BERITA

Seleksi Terbuka Arema FC Academy Disambut Antusias, Orang Tua dan Pembina Berharap Lahir Generasi Baru Singo Edan

Seleksi Terbuka Arema FC Academy Disambut Antusias, Orang Tua dan Pembina Berharap Lahir Generasi Baru Singo Edan

MALANG – Pelaksanaan seleksi terbuka Akademi Arema FC yang digelar di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang, pada 27-28 Juni 2026, mendapat sambutan antusias dari peserta, orang tua, hingga para pembina akademi sepak bola. Seleksi yang diperuntukkan bagi kelompok usia U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 ini diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda yang kelak memperkuat Arema FC.

Pembina G-Soccer Academy Semarang, Yudi, menilai langkah Arema FC kembali menggelar seleksi terbuka menjadi momentum penting dalam membangun kekuatan pembinaan usia muda.

"Kesan saya ini baik. Ini menjadi awal kebangkitan untuk menunjukkan bahwa Arema juga bisa melahirkan pemain-pemain muda berkualitas. Saya berharap seleksi ini menghasilkan talenta yang bagus, berani bertarung, tidak hanya memiliki skill, tetapi juga fisik yang mumpuni," ujar Yudi.

Yudi membawa dua pemain terbaik binaannya mengikuti seleksi. Menurutnya, kedua pemain tersebut telah melalui proses pembinaan yang matang dan siap bersaing mendapatkan tempat di Akademi Arema FC.

"Saya membawa dua anak karena yang lainnya sudah bergabung dengan klub lain. Saya berharap mereka bisa bersaing di sini dan nantinya bermain untuk Arema. Mereka memang sudah melalui pembinaan, bahkan salah satunya sering menjadi top skor dan membantu tim meraih juara. Kami memilih pemain yang benar-benar siap untuk kesempatan ini," katanya.

Antusiasme juga datang dari orang tua peserta asal Tosari, Bromo Tengger, Iin. Dia memandang seleksi ini sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi putranya, terlepas dari hasil yang akan diperoleh.

"Semoga setelah mengikuti seleksi ini, putra saya bisa memperbaiki diri dan berlatih lebih giat lagi. Kalau belum berhasil di kelompok usia sekarang, mudah-mudahan masih ada kesempatan di kelompok usia berikutnya. Prosesnya tidak berhenti di sini," ungkapnya.

Iin mengaku tetap optimistis meski menyadari kemampuan putranya masih perlu ditingkatkan. "Kalau peluang lolos mungkin sekitar 50 persen. Tapi dari seleksi ini kami bisa melihat apa saja yang masih menjadi kekurangan. Itu akan menjadi bahan evaluasi agar dia lebih semangat mengejar cita-citanya menjadi pemain Arema," ujarnya.

Dia berharap seleksi Akademi Arema FC dapat digelar lebih rutin agar semakin banyak pemain muda memiliki kesempatan menunjukkan perkembangan mereka.
"Kalau bisa setahun dua kali. Dengan begitu anak-anak punya kesempatan untuk memperbaiki kekurangannya dan mencoba lagi tanpa harus menunggu terlalu lama," katanya.

Sementara itu, warga Pisang Candi, Kota Malang, Ambon mengaku membawa dua putranya, salah satunya lahir pada 2017 dan untuk pertama kalinya mengikuti seleksi Akademi Arema FC.

"Harapannya memang sejak dulu anak-anak ingin ikut Akademi Arema. Ini baru kesempatan pertama karena sebelumnya masih ada kesibukan," ujarnya.

Pak Ambon berharap kedua anaknya dapat menjadi bagian dari masa depan klub kebanggaan masyarakat Malang tersebut. "Harapannya mereka bisa menjadi generasi penerus Arema. Untuk Akademi Arema sendiri semoga semakin maju dan semakin jaya," pungkasnya. (*)

27 June 2026

Seleksi Arema FC Academy Temukan Banyak Talenta Berkualitas, U16 & U18 Bikin Kagum

Seleksi Arema FC Academy Temukan Banyak Talenta Berkualitas, U16 & U18 Bikin Kagum

MALANG – Hari pertama seleksi terbuka Akademi Arema FC di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang, Sabtu (27/6/2026), menghasilkan banyak temuan positif. Tim pelatih menilai animo peserta sangat tinggi, sekaligus menemukan sejumlah pemain yang dinilai memiliki kualitas di atas skuad reguler akademi saat ini.

Seleksi yang diikuti kelompok usia U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 tersebut menjadi bagian dari upaya Arema FC memperkuat fondasi pembinaan pemain muda sekaligus menjaring talenta terbaik untuk memperkuat berbagai kompetisi usia dini.

Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, mengaku puas dengan kualitas peserta yang mengikuti seleksi pada hari pertama. Menurutnya, khusus kelompok usia U-16 dan U-18, banyak pemain yang mampu menunjukkan kemampuan di atas ekspektasi tim pelatih.

"Untuk seleksi hari ini saya kira sangat bagus. Terutama di kelompok U-16 dan U-18 dipenuhi anak-anak yang berkualitas. Yang saya lihat, kita mendapatkan pemain-pemain yang sedikit di atas kualitas pemain reguler yang kita miliki. Saya bersyukur karena di seleksi ini kita bisa mendapatkan pemain-pemain yang sebelumnya belum kita miliki," kata Doni.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit peserta yang berpeluang direkrut. Bahkan, khusus di kelompok U-18, Doni menilai terdapat lebih dari satu tim yang memiliki kualitas sesuai karakter permainan yang diterapkan Akademi Arema FC.

"Yang direkrut tentu ada cukup banyak. Mereka adalah pemain-pemain potensial yang dalam dua hingga tiga tahun ke depan bisa menunjukkan kualitasnya di kelompok usia masing-masing. Terutama di U-18, banyak anak-anak yang bisa bersaing dengan pemain reguler kami. Bahkan saya melihat ada lebih dari satu tim yang memiliki karakter bermain sesuai dengan filosofi Arema," ujarnya.

Menurut Doni, pelaksanaan seleksi terbuka akan menjadi agenda rutin Akademi Arema FC. Idealnya, seleksi digelar dua kali dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan skuad di berbagai ajang kompetisi usia muda.

"Dalam satu tahun memang harus ada dua kali seleksi. Karena kami harus mengikuti banyak kompetisi seperti Elite Pro Academy (EPA), Piala Soeratin, MJL, hingga Liga Topskor. Target utama kami adalah menyiapkan tim yang kompetitif di EPA, sehingga kami membutuhkan pemain-pemain dengan kualitas terbaik. Dari seleksi hari ini saya melihat banyak anak yang layak masuk ke tim EPA," jelasnya.

Lebih jauh, Doni menegaskan tujuan utama pembinaan di Akademi Arema FC tidak hanya mengejar prestasi di level usia muda, tetapi juga mencetak pemain yang siap menembus tim senior.

"Dua-duanya menjadi tujuan kami. Kami ingin meraih prestasi, tetapi yang paling utama adalah mencetak pemain agar bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, terutama ke tim senior. Karena itu, seluruh pelatih harus mampu membina pemain sesuai filosofi bermain yang sudah menjadi identitas Akademi Arema FC," pungkasnya. (*)

27 June 2026

Arema FC Datangkan Erlangga Setyo, Komposisi Penjaga Gawang Komplet

Arema FC Datangkan Erlangga Setyo, Komposisi Penjaga Gawang Komplet

MALANG – Arema FC secara resmi memperkenalkan kiper muda Erlangga Setyo Dwi Saputra sebagai bagian dari skuad untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Pemain berusia 23 tahun tersebut menjadi rekrutan kedua yang diperkenalkan kepada publik dan berposis penjaga gawang pada bursa transfer musim ini.

Erlangga sebelumnya memperkuat PSPS Pekanbaru dengan status pinjaman dari Persis Solo. Kiper asal Jember ini dikenal sebagai salah satu penjaga gawang muda potensial Indonesia, serta memiliki pengalaman memperkuat Tim Nasional Indonesia kelompok usia, mulai dari U-20 hingga U-23.

Kehadiran Erlangga melengkapi komposisi sektor penjaga gawang Arema FC yang sebelumnya telah lebih dulu mendatangkan Syahrul Trisna Fadillah. Selain itu, dua pemain yang memperkuat tim pada musim lalu, yakni M. Adi Satryo dan Gianluca Pandeynuwu. Dengan demikian, posisi penjaga gawang Singo Edan untuk musim 2026/2027 dinilai telah komplet, yang mengombinasikan pemain berpengalaman dan kiper muda berbakat.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan, bahwa perekrutan Erlangga merupakan bagian dari perencanaan jangka menengah klub dalam membangun tim yang lebih kompetitif.

“Erlangga kami lihat sebagai kiper muda dengan potensi yang sangat baik. Dia adalah bagian dari proyek penguatan skuad untuk beberapa musim ke depan,” ujar Yusrinal Fitriandi.

Dia juga menyampaikan bahwa Erlangga mendapatkan kontrak berdurasi dua musim bersama Arema FC.
“Pemain ini kami kontrak selama dua musim. Kami berharap dia bisa berkembang bersama tim dan memberikan kontribusi maksimal untuk Arema FC,” tambahnya.

Dengan bergabungnya Erlangga Setyo Dwi Saputra, Arema FC terus memperkuat fondasi tim dalam menghadapi ketatnya persaingan kompetisi musim 2026/2027. 

Selamat datang di Bumi Arema, Erlangga Setyo. (*)

26 June 2026

Sambut HUT ke-39, Arema FC Gelar Festival Sepakbola Grassroot 2026 untuk Pembinaan Talenta Muda

Sambut HUT ke-39, Arema FC Gelar Festival Sepakbola Grassroot 2026 untuk Pembinaan Talenta Muda

MALANG – Merayakan perjalanan panjangnya di kancah sepak bola nasional, Arema FC bersiap menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-39 dengan fokus pada pembinaan usia muda. Sebagai salah satu rangkaian utama dalam perayaan hari jadi tersebut, klub secara resmi mengumumkan gelaran turnamen kelompok umur bertajuk *"Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026".*

Public Relation and Marcom Arema FC, Munif B. Wakid, mengungkapkan bahwa festival ini sengaja diintegrasikan dengan momentum ulang tahun klub untuk menegaskan kembali komitmen Arema FC terhadap masa depan sepak bola Indonesia.

“Ulang tahun ke-39 ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi momentum bagi Arema FC untuk kembali ke akar pembinaan. Melalui Arema FC Grassroot 2026, kami ingin memberikan panggung yang kompetitif namun edukatif bagi anak-anak. Kami berharap bisa memantau langsung bibit-bibit unggul yang kelak menjadi penerus kejayaan klub ini,” ujar Munif.

Munif juga menyampaikan, klub membuka peluang kepada banyak pihak untuk turut bermitra sponsor event akbar ini. “Kita membuka akses promosi dalam program event ini untuk mensukseskan sekaligus respect terhadap pengembangan sepakbola usia dini,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Project Event Officer Arema FC Grassroot 2026, Deni Herlambang, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan fondasi jangka panjang klub. Kompetisi ini dirancang untuk menyatukan visi pembinaan secara nasional.

"Event ini adalah bagian nyata dari program keberlanjutan Arema FC Academy. Target besar kami adalah menjadikan akademi ini sebagai pabrikan pemain usia dini yang handal. Untuk mewujudkannya, kami bersinergi dan berkolaborasi erat dengan SSB serta akademi di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di wilayah Malang Raya," tegas Deni Herlambang.

Festival yang menjadi kado bagi pembinaan usia muda ini dibagi menjadi tiga kategori usia (KU) dan akan berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026 di ARG Soccerfield, Malang:

Kelompok Umur 10 Tahun (KU-10): Kelahiran 2016 – 2017. Kick-off pada 15–16 Agustus 2026.

Kelompok Umur 12 Tahun (KU-12): Kelahiran 2014 – 2015. Kick-off pada 22–23 Agustus 2026.

Kelompok Umur 14 Tahun (KU-14): Kelahiran 2012 – 2013. Kick-off pada 27–29 Agustus 2026.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menerapkan kuota peserta yang ketat. Kategori KU-10 dan KU-12 masing-masing dibatasi hanya untuk 40 tim. 

Sementara untuk kategori KU-14, kuota yang disediakan sangat terbatas, yaitu hanya untuk 16 tim peserta.

Biaya investasi registrasi per tim ditetapkan sebesar Rp 1.000.000 untuk kategori KU-10 dan KU-12, serta Rp 1.250.000 untuk kategori KU-14.

Pihak manajemen mengimbau kepada seluruh SSB dan akademi untuk memanfaatkan momentum perayaan ini dan segera mendaftarkan tim mereka. 

Pendaftaran dapat dilakukan dengan memindai kode QR pada poster resmi atau melalui akun Instagram @aremafootballacademy_official dan @aremafestival

Informasi lebih lanjut mengenai teknis pendaftaran dapat menghubungi pihak panitia melalui *Izza (0851-0044-0270)* atau *Sasa (0877-8336-9820).*

25 June 2026

Arema FC Pastikan Adi Satryo dan Gianluca Tetap Berseragam Singo Edan

Arema FC Pastikan Adi Satryo dan Gianluca Tetap Berseragam Singo Edan

MALANG – Arema FC memastikan dua penjaga gawang yang menjadi bagian skuad musim lalu, Muhammad Adi Satryo dan Gianluca Pandeynuwu, tetap bertahan untuk mengarungi kompetisi 2026/2027. Keduanya kembali dipercaya menjadi bagian Tim Singo Edan dalam menjaga sektor pertahanan dari bawah mistar.

Adi Satryo mendapatkan perpanjangan kontrak selama satu musim. Sementara itu, Gianluca Pandeynuwu kembali melanjutkan status pinjaman dari Persis Solo setelah manajemen dan tim pelatih melakukan evaluasi kebutuhan skuad untuk musim depan.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, keputusan mempertahankan kedua penjaga gawang tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas tim sekaligus mempertahankan kerangka skuad yang telah terbentuk.

"Kami menilai Adi Satryo dan Gianluca memiliki kualitas serta karakter yang dibutuhkan tim. Kehadiran mereka memberikan kedalaman skuad yang baik di posisi penjaga gawang untuk menghadapi kompetisi musim depan," ujar Yusrinal.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap komposisi tim serta kebutuhan teknis yang telah disusun untuk menghadapi musim 2026/2027. Selain Super League, musim ini juga direncanakan bergulir kembali League Cup, kompetisi yang sebelumnya dikenal dengan sebagai Piala Indonesia.

Dengan potensi bertambahnya jumlah pertandingan yang harus dijalani sepanjang musim, Arema FC memandang penting memiliki penjaga gawang dengan kualitas, pengalaman, dan kesiapan yang merata di dalam skuad.

"Kami berharap keduanya bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi Arema FC. Persaingan yang sehat akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan," tambahnya.

Dengan bertahannya Adi Satryo dan Gianluca, komposisi penjaga gawang Arema FC mulai terbentuk. Sebelumnya, manajemen telah memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Lucas Frigeri dan Andrian Casvari. Di sisi lain, Singo Edan juga telah memperkenalkan kiper anyar Syahrul Trisna Fadillah yang sebelumnya memperkuat Borneo FC.

Hingga saat ini, Arema FC telah memiliki tiga penjaga gawang untuk menghadapi musim 2026/2027, yakni Syahrul Trisna Fadillah, Adi Satryo, dan Gianluca Pandeynuwu. Kepastian bertahannya dua nama terakhir sekaligus melengkapi langkah manajemen dalam mematangkan komposisi tim untuk musim depan. Setelah memastikan sejumlah pemain tetap menjadi bagian skuad, Arema FC juga mulai mengenalkan rekrutan anyar sebagai bagian dari persiapan menghadapi ketatnya persaingan di Super League 2026/2027 serta rencana bergulirnya League Cup yang akan menambah tantangan kompetitif sepanjang musim. (*)

24 June 2026

Arema FC Mulai Perkenalkan Rekrutan Anyar, Syahrul Trisna Fadilah Merapat Ke Singo Edan

Arema FC Mulai Perkenalkan Rekrutan Anyar, Syahrul Trisna Fadilah Merapat Ke Singo Edan

MALANG – Arema FC mulai memperkenalkan pemain anyar untuk menyambut Super League 2026/2027. Sosok pertama yang diumumkan sebagai bagian dari kekuatan baru Singo Edan adalah penjaga gawang Syahrul Trisna Fadillah, yang akan menambah opsi di sektor penjaga gawang musim depan.

Kehadiran Syahrul menjadi bagian dari langkah Arema FC memperkuat komposisi tim setelah sebelumnya memastikan sejumlah pemain tetap bertahan. Manajemen menilai kiper berusia 30 tahun tersebut memiliki pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan untuk menghadapi ketatnya persaingan musim depan.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyampaikan, Syahrul merupakan sosok yang tepat untuk menambah kekuatan tim di bawah mistar gawang.

"Syahrul datang dengan bekal pengalaman yang sangat baik. Dia pernah memperkuat Borneo FC dan Timnas Indonesia. Kami optimistis kehadirannya akan menambah kualitas serta daya saing di posisi penjaga gawang," ujar Yusrinal.

Menurutnya, pengalaman yang dimiliki Syahrul akan menjadi modal penting dalam membangun kekuatan tim musim depan.

"Rekam jejak Syahrul menjadi salah satu pertimbangan kami. Selain memiliki pengalaman bersama Borneo FC, dia juga pernah merasakan atmosfer pertandingan internasional bersama Timnas Indonesia. Itu menjadi modal berharga untuk membantu Arema FC menghadapi kompetisi yang panjang," tambahnya.

Syahrul bukan nama asing di sepak bola nasional. Kiper kelahiran Sleman, 26 November 1995 itu memiliki pengalaman panjang di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Sebelum bergabung dengan Arema FC, ia merupakan bagian dari Borneo FC. Sebelumnya, Syahrul juga pernah memperkuat PSS Sleman, Persikabo 1973, dan PSIS Semarang.

Namanya mulai banyak dikenal saat menjadi salah satu penjaga gawang andalan Persikabo 1973. Penampilan konsistennya di Liga 1 membuatnya mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia senior, termasuk menjadi bagian skuad Merah Putih pada ajang Piala AFF 2020.

Dengan pengalaman bermain di berbagai klub papan atas Indonesia, Syahrul dikenal sebagai penjaga gawang yang memiliki refleks baik, keberanian dalam duel udara, serta kemampuan mengorganisasi lini pertahanan dari bawah mistar.

Bergabungnya Syahrul menjadi penanda dimulainya pengenalan rekrutan anyar Arema FC pada bursa transfer musim ini. Kehadiran kiper berpengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perjalanan Singo Edan di musim 2026/2027.

Selamat datang dan Salam Satu Jiwa, Syahrul Trisna Fadillah.

23 June 2026

Salam Satu Jiwa Bergema di Selecta, Manajemen Arema FC Beri 3 Pesan di Munas II Aremania Utas

Salam Satu Jiwa Bergema di Selecta, Manajemen Arema FC Beri 3 Pesan di Munas II Aremania Utas

MALANG – Manajemen Arema FC menyambut positif pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas yang digelar di Hotel Selecta, Kota Batu. Melalui General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi, manajemen menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan organisasi suporter dalam membangun ekosistem sepak bola yang aman, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

Dalam sambutannya di hadapan presidium, kandidat presidium, komite pemilihan, sesepuh, tokoh Aremania, jajaran Forkopimda Malang Raya, serta perwakilan korwil dan komunitas Aremania, Yusrinal menyebut Munas II bukan sekadar forum organisasi. Melainkan momentum penting yang menunjukkan kedewasaan dan kemandirian Aremania sebagai kelompok suporter.

"Hari ini bagi kami manajemen Arema FC adalah momentum bersejarah dan momentum yang membanggakan. Munas kedua ini bukan sekadar tempat berkumpul, tapi melainkan panggung pembuktian bahwa Aremania adalah suporter yang dewasa, modern, dan mandiri," ujar Yusrinal.

Pada kesempatan tersebut, Yusrinal menyampaikan tiga pesan utama dari manajemen Arema FC kepada seluruh peserta Munas. Pesan pertama adalah pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai dinamika yang terjadi di lingkungan klub maupun suporter.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, persaudaraan dan identitas sebagai bagian dari keluarga besar Arema harus tetap menjadi prioritas utama.

"Jagalah tetap persatuan. Karena dinamika klub dan suporter bisa dinamis, namun lambang Singo Edan dan persaudaraan kita harus tetap abadi. Aremania Utas adalah satu wadah, satu jiwa," tegasnya.

Pesan kedua adalah mendorong Aremania menjadi kelompok suporter yang bermartabat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Yusrinal berharap organisasi suporter tidak hanya aktif mendukung tim di tribun, tetapi juga menjadi ruang kreatif yang mampu menggerakkan sektor ekonomi. Khususnya bagi pelaku UMKM.

"Jadilah suporter bermartabat dan bermanfaat. Jadikan organisasi ini ruang kreatif yang memberi dampak ekonomi yang nyata bagi UMKM kita, serta memberi manfaat sosial-ekonomi langsung bagi klub dan masyarakat Malang Raya," katanya.

Sementara itu, pesan ketiga yang disampaikan adalah pentingnya edukasi perilaku positif kepada generasi muda. Dia menilai Aremania memiliki peran besar dalam menciptakan budaya suporter yang tertib, taat hukum, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

"Mari kita pimpin gerakan perubahan, didik generasi muda kita sejak dini untuk menjadi suporter yang tertib, taat hukum, kreatif tanpa rasisme, dan selalu sportif di dalam maupun di luar stadion," ujar Yusrinal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap organisasi suporter, Yusrinal memastikan manajemen PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) siap berjalan berdampingan dengan presidium Aremania Utas yang terpilih nantinya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem sepak bola Malang yang aman, profesional, dan semakin disegani.

"Manajemen PT AABBI siap berdiri berdampingan dan berkolaborasi penuh dengan presidium untuk membangun ekonomi dan ekosistem sepak bola Malang yang aman, profesional, dan disegani," ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Yusrinal mengucapkan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Munas dan berharap forum tersebut mampu menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan organisasi maupun Arema FC. "Selamat bermunas, selamat melahirkan keputusan-keputusan hebat demi masa depan kita bersama. Tunjukkan pada Indonesia bahwa Aremania telah bangkit menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana," tuturnya.

Munas II Aremania Utas berlangsung pada 20-21 Juni 2026 dan menjadi agenda penting dalam menentukan arah organisasi ke depan. Termasuk memilih presidium yang akan mengemban amanah memimpin organisasi serta memperkuat peran Aremania sebagai suporter yang modern, mandiri, dan berkontribusi positif bagi perkembangan Arema FC. (*)

21 June 2026

Dukung Munas II Aremania Utas, Harap Lahirkan Keputusan Terbaik untuk Suporter dan Klub

Dukung Munas II Aremania Utas, Harap Lahirkan Keputusan Terbaik untuk Suporter dan Klub

MALANG – Arema FC mendukung penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas yang akan berlangsung di Hotel Selecta, Kota Batu, pada 20-21 Juni 2026. Forum tersebut akan menjadi ajang evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, sekaligus pemilihan Presidium Aremania Utas untuk periode berikutnya.

Marketing Communications & Public Relations Arema FC Munif Wakid berharap, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar. Selain itu, menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi suporter maupun perkembangan Arema FC ke depan.

“Semoga seluruh rangkaian sidang berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Aremania. Mari terus menjaga soliditas, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta bersama-sama mendukung kemajuan Arema yang kita cintai,” ujar Munif.

Menurutnya, Munas II menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menjaga semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan utama Aremania.

Sementara itu, Manager Operasional Arema FC Sudarmaji menilai, Munas II Aremania Utas menjadi fase lanjutan dari perjalanan organisasi yang akan memasuki periode kedua kepemimpinan presidium. Karena itu, ia berharap forum tersebut mampu melahirkan berbagai ide dan gagasan baru yang dapat menyempurnakan program-program yang telah dirancang sebelumnya.

“Ini menjadi periode kedua keberadaan organisasi presidium. Karena itu, fase yang akan dijalani adalah mengimplementasikan program-program kerja yang sudah direncanakan selama dua tahun pertama sekaligus menyempurnakannya,” kata Sudarmaji.

Salah satu hal yang menurutnya menarik untuk dikembangkan adalah pemberdayaan ekonomi suporter. Dia berharap Aremania Utas dapat merumuskan program yang tidak hanya berdampak bagi anggota, tetapi juga memberikan manfaat bagi klub dan masyarakat Malang Raya.

“Yang menarik adalah bagaimana menyusun pemberdayaan ekonomi suporter. Artinya, bisa menyediakan zona ekonomi eksklusif bagi suporter. Tidak hanya bermanfaat bagi Aremania dan klub, tetapi juga bagi masyarakat Malang Raya secara keseluruhan,” jelasnya.

Selain itu, Sudarmaji juga mendorong penguatan pembinaan perilaku positif suporter melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Pembinaan perilaku positif suporter juga penting. Bahkan bisa masuk melalui kurikulum pendidikan. Untuk mewujudkan itu tentu membutuhkan kerja sama dengan para pemangku kebijakan di Malang Raya,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Sudarmaji berpesan agar seluruh peserta Munas tetap mengedepankan persatuan dan menjadikan organisasi sebagai wadah yang memberikan manfaat luas. “Sukses bermunas, jaga persatuan, jadilah organisasi yang cerdas dan memberikan manfaat bagi banyak pihak,” tegasnya.

Munas II Aremania Utas akan menjadi forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan dua tahun ke depan. Selain membahas berbagai program strategis, agenda utama yang akan menjadi perhatian adalah pemilihan Presidium Aremania Utas sebagai nahkoda organisasi pada periode selanjutnya. Dukungan yang diberikan Arema FC diharapkan semakin memperkuat sinergi antara klub dan suporter dalam membangun ekosistem sepak bola yang lebih baik di Malang Raya. (*)

19 June 2026

Arema FC Perpanjang Tujuh Pemain Lokal, Kombinasi Pengalaman dan Regenerasi

Arema FC Perpanjang Tujuh Pemain Lokal, Kombinasi Pengalaman dan Regenerasi

MALANG – Arema FC terus mematangkan komposisi skuad untuk menghadapi Super League 2026/2027. Setelah memastikan sejumlah pemain asing tetap bertahan, manajemen Singo Edan juga mempertahankan tujuh pemain lokal yang menjadi bagian penting tim sepanjang musim lalu.

Tujuh pemain tersebut adalah Alfarizi, Dendi Santoso, Jayus Hariono, Bayu Setiawan, Dwiki Mardiyanto, Dimas Aryaguna, serta Achmad Maulana Syarif. Keputusan ini menunjukkan komitmen Arema FC untuk menjaga fondasi tim yang telah terbentuk sekaligus mempertahankan identitas lokal yang selama ini melekat kuat pada klub.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa ketujuh pemain tersebut masuk dalam rencana tim untuk musim depan karena dinilai masih memiliki kontribusi besar. Baik di dalam maupun luar lapangan.

"Kami ingin mempertahankan kerangka tim yang sudah ada. Mereka memiliki peran masing-masing dan menjadi bagian penting dalam perjalanan Arema FC musim lalu. Selain kualitas di lapangan, mereka juga memahami kultur klub dan menjadi contoh bagi pemain-pemain muda," ujar Yusrinal.

Nama Alfarizi, Dendi Santoso, dan Jayus Hariono menjadi simbol loyalitas sekaligus identitas Arema FC. Ketiganya merupakan pemain asli Malang yang telah lama membela Singo Edan dan menjadi figur penting di ruang ganti tim.

Alfarizi yang kini berstatus sebagai salah satu pemain paling senior tetap menunjukkan kontribusi melalui pengalaman dan kepemimpinannya. Begitu pula Dendi, yang dikenal sebagai one man club, juga masih dibutuhkan pengalamannya. Sedangkan Jayus Hariono terus menjadi sosok penting di lini tengah berkat kerja keras dan konsistensinya.

Di sisi lain, Arema FC juga tetap memberikan kepercayaan kepada generasi yang lebih muda. Bayu Setiawan, Dwiki Mardiyanto, dan jebolan Akademi Arema Dimas Aryaguna dinilai menunjukkan perkembangan positif sepanjang musim lalu. Mereka dinilai masih memiliki potensi besar untuk berkembang.

Salah satu nama yang juga dipastikan bertahan adalah Achmad Maulana Syarif. Bek muda andalan Singo Edan itu sempat harus menepi dalam waktu cukup panjang akibat cedera yang dialaminya pada musim lalu. Padahal sebelum cedera, performa Achmad Maulana mendapat perhatian luas hingga membawanya masuk dalam radar Timnas Indonesia.

Manajemen menilai kondisi tersebut tidak mengurangi kepercayaan terhadap kemampuan pemain berusia muda tersebut. Arema FC justru ingin memberikan kesempatan kepada Achmad Maulana untuk kembali menunjukkan kualitas terbaiknya setelah pulih sepenuhnya.

"Achmad adalah aset penting bagi klub. Kami memahami situasi yang dialaminya musim lalu karena cedera, tetapi kualitasnya sudah terbukti. Kami percaya dia bisa kembali lebih kuat dan memberikan kontribusi besar untuk tim," kata Yusrinal.

Dengan dipertahankannya tujuh pemain lokal tersebut, Arema FC berupaya menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi dalam skuad. Kehadiran para pemain senior diharapkan tetap menjadi penopang tim, sementara pemain-pemain muda dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung Singo Edan di masa depan.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Arema FC tidak hanya fokus membangun kekuatan melalui pemain baru, tetapi juga menjaga identitas klub dengan mempertahankan para pemain yang telah menjadi bagian penting perjalanan Singo Edan dalam beberapa musim terakhir. (*)

17 June 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Capai 1000 Pendaftar, Sayembara Desain Training and Sport Center J99 Arema FC Masuki Tahap Kurasi

Capai 1000 Pendaftar, Sayembara Desain Training and Sport Center J99 Arema FC Masuki Tahap Kurasi

 

Pendaftaran sekaligus pengiriman karya sayembara desain training and sport center J-99 Arema FC yang bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur FTSP ITN Malang ini secara resmi ditutup pada (27/6/2022) malam. Dalam kurun waktu pendaftaran, setidaknya mampu menghimpun 1000 pendaftar yang masuk dalam database penyelenggara.

“Sejak awal dibuka antusias pendaftar yang kita himpun melalui situs resmi Arema FC sangat luar biasa, hingga hari terakhir sudah masuk 1000 pendaftar. Meski tidak semuanya mengirimkan karya karena waktu yang dibatasi, namun animonya menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya terpaku dari sisi olahraga saja, tapi juga keilmuan lainnya termasuk desain arsitektur,” ungkap media officer Arema FC,  Sudarmaji.

Apresiasi juga diberikan  kepada pendaftar yang begitu antusias meski secara rentang waktu bisa dikatakan cukup mepet sejak diumumkan pada 27 Mei lalu namun hal itu tidak mengurangi semangat pendaftar untuk menghasilkan karya untuk memperebutkanhadiah dengan  total 100 Juta Rupiah ini.


“Di hari-hari terakhir memang kami banyak menerima permintaan dari pendaftar apakah akan ada penjadwalan ulang karena waktunya memang bisa dibilang cukup mepet, tapi kami sangat yakin jika waktu tidak akan menghalangi semangat peserta sayembara ini untuk berkarya. Jadi kami tegaskan bahwa sayembara tetap berjalan sesuai jadwal seperti arahan dari Presiden Arema FC,” ungkapnya.

Kini,  sayembara desain training and sport center Arema FC memasuki tahap kurasi yang akan dilakukan oleh dewan juri pada 27-28 Juni 2022. Dalam kurasi ini, menghimpun lebih dari 70  karya yang masuk dalam persyaratan penilaian yang ditetapkan oleh penyelenggara. “Semoga kurasi berjalan dengan lancar hingga sampai nanti di pengumuman pemenang yang akan dilakukan pada 2 Juli mendatang,” tambah  Sudarmaji.

Referensi dari sayembara desain Training And Sport Center J-99 Arema FC ini nantinya juga memiliki kans besar untuk menjadi ikon kota, sebab hal ini tidak lepas dari unsur kebanggaan bersama yang menjadi nilai bersama yang ditonjolkan dalam  arsitektur bangunan.

28 June 2022

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Persiapan lebih awal dilakukan oleh Akademi Arema U-20 untuk menghadapi Elite Pro Academy dengan melakukan pemusatan latihan di kawasan militer Abdurrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. 

Pemusatan latihan diikuti oleh 34 pemain yang merupakan hasil dari seleksi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pemusatan latihan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari kedepan, yakni mulai 14-23  April mendatang.

“Sengaja kita jadwalkan persiapan lebih awal, termasuk mengawalinya dengan pemusatan latihan karena banyak yang akan kita lakukan mengingat hampir mayoritas pemain di tim ini adalah pemain baru hasil dari seleksi beberapa waktu lalu, jadi adaptasi menjadi porsi utama di awal persiapan ini,” ungkap direktur teknik Akademi Arema, Joko Susilo.

Dengan dikumpulkannya pemain-pemain tersebut dalam satu kawasan dengan fasilitas mess pemain maka diharapkan proses adaptasi pemain bisa dilakukan dengan lebih cepat. “Harapannya tentu demikian. Kebersamaan tidak hanya dibangun di lapangan, tetapi juga dilakukan di luar lapangan,” tandas Joko Susilo.

Manajer Akademi Arema  di kompetisi Elite Pro Academy, Ganesya Widya Pramana menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan merupakan evaluasi dari musim sebelumnya. Dia menegaskan bahwa di musim depan singa-singa muda tidak hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga melahirkan pemain-pemain potensial untuk menjadi andalan tim senior Arema FC.

“Persiapan kita dalam menyambut Elite Pro Academy untuk musim depan memang sengaja lebih awal, ini merupakan bentu evaluasi dari musim lalu. Sesuai dengan yang diharapkan oleh presiden klub, tidak hanya prestasi yang dikejar, tetapi juga bagaimana pemain-pemain muda potensial akan lahir dari binaan Arema FC sendiri terutama dari Akademi Arema,” ungkap Ganesya.

14 April 2022

Patenkan Kurikulum, Arema FC Rekrut Pelatih Berlisensi A AFC untuk Akademi Arema

Patenkan Kurikulum, Arema FC Rekrut Pelatih Berlisensi A AFC untuk Akademi Arema

Langkah strategis demi mencetak lebih banyak pemain profesional dari Akademi Arema dilakukan oleh Arema FC dengan merekrut pelatih berlisensi A AFC, Agus Yuwono.

Agus Yuwono  didatangkan sebagai direktur pengembangan kurikulum Akademi Arema yang memiliki tugas bagaimana membangun pondasi yang kuat baik dari sisi teknis latihan hingga ke permainan secara tim dan individu.

"Alhamdulillah Akademi Arema mencoba terus berkembang untuk mencapai target jangka panjang, salah satunya dengan kesepakatan yang sudah kita jalin dengan Coach Agus Yuwono yang masuk menjadi bagian dari Akademi Arema sebagai direktur pengembangan kurikulum Akademi Arema," ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Pengembangan kurikulum menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh Akademi Arema karena menjadi dasar kemana kemampuan siswa Akademi Arema secara teknis akan diarahkan.

"Sepak bola usia muda harus memiliki pakem pembinaan yang terarah, karena di jenjang ini sangat menentukan," papar Sudarmaji.

Bagi Agus Yuwono, bekerja untuk Arema FC terutama di sektor pembinaan usia muda  adalah panggilan hati, hal itu tidak lepas dari karirnya yang tidak lepas dari tim Singo Edan di era Galatama.

"Tentu saja saya sangat antusias untuk bisa memberikan kontribusi pada Arema FC, saya siap untuk bekerjasama dengan teman-teman pelatih di Akademi Arema yang bagi saya sudah seperti keluarga sendiri," ungkap Agus Yuwono.

Di Akademi Arema sendiri Agus Yuwono akan terlibat dalam pengembangan siswa di semua  kelompok usia, yakni  U-12, U-14, U-16, U-18 dan  U-20.
 

04 June 2021

Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY