim kesayangan berjuluk Singo Edan tersebut langsung di Stadion Kanjuruhan.

 "Segala aspek kenyamanan, ketertiban, dan keamanan di stadion terus dipastikan. Sekarang juga ada aplikasi yang membantu penonton mendapatkan informasi dan mendukung kelancaran saat berada di stadion," jelas Ali.

*Nikmati Acara, Berharap Lebih Banyak Pemain*

Salah seorang siswa SMAK Santa Maria, Cristopher Kevin Indra Gunawan dari kelas X-1, mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut. "Acara ini sangat seru, sangat oke, dan keren. Yang paling menarik ada game-game dan hadiah juga," ujarnya.

Meski belum membawa pulang hadiah, Kevin berharap kegiatan serupa kembali digelar dengan menghadirkan lebih banyak pemain Arema FC.

 "Kalau ada Goes to School lagi, maunya pemainnya datang semua," katanya sambil tertawa.

Melalui Arema Goes to School, Arema FC ingin menghadirkan sepak bola lebih dekat dengan dunia pendidikan, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan menjunjung tinggi sportivitas di dalam maupun di luar lapangan. (*)

20 July 2026

Arema FC Luncurkan Series Dokumenter

Arema FC Luncurkan Series Dokumenter

MALANG – Memasuki usia ke-39 tahun dengan mengusung tema "The Greatness", Arema FC meluncurkan sebuah karya dokumenter series bertajuk "Bumi Seribu Singa". Program ini merupakan inisiatif kreatif dari divisi media klub untuk mendokumentasikan jejak historis dan filosofi di balik keberadaan patung-patung singa yang tersebar di berbagai pelosok Malang Raya.

Series ini tidak hanya sekadar mengangkat sisi estetika, melainkan napak tilas mendalam mengenai bagaimana simbol singa telah menjadi bagian integral dari identitas dan kebanggaan budaya masyarakat Malang.

*Filosofi di Balik Ikon Malang Raya*

Head of Media and Publication Arema FC, Stenly Rehardson menjelaskan bahwa series ini adalah bentuk apresiasi klub terhadap masyarakat yang selama puluhan tahun telah merawat identitas Arema di lingkungan mereka masing-masing. Melalui 'Bumi Seribu Singa', Arema ingin mengajak publik untuk melihat lebih dalam bahwa simbol singa bukan hanya ikon klub sepak bola. "Tetapi singa juga simbol keberanian yang telah menjadi ikonik bagi kota kita. Di momen The Greatness tahun ini, kami ingin merekam cerita dari balik patung-patung singa tersebut. Mulai dari asal-usulnya, tangan pembuatnya, hingga cerita warga setempat yang menjaganya," ujar Stenly.

*Pendekatan Karya Tulis dan Karya Dokumenter Modern*

Nantinya, series ini akan ditayangkan secara berseri melalui kanal resmi YouTube Arema FC dan diulas secara mendalam dalam bentuk artikel tulisan features di situs resmi aremafc.com. 

Stenly menambahkan, bahwa tim media telah melakukan riset dan peliputan untuk menangkap sisi humanis dari setiap lokasi yang memiliki patung identik Singo Edan. 

"Kami ingin series ini memberikan spirit baru dan menumbuhkan rasa kepemilikan. Kami berharap 'Bumi Seribu Singa' bisa menginspirasi generasi muda Malang untuk bangga pada identitas lokalnya. Ini adalah napak tilas budaya yang kami dedikasikan untuk menyambut HUT ke-39," tambah Stenly.

*Meneguhkan Kebesaran Arema*

Tema "The Greatness" yang diusung Arema FC di HUT ke-39 menjadi payung besar dari seluruh rangkaian program ini. Arema FC menegaskan bahwa kebesaran klub selalu berakar dari tanah dan budaya Malang Raya yang sangat kuat.

“Masyarakat dan Aremania dapat menyampaikan keberadaan patung Singa di lingkungan anda beserta cerita dibalik itu semuanya kepada klub melalui website aremafc.com agar cerita ini dapat dinikmati generasi mendatang,” pungkas Stenly. (*) 

19 July 2026

Marcos Santos Kembali Pimpin Latihan Arema FC, Ready Lanjutkan Perjalanan di Musim Kedua

Marcos Santos Kembali Pimpin Latihan Arema FC, Ready Lanjutkan Perjalanan di Musim Kedua

MALANG – Memasuki musim keduanya bersama Arema FC, Marcos Santos akhirnya kembali ke Malang dan memimpin langsung sesi latihan Singo Edan, Sabtu (18/7/2026). Kehadiran pelatih asal Brasil tersebut melengkapi persiapan tim yang telah memasuki pekan ketiga latihan dalam menyongsong Piala Presiden 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi Super League 2026/2027.

Marcos mengaku antusias bisa kembali menginjakkan kaki di Malang dan berkumpul lagi bersama skuad Singo Edan. Baginya, kembali ke Indonesia dan bertemu Aremania menjadi motivasi tersendiri untuk melanjutkan proses yang telah dibangun pada musim lalu.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih. Sangat menyenangkan bisa kembali ke Indonesia, kembali ke Malang. Saya berharap semua bisa melihat Arema FC yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih berkomitmen pada musim ini. Kami ingin terus berkembang karena Arema FC adalah tim besar yang setiap tahunnya harus menjadi lebih baik," ujar Marcos Santos.

Pada musim keduanya, Marcos optimistis Arema FC memiliki modal yang lebih baik untuk menghadapi kompetisi. Dia mengapresiasi kerja manajemen yang terus menjalin komunikasi dengannya sejak musim lalu berakhir hingga proses pembentukan skuad untuk musim baru.

"Saya sangat puas dengan skuad yang telah dibangun. Sejak musim lalu berakhir kami terus berkomunikasi. Saya berterima kasih kepada petinggi klub yang telah membentuk tim ini. Saya melihat kami memiliki grup yang berisi pemain-pemain profesional, memiliki komitmen tinggi, dan siap memberikan yang terbaik untuk Arema FC," katanya.

Marcos menegaskan target pribadinya tidak pernah berubah. Sebagai salah satu klub besar di Indonesia, Arema FC harus terus berjuang untuk kembali bersaing di papan atas dan mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.

"Target pribadi saya selalu memberikan yang terbaik. Arema FC adalah tim besar, sehingga kami harus kembali bersaing dengan baik. Kami terus berkembang setiap musim dan harapannya tahun ini bisa tampil lebih baik daripada musim lalu," tandasnya.

Dalam waktu dekat, Arema FC akan mengikuti Piala Presiden 2026. Menurut Marcos, turnamen pramusim tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat adaptasi para pemain baru sekaligus membangun kekompakan tim sebelum mengarungi Super League 2026/2027. (*)

18 July 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Capai 1000 Pendaftar, Sayembara Desain Training and Sport Center J99 Arema FC Masuki Tahap Kurasi

Capai 1000 Pendaftar, Sayembara Desain Training and Sport Center J99 Arema FC Masuki Tahap Kurasi

 

Pendaftaran sekaligus pengiriman karya sayembara desain training and sport center J-99 Arema FC yang bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur FTSP ITN Malang ini secara resmi ditutup pada (27/6/2022) malam. Dalam kurun waktu pendaftaran, setidaknya mampu menghimpun 1000 pendaftar yang masuk dalam database penyelenggara.

“Sejak awal dibuka antusias pendaftar yang kita himpun melalui situs resmi Arema FC sangat luar biasa, hingga hari terakhir sudah masuk 1000 pendaftar. Meski tidak semuanya mengirimkan karya karena waktu yang dibatasi, namun animonya menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya terpaku dari sisi olahraga saja, tapi juga keilmuan lainnya termasuk desain arsitektur,” ungkap media officer Arema FC,  Sudarmaji.

Apresiasi juga diberikan  kepada pendaftar yang begitu antusias meski secara rentang waktu bisa dikatakan cukup mepet sejak diumumkan pada 27 Mei lalu namun hal itu tidak mengurangi semangat pendaftar untuk menghasilkan karya untuk memperebutkanhadiah dengan  total 100 Juta Rupiah ini.


“Di hari-hari terakhir memang kami banyak menerima permintaan dari pendaftar apakah akan ada penjadwalan ulang karena waktunya memang bisa dibilang cukup mepet, tapi kami sangat yakin jika waktu tidak akan menghalangi semangat peserta sayembara ini untuk berkarya. Jadi kami tegaskan bahwa sayembara tetap berjalan sesuai jadwal seperti arahan dari Presiden Arema FC,” ungkapnya.

Kini,  sayembara desain training and sport center Arema FC memasuki tahap kurasi yang akan dilakukan oleh dewan juri pada 27-28 Juni 2022. Dalam kurasi ini, menghimpun lebih dari 70  karya yang masuk dalam persyaratan penilaian yang ditetapkan oleh penyelenggara. “Semoga kurasi berjalan dengan lancar hingga sampai nanti di pengumuman pemenang yang akan dilakukan pada 2 Juli mendatang,” tambah  Sudarmaji.

Referensi dari sayembara desain Training And Sport Center J-99 Arema FC ini nantinya juga memiliki kans besar untuk menjadi ikon kota, sebab hal ini tidak lepas dari unsur kebanggaan bersama yang menjadi nilai bersama yang ditonjolkan dalam  arsitektur bangunan.

28 June 2022

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Raih Hasil Positif, Pelatih Arema FC U-16 : Mental dan Karakter Mulai Terbentuk

Raih Hasil Positif, Pelatih Arema FC U-16 : Mental dan Karakter Mulai Terbentuk

Awal putaran kedua Elite Pro Academy U-16 (EPA U-16) memiliki arti penting bagi Arema FC U-16. Hal itu setelah mereka berhasil mengalahkan Persis Solo U-16 dengan skor 1-0 dalam pertandingan yang diadakan di Lapangan A Senayan, Jakarta pada (31/8/2022). Hasil ini sekaligus memutus tren kurang memuaskan saat putaran pertama lalu.

Pelatih Arema FC U-16, Firman Basuki mengakui bahwa kemenangan itu memberikan dampak positif terhadap timnya. “Saya melihat ini adalah awal peningkatan, harus kita akui bahwa kita masih berproses. Mental dan karakter sudah mulai terbentuk,” ungkap Firman.

Melihat kebelakang, Firman menyatakan bahwa timnya membutuhkan adaptasi lebih terkait berbagai aspek. Baik dari sisi mental dan teknis, apalagi menghadapi tim-tim yang kebanyakan sudah melakukan persiapan cukup lama.

“Sebenarnya kalau kita melihat tim-tim lawan secara permainan tidak ada perbedaan yang mencolok, namun hal besar yang berpengaruh bisa jadi adalah soal mental,” sambungnya.

Motivasi terus diberikan Firman kepada pemainnya, apalagi saat ini mereka tengah membawa nama besar Arema untuk bersaing dengan tim-tim lainnya. “Ayo, kalian ini Arema. Main yang berani, jangan pernah takut pada lawan. Itu yang selalu saya katakan pada pemain,” tandasnya.

Usai mengalahkan Persis Solo U-16, Arema FC U-16  akan berhadapan dengan Persija Jakarta U-16. Di pertemuan pertama lalu, Singo Edan Muda kalah tipis dengan skor 1-0.

01 September 2022

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Persiapan lebih awal dilakukan oleh Akademi Arema U-20 untuk menghadapi Elite Pro Academy dengan melakukan pemusatan latihan di kawasan militer Abdurrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. 

Pemusatan latihan diikuti oleh 34 pemain yang merupakan hasil dari seleksi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pemusatan latihan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari kedepan, yakni mulai 14-23  April mendatang.

“Sengaja kita jadwalkan persiapan lebih awal, termasuk mengawalinya dengan pemusatan latihan karena banyak yang akan kita lakukan mengingat hampir mayoritas pemain di tim ini adalah pemain baru hasil dari seleksi beberapa waktu lalu, jadi adaptasi menjadi porsi utama di awal persiapan ini,” ungkap direktur teknik Akademi Arema, Joko Susilo.

Dengan dikumpulkannya pemain-pemain tersebut dalam satu kawasan dengan fasilitas mess pemain maka diharapkan proses adaptasi pemain bisa dilakukan dengan lebih cepat. “Harapannya tentu demikian. Kebersamaan tidak hanya dibangun di lapangan, tetapi juga dilakukan di luar lapangan,” tandas Joko Susilo.

Manajer Akademi Arema  di kompetisi Elite Pro Academy, Ganesya Widya Pramana menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan merupakan evaluasi dari musim sebelumnya. Dia menegaskan bahwa di musim depan singa-singa muda tidak hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga melahirkan pemain-pemain potensial untuk menjadi andalan tim senior Arema FC.

“Persiapan kita dalam menyambut Elite Pro Academy untuk musim depan memang sengaja lebih awal, ini merupakan bentu evaluasi dari musim lalu. Sesuai dengan yang diharapkan oleh presiden klub, tidak hanya prestasi yang dikejar, tetapi juga bagaimana pemain-pemain muda potensial akan lahir dari binaan Arema FC sendiri terutama dari Akademi Arema,” ungkap Ganesya.

14 April 2022

Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY