BERITA

Pertama untuk Aremania! Arema FC Buka “Pintu Rahasia” Kanjuruhan Lewat Inside The Lion Home

Pertama untuk Aremania! Arema FC Buka “Pintu Rahasia” Kanjuruhan Lewat Inside The Lion Home

Malang— Ada sisi lain Stadion Kanjuruhan yang mungkin belum banyak diketahui Aremania. Setelah hadir dengan wajah baru dan kembali menjadi rumah pertandingan Arema FC, stadion kebanggaan Singo Edan tersebut kini dapat dikenali lebih dekat melalui sebuah pengalaman eksklusif bertajuk 'Inside The Lion Home'.

Arema FC akan memulai program tersebut pada Kamis, 8 Oktober 2026. Sekitar 30 suporter terpilih akan menjadi peserta pertama yang merasakan pengalaman berada di balik layar aktivitas Arema FC di Stadion Kanjuruhan.

Program ini dirancang bukan sekadar sebagai stadium tour. Inside The Lion Home membawa peserta untuk melihat Kanjuruhan dari sudut pandang yang berbeda—mulai dari area yang selama ini hanya dapat dilihat saat pertandingan, ruang-ruang operasional, changing room, lorong pemain, hingga merasakan langsung atmosfer ketika skuad Singo Edan bersiap menjalani aktivitas tim.

Bagi Aremania, program ini menjadi kesempatan untuk kembali mengenal rumah mereka. Bukan hanya dari tribun saat pertandingan berlangsung, tetapi juga melihat bagaimana Stadion Kanjuruhan dipersiapkan sebagai tempat berlangsungnya aktivitas sepak bola yang mengedepankan aspek kenyamanan, keselamatan, keamanan, dan ketertiban.

Reward bagi Pembeli Jersey Pertama

Peserta pertama tersebut dipilih melalui pengundian dari 200 pembeli perdana jersi resmi Arema FC musim 2026/2027. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman eksklusif yang diberikan klub kepada pembeli jersi original.

Head of PR Arema FC, Munif B Wakid, mengatakan “Inside The Lion Home” merupakan upaya klub membangun kedekatan yang lebih kuat dengan suporter melalui pengalaman secara langsung.

“Program ini kami hadirkan agar Aremania bisa melihat lebih dekat rumahnya sendiri. Stadion Kanjuruhan sekarang memiliki banyak sisi yang menarik untuk dikenali, bukan hanya ketika kita datang sebagai penonton pada hari pertandingan,” ungkap Munif Wakid.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari komunikasi klub untuk membangun pemahaman bersama antara Arema FC dan suporter mengenai penyelenggaraan pertandingan. “Kami ingin suporter mendapatkan pengalaman sekaligus pemahaman. Mereka bisa melihat secara langsung bagaimana sebuah match day dipersiapkan, bagaimana aspek safety and security dijalankan, serta bagaimana kita bersama-sama menciptakan suasana pertandingan yang nyaman dan aman,” jelasnya.

Konsep tersebut membuat peserta tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi ikut merasakan atmosfer yang biasanya berada di balik sebuah pertandingan.

Dimulai dari Kandang Singa

Rangkaian “Inside The Lion Home” akan dimulai pukul 12.00 WIB dari Kandang Singa, Arema FC Official Store. Peserta akan melakukan registrasi, mendapatkan tour book dan ID card, sekaligus melihat koleksi sejarah Arema FC yang berada di mini museum.

Setelah itu, rombongan menuju Stadion Kanjuruhan. Perjalanan di markas Singo Edan dimulai dengan doa bersama di Gate 13 yang dipimpin oleh perwakilan klub.

Peserta kemudian diajak mengenal area gate entrance, menuju media area, sekaligus mendapatkan edukasi mengenai aktivitas dan regulasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan. Perjalanan berlanjut menuju changing room pemain.

Di ruang ganti, peserta dapat melihat secara langsung deretan jersi home Arema FC yang telah disiapkan. Dari tempat tersebut, pengalaman kemudian berlanjut menuju lorong stadion.

Di sinilah peserta akan mendapatkan salah satu pengalaman paling eksklusif. Mereka akan standby di lorong untuk menyambut kedatangan pemain Arema FC. Kesempatan untuk bertemu dari jarak dekat tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk berburu tanda tangan para pemain.

Setelah menyambut skuad, peserta akan mengikuti sesi foto bersama pemain Arema FC di lapangan. Tidak berhenti di sana, mereka kemudian mendapatkan kesempatan menyaksikan 15 menit awal sesi latihan tim secara langsung dari Tribun VIP.

Rangkaian tersebut memberikan gambaran bahwa Kanjuruhan bukan hanya tempat untuk menyaksikan 90 menit pertandingan. Di baliknya terdapat aktivitas, persiapan, regulasi, serta sejumlah prosedur yang membuat sebuah pertandingan dapat berjalan dengan aman dan tertib.

“Inside The Lion Home ini memang kami buat supaya Aremania penasaran dan ingin tahu lebih jauh. Ada banyak sisi Kanjuruhan yang mungkin belum pernah mereka lihat secara langsung. Ketika sudah melihat dan memahami prosesnya, harapannya mereka juga semakin nyaman dan percaya diri untuk datang ke stadion menyaksikan pertandingan Arema FC,” kata Munif.

Buka Jalan Ekosistem Sport Tourism

Selain memberikan pengalaman, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Arema FC membangun ekosistem sport tourism yang menghubungkan klub, stadion, suporter, dan aktivitas pertandingan. “Ke depan, kami melihat program ini bisa dikembangkan menjadi bagian dari paket sport tourism pada laga-laga kandang Arema FC. Jadi pengalaman datang ke Kanjuruhan tidak hanya ketika pertandingan dimulai, tetapi sudah menjadi bagian dari perjalanan yang menarik sejak sebelum kick-off,” tambahnya.

Bagi peserta edisi perdana, pengalaman tersebut akan ditutup dengan ramah tamah dan makan malam bersama sebelum rombongan kembali menuju Kandang Singa.

Nantinya, Inside The Lion Home akan menjadi sebuah pintu untuk melihat lebih dekat wajah Kanjuruhan yang sekarang. Sebuah rumah yang tidak hanya dibangun untuk menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang untuk menciptakan pengalaman sepak bola yang aman, nyaman, tertib, dan semakin dekat dengan suporternya.

Dengan konsep tersebut, Arema FC ingin menjadikan Kanjuruhan bukan sekadar tempat yang didatangi saat laga berlangsung. Lebih dari itu, Kanjuruhan diharapkan kembali menjadi destinasi yang membuat Aremania penasaran untuk datang, mengenal lebih dekat, dan pada akhirnya menikmati kembali pengalaman menyaksikan Singo Edan secara langsung dari tribun. (*)

05 October 2026

Arema FC Women Academy Juara Liga Putri PSSI Kota Semarang

Arema FC Women Academy Juara Liga Putri PSSI Kota Semarang

SEMARANG — Arema FC Women kembali menunjukkan hasil positif dari proses pembinaan sepak bola wanita usia dini yang dikembangkan di Semarang, Jawa Tengah. Tim Arema FC Women Academy sukses menjadi juara Liga Putri PSSI Kota Semarang yang berakhir pada Minggu (4/10).

Gelar tersebut diraih setelah tim besutan Nanang Habibi tampil solid di partai final dengan mengalahkan Persisac Putri dengan skor 3-0. Sebelum memastikan gelar juara, Arema FC Women Academy terlebih dahulu melewati babak semifinal. Menghadapi Bhaladika, tim berjuluk Ongis Kodew tersebut tampil meyakinkan dan mengamankan kemenangan dengan skor 3-0. Sedangkan rangkaian babak penyisihan telah berlangsung sepekan sebelumnya.

Hasil tersebut membawa Arema FC Women Academy menyempurnakan kiprahnya di kompetisi Liga Putri PSSI Kota Semarang dengan mengangkat trofi juara.  Pencapaian ini terasa semakin spesial karena menjadi gelar yang diraih pada awal tahun kedua perjalanan pembinaan tim usia dini yang dikembangkan di Semarang.

"Alhamdulillah kita bisa juara Liga PSSI Kota Semarang. Rasanya senang sekali. Di awal tahun kedua ini bisa memberikan juara Liga U-15," kata Nanang Habibi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras para pemain selama menjalani proses pembinaan. Gelar juara juga menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan pemain yang terus menunjukkan perkembangan dalam setiap proses latihan dan pertandingan.

"Senang sekali, luar biasa kerja keras anak-anak dalam mencapai puncak. Ini rezeki atas apa yang kita lakukan selama membina anak-anak," imbuhnya.

Tidak hanya meraih trofi juara, Arema FC Women Academy juga mendapatkan penghargaan individu. Dua pemain Arema Women berhasil meraih kategori top skor dalam kompetisi tersebut.

Capaian tersebut menjadi tambahan bukti bahwa proses pembinaan yang dilakukan mulai memberikan hasil, baik secara tim maupun individu pemain. Pria yang akrab disapa Pepe ini menyebut gelar juara Liga Putri PSSI Kota Semarang juga menjadi modal penting bagi Arema FC Women Academy untuk menghadapi tantangan berikutnya. Terdekat, mereka akan menatap kompetisi Hydroplus Soccer League yang menjadi salah satu agenda penting pembinaan sepak bola wanita usia muda.

"Ini juga sebagai modal awal untuk menatap Liga Hydroplus. Tadi juga dapat kategori top skor, dua pemain sekaligus dari Arema Women. Puji syukur yang tak terhingga atas capaian ini," tuturnya.

Meski telah meraih prestasi, Nanang menegaskan proses pembinaan tidak berhenti pada pencapaian tersebut. Masih terdapat sejumlah aspek yang harus terus ditingkatkan agar perkembangan pemain dan permainan tim berjalan secara konsisten.

"Masih banyak yang harus ditingkatkan untuk anak-anak agar ke depan selalu konsisten dalam segi permainan, baik individu player dan fisik pemain. Akan selalu saya tingkatkan untuk menjadi tim yang bisa terus terlihat progresnya," tegasnya.

Keberhasilan ini sekaligus memperpanjang catatan positif Arema FC Women Academy dalam mengembangkan pembinaan pemain putri di Semarang. Sebelumnya, tim binaan Arema FC Women tersebut juga menunjukkan prestasi di berbagai ajang kelompok usia, termasuk meraih gelar juara Putri Binangun Cup 2026 pada kelompok usia U-10 dan U-13 di Kulonprogo, Yogyakarta.

Dengan konsistensi mengikuti kompetisi dan memberikan ruang bertanding bagi pemain, Arema FC Women Academy terus berupaya membangun fondasi sepak bola wanita sejak usia dini. Gelar Liga Putri PSSI Kota Semarang kini menjadi tambahan motivasi untuk melanjutkan proses tersebut sekaligus menyambut kompetisi Hydroplus Soccer League. (*)

05 October 2026

Tatap Pekan Perdana EPA ONE 2026/2027, Arema FC Muda Siap Debut Tandang Lawan PSIM di Bantul

Tatap Pekan Perdana EPA ONE 2026/2027, Arema FC Muda Siap Debut Tandang Lawan PSIM di Bantul

Bantul —  Arema FC Academy resmi mengarungi kompetisi Elite Pro Academy (EPA ONE) musim 2026/2027. 

Tiga kelompok umur Singo Edan Muda—mulai dari Arema FC U-16, U-18, hingga U-20—mengawali kiprah mereka lewat laga tandang (away) menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan pembuka yang berlangsung 3–4 Oktober 2026.

Di babak pendahuluan musim ini, Arema FC tergabung dalam Grup B yang tergolong kompetitif bersama klub-klub seperti Persib Bandung, Borneo FC, Garuda United (khusus U-18), Persijap Jepara, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, dan PSIS Semarang.

Pertandingan perdana musim ini menjadi ujian krusial sekaligus wadah pembuktian bagi hasil pembinaan berjenjang yang telah dirancang skuad muda Malang tersebut.

Head of Arema FC Academy, Riyan Meidi Wijaya, menegaskan bahwa seluruh kelompok umur berada dalam kondisi siap tempur. Persiapan intensif yang diawali dari rangkaian seleksi terbuka serta laga uji coba beberapa bulan terakhir menjadi modal berharga bagi anak-asuhnya.

"Laga away menghadapi PSIM Yogyakarta tentu menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemain muda. Namun, kami sudah mempersiapkan tim secara berjenjang sejak fase seleksi hingga pemusatan latihan. Anak-anak siap bekerja keras untuk meraih hasil maksimal di laga pembuka ini," ujar Riyan Meidi Wijaya, Head of Arema FC Academy.

Pertandingan Pembuka

Kompetisi musim ini menggunakan format pembagian grup dan jadwal pertandingan dirancang berdasarkan kategori usia. 

Berikut adalah rincian agenda Arema FC pada pertandingan pembuka pekan perdana EPA ONE 2026/2027:

- Arema FC U-18: Menghadapi PSIM Yogyakarta U-18 pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
- ⁠Arema FC U-16: Menghadapi PSIM Yogyakarta U-16 pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB di Stadion Dwi Windu, Bantul.
- ⁠Arema FC U-20: Menghadapi PSIM Yogyakarta U-20 pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 15.15 WIB di Stadion Dwi Windu, Bantul.

Misi Mencetak Pemain Berkualitas

Riyan menambahkan, fokus utama Akademi Arema FC di ajang EPA ONE musim 2026/2027 tidak sekadar memburu kemenangan di lapangan, melainkan membentuk fondasi karakter dan mentalitas bertanding para pemain. 

Kompetisi resmi seperti EPA menjadi jembatan utama bagi talenta muda untuk dapat menembus skuad utama tim senior maupun kasta sepak bola profesional Indonesia.

"Target besar kami tetap konsisten, yakni menjadikan akademi ini sebagai pabrikan pemain berkualitas yang siap menyuplai kebutuhan tim senior maupun sepak bola nasional. 

Menghadapi PSIM di Stadion Dwi Windu akan menguji sejauh mana kesiapan mental bertanding anak-anak di level tertinggi usia muda," pungkas Riyan. (**)

03 October 2026

Peringati 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Arema FC Gelar Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama di Kandang Singa

Peringati 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Arema FC Gelar Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama di Kandang Singa

Malang, 1 Oktober 2026 – Manajemen Arema FC kembali menggelar agenda rutin tahunan Khataman Al-Qur'an dan Tahlil untuk memperingati 4 tahun Tragedi Kanjuruhan. 

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Kantor Manajemen Arema FC (Kandang Singa), Klojen, Kota Malang, dengan dihadiri oleh jajaran direksi, staf klub, para ustadz dari Yayasan Sunan Kalijaga (Yasuka) Blimbing, serta warga sekitar Kandang Singa.

Acara peringatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah figur kunci manajemen Singo Edan, di antaranya Chief Business and Commercial Officer (CBO) Irma Prianti, Manajer Operasional Sudarmaji, Club Match Organizer Chairman (CMOC) sekaligus Ketua Panpel Bram Hady Sulton, Head of Store Arema FC Tjiptadi Purnomo, serta Club Media Officer (CMO) Erfani. 

Kehadiran seluruh elemen ini mempertegas komitmen kolektif klub untuk terus merawat ingatan sekaligus membersamai perjuangan keluarga korban.

Dalam momentum refleksi ini, manajemen Arema FC menyampaikan bahwa duka mendalam atas gugurnya 135 nawak dalam tragedi 1 Oktober 2022 silam tidak akan pernah pupus dari sejarah dan ingatan klub.

Melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an dan tahlil, keluarga besar Arema FC mengetuk pintu langit, memohon secara tulus agar para korban mendapatkan tempat terbaik dan mulia di sisi Allah SWT, serta wafat dalam keadaan husnul khotimah. 

“Doa terbaik juga kita panjatkan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa dilimpahkan ketabahan dan kekuatan,” ujar Sudarmaji, dalam sambutannya.

Bagi manajemen, lanjutnya, peringatan tahun keempat ini bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan sebuah ruang titik balik yang sakral untuk terus berbenah secara profesional di segala lini. “Utamanya peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan penonton. Arema FC menegaskan kembali komitmen bahwa tidak ada sepak bola yang seharga dengan nyawa manusia, dan nilai kemanusiaan harus selalu diletakkan di atas segalanya,” paparnya.

Manajemen, sambung Sudarmaji, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para ustadz, sesepuh, warga sekitar, serta seluruh karyawan yang ikhlas meluangkan waktu bersama-sama mengirimkan doa. (**)

01 October 2026

Mengenang 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Arema FC dan Aremania Gelar Doa Bersama serta Khataman Al-Qur'an pada 1 Oktober

Mengenang 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Arema FC dan Aremania Gelar Doa Bersama serta Khataman Al-Qur'an pada 1 Oktober

Malang — Mengenang empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang jatuh pada Kamis, 1 Oktober 2026, Arema FC bersama komponen suporter Arek Malang Mania (Aremania) menyelenggarakan serangkaian agenda doa bersama dan kegiatan keagamaan di Malang.  

Sesuai surat himbauan resmi nomor ⁠003/PRES-ARM/IX/2026⁠ yang ditandatangani Koordinator Presidium Aremania, Ali Rifki, komunitas suporter akan menggelar Munajat Akbar "Doa Untukmu Nawak" di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai pada Kamis. 1 Oktober 2026.

"Maka kami menghimbau kepada Ketua Korwil dan Komunitas Aremania Utas untuk mengajak anggota Korwil dan Komunitasnya menghadiri kegiatan tersebut," tulis Ali Rifki dalam edaran tertulis tersebut.  

Khataman Al-Qur'an dan Tahlil Rutin di Kandang Singa

Sementara itu, dari pihak manajemen Arema FC juga menggelar agenda rutin tahunan setiap tanggal 1 Oktober. 

Seluruh karyawan Arema FC bersama warga di sekitar kantor manajemen (Kandang Singa) berkumpul untuk memanjatkan doa.  

Head of Public Relation Arema FC, Munif B. Wakid, menyampaikan bahwa manajemen menyelenggarakan kegiatan Khataman Al-Qur'an dan Tahlil bertempat di Kandang Singa.

"Setiap tanggal 1 Oktober, Arema FC secara rutin menggelar khataman Al-Qur'an dan tahlil bersama warga sekitar Kandang Singa serta seluruh karyawan," ujar Munif B. Wakid.

Ia menambahkan, rangkaian doa dan khataman tersebut dipimpin langsung oleh para ustadz dari Yayasan Sunan Kalijaga (Yasuka) Blimbing, Kota Malang.

Melalui serangkaian kegiatan spiritual ini, baik manajemen Arema FC maupun Aremania berharap doa terbaik dan husnul khotimah untuk para korban, serta menguatkan ketabahan para keluarga yang ditinggalkan. (**)

30 September 2026

100 Lebih Pesepak Bola Putri Unjuk Gigi di Seleksi Arema FC Women

100 Lebih Pesepak Bola Putri Unjuk Gigi di Seleksi Arema FC Women

MALANG — Suasana panas di Lapangan Dreams Football Pitch tak menyurutkan semangat ratusan pesepak bola putri yang beradu bakat pada Sabtu (26/9). Arema FC Women menggelar agenda seleksi terbuka skala besar yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai penjuru daerah demi memperebutkan tempat di skuad utama Ongis Kodew muda.

Persaingan berlangsung sengit sejak sesi awal. Para peserta tidak hanya datang dari area Malang Raya, melainkan juga memboyong talenta dari pelbagai wilayah Jawa Timur seperti Lumajang, Jember, Blitar, Surabaya, Banyuwangi, hingga Jombang. Bahkan, beberapa pemain muda rela menempuh perjalanan jauh dari luar pulau untuk menguji keahlian mereka di ranah sepak bola putri nasional.

Ujian paling krusial terlihat saat tim pelatih menggelar sesi games internal. Di bawah sengatan terik matahari, para pemain bersaing ketat menunjukkan penguasaan bola, visi bermain, operan presisi, hingga fisik dan olah bola tingkat tinggi untuk mencuri perhatian tim pemandu bakat.

Pengelola Arema FC Women Academy Semarang, Rahmad Widjanarko yang juga hadir dalam seleksi tersebut mengapresiasi tinggi kerja keras dan performa yang ditunjukkan para peserta sepanjang seleksi. Dia menilai semangat pesepakbola putri muda untuk unjuk kemampuan.

"Antusiasmenya luar biasa. Untuk kelompok usia U-15 ada sekitar 40-an anak, sementara di U-18 ada sekitar 60-an anak. Kalau dilihat dari kemampuan, mereka luar biasa dan tidak kalah bersaing dengan zona lainnya," ungkap Rahmad di tengah-tengah memantau jalannya seleksi.

Agenda seleksi ini menjadi pijakan penting Arema FC Women dalam membangun kedalaman tim jelang keikutsertaan mereka di ajang Hydroplus Soccer League 2026/2027. Skuad ini disiapkan untuk bertanding di tiga zona kompetisi yang dijadwalkan mulai kick-off pada 24 Oktober mendatang untuk zona Kudus. Selain, Arema FC Women juga siap mengikuti Zona Surabaya.

Usai melakoni sesi games yang menguras stamina, Pemain berposisi penjaga gawang Mutiara Yasmin, peserta asal Pandanlandung, Wagir, yang berlaga di seleksi tersebut, membagikan kesannya.

"Rasanya capek dan panas, tapi saya berusaha tetap percaya diri. Harapannya semoga bisa lolos dan cita-cita saya bergabung dengan Arema FC Women bisa tercapai," tutur Mutiara penuh optimisme.

Perjuangan para pemain muda ini juga dibersamai oleh dukungan tak henti dari orang tua dan keluarga yang mendampingi di pinggir lapangan. Hani, salah satu kakak peserta dari Surabaya, menceritakan pengorbanan keluarganya demi mengantarkan sang adik yang berlaga di kategori U-15.

"Kami berangkat dari Surabaya jam 5 pagi demi mengejar jadwal kumpul jam 7 pagi. Sebagai keluarga kami pasti mendukung penuh, apalagi adik memang hobi dan fokus di sepak bola. Harapannya kalau lolos bisa terus konsisten dan berkembang ke jenjang yang lebih baik," kata Hani.

Melalui seleksi ketat ini, Arema FC Women berharap dapat menjaring talenta-talenta terbaik yang tidak hanya memiliki skill mumpuni, tetapi juga ketahanan mental untuk membawa nama Arema FC Women bersaing di level tertinggi sepak bola putri Indonesia. (*)

26 September 2026

Merchandise Resmi Arema FC Kini Hadir di Garuda Store

Merchandise Resmi Arema FC Kini Hadir di Garuda Store

JAKARTA — Kabar gembira bagi Aremania dan para pendukung Arema FC di Jakarta dan sekitarnya. Kini, merchandise resmi Arema FC Official Store dapat diperoleh melalui Garuda Official Store yang berada di kawasan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Kehadiran merchandise resmi Arema FC di Garuda Store menjadi bagian dari upaya untuk memperluas akses bagi Aremania dalam mendapatkan berbagai produk resmi klub. Tidak hanya di Malang, kini para pendukung Singo Edan di Jakarta dan sekitarnya juga dapat lebih mudah mendapatkan atribut resmi Arema FC.

Sejumlah produk resmi tersedia di Garuda Official Store, mulai dari jersey hingga poloshirt. Berbagai merchandise tersebut dapat menjadi pilihan bagi Aremania untuk menunjukkan identitas dan dukungan terhadap Arema FC dalam berbagai kesempatan.

Chief Business and Commercial Arema FC, Irma Prianti menyambut bangga hadirnya merchandise resmi Arema FC di Garuda Store. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah positif untuk mendekatkan produk resmi klub dengan basis pendukung yang berada di luar Malang.

 “Kami tentu senang merchandise resmi Arema FC kini bisa lebih mudah dijangkau oleh Aremania, khususnya yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Kehadiran produk di Garuda Store menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses terhadap merchandise resmi sekaligus membawa identitas Arema FC lebih dekat dengan Aremania,” ujar Irma.

Menurut Irma, merchandise resmi tidak hanya menjadi produk komersial, tetapi juga memiliki nilai sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan Aremania terhadap Arema FC. Oleh sebab itu, semakin luasnya titik penjualan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pendukung untuk mendapatkan produk resmi klub.

“Harapannya tentu Aremania bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan merchandise resmi Arema FC. Kami juga akan terus berupaya menghadirkan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan Aremania,” lanjutnya.

Bagi Aremania yang berada di Jakarta dan sekitarnya, merchandise resmi Arema FC dapat langsung didapatkan di Garuda Official Store yang berada di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Ring Road Stadion Utama, Gate G No. 10, Zona 9, Jakarta Pusat.
 

25 September 2026

Sapa Pelajar STM Turen, Program ‘Arema Goes to School’ Gelorakan Semangat Suporter Kreatif dan Edukatif

Sapa Pelajar STM Turen, Program ‘Arema Goes to School’ Gelorakan Semangat Suporter Kreatif dan Edukatif

MALANG – Program Arema FC Goes to School menyapa para pelajar di Kabupaten Malang. Kamis (24/9), SMK Turen (STM) menjadi tuan rumah antusiasme sekitar 1500 siswa yang hadir untuk bertatap muka langsung dengan manajemen dan pemain Arema FC.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen Arema FC, di antaranya Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, serta founding father Arema, Ovan Tobing. Turut hadir pula dua penggawa Singo Edan, yaitu kapten tim Johan Ahmat Farizi (Alfarizi) dan bek muda Alfiansyah, yang menjadi daya tarik utama bagi para siswa. Selain itu, Presidium Aremania juga turut terlibat dalam Arema FC Goes to School.

Area lapangan utama SMK Turen menjadi tempat berkumpulnya para siswa. Pelajar yang didominasi laki-laki tersebut, antusias mengikuti rangkaian acara. Namun, tak ketinggalan pelajar perempuan juga bersemangat ketika sesi talkshow.

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menekankan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus suporter Aremania yang santun, tertib, dan dewasa. Ia berharap para siswa SMK Turen dapat menjadi kelompok suporter yang menaati aturan serta mampu mendukung tim secara positif.

 "Pelajar di tingkat SMK/STM ini sudah memasuki usia mandiri. Kita harapkan adik-adik bisa menjadi suporter yang bertindak dewasa, menaati peraturan, no rasis, dan siap untuk kembali meramaikan serta 'nribun' bersama di Stadion Kanjuruhan dengan penuh tanggung jawab," ujar Sudarmaji.

Tak ketinggalan, Sudarmaji juga menyampaikan bila nantinya bisa terwujud skema penanganan tiket khusus pelajar guna mempermudah akses anak muda dalam memberikan dukungan langsung di stadion.

Sementara itu, Ovan Tobing tak kalah membakar semangat para siswa dengan gaya khasnya yang komunikatif dan energik. Bahkan, Bung OT mendorong para pelajar untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui chant dan pelajar SMK Turen bisa membuat lagu dukungan yang diciptakan khusus yang akhirnya bisa dinyanyikan di Stadion Kanjuruhan.

 "Semangat adik-adik di STM Turen ini luar biasa. Saya membayangkan, kalau suatu saat ada kreasi lagu dan chant yang diciptakan di sekolah bisa digelorakan bersama-sama saat mendukung Arema di stadion," tutur Ovan Tobing di hadapan ratusan siswa.

Selain itu, perwakilan Aremania Utas turut menyosialisasikan pentingnya edukasi dan pendaftaran Kartu Tanda Aremania (KTA) sebagai wadah resmi serta sarana komunikasi antarkorwil dan presidium.

Inspirasi dari Lapangan: Kerja Keras dan Kebanggaan

Antusiasme siswa semakin terasa saat memasuki sesi tanya jawab interaktif, di mana para pelajar berkesempatan melontarkan pertanyaan seputar pengalaman bertanding, peran kepemimpinan di lapangan, hingga masukan terkait penyelenggaraan pertandingan

Sesi berbagi pengalaman lewat talkshow bersama para pemain terlihat jadi momen yang paling ditunggu. Kapten tim Arema FC, Johan Ahmat Farizi, membagikan kisahnya yang meniti karier dari akademi hingga dipercaya mengenakan jersey Arema FC dan kini menjadi kapten tim.

Alfarizi mendapatkan pertanyaan dari salah satu pelajar, bagaimana dia ketika harus menghandle rekan-rekan di lapangan sebagai seorang kapten.

"Semua berawal dari mimpi. Menjadi kapten dan memimpin rekan-rekan di lapangan adalah tanggung jawab sekaligus kebanggaan yang besar. Kuncinya adalah disiplin, kerja keras tanpa henti, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan," ungkap Alfarizi.

Senada dengan sang kapten, pemain muda Alfiansyah juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak takut bermimpi dan mau berjuang melewati setiap proses tantangan.

Di akhir acara, STM Turen juga mengundang Apa Rapper untuk menghibur siswa-siswi. Kurang lebih enam lagu dinyanyikan secara bersama yang kian menggemuruhkan area lapangan sekolah yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen tersebut. 

Melalui program Arema Goes to School ini, Arema FC berharap hubungan antara klub, pelajar, dan komunitas suporter dapat terus terjalin erat demi menciptakan iklim sepak bola Malang yang kondusif, kreatif, dan membanggakan. (*)

24 September 2026

Kembali Tinjau Bersama Bupati Sanusi, Arema FC Semakin Dekat Kelola Stadion Kanjuruhan

Kembali Tinjau Bersama Bupati Sanusi, Arema FC Semakin Dekat Kelola Stadion Kanjuruhan

Malang — Arema FC semakin dekat untuk mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Perkembangan pembahasan tersebut kembali terlihat dalam pertemuan manajemen Arema FC dengan Bupati Malang H.M. Sanusi, Sabtu (19/9).

Dalam agenda tersebut, manajemen Arema FC bersama Bupati Malang mengelilingi kawasan Stadion Kanjuruhan. Peninjauan langsung itu sekaligus menjadi bagian dari pembicaraan yang lebih detail mengenai rencana pengelolaan stadion dan pengembangan kawasan secara terpadu.

CEO Arema FC Iwan Budianto hadir bersama General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi dan CMOC sekaligus Ketua Panpel Arema FC Bram Hady Sulton. Rombongan tidak hanya meninjau bagian utama stadion. Sejumlah titik di kawasan Stadion Kanjuruhan juga menjadi perhatian, termasuk fasilitas pendukung olahraga, area komersial serta Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di kawasan Gate 13.

Selain itu, rombongan juga melihat berbagai fasilitas olahraga yang berada di kompleks Stadion Kanjuruhan. Kawasan tersebut memiliki lintasan atletik, GOR olahraga, lapangan voli pantai dan voli tanah, lapangan bulu tangkis outdoor, dinding panjat tebing, arena skateboard, serta kolam renang indoor dan outdoor. Berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari potensi kawasan yang dapat dikembangkan apabila Arema FC nantinya mendapatkan hak pengelolaan.

Kawasan Stadion Kanjuruhan juga selama ini memiliki aktivitas komersial. Pada hari libur, sejumlah area kerap dimanfaatkan untuk kegiatan seperti pasar malam maupun pasar minggu. Aktivitas masyarakat juga terlihat melalui keberadaan pusat penjualan makanan, minuman dan suvenir di sekitar kawasan.

Potensi tersebut menjadi salah satu bagian yang ingin dikembangkan apabila Arema FC mendapatkan hak pengelolaan. Konsepnya bukan sekadar menyewakan stadion ketika ada pertandingan atau event, tetapi menciptakan ekosistem kegiatan yang bisa berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun melalui pengembangan olahraga, event, aktivitas masyarakat, sport tourism hingga sport science.

*Kanjuruhan dengan Konsep Legacy Safety*

Dalam pembahasan tersebut, Arema FC juga menyampaikan rencana konsep stadion legacy safety yang menjadi salah satu acuan dalam penataan kawasan Kanjuruhan ke depan. Konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan penataan kawasan secara modern dan aman, sekaligus mentransformasi Kanjuruhan menjadi simbol kebangkitan sepak bola nasional. Kawasan diharapkan dapat berkembang sebagai ruang terpadu yang ramah bagi keluarga dan wisatawan, namun tetap menghormati nilai-nilai sejarah dan kemanusiaan yang melekat pada Kanjuruhan.

Dengan pendekatan tersebut, aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan. Penataan tidak hanya menyentuh bangunan stadion, tetapi juga konektivitas antarfasilitas, pengelolaan aktivitas, ruang publik, fasilitas olahraga, area komersial serta ruang yang berkaitan dengan sejarah Kanjuruhan.

Arema FC sebelumnya juga telah menyiapkan gagasan agar pengelolaan kawasan tidak berhenti pada aktivitas pertandingan. Stadion dan fasilitas di sekitarnya diharapkan dapat hidup melalui berbagai kegiatan olahraga, pendidikan, event, wisata serta aktivitas ekonomi masyarakat.

CEO Arema FC Iwan Budianto sebelumnya telah menjelaskan bahwa apabila Arema FC mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan, akan ada banyak hal yang dapat dilakukan. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar berkaitan dengan penggunaan stadion untuk pertandingan, tetapi juga menyangkut perawatan fasilitas sekaligus upaya menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Iwan mengungkapkan bahwa proses menuju pengelolaan Stadion Kanjuruhan melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

IB optimistis kesepakatan mengenai pengelolaan stadion dapat segera tercapai sehingga Stadion Kanjuruhan nantinya bisa dikelola secara profesional oleh klub.
“Jika dikelola oleh klub, maka banyak nilai lebih yang bisa diambil. Kami bisa memperbaiki fasilitas penonton, bahkan menjadikannya pusat kegiatan ekonomi, tidak hanya untuk sepak bola tapi juga event lain seperti konser musik,” ujar Iwan.

Menurutnya, manajemen Arema FC juga telah menyiapkan rencana bisnis apabila hak pengelolaan tersebut diberikan. Konsep yang disiapkan tidak sebatas menjadikan stadion sebagai tempat pertandingan, tetapi membuatnya bisa beroperasi secara profesional dan berkelanjutan.

Pengelolaan mandiri dinilai dapat memudahkan perawatan dan perbaikan fasilitas penonton, pengaturan jadwal penggunaan stadion, sekaligus optimalisasi pendapatan dari berbagai aktivitas nonsepak bola.

*Sport Science untuk Pengembangan Performa Atlet*

Selain pengembangan kawasan dan sport tourism, Arema FC juga menyiapkan konsep pemanfaatan Stadion Kanjuruhan sebagai bagian dari ekosistem sport science. Gagasan ini diarahkan untuk menjadikan kawasan sebagai pusat performa atlet sekaligus ruang riset olahraga yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.

Salah satu pilarnya adalah pengembangan fasilitas dan program harian berupa laboratorium tes fisik, ruang analisis biomekanika, gym performa tinggi, serta fasilitas pemulihan atlet seperti ice bath, sauna dan hidroterapi yang dapat terintegrasi dengan kompleks kolam renang.

Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan tim utama Arema FC, tetapi juga akademi. Pemanfaatannya dapat dikembangkan untuk mendukung proses pembinaan atlet melalui pengukuran kondisi fisik, pemantauan perkembangan performa, pemulihan dan evaluasi secara berkala.

Konsep sport science juga membuka peluang layanan publik. Arema FC menyiapkan gagasan agar fasilitas tersebut dapat memberikan layanan pengukuran kondisi fisik, rehabilitasi cedera olahraga serta konsultasi nutrisi bagi atlet daerah, klub amatir maupun masyarakat umum.

Di sisi lain, pengembangan pusat sport science juga dapat menjadi ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kerja sama riset secara berkala dapat dilakukan dalam bidang manajemen olahraga, fisiologi olahraga, psikologi atlet hingga analisis data pertandingan atau match analytics.

Untuk pembinaan, pusat latihan akademi Arema FC dapat diintegrasikan dengan sistem pemantauan berbasis sport science. Program tersebut antara lain mencakup penggunaan data GPS tracker, analisis video taktis dan pemantauan perkembangan fisik pemain secara berkala.

Bahkan Arema FC juga menyiapkan gagasan  Youth Training Camp, berupa program coaching clinic dan bootcamp sepak bola secara berkala yang dapat diikuti talenta-talenta muda dari berbagai daerah. Dengan demikian, kawasan Kanjuruhan tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan talenta sepak bola.

Konsep tersebut menjadi bagian dari gagasan transformasi ekosistem Sport Tourism & Sport Science 365 Hari, di mana aktivitas kawasan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, baik melalui kompetisi, pemusatan latihan, pembinaan atlet, penelitian, layanan olahraga, event, maupun kegiatan wisata.

*Pembahasan Semakin Detail*

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa pertemuan dengan Bupati Malang menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi kawasan sekaligus memperdalam pembahasan mengenai skema pengelolaan. Menurut Yusrinal, pengelolaan Stadion Kanjuruhan membutuhkan pembahasan yang matang karena menyangkut berbagai aspek, mulai dari operasional, pemeliharaan fasilitas, penggunaan stadion hingga pengembangan potensi ekonomi kawasan.

“Yang pasti hari ini kami melihat langsung kawasan Stadion Kanjuruhan bersama Pak Bupati. Pembahasannya juga semakin detail, karena kami ingin memastikan konsep pengelolaan yang disiapkan Arema FC bisa berjalan dengan baik,” ujar Yusrinal.

Ia menambahkan, Arema FC tidak ingin pengelolaan stadion hanya berorientasi pada kepentingan klub. Jika nantinya kerja sama terealisasi, pengelolaan diharapkan juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar Stadion Kanjuruhan.

“Harapannya tentu stadion ini bisa menjadi fasilitas yang terus terawat, memiliki aktivitas yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.

Dengan peninjauan langsung ke berbagai titik kawasan dan pembahasan yang semakin detail, proses menuju pengelolaan Stadion Kanjuruhan oleh Arema FC terus menunjukkan perkembangan.

Jika hak pengelolaan tersebut terealisasi, Arema FC menyiapkan konsep yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan sepak bola, tetapi juga perawatan fasilitas, keselamatan dan kenyamanan, pengembangan kegiatan olahraga, sport tourism, sport science, penyelenggaraan berbagai event, pembinaan talenta muda serta optimalisasi potensi ekonomi kawasan.

Melalui konsep legacy safety, Kanjuruhan diarahkan untuk berkembang sebagai kawasan olahraga terpadu yang modern, aman dan berkelanjutan. Di saat yang sama, nilai sejarah dan kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam penataan kawasan, sehingga Kanjuruhan tidak hanya menjadi rumah bagi sepak bola, tetapi juga ruang olahraga, edukasi, aktivitas masyarakat dan kebangkitan ekosistem sepak bola nasional. (*)

19 September 2026

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Malang, 10 Juni 2026 – Arema FC menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi polemik pendaftaran logo Singa Bertindik. Manajemen Singo Edan telah menempuh langkah hukum dan administrasi yang diperlukan, termasuk mengajukan keberatan atas pendaftaran yang dilakukan pihak lain. Saat ini, klub memilih menghormati seluruh mekanisme yang berlaku sembari menunggu terbitnya legalitas resmi dari pemerintah sebagai landasan hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.

General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa sejak mengetahui adanya pendaftaran logo oleh pihak lain, manajemen segera mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas Arema yang memiliki nilai sejarah dan keterikatan kuat dengan klub maupun Aremania.

“Kami sudah menyampaikan keberatan terhadap proses yang dilakukan pihak lain terkait pendaftaran logo tersebut. Bagi Arema FC, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, tetapi bagian dari identitas klub yang memiliki sejarah panjang dan melekat dalam perjalanan Arema. Karena itu, kami mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi identitas tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yusrinal.

Selain menyampaikan keberatan, Arema FC juga telah mengajukan pendaftaran logo Singa Bertindik melalui jalur resmi kepada Direktorat Jenderal Kekayaaan Intelektual (DJKI). Saat ini, seluruh proses administrasi dan legal yang dibutuhkan 
masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.

Yusrinal menegaskan bahwa manajemen terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia juga menekankan bahwa pendaftaran yang diajukan Arema FC saat ini masih berada pada jalur yang semestinya.

“Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema FC sudah mendaftarkan logo Singa Bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya atau on track. Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional,” katanya.

Menurutnya, saat ini fokus utama manajemen adalah menunggu terbitnya legalitas resmi atas pendaftaran yang telah diajukan. Legalitas tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi klub untuk melangkah ke tahapan berikutnya.

“Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah. Setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan,” lanjutnya.

Meski demikian, Yusrinal menegaskan bahwa terbitnya legalitas bukan berarti perubahan penggunaan logo dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema FC memiliki berbagai kerja sama strategis yang harus diperhatikan dan disesuaikan terlebih dahulu.

“Setelah legalitas kami terima, bukan berarti keesokan harinya logo bisa langsung digunakan secara menyeluruh. Arema FC adalah perusahaan yang memiliki banyak kerja sama strategis dengan sponsor, vendor, mitra produksi, partner komersial, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam operasional klub. Seluruh proses perubahan identitas harus dilakukan secara terukur dan melalui tahapan yang matang,” jelasnya.

Perubahan identitas visual klub, lanjut Yusrinal, akan berdampak pada banyak aspek, mulai dari materi promosi, aset digital, merchandise, dokumen korporasi, perlengkapan pertandingan, hingga berbagai kerja sama komersial yang telah berjalan.

“Kami harus memastikan seluruh pihak yang bekerja sama dengan Arema FC mendapatkan informasi dan waktu penyesuaian yang cukup. Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat. Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Yusrinal menegaskan manajemen Arema FC akan terus mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, dan kepentingan jangka panjang klub dalam setiap keputusan yang diambil. Ia juga mengajak seluruh Aremania untuk tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses yang sedang berjalan.

“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Oleh sebab itu, kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui jalur yang benar akan menghasilkan keputusan yang baik pula bagi masa depan Arema FC,” tutup Yusrinal.

10 June 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Misi Kemanusiaan Akademi Arema

Misi Kemanusiaan Akademi Arema

Misi Kemanusiaan Akademi Arema

Akademi Arema tidak hanya mengajarkan bagaimana menguasai teknik sepak bola, tetapi juga menanamkan rasa kemanusiaan. Seperti yang ditunjukkan oleh Akademi Arema kelahiran 2008-2009 yang terlibat dalam pertandingan penggalangan dana untuk salah satu pelatih asal Tumpang , Kabupaten Malang, Agus Budiono yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

 

 

Bertempat di Lapangan Tulusayu, Tumpang pada Minggu (31/3/2019), Akademi Arema U-11 menurunkan dua tim sekaligus, masing-masing tim bermain tiga kali. Kehadiran Akademi Arema kelahiran 2008-2009 ternyata mampu memberikan warna yang berbeda.

“Sebenarnya hasil tidak menjadi ukuran di pertandingan amal ini. Tapi di sisi lain bagaimana kita bisa mengajarkan kepada anak-anak bahwa mereka sebenarnya bisa berbagi melalui sepak bola,” ungkap pelatih Akademi Arema kelahiran 2008-2009, Nanang Husni.

Dalam kegiatan tersebut Nanang Husni yang didampingi oleh asisten pelatih Himawan Artistyanto dan Wahyu Irawan serta pelatih kiper Trengginas terus memompa semangat pemain-pemain Akademi Arema. “Untuk anak seusia mereka yang dibutuhkan adalah motivasi agar mereka lebih enjoy bermain sepak bola,” tutur Nanang.

Hasil dari pertandingan amal yang diikuti oleh 64 SSB se Malang Raya tersebut kemudian disumbangkan kepada keluarga almarhum Agus Budiono yang merupakan pelatih Semeru FC yang meninggal saat penyelenggaraan Danone Cup yang diadakan di Abdurrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang.

31 March 2019

Taklukkan Dua Tim Surabaya, Singo Edan Muda Beri Kado Juara Di Ultah Arema FC

Taklukkan Dua Tim Surabaya, Singo Edan Muda Beri Kado Juara Di Ultah Arema FC

Taklukkan Dua Tim Surabaya, Singo Edan Muda Beri Kado Juara Di Ultah Arema FC

Dramatis, ungkapan itu pantas disematkan untuk anak-anak Arema FC U-14 yang berhasil menjadi juara Liga Sepak Bola pelajar U-14 yang memperebutkan Piala Menpora 2018 Jawa Timur setelah mengalahkan Bhayangkara di final yang diadakan di Lapangan luar Stadion Gajayana, Kota Malang pada (11/8/2018).

 

 

Pada babak semifinal Arema FC berhasil mengalahkan SFC Surabaya dengan skor 3-2.

 

Final berlangsung menegangkan, setelah tertinggal 1-0 oleh Bhayangkara, di tambahan waktu yang kurang menyisakan hanya beberapa detik, kapten Arema FC U14 Didan Paulista berhasil menyamakan kedudukan yang akhirnya membuahkan adu penalti untuk menentukan pemenang.

Adu penalti berjalan hingga masing-masing tim menjalani lima eksekusi tetapi hasil tetap imbang. Sebagai penentuan maka diputuskan melewati babak sudden death.

Bhayangkara yang berhak menjadi eksekutor akhirnya gagal memasukkan setelah bola hanya membentur mistar gawang.

Dengan demikian diputuskan Arema FC U-14 menjadi juara dan berhak mewakili Jawa Timur.

Pada laga yang penuh gengsi itu menarik perhatian petinggi-petinggi Arema FC, hadir langsung CEO Arema FC Iwan Budianto dan general manager Ruddy Widodo.

Babak berikutnya Arema FC U-14 akan bersaing dengan tim-tim dari seluruh Indonesia di Bali pada 2-7 September mendatang.

 

Dramatis, ungkapan itu pantas disematkan untuk anak-anak Arema FC U-14 yang berhasil menjadi juara Liga Sepak Bola pelajar U-14 yang memperebutkan Piala Menpora 2018 Jawa Timur setelah mengalahkan Bhayangkara di final yang diadakan di Lapangan luar Stadion Gajayana, Kota Malang pada (11/8/2018).

Pada babak semifinal Arema FC berhasil mengalahkan SFC Surabaya dengan skor 3-2.

 

Final berlangsung menegangkan, setelah tertinggal 1-0 oleh Bhayangkara, di tambahan waktu yang kurang menyisakan hanya beberapa detik, kapten Arema FC U14 Didan Paulista berhasil menyamakan kedudukan yang akhirnya membuahkan adu penalti untuk menentukan pemenang.

Adu penalti berjalan hingga masing-masing tim menjalani lima eksekusi tetapi hasil tetap imbang. Sebagai penentuan maka diputuskan melewati babak sudden death.

Bhayangkara yang berhak menjadi eksekutor akhirnya gagal memasukkan setelah bola hanya membentur mistar gawang.

Dengan demikian diputuskan Arema FC U-14 menjadi juara dan berhak mewakili Jawa Timur.

Pada laga yang penuh gengsi itu menarik perhatian petinggi-petinggi Arema FC, hadir langsung CEO Arema FC Iwan Budianto dan general manager Ruddy Widodo.

Babak berikutnya Arema FC U-14 akan bersaing dengan tim-tim dari seluruh Indonesia di Bali pada 2-7 September mendatang.

11 August 2018

Memaknai “Lebih Edan” Di 31 Tahun Arema FC

Memaknai “Lebih Edan” Di 31 Tahun Arema FC

Memaknai “Lebih Edan” Di 31 Tahun Arema FC

Lembar demi lembar perjalanan Arema FC akhirnya mencapai usia 31 tahun. Sebuah usia yang matang untuk sebuah klub sepak bola dengan perjuangan yang berdarah-darah.

 

Tiga dekade lebih yang sudah dilalui memberikan semangat tersendiri, semangat untuk LEBIH EDAN yang menjadi jargon yang harus diteriakkan dengan lantang di ulang tahun ke 31.
Dalam filosofi Arek-arek Malang, Edan lebih dari sekedar gila. Edan diartikan sebagai sesuatu yang mengundang decak kagum. Kekaguman akan nilai-nilai semangat dan kebersamaan untuk mempertahankan kebanggaan yang sama yakni Arema.
LEBIH EDAN juga merupakan apresiasi terhadap dukungan Aremania selama ini. Mereka selalu LEBIH EDAN dalam memberikan dukungan kepada tim, sehingga bisa merawat semboyan Arema tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana.
Dari sisi pemain di lapangan, hal ini bisa menjadi motivasi tersendiri. Arema bukanlah perjalanan yang dibangun dengan setengah-setengah. Tetapi dibangun dengan segenap panggilan jiwa dan semangat lebih.
Filosofi Logo
Pada peringatan ulang tahun ke 31 tahun ini dengan tegas menonjolkan singa jantan dengan gagahnya memegang erat angka satu. Kenapa angka satu? Harapannya Arema akan selalu menjadi nomor satu. Di sisi lain, usia tidak hanya merepresentasikan angka, tetapi juga sebuah perjalanan panjang. Sang singa mengibaratkan usia adalah nyawa yang harus dipegang dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Semangat diibaratkan adalah api yang menyala-nyala. Hal itu disimbolkan dengan simbol api berwarna merah yang melingkari sosok singa yang mengaum. Simbol api dibuat saling menyatu satu sama lain, hal ini menandakan bahwa untuk menjaga api tetap menyala dibutuhkan semangat persatuan dan kesatuan.

10 August 2018

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup