BERITA

Dua Hari Terakhir, Lomba Storytelling Arema 'The Greatness' Masih Buka Kesempatan Kirimkan Karya

Dua Hari Terakhir, Lomba Storytelling Arema 'The Greatness' Masih Buka Kesempatan Kirimkan Karya

AREMAFC.COM – Kesempatan masyarakat dan Aremania untuk ambil bagian dalam Lomba Storytelling Arema 2026: “The Greatness” masih terbuka. Memasuki dua hari terakhir, panitia masih memberikan kesempatan bagi peserta yang ingin mengirimkan karya dan menceritakan kisah tentang Arema melalui kreativitas masing-masing.

Lomba yang digelar dalam rangka HUT ke-39 Arema FC dan HUT ke-6 Malang Posco Media tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi. Hingga Jumat (14/8), sudah banyak karya yang masuk dari tiga kategori yang dilombakan, yakni video, tulisan, dan foto storytelling.

Redaktur Olahraga sekaligus penanggung jawab Lomba Story Telling Malang Posco Media, Buari, mengatakan antusiasme peserta sejauh ini cukup menggembirakan. Namun, pihaknya masih membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mencoba berkompetisi dengan mengangkat cerita tentang Arema.

“Lombanya sudah cukup ramai. Sudah banyak yang mengirimkan karya dari ketiga kategori yang kami buka, baik video, tulisan maupun foto. Tetapi kami masih menunggu teman-teman yang mungkin baru ingin mencoba berkompetisi dan menceritakan tentang Arema melalui versinya masing-masing,” ujar Buari.

Menurutnya, dua hari terakhir dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menuangkan pengalaman, kenangan, kebanggaan maupun cerita menarik lainnya tentang Arema ke dalam sebuah karya.

“Kalau masih ada yang punya cerita tentang Arema, tentang pengalaman, kebanggaan, perjuangan, atau momen yang berkesan, silakan dituangkan. Dua hari terakhir ini masih bisa dimanfaatkan untuk ikut berkompetisi,” tambahnya.

Head of Media and Publication Arema FC, Stenly Rehardson, sebelumnya menyampaikan bahwa lomba ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kecintaan terhadap Arema melalui karya kreatif.

“Arema bukan sekadar klub sepak bola. Arema adalah kebanggaan, perjuangan, persaudaraan, dan cerita yang hidup di hati jutaan Aremania. Melalui lomba ini, kami ingin masyarakat menuangkan cerita terbaik mereka tentang Arema dalam karya yang kreatif dan layak dikenang,” ujar Stenly.

Kompetisi ini terbuka untuk umum dan **gratis**. Peserta dapat memilih salah satu dari tiga kategori.

Pertama, **Video Storytelling** dengan durasi maksimal 60 detik. Kedua, **Tulisan Storytelling** maksimal 300 kata atau maksimal 10 slide Instagram Carousel. Ketiga, **Foto Storytelling** maksimal 10 slide Instagram Carousel.

Periode pengiriman karya berlangsung hingga 15 Agustus 2026. Sedangkan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 17 Agustus 2026 melalui Instagram @aremacofficial dan @malangposcomedia.

Untuk mengikuti lomba, peserta wajib mengikuti akun Instagram **@aremacofficial, @aremafcofficialstore, dan @malangposcomedia**, kemudian mengunggah karya melalui akun pribadi dengan menandai akun @aremacofficial dan @malangposcomedia.

Peserta juga wajib menggunakan hashtag **#LombaStorytelling #Aremafc #MalangPosComedia #The39reatness #sixasik**.

Selain kreativitas, aspek etika dan orisinalitas menjadi perhatian dalam penilaian. Karya yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, pornografi, maupun kekerasan tidak akan ditoleransi.

Panitia menyiapkan hadiah untuk tiga pemenang di masing-masing kategori, serta satu pemenang favorit berdasarkan jumlah like dan comment terbanyak.

Jadi, bagi masyarakat dan Aremania yang masih memiliki cerita tentang Arema, dua hari terakhir ini menjadi kesempatan untuk ikut ambil bagian dan menunjukkan versi “The Greatness” melalui karya masing-masing.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi narahubung WhatsApp di 0822-5773-1000

14 August 2026

Menelusuri Auman Singa di Balik Legenda Selecta: Dari Goa Mistis Hingga Taman Raksasa

Menelusuri Auman Singa di Balik Legenda Selecta: Dari Goa Mistis Hingga Taman Raksasa

Bumi Seribu Singa


Berbeda dengan patung singa di Malang yang menjadi ikon kota dan simbol kebanggaan Arek-arek, di Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu, suara singa tidak terdengar dari auman marmer yang kaku. Di sini, singa "berbicara" dengan cara yang lebih atraktif: menjadi sebuah gua, menjadi taman bermain, dan menjadi saksi bisu perjalanan pariwisata dari masa kolonial hingga kini.

Jika patung singa di Malang adalah monumen yang melindungi, maka singa di Selecta adalah hiburan yang merangkul.

---

1928: Ketika Singa Pertama Kali "Dibangun"

Selecta bukanlah taman rekreasi biasa. Didirikan pada tahun 1928 oleh warga Belanda bernama De reyter De Wild (atau Franciscus de Ruitjer de Wildt). Awalnya bernama Selectie— yang berarti "terpilih" — tempat ini dibangun sebagai tempat peristirahatan para pembesar Pemerintah Hindia Belanda.

Di masa kejayaannya, Selecta adalah hotel mewah dengan kolam renang dan taman yang asri. Namun, pada masa Revolusi fisik, Selecta sempat dibumihanguskan sebagai bagian dari taktik agar aset tersebut tidak jatuh kembali ke tangan Belanda.

Pada tahun 1949, 47 tokoh masyarakat setempat patungan membeli Selecta dengan harga Rp 305.000, sebuah angka fantastis di masa ketika emas satu gram hanya Rp 10. Setahun kemudian, tepatnya 19 Januari 1950, Selecta diresmikan kembali dan menjadi milik rakyat. Di tengah hiruk-pikuk sejarah panjang itulah, sosok singa mulai "dibangun" di Selecta.


Gua Singa: Bukan Sekadar Patung, Tapi Petualangan

Di antara deretan patung hewan raksasa yang menjadi ciri khas Selecta, ada satu ikon yang paling menonjol: Gua Singa (atau Goa Singa). Berbeda dengan patung singa pada umumnya yang hanya bisa dipandang, Gua Singa adalah patung kepala singa raksasa yang menjadi pintu masuk sebuah terowongan. Ketika pengunjung melangkahkan kaki ke dalam "mulut singa", mereka akan memasuki lorong buatan sepanjang sekitar 20 meter dengan tinggi 180 cm.

"Saking senangnya..." tulis seorang pengunjung dalam catatan perjalanannya, menggambarkan kegembiraan saat menjelajahi terowongan di bawah pohon beringin rindang itu.

Gua Singa bukan hanya wahana, tetapi juga menjadi ikon visual Selecta. Banyak artikel dan ulasan wisata menyebutkan bahwa "patung kepala singa" ini adalah daya tarik utama yang tak boleh dilewatkan.


Taman Singa dan Raksasa Lainnya

Selain Gua Singa, Selecta juga memiliki wahana bernama Taman Singa. Meskipun tidak terdokumentasi secara detail sebagai patung tunggal, keberadaan taman ini menegaskan bahwa singa adalah tema sentral di destinasi wisata legendaris ini.

Bersama dengan patung-patung hewan raksasa lainnya, singa-singa di Selecta menjadi bagian dari ekosistem taman bunga yang hijau dan sejuk, dengan suhu rata-rata 17 derajat Celcius di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut.

*Singa dan Sejarah yang Tak Terpisahkan*

Mengapa singa? Sama seperti di Malang, jawabannya kembali ke akar sejarah. Wilayah Batu dan sekitarnya sejak abad ke-10 telah dikenal sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan. Dan singa, sebagai simbol kekuatan dan kewibawaan, adalah pilihan alamiah untuk menghiasi tempat peristirahatan para bangsawan, baik di era kerajaan maupun di era kolonial.

Bahkan Presiden Soekarno, yang pernah singgah di Selecta selama 15 hari pada masa pendudukan Jepang, mencatatkan pesan agar Selecta dibangun secara mandiri demi kebanggaan nasional. Di bawah kepemimpinan putra-putri Indonesia, singa-singa di Selecta terus "mengaum"—menyambut jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Patung singa di Selecta berbeda dari saudara-saudaranya di Malang. Jika singa di Taman Dempo dan Taman Trunojoyo adalah penjaga yang khusyuk, maka singa di Selecta adalah penghibur yang ceria. Ia tidak hanya diam memandang, tetapi mengajak masuk ke dalam mulutnya, menjelajahi lorong gelap, dan keluar di sisi lain dengan senyuman. Di sinilah letak keajaiban Selecta: sebuah tempat di mana sejarah, hiburan, dan simbolisme bertemu dalam satu harmoni yang abadi. (*)

13 August 2026

Iwan Budianto Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam atas Tragedi Kanjuruhan

Iwan Budianto Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam atas Tragedi Kanjuruhan

IB: Bicara Arema FC (Part 1)

MALANG –CEO Arema FC, Iwan Budianto, akhirnya buka suara mengenai Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu. 

Dalam sebuah podcast di kanal YouTube resmi Arema FC, Iwan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak atas kejadian tersebut.

“Pertama-tama, dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang paling dalam dari lubuk hati saya, baik atas nama pribadi, atas nama manajemen Arema, maupun atas nama PSSI,” ujar IB, demikian panggilan akrabnya.

IB menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga korban, warga Malang Raya, serta seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia yang terdampak secara luas akibat tragedi tersebut 

Penjelasan Mengenai Posisi Iwan Budianto Saat Tragedi

Menjawab pertanyaan publik mengenai keberadaannya pasca-kejadian, Iwan menjelaskan bahwa saat itu ia sangat menghormati tatanan legal formal. 

Ia menegaskan bahwa pada saat tragedi terjadi, secara struktur ia sudah menarik diri dari manajemen harian Arema FC sejak 2019 
.
Di sisi lain, Iwan yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, harus fokus menjalankan tugas organisasi di Jakarta di tengah situasi federasi yang sangat rawan sanksi. 

Iwan mengungkapkan bahwa ia terlibat aktif dalam korespondensi dengan pihak FIFA dan AFC untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi berat, serta menjalani serangkaian proses pemeriksaan hukum.

Sempat Terlintas Wacana Membubarkan Arema

IB juga blak-blakan mengakui bahwa dalam masa sulit pasca-tragedi, sempat terlintas di pikirannya untuk membubarkan klub Arema FC. 

Hal itu didorong oleh rasa lelah menghadapi proses hukum, hujatan, hingga penyerangan terhadap kantor Arema.

Namun, niat tersebut urung dilakukan setelah ia menerima dukungan dan motivasi, terutama dari salah satu keluarga korban yang memintanya agar Arema tidak bubar dan tetap semangat l. 

Hal tersebut menjadi titik balik manajemen untuk terus melanjutkan eksistensi klub dan berkomitmen memberikan perhatian kepada keluarga korban.

“Begitu ada salah satu perwakilan keluarga korban yang memberi motivasi, saya benar-benar meneteskan air mata. Saya merasa zalim jika membubarkan Arema sementara ada orang yang berharap klub ini tetap ada,” tutur IB. 

Transformasi Positif Sepak Bola Indonesia

IB menekankan bahwa terlepas dari hujatan yang masih ada, Tragedi Kanjuruhan telah menjadi katalisator bagi transformasi besar dalam industri sepak bola nasional. Ia menyoroti perubahan signifikan dalam standar keamanan dan keselamatan (safety and security) di stadion-stadion seluruh Indonesia yang kini lebih rigid dan mengikuti aturan FIFA serta Polri.

“Mau diakui atau tidak, ada sekian puluh stadion dibangun semenjak kejadian itu yang menyesuaikan standar safety,” jelas IB.

Iwan menutup pernyataannya dengan komitmen bahwa manajemen akan terus berbenah dan berusaha berbuat yang terbaik ke depan, meskipun ia menyadari bahwa bagi sebagian orang, rasa benci mungkin sulit untuk dihapuskan.

Video selengkapnya: https://youtu.be/zMp8rww-Dfc?si=hQV168YDjIH7VnOy 

13 August 2026

Arema FC Gandeng Ultras Malang Sediakan Official Casual Wear di Musim 2026/27

Arema FC Gandeng Ultras Malang Sediakan Official Casual Wear di Musim 2026/27

MALANG – Arema FC resmi mengumumkan kerja sama dengan brand lokal Ultras Malang sebagai penyedia official casual wear tim untuk musim 2026/2027. Melalui kesepakatan satu musim ini, produk kasual asli Malang bakal menjadi seragam resmi skuad Singo Edan di luar agenda pertandingan.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis Arema FC dalam memperluas potensi komersial, sekaligus menghadirkan identitas visual baru bagi para pemain di luar lapangan.

Kesepakatan kerja sama antara Arema FC dan Apparel Ultras Malang ini berlangsung di Kandang Singa (Kantor Arema FC), Rabu (12/8) siang. Owner Ultras Malang Ivan Syahrul, didampigi Manajer Store Tjiptadi Purnomo menerangkan mengenai kesepakatan yang sekaligus menguatkan kolaborasi kedua belah pihak.

Manajer Store Arema FC, Tjiptadi Purnomo, menjelaskan bahwa seluruh pakaian yang dikenakan pemain dan ofisial dalam aktivitas non-pertandingan akan mengusung lini produk dari Ultras Malang.
"Kerja sama ini berjalan untuk satu musim. Nanti kebutuhan casual wear pemain dan tim akan didukung sepenuhnya oleh Ultras," ujarnya.

Pakaian kasual ini nantinya akan dikenakan para pemain dalam berbagai agenda tim, mulai dari perjalanan awayday hingga saat menuju stadion. Tjiptadi menegaskan ada pembagian peran yang jelas antara apparel pertandingan dan casual wear. Untuk kebutuhan resmi laga dan sesi konferensi pers, Singo Edan tetap menggunakan perlengkapan dari Etams.

"Jadi berbeda dengan Etams yang digunakan untuk pertandingan serta press conference match sebelum maupun sesudah pertandingan. Kalau untuk casual wear, pemain dan tim bersama Ultras," jelas Tjiptadi.

Dipilihnya Ultras Malang sebagai mitra bukan tanpa alasan. Menurut pria yang akrab disapa Adi ini, brand tersebut memiliki rekam jejak yang kuat dan tempat tersendiri di hati Aremania. Selain itu, Ultras juga pernah jadi Apparel Arema di era Rise To Fight, 2012-2013.

Dia menambahkan, untuk pembicaraan kolaborasi ini sebenarnya sudah digagas sejak musim lalu sebelum akhirnya terealisasi musim ini. Ke depan, kerja sama ini juga berpeluang merambah ke sektor produksi official merchandise klub.

"Ultras ini brand yang sudah sangat ternama di Malang dan disukai Aremania. Kami melihat ada peluang besar di sini," tambahnya.

Sementara itu, Owner apparel Ultras Malang, Ivan Syahrul, menyambut hangat kerja sama resmi ini. Keterlibatan ini menegaskan komitmen Ultras Malang yang konsisten bergerak di lini kasual selama satu dekade terakhir.

"Kami menyambut baik kesempatan ini untuk kembali men-support Arema dari sisi yang lain. Sesuai concern yang kami jalankan selama 10 tahun terakhir, fokus kami memang di lini kasual," ungkap Ivan.

Ivan menambahkan, kemitraan ini terjalin harmonis tanpa menggeser apparel utama tim. Dia pun menyampaikan apresiasinya kepada manajemen Arema FC dan pihak Etams yang memberikan ruang bagi brand lokal untuk tumbuh bersama.

"Terima kasih kepada manajemen Arema FC dan pihak Etams yang memberikan space bagi kami, brand lokal, untuk dapat men-support bersama-sama dalam mengarungi perjalanan kompetisi mendatang," kata Ivan.

Kemitraan ini dipastikan tidak hanya menguntungkan dari sisi citra brand, melainkan juga memberi dampak finansial langsung bagi klub. Ivan menegaskan, dari setiap unit penjualan produk kolaborasi ini, ada persentase kontribusi yang disalurkan kembali untuk mendukung kas Arema FC.

"Harapan kami kerja sama ini memberikan dampak positif bagi Ultras secara brand dan Arema secara klub. Ke depan, dalam setiap penjualan akan ada kontribusi langsung dari kami untuk Arema FC. Semoga Arema diberi kemudahan dan kejayaan di kompetisi musim ini," pungkasnya. (*)

12 August 2026

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Malang — Arema FC membuat keputusan strategis menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Manajemen Tim Singo Edan mengangkat Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, ke jajaran kepelatihan tim senior.

Keputusan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk promosi bagi Doni yang telah belasan tahun berkontribusi dalam pengembangan pemain muda Arema FC. Penunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya klub memenuhi regulasi kompetisi yang diberlakukan operator i.League pada musim 2026/2027.

Pada musim ini, klub yang menggunakan pelatih kepala asing diwajibkan memiliki asisten pelatih lokal dengan lisensi A AFC. Arema FC yang masih mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Marcos Santos kemudian mengambil langkah dengan menempatkan Doni Suherman dalam jajaran staf kepelatihan tim senior.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah klub untuk memenuhi regulasi sekaligus memperkuat kebutuhan teknis tim.
"Memang ada regulasi bahwa ketika kita menggunakan pelatih kepala asing, harus ada dua asisten pelatih lokal yang memiliki lisensi A AFC. Coach Doni memenuhi kriteria tersebut. Tetapi tentu bukan hanya karena regulasi itu kami memilih Coach Doni," ujar Yusrinal.

Menurutnya, pengalaman Doni Suherman selama berada di lingkungan Akademi Arema menjadi pertimbangan penting lainnya. Selama belasan tahun, Doni telah terlibat langsung dalam proses pembinaan pemain muda sehingga memiliki pemahaman mengenai karakter dan perkembangan talenta yang dimiliki Arema FC.

"Kami melihat Coach Doni sudah cukup lama bersama Akademi Arema. Dia memahami proses pembinaan, tahu karakter pemain-pemain muda kita dan juga tahu bagaimana perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke tim senior," lanjutnya.

Pria dengan sapaan akrab Inal ini menambahkan, kehadiran Doni di tim senior akan membuat komunikasi antara akademi dengan tim utama semakin dekat. Terlebih, Arema FC ingin memberikan ruang lebih besar kepada pemain lokal dan pemain muda untuk berkembang hingga mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.

"Jadi kami ingin ada koneksi yang lebih kuat antara akademi dengan tim senior. Ketika ada pemain muda yang berkembang dan dianggap sudah memiliki potensi untuk naik, tim senior bisa mendapatkan informasi secara langsung. Tidak hanya melihat pemain ketika sudah muncul di permukaan, tetapi prosesnya sudah dipantau sejak di akademi," jelasnya.

Menurut Yusrinal, kebutuhan tersebut semakin penting dalam membangun komposisi skuad yang kompetitif sekaligus berkelanjutan. Tim senior membutuhkan pemain yang siap secara teknis, sementara akademi menjadi salah satu sumber utama untuk menghasilkan pemain lokal yang dapat diproyeksikan ke masa depan.

"Kami membutuhkan orang yang bisa memberikan input kepada tim pelatih mengenai pemain lokal, terutama pemain muda. Karena orang yang berada di akademi setiap hari tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Dia tahu perkembangan pemain, bukan hanya dari pertandingan, tetapi juga dari proses latihan dan pembinaannya," katanya.

Doni sendiri bukan sosok baru dalam lingkungan Arema FC. Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain, ia melanjutkan pengabdiannya di Akademi Arema dan telah berkecimpung dalam proses pembinaan pemain muda selama belasan tahun. Selain itu, saat ini dipercaya sebagai Head of Youth Development atau menjadi kepala pengembangan pemain muda. Dalam beberapa musim terakhir, keputusan pemain muda dari Akademi Arema yang dinilai patut dipromosikan ke tim senior, tidak luput dari pantauan pria berdomisili di Gadang, Kota Malang tersebut. 

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan peran barunya. Dengan berada lebih dekat dengan tim senior, diharapkan mampu memberikan masukan secara langsung kepada jajaran pelatih mengenai potensi pemain yang berkembang di level akademi, termasuk karakter, kemampuan, hingga kesiapan mereka apabila mendapatkan kesempatan naik ke level profesional.

"Harapannya tentu bukan hanya untuk musim ini. Kami ingin membangun jalur yang jelas dari akademi menuju tim senior. Kalau ada pemain yang memang punya potensi, kami ingin prosesnya terpantau dan komunikasinya tidak terputus," kata Yusrinal.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesinambungan program pembinaan pemain muda dengan kebutuhan tim senior. Doni akan menjadi bagian dari tim kepelatihan yang dipimpin Marcos Santos dalam menghadapi Super League 2026/2027.

"Pada akhirnya kami ingin tim senior dan akademi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada kesinambungan. Akademi menghasilkan pemain, tim senior membutuhkan pemain, dan staf pelatih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pemain-pemain tersebut. Coach Doni kami harapkan menjadi salah satu jembatan dalam proses itu," pungkasnya. (*)

12 August 2026

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Mulai Akhir Pekan Ini; Semarak HUT ke-39 dan Komitmen Pembinaan Generasi Muda

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Mulai Akhir Pekan Ini; Semarak HUT ke-39 dan Komitmen Pembinaan Generasi Muda

Malang — Semangat pembinaan generasi muda menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC. Salah satunya diwujudkan melalui Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 yang akan digelar di Lapangan ARG Lawang, Kabupaten Malang, mulai Sabtu- Minggu (15-16 Agustus 2026).

Untuk yang pertama, kelompok yang bermain adalah dari KU-10. Lantas pekan berikutnya, 22-23 Agustus akan digelar bagi KU-12. 
Festival tersebut mempertemukan puluhan akademi dan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai daerah dalam sebuah kompetisi usia dini yang tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, karakter, serta jiwa kompetitif yang tetap menjunjung tinggi sportivitas.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan Festival Akademi Arema menjadi salah satu bagian dari rangkaian HUT ke-39 Arema FC. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian klub terhadap pembinaan sepak bola usia muda.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-39 Arema FC, *TH39REATNESS*, yang tidak semata-mata berbicara tentang perjalanan klub, tetapi juga bagaimana Arema terus menghadirkan sesuatu yang positif bagi lingkungan dan generasi penerus. "Pembinaan usia muda ini menjadi bagian penting dari perjalanan Arema. Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman berkompetisi sejak dini, memiliki jiwa kompetitif, tetapi tetap mengedepankan sportivitas dan nilai-nilai positif," ujar Yusrinal.

Oleh sebab itu, Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 diharapkan bukan hanya mencari siapa yang menjadi juara. "Yang lebih penting adalah memberikan pengalaman bertanding kepada anak-anak, bagaimana mereka menghadapi pertandingan, bekerja sama dalam tim, dan tetap menjunjung sportivitas," kata dia.

Festival Akademi Arema diikuti total 96 tim SSB dan akademi dari berbagai daerah. Peserta terbagi dalam tiga kelompok umur, yakni KU-10 sebanyak 40 tim, KU-12 sebanyak 40 tim, dan KU-14 sebanyak 16 tim.

Head of Arema FC Academy, Riyan Meidi Wijaya, menyebut festival ini menjadi kesempatan penting bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dalam atmosfer kompetisi yang lebih terstruktur. "Event ini menjadi comeback kegiatan bagi Akademi Arema FC yang kali terakhir menyelenggarakan Festival Akademi sekitar 7 tahun lalu. Covid-19 menjadi salah satu faktor utama festival kala itu vakum dan Alhamdulillah tahun ini bisa digelar kembali," tutur dia.

Menurut Riyan, kompetisi usia dini memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter pemain. Karena itu, atmosfer pertandingan harus dibuat kompetitif sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta.

"Anak-anak harus menikmati prosesnya. Mereka boleh memiliki target untuk menang, punya jiwa kompetitif, tetapi harus tetap sportif dan menghargai lawan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Project Event Officer Arema FC, Denny Herlambang, menegaskan bahwa Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 dirancang dengan standar penyelenggaraan yang profesional. Konsep kegiatan tidak hanya berfokus pada pertandingan sepak bola, tetapi juga mengombinasikan unsur 
fun & entertainment.

"Event ini kami desain secara profesional. Jadi bukan hanya pertandingan, tetapi bagaimana anak-anak dan keluarga yang datang bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Kami mengombinasikan kompetisi dengan unsur fun dan entertainment," ujar Denny.

Aspek keselamatan peserta juga menjadi perhatian panitia. Para atlet muda mendapatkan proteksi melalui BPJS Ketenagakerjaan selama mengikuti kegiatan.

Selain itu, panitia menerapkan proses screening usia secara ketat untuk memastikan seluruh peserta bertanding sesuai dengan kategori umur yang telah ditentukan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas kompetisi sekaligus memberikan rasa aman dan adil bagi seluruh tim peserta.

Festival ini juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat sekitar. Panitia menyediakan ruang bagi pelaku UMKM lokal melalui bazar yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Dengan demikian, Festival Akademi Arema tidak hanya menjadi panggung kompetisi sepak bola usia muda, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-39 Arema FC yang membawa semangat pembinaan, sportivitas, hiburan, serta pemberdayaan masyarakat. (*)

11 August 2026

Filosofi Religi di Balik Nopol Bus Baru Arema FC: Isyarat Kebangkitan dan Derajat yang Ditinggikan

Filosofi Religi di Balik Nopol Bus Baru Arema FC: Isyarat Kebangkitan dan Derajat yang Ditinggikan

Malang – Manajemen Arema FC resmi meluncurkan bus operasional baru tim dalam sebuah seremoni khidmat di Kandang Singa, Jl. Mayjen Pandjaitan No. 42, Kota Malang hari ini, Selasa 11 Agustus 2026 sebagai rangkaian HUT ke 39 Arema FC.

Selain kemegahan dan kenyamanan fasilitas barunya, perhatian publik langsung tertuju pada nomor polisi unik yang tersemat pada bus tersebut, yakni N 7887 IB.

Keunikan nopol ini ternyata menyimpan filosofi religi mendalam yang dibedah langsung oleh narasumber utama acara, Ustadz Zainal Abidin dari Yayasan Sunan Kalijaga yang memimpin doa dan tausiyah.

Di hadapan manajemen dan kalangan media, beliau menjabarkan bahwa deretan angka dan huruf tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan isyarat spiritual bagi masa depan 

Singo Edan.Kado Spesial dari CEO Iwan Budianto

Ustadz Zainal Abidin mengawali penjelasannya dengan membedah dua huruf di bagian akhir nopol, yaitu IB. 

Secara administratif dan internal klub, huruf tersebut merupakan representasi langsung dari sang pemberi kado.

“Huruf belakang IB ini menandakan bahwa bus megah ini merupakan kado istimewa dari CEO Arema FC, Iwan Budianto. Ini adalah wujud komitmen total beliau untuk fasilitas dan kenyamanan perjuangan tim. Semoga Pak IB selalu dilimpahi berkah barokah," ujar Ustadz Zainal Abidin di sela-sela acara peluncuran.

Angka 78: Surat An-Naba' dan Keniscayaan Hari Kebangkitan

Lebih lanjut, Ustadz Zainal Abidin mengaitkan angka 78 pada nopol tersebut dengan urutan surat dalam kitab suci Al-Qur'an, yaitu Surat An-Naba'. 

Surat ke-78 ini secara garis besar menceritakan tentang berita besar mengenai hari kebangkitan setelah terjadinya kiamat.

Beliau merefleksikan makna surat ini dengan badai ujian bertubi-tubi yang sempat mendera Arema FC dalam beberapa waktu terakhir.

"Arema FC telah menunjukkan sikap istikamah konsisten dan teguh pendirian dalam menghadapi ujian yang luar biasa berat. Angka 78 dari Surat An-Naba' ini mengingatkan kita bahwa setelah kehancuran atau keterpurukan, pasti akan datang hari untuk bangkit dan berbenah. Kebangkitan Arema FC adalah sebuah keniscayaan," tegasnya penuh optimisme.

Angka 87: Surat Al-A'la, Doa untuk Derajat yang Tinggi

Sementara itu, dua angka berikutnya yaitu 87, merujuk pada Surat Al-A'la, surat ke-87 dalam Al-Qur'an yang memiliki arti "Yang Maha Tinggi".

Ustadz Zainal Abidin menutup tausiyah singkatnya dengan memberikan doa dan harapan besar agar Arema FC bisa memetik hikmah pasca-ujian dan kembali ke tempat tertinggi di kancah sepak bola nasional.

"Ini adalah janji Allah, bahwa setelah hamba-Nya diuji dan mampu bersabar, maka derajatnya akan ditinggikan. Kami semua berdoa, melalui momentum peluncuran bus baru ini, Arema FC ke depannya akan semakin membaik, semakin profesional, dan mampu meraih prestasi yang tinggi di kancah sepak bola," pungkas perwakilan dari Yayasan Sunan Kalijaga tersebut.

Dengan diperkenalkannya armada baru berkekuatan filosofi religi ini, Arema FC siap menatap kompetisi dengan semangat baru, membawa misi kebangkitan dari Malang untuk sepak bola Indonesia. (**)

11 August 2026

Rayakan HUT ke-39, Arema FC Perkenalkan Bus Anyar Berpelat Nomor Hoki N 7887 IB

Rayakan HUT ke-39, Arema FC Perkenalkan Bus Anyar Berpelat Nomor Hoki N 7887 IB

Malang – Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC, Selasa (11/8) pagi, terasa istimewa. Bertempat di Kandang Singa, Jalan Mayjend Panjaitan 42, Kota Malang, manajemen Singo Edan secara resmi memperkenalkan bus operasional anyar yang menjadi kado khusus dari CEO Arema FC, Iwan Budianto.

Peluncuran armada baru tersebut berlangsung sederhana dan penuh khidmat. Selain dihadiri awak media, Arema FC juga mengundang anak-anak panti asuhan dari Yayasan Sunan Kalijaga (Yasuka) untuk mengikuti doa bersama.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan perayaan HUT ke-39 kembali dimanfaatkan klub sebagai momentum untuk bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam beberapa tahun terakhir, kata dia, manajemen memang memilih merayakan hari jadi klub melalui doa bersama dan tasyakuran sederhana, bukan pesta yang berlebihan.

"Beberapa tahun terakhir ini kita meyakini untuk merayakan ulang tahun dengan memilih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami rasa kami harus sangat bersyukur sekali atas rida yang sudah diberikan. Karena sampai detik ini Arema FC bisa bertahan dari semua badai. Setiap tahunnya kita mulai memperbaiki diri, berbenah, dan menjaga eksistensi tim," ujar Yusrinal.

Menurut Inal, sapaan Yusrinal, manajemen memilih fokus pada aspek spiritual dan operasional klub. Sementara untuk urusan euforia perayaan bersama Aremania, hal tersebut menjadi ranah Presidium Aremania.

"Kalau ada yang bertanya kenapa tidak ada acara gebyar di lapangan, kami sudah bicara dengan Pak Ali Rifki (Koordinator Presidium Aremania Utas). Euforia di lapangan atau di luar itu areanya pihak presidium untuk berpesta bersama teman-teman Aremania. Kami dari manajemen menyokong dari doa saja," tuturnya.

Di balik hadirnya dua armada baru tersebut, terdapat perhatian manajemen terhadap kebutuhan operasional tim. Yusrinal menjelaskan, keputusan menghadirkan bus baru berawal dari laporan mengenai kondisi bus lama yang sempat mengalami sejumlah kendala.

Aspirasi tersebut kemudian mendapat respons langsung dari Board of Directors (BOD) dan CEO Arema FC, Iwan Budianto.

"Ini bukti dari pihak BOD dan Pak Iwan Budianto selaku CEO mendengarkan progres dan melihat langkah perbaikan infrastruktur yang kita ambil. Begitu kita melaporkan kondisi bus kemarin yang sempat beberapa kali bermasalah, beliau langsung oke: 'Nanti buat ulang tahunnya tak kasih bus'. Bahkan tidak hanya satu, ada dua unit," bebernya.

Dua armada tersebut diproyeksikan untuk mendukung berbagai kebutuhan Arema FC. Satu bus akan digunakan untuk kebutuhan tim, mulai pertandingan hingga latihan, sedangkan satu unit lainnya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional klub.

"Satu unit untuk kebutuhan tim setiap match, pertandingan, dan latihan. Lalu ada satu lagi untuk kebutuhan operasional lainnya. Semoga dengan adanya bus baru ini membawa langkah kebaikan, menjadikan muhasabah agar Arema FC ke depannya tambah lebih baik, lebih kuat, dan makin mempererat masyarakat Malang Raya," harap Yusrinal.

Salah satu armada anyar tersebut tampil dengan pelat nomor N 7887 IB. Bus ini dibangun di atas sasis Mercedes-Benz OH 1626 gres rakitan 2025 dengan balutan bodi dari karoseri Morodadi Prima, Malang.

Kombinasi sasis dan karoseri tersebut dilengkapi sistem suspensi udara (air suspension) yang menunjang kenyamanan perjalanan sekaligus aspek keamanan. Sementara satu armada lainnya merupakan bus keluaran Mercedes-Benz tahun 2023.

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyebut kehadiran bus baru tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas operasional. Lebih dari itu, armada baru menjadi simbol semangat kebangkitan Arema FC.

Dia mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh keluarga besar Arema untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas keberkahan waktu, kesehatan, dan silaturahmi yang masih terjaga.

"Pagi ini menandai kebangkitan kita bersama. Anda bisa lihat nanti di salah satu sudut paling utama di bus ini, sebenarnya tidak sekadar busnya, besarnya, mewahnya, atau jaminan keselamatannya. Tapi di situ terselip sebuah nopol yang luar biasa: N 7887 IB," jelas Sudarmaji.

Sudarmaji kemudian mengaitkan pelat nomor tersebut dengan sosok Iwan Budianto yang memberikan bus sebagai kado HUT Arema FC.

"Bus kalau tanpa nopol, istilahnya sama saja orang gagah, tampan seperti tanpa pakaian, tapi jalan-jalan di pasar. Orang pasti curiga. Nah, nopol ini memiliki filosofi luar biasa. Kode 'IB' tentu bukan rahasia lagi, itu adalah inisial Pak Iwan Budianto, karena ini memang kado yang luar biasa buat kita semua," selorohnya.

Menurut Sudarmaji, pelat nomor tersebut juga diharapkan menjadi simbol keberuntungan, keselamatan, dan kekompakan bagi tim Singo Edan dalam menjalani perjalanan kompetisi. "Ini memberikan motivasi, inspirasi, dan yang paling penting memberi sugesti keberuntungan, keselamatan, serta kekompakan," imbuhnya.

Setelah prosesi pengenalan armada, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan pita. Bus anyar tersebut kemudian digunakan untuk perjalanan pertamanya.

Anak-anak panti asuhan Yasuka bersama awak media mendapat kesempatan menjadi penumpang pertama yang menjajal armada baru Arema FC. Mereka tidak hanya melihat langsung interior bus, tetapi juga merasakan kenyamanannya dengan berkeliling Kota Malang, tepat pada momentum HUT ke-39 Singo Edan. (*)

11 August 2026

Peringati HUT ke-39 Arema, Mbah Kusno Aksi Jalan Mundur dari Kandang Singa ke Kanjuruhan

Peringati HUT ke-39 Arema, Mbah Kusno Aksi Jalan Mundur dari Kandang Singa ke Kanjuruhan

Malang – Unik dan penuh semangat. Seorang pria lanjut usia bernama Kusno Hadi (78), asal Janti, Kota Malang, menggelar aksi jalan mundur sejauh kurang lebih 23 kilometer demi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema. Pria yang akrab disapa Mbah Kusno tersebut mengawali langkah mundurnya dari Kandang Singa (kantor Arema FC) menuju titik akhir di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Mbah Kusno pun berpamitan ke manajemen Arema FC sebelum berangkat. Aksinya bukan semata-mata karena sebuah nazar, melainkan bentuk jiwa dan dedikasi kecintaannya sebagai suporter setia tim berjuluk Singo Edan.

"Bukan nazar, ini orang saya Arema kok nazar. Setiap tahun pasti (melakukan aksi ini) untuk memperingati HUT Arema," ujar Mbah Kusno saat ditemui sebelum berangkat.

Menempuh jarak puluhan kilometer dengan cara berjalan mundur tentu membutuhkan ketahanan fisik yang tak main-main, terlebih di usianya yang sudah berkepala tujuh. Namun, Mbah Kusno mengaku telah melakukan persiapan fisik sejak jauh-jauh hari melalui rutinitas olahraga harian.

Ketika ditanya mengenai resep atau "jimat" rahasia yang membuatnya tetap kuat menempuh rute panjang tersebut, Mbah Kusno menjawabnya dengan kelakar khas Malang.  "Yang penting punya jimat. Jimatnya ya uang! Kalau tidak punya jimat (uang) ya susah," selorohnya sambil tertawa.


Pesan Kedamaian untuk Aremania dan Arema

Aksi jalan mundur ini dilakukan secara mandiri oleh Mbah Kusno. Di tengah momentum peringatan hari jadi Arema, ia menyimpan harapan besar agar seluruh pendukung dan tim Arema senantiasa diberikan keselamatan, kerukunan, serta semangat juang yang tinggi. Dia juga berpesan agar para suporter bisa bersikap dewasa dalam menerima setiap hasil pertandingan yang diraih oleh tim kesayangan.

"Ya moga-moga selamat, rukun, dan semangat. Jangan menyesal, kalau kalah ya kalah. Wong namanya sudah permainan," pungkas Mbah Kusno. (*)

11 August 2026

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Malang, 10 Juni 2026 – Arema FC menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi polemik pendaftaran logo Singa Bertindik. Manajemen Singo Edan telah menempuh langkah hukum dan administrasi yang diperlukan, termasuk mengajukan keberatan atas pendaftaran yang dilakukan pihak lain. Saat ini, klub memilih menghormati seluruh mekanisme yang berlaku sembari menunggu terbitnya legalitas resmi dari pemerintah sebagai landasan hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.

General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa sejak mengetahui adanya pendaftaran logo oleh pihak lain, manajemen segera mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas Arema yang memiliki nilai sejarah dan keterikatan kuat dengan klub maupun Aremania.

“Kami sudah menyampaikan keberatan terhadap proses yang dilakukan pihak lain terkait pendaftaran logo tersebut. Bagi Arema FC, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, tetapi bagian dari identitas klub yang memiliki sejarah panjang dan melekat dalam perjalanan Arema. Karena itu, kami mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi identitas tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yusrinal.

Selain menyampaikan keberatan, Arema FC juga telah mengajukan pendaftaran logo Singa Bertindik melalui jalur resmi kepada Direktorat Jenderal Kekayaaan Intelektual (DJKI). Saat ini, seluruh proses administrasi dan legal yang dibutuhkan 
masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.

Yusrinal menegaskan bahwa manajemen terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia juga menekankan bahwa pendaftaran yang diajukan Arema FC saat ini masih berada pada jalur yang semestinya.

“Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema FC sudah mendaftarkan logo Singa Bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya atau on track. Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional,” katanya.

Menurutnya, saat ini fokus utama manajemen adalah menunggu terbitnya legalitas resmi atas pendaftaran yang telah diajukan. Legalitas tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi klub untuk melangkah ke tahapan berikutnya.

“Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah. Setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan,” lanjutnya.

Meski demikian, Yusrinal menegaskan bahwa terbitnya legalitas bukan berarti perubahan penggunaan logo dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema FC memiliki berbagai kerja sama strategis yang harus diperhatikan dan disesuaikan terlebih dahulu.

“Setelah legalitas kami terima, bukan berarti keesokan harinya logo bisa langsung digunakan secara menyeluruh. Arema FC adalah perusahaan yang memiliki banyak kerja sama strategis dengan sponsor, vendor, mitra produksi, partner komersial, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam operasional klub. Seluruh proses perubahan identitas harus dilakukan secara terukur dan melalui tahapan yang matang,” jelasnya.

Perubahan identitas visual klub, lanjut Yusrinal, akan berdampak pada banyak aspek, mulai dari materi promosi, aset digital, merchandise, dokumen korporasi, perlengkapan pertandingan, hingga berbagai kerja sama komersial yang telah berjalan.

“Kami harus memastikan seluruh pihak yang bekerja sama dengan Arema FC mendapatkan informasi dan waktu penyesuaian yang cukup. Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat. Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Yusrinal menegaskan manajemen Arema FC akan terus mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, dan kepentingan jangka panjang klub dalam setiap keputusan yang diambil. Ia juga mengajak seluruh Aremania untuk tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses yang sedang berjalan.

“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Oleh sebab itu, kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui jalur yang benar akan menghasilkan keputusan yang baik pula bagi masa depan Arema FC,” tutup Yusrinal.

10 June 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

MALANG - Tiket menuju putaran Provinsi Jawa Timur berhasil diamankan Arema FC U-15. Status itu diraih setelah tim besutan Imam Hanafi sukses mempertahankan gelar juara Piala Soeratin U-15 Regional Kota Malang berkat kemenangan tipis 1-0 atas Blayu FC pada partai final di Lapangan ARG, Lawang, Jumat (31/7).

Kemenangan Arema FC ditentukan lewat gol tunggal Muhammad Alfadli Prasetya melalui eksekusi tendangan penalti pada menit ke-29. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan usai, sekaligus memastikan Singo Edan muda kembali menjadi kampiun di tingkat regional.

Pelatih Arema FC U-15, Imam Hanafi, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya mempertahankan gelar. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal penting sebelum tim melangkah ke putaran tingkat provinsi sebagai wakil Kota Malang.

"Yang pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan nikmat luar biasa di hari ini. Semua berjalan lancar dan kami bisa mempertahankan juara di regional Kota Malang. Kami akan menjadi wakil Kota Malang di tingkat provinsi," ujar Imam Hanafi.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras sepanjang turnamen. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan mempertahankan gelar, namun mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan yang lebih berat sudah menanti.

Meski sukses menjadi juara, Imam menegaskan timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia menjelaskan, skuad Arema FC U-15 memang dipersiapkan sebagai fondasi untuk tampil di Elite Pro Academy (EPA) Super League sehingga Piala Soeratin menjadi bagian dari proses pembentukan tim.

"Sebetulnya tim ini dipersiapkan untuk Elite Pro Academy Super League. Jadi Piala Soeratin ini menjadi jembatan menuju ke sana. Walaupun kami keluar sebagai juara, masih banyak evaluasi karena persaingan di EPA Super League akan jauh lebih berat," katanya.

Karena itu, Arema FC U-15 masih akan melakukan sejumlah pembenahan sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Imam menilai kualitas persaingan di tingkat provinsi maupun Elite Pro Academy berada di level yang lebih tinggi sehingga tim perlu diperkuat.

"Kalau kita melihat peta kekuatan di tingkat provinsi dan EPA belum sesuai harapan, maka akan ada pembenahan dan kemungkinan penambahan pemain yang lebih berkualitas sesuai level provinsi dan EPA," tutupnya. (*)

31 July 2026

Impian Menuju Malang: Talenta Muda Bali Unjuk Gigi di Seleksi Terbuka Arema FC Academy

Impian Menuju Malang: Talenta Muda Bali Unjuk Gigi di Seleksi Terbuka Arema FC Academy

BALI— Akademi Arema FC melebarkan sayapnya ke Pulau Dewata dalam menjaring talenta-talenta muda berbakat. Seleksi terbuka di luar kota yang pada periode ini digelar Sabtu (11/7) dan bertempat di Lapangan Debes, Tabanan, Bali. Puluhan anak-anak dan remaja di Bali tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi demi membuka jalan menuju karier sepak bola profesional bersama tim Singo Edan.

Tim talent scouting Akademi Arema FC dipimpin langsung oleh Endrik Vedes Waluyo. Dia mengaku sangat puas dengan semangat dan kualitas yang ditunjukkan oleh para peserta sejak awal kegiatan dimulai.

"Alhamdulillah hari ini anak-anak peserta sangat antusias sekali. Semangat mereka luar biasa. Banyak dari mereka yang memiliki cita-cita besar untuk bergabung dengan Arema. Itulah yang kami cari," ujar Coach Hendrik.

Dia menambahkan bahwa dari manajemen Akademi Arema FC memberikan dukungan penuh agar agenda pencarian bakat di luar Malang ini bisa berjalan maksimal. Selain di Bali, seleksi terbuka digelar di Purwakarta.

Sementara itu, kesuksesan seleksi terbuka di Bali ini tidak lepas dari peran Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Debes Bali selaku tuan rumah dan fasilitator kegiatan. I Wayan Suadiastra, Kepala SSB Putra Debas Bali di dampingi oleh Pak Dede, salah satu orang tua dari talenta muda bali yang terlebih dahulu telah bergabung dengan Akademi Arema FC, sangat menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pihak Arema FC.

"Kami selaku SSB Putra Debes Bali bertindak sebagai fasilitator dan jembatan. Kami sangat berterima kasih kepada Coach Hendrik dan manajemen Arema yang sudah memercayai kami untuk menyelenggarakan seleksi yang luar biasa ini," katanya.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka bagi tim-tim Liga 1 lainnya yang ingin melakukan pembinaan atau seleksi pemain di Bali, demi membantu anak-anak lokal berkiprah di level profesional.

Dari sisi peserta, seleksi ini menjadi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu peserta seleksi, Rafa, mengungkapkan rasa syukurnya karena proses seleksi berjalan dengan sangat baik dan kompetitif.

"Terima kasih untuk hari ini, seleksi berjalan sangat baik. Alasan saya ikut seleksi ini karena ingin mengejar cita-cita. Harapannya bisa lolos dan berangkat ke Malang," ungkap Rafa optimistis. (*)

11 July 2026

Arema FC Promosikan Dua Talenta Akademi ke Tim Senior

Arema FC Promosikan Dua Talenta Akademi ke Tim Senior

MALANG – Arema FC kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun regenerasi pemain dengan mempromosikan dua talenta terbaik Akademi Arema FC ke tim senior untuk menyambut kompetisi musim 2026/2027. Dua pemain yang mendapatkan kesempatan tersebut adalah Abyan Adwitya Wisnu Pratista (kelahiran 2007) dan Azmiy Aziz HS (kelahiran 2006).

Abyan merupakan putra asli Malang yang berposisi sebagai gelandang. Sementara itu, Azmiy Aziz HS merupakan pemain asal Padang yang beroperasi di sektor bek kiri. Keduanya berhasil menunjukkan perkembangan yang konsisten selama menimba ilmu di Akademi Arema FC hingga akhirnya mendapat kepercayaan untuk bergabung bersama skuad senior.

Promosi kedua pemain ini menjadi bukti bahwa jalur pembinaan yang dijalankan Arema FC terus berjalan berkesinambungan. Klub memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda hasil akademi untuk menembus skuad utama melalui proses pembinaan, evaluasi, dan perkembangan performa yang berkelanjutan.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, promosi Abyan dan Azmiy merupakan bagian dari komitmen klub dalam memberikan ruang bagi pemain hasil pembinaan internal untuk berkembang di level profesional.

"Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di Akademi Arema FC memiliki kesinambungan hingga ke tim senior. Abyan dan Azmiy menunjukkan perkembangan yang baik selama proses pembinaan, sehingga mereka layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari skuad utama musim ini," ujar Yusrinal.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan kepada kedua pemain tersebut juga menjadi pesan bahwa Arema FC selalu membuka jalan bagi talenta muda yang mampu menunjukkan kualitas, disiplin, dan etos kerja selama menjalani pembinaan.

"Kami berharap promosi ini menjadi motivasi bagi seluruh pemain Akademi Arema FC. Pintu menuju tim senior selalu terbuka bagi siapa pun yang mampu membuktikan kualitasnya. Sekarang tantangannya adalah terus berkembang, beradaptasi dengan atmosfer tim senior, dan memanfaatkan kepercayaan yang telah diberikan," tambahnya.

Sementara itu, Head of Academy Arema FC Riyan Meidi Wijaya menilai, promosi kedua pemain tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten di Akademi Arema FC. Menurutnya, Abyan dan Azmiy telah menunjukkan perkembangan yang positif sehingga layak mendapatkan kesempatan untuk naik ke level yang lebih tinggi.

"Promosi Abyan dan Azmiy merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah mereka jalani di Akademi Arema FC. Mereka menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari sisi teknik, taktik, maupun mental. Kesempatan ini adalah buah dari kerja keras mereka selama ini," kata Riyan.

Riyan menegaskan bahwa bergabung dengan tim senior bukanlah akhir dari proses pembinaan. Sebaliknya, keduanya akan menghadapi tantangan baru untuk terus berkembang dan bersaing di level profesional.

"Kami berharap mereka tetap rendah hati, terus belajar, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan di tim senior. Semoga kehadiran mereka juga menjadi inspirasi bagi adik-adik di Akademi Arema FC bahwa setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk menembus tim utama apabila mampu menunjukkan kualitas dan komitmen dalam setiap proses pembinaan," pungkasnya.

Promosi Abyan Adwitya Wisnu Pratista dan Azmiy Aziz HS menegaskan komitmen Arema FC dalam membangun fondasi tim yang kuat melalui pembinaan pemain muda. Kehadiran gelandang muda asli Malang dan bek kiri potensial asal Padang ini diharapkan mampu menambah kedalaman skuad Singo Edan sekaligus menjadi bagian dari regenerasi yang berkelanjutan dalam menghadapi kompetisi musim 2026/2027. (*)

06 July 2026

Seleksi Terbuka Arema FC Academy Disambut Antusias, Orang Tua dan Pembina Berharap Lahir Generasi Baru Singo Edan

Seleksi Terbuka Arema FC Academy Disambut Antusias, Orang Tua dan Pembina Berharap Lahir Generasi Baru Singo Edan

MALANG – Pelaksanaan seleksi terbuka Akademi Arema FC yang digelar di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang, pada 27-28 Juni 2026, mendapat sambutan antusias dari peserta, orang tua, hingga para pembina akademi sepak bola. Seleksi yang diperuntukkan bagi kelompok usia U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 ini diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda yang kelak memperkuat Arema FC.

Pembina G-Soccer Academy Semarang, Yudi, menilai langkah Arema FC kembali menggelar seleksi terbuka menjadi momentum penting dalam membangun kekuatan pembinaan usia muda.

"Kesan saya ini baik. Ini menjadi awal kebangkitan untuk menunjukkan bahwa Arema juga bisa melahirkan pemain-pemain muda berkualitas. Saya berharap seleksi ini menghasilkan talenta yang bagus, berani bertarung, tidak hanya memiliki skill, tetapi juga fisik yang mumpuni," ujar Yudi.

Yudi membawa dua pemain terbaik binaannya mengikuti seleksi. Menurutnya, kedua pemain tersebut telah melalui proses pembinaan yang matang dan siap bersaing mendapatkan tempat di Akademi Arema FC.

"Saya membawa dua anak karena yang lainnya sudah bergabung dengan klub lain. Saya berharap mereka bisa bersaing di sini dan nantinya bermain untuk Arema. Mereka memang sudah melalui pembinaan, bahkan salah satunya sering menjadi top skor dan membantu tim meraih juara. Kami memilih pemain yang benar-benar siap untuk kesempatan ini," katanya.

Antusiasme juga datang dari orang tua peserta asal Tosari, Bromo Tengger, Iin. Dia memandang seleksi ini sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi putranya, terlepas dari hasil yang akan diperoleh.

"Semoga setelah mengikuti seleksi ini, putra saya bisa memperbaiki diri dan berlatih lebih giat lagi. Kalau belum berhasil di kelompok usia sekarang, mudah-mudahan masih ada kesempatan di kelompok usia berikutnya. Prosesnya tidak berhenti di sini," ungkapnya.

Iin mengaku tetap optimistis meski menyadari kemampuan putranya masih perlu ditingkatkan. "Kalau peluang lolos mungkin sekitar 50 persen. Tapi dari seleksi ini kami bisa melihat apa saja yang masih menjadi kekurangan. Itu akan menjadi bahan evaluasi agar dia lebih semangat mengejar cita-citanya menjadi pemain Arema," ujarnya.

Dia berharap seleksi Akademi Arema FC dapat digelar lebih rutin agar semakin banyak pemain muda memiliki kesempatan menunjukkan perkembangan mereka.
"Kalau bisa setahun dua kali. Dengan begitu anak-anak punya kesempatan untuk memperbaiki kekurangannya dan mencoba lagi tanpa harus menunggu terlalu lama," katanya.

Sementara itu, warga Pisang Candi, Kota Malang, Ambon mengaku membawa dua putranya, salah satunya lahir pada 2017 dan untuk pertama kalinya mengikuti seleksi Akademi Arema FC.

"Harapannya memang sejak dulu anak-anak ingin ikut Akademi Arema. Ini baru kesempatan pertama karena sebelumnya masih ada kesibukan," ujarnya.

Pak Ambon berharap kedua anaknya dapat menjadi bagian dari masa depan klub kebanggaan masyarakat Malang tersebut. "Harapannya mereka bisa menjadi generasi penerus Arema. Untuk Akademi Arema sendiri semoga semakin maju dan semakin jaya," pungkasnya. (*)

27 June 2026

Seleksi Arema FC Academy Temukan Banyak Talenta Berkualitas, U16 & U18 Bikin Kagum

Seleksi Arema FC Academy Temukan Banyak Talenta Berkualitas, U16 & U18 Bikin Kagum

MALANG – Hari pertama seleksi terbuka Akademi Arema FC di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang, Sabtu (27/6/2026), menghasilkan banyak temuan positif. Tim pelatih menilai animo peserta sangat tinggi, sekaligus menemukan sejumlah pemain yang dinilai memiliki kualitas di atas skuad reguler akademi saat ini.

Seleksi yang diikuti kelompok usia U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 tersebut menjadi bagian dari upaya Arema FC memperkuat fondasi pembinaan pemain muda sekaligus menjaring talenta terbaik untuk memperkuat berbagai kompetisi usia dini.

Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, mengaku puas dengan kualitas peserta yang mengikuti seleksi pada hari pertama. Menurutnya, khusus kelompok usia U-16 dan U-18, banyak pemain yang mampu menunjukkan kemampuan di atas ekspektasi tim pelatih.

"Untuk seleksi hari ini saya kira sangat bagus. Terutama di kelompok U-16 dan U-18 dipenuhi anak-anak yang berkualitas. Yang saya lihat, kita mendapatkan pemain-pemain yang sedikit di atas kualitas pemain reguler yang kita miliki. Saya bersyukur karena di seleksi ini kita bisa mendapatkan pemain-pemain yang sebelumnya belum kita miliki," kata Doni.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit peserta yang berpeluang direkrut. Bahkan, khusus di kelompok U-18, Doni menilai terdapat lebih dari satu tim yang memiliki kualitas sesuai karakter permainan yang diterapkan Akademi Arema FC.

"Yang direkrut tentu ada cukup banyak. Mereka adalah pemain-pemain potensial yang dalam dua hingga tiga tahun ke depan bisa menunjukkan kualitasnya di kelompok usia masing-masing. Terutama di U-18, banyak anak-anak yang bisa bersaing dengan pemain reguler kami. Bahkan saya melihat ada lebih dari satu tim yang memiliki karakter bermain sesuai dengan filosofi Arema," ujarnya.

Menurut Doni, pelaksanaan seleksi terbuka akan menjadi agenda rutin Akademi Arema FC. Idealnya, seleksi digelar dua kali dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan skuad di berbagai ajang kompetisi usia muda.

"Dalam satu tahun memang harus ada dua kali seleksi. Karena kami harus mengikuti banyak kompetisi seperti Elite Pro Academy (EPA), Piala Soeratin, MJL, hingga Liga Topskor. Target utama kami adalah menyiapkan tim yang kompetitif di EPA, sehingga kami membutuhkan pemain-pemain dengan kualitas terbaik. Dari seleksi hari ini saya melihat banyak anak yang layak masuk ke tim EPA," jelasnya.

Lebih jauh, Doni menegaskan tujuan utama pembinaan di Akademi Arema FC tidak hanya mengejar prestasi di level usia muda, tetapi juga mencetak pemain yang siap menembus tim senior.

"Dua-duanya menjadi tujuan kami. Kami ingin meraih prestasi, tetapi yang paling utama adalah mencetak pemain agar bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, terutama ke tim senior. Karena itu, seluruh pelatih harus mampu membina pemain sesuai filosofi bermain yang sudah menjadi identitas Akademi Arema FC," pungkasnya. (*)

27 June 2026

Sambut HUT ke-39, Arema FC Gelar Festival Sepakbola Grassroot 2026 untuk Pembinaan Talenta Muda

Sambut HUT ke-39, Arema FC Gelar Festival Sepakbola Grassroot 2026 untuk Pembinaan Talenta Muda

MALANG – Merayakan perjalanan panjangnya di kancah sepak bola nasional, Arema FC bersiap menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-39 dengan fokus pada pembinaan usia muda. Sebagai salah satu rangkaian utama dalam perayaan hari jadi tersebut, klub secara resmi mengumumkan gelaran turnamen kelompok umur bertajuk *"Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026".*

Public Relation and Marcom Arema FC, Munif B. Wakid, mengungkapkan bahwa festival ini sengaja diintegrasikan dengan momentum ulang tahun klub untuk menegaskan kembali komitmen Arema FC terhadap masa depan sepak bola Indonesia.

“Ulang tahun ke-39 ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi momentum bagi Arema FC untuk kembali ke akar pembinaan. Melalui Arema FC Grassroot 2026, kami ingin memberikan panggung yang kompetitif namun edukatif bagi anak-anak. Kami berharap bisa memantau langsung bibit-bibit unggul yang kelak menjadi penerus kejayaan klub ini,” ujar Munif.

Munif juga menyampaikan, klub membuka peluang kepada banyak pihak untuk turut bermitra sponsor event akbar ini. “Kita membuka akses promosi dalam program event ini untuk mensukseskan sekaligus respect terhadap pengembangan sepakbola usia dini,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Project Event Officer Arema FC Grassroot 2026, Deni Herlambang, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan fondasi jangka panjang klub. Kompetisi ini dirancang untuk menyatukan visi pembinaan secara nasional.

"Event ini adalah bagian nyata dari program keberlanjutan Arema FC Academy. Target besar kami adalah menjadikan akademi ini sebagai pabrikan pemain usia dini yang handal. Untuk mewujudkannya, kami bersinergi dan berkolaborasi erat dengan SSB serta akademi di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di wilayah Malang Raya," tegas Deni Herlambang.

Festival yang menjadi kado bagi pembinaan usia muda ini dibagi menjadi tiga kategori usia (KU) dan akan berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026 di ARG Soccerfield, Malang:

Kelompok Umur 10 Tahun (KU-10): Kelahiran 2016 – 2017. Kick-off pada 15–16 Agustus 2026.

Kelompok Umur 12 Tahun (KU-12): Kelahiran 2014 – 2015. Kick-off pada 22–23 Agustus 2026.

Kelompok Umur 14 Tahun (KU-14): Kelahiran 2012 – 2013. Kick-off pada 27–29 Agustus 2026.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menerapkan kuota peserta yang ketat. Kategori KU-10 dan KU-12 masing-masing dibatasi hanya untuk 40 tim. 

Sementara untuk kategori KU-14, kuota yang disediakan sangat terbatas, yaitu hanya untuk 16 tim peserta.

Biaya investasi registrasi per tim ditetapkan sebesar Rp 1.000.000 untuk kategori KU-10 dan KU-12, serta Rp 1.250.000 untuk kategori KU-14.

Pihak manajemen mengimbau kepada seluruh SSB dan akademi untuk memanfaatkan momentum perayaan ini dan segera mendaftarkan tim mereka. 

Pendaftaran dapat dilakukan dengan memindai kode QR pada poster resmi atau melalui akun Instagram @aremafootballacademy_official dan @aremafestival

Informasi lebih lanjut mengenai teknis pendaftaran dapat menghubungi pihak panitia melalui *Izza (0851-0044-0270)* atau *Sasa (0877-8336-9820).*

25 June 2026

Arema FC Women Academy di Semarang Juara 1st Anniversary Persisac Pertiwi 2026

Arema FC Women Academy di Semarang Juara 1st Anniversary Persisac Pertiwi 2026

MALANG – Arema FC Women Academy di Semarang mulai menunjukkan hasil pembinaan yang menjanjikan. Belum genap setahun sejak dibuka di Kota Lumpia, akademi tersebut sukses mengukir prestasi dengan meraih gelar juara turnamen U-14 1st Anniversary Persisac Pertiwi 2026 yang digelar di Lapangan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Minggu (14/6).

Dalam turnamen yang diikuti 16 tim tersebut, Arema FC Women Academy menurunkan dua tim sekaligus, yakni AFCW Academy dan Arema FC Women. Seluruh pemain yang tampil merupakan hasil pembinaan akademi Arema FC Women Semarang.

Perjalanan Arema FC Women menuju tangga juara tidak mudah. Setelah melalui babak grup, di babak perempat final mereka berhasil menyingkirkan Djatayu dengan skor tipis 1-0. Langkah mereka berlanjut ke semifinal setelah kembali meraih kemenangan 1-0 atas Ratanika.

Konsistensi permainan yang ditunjukkan sepanjang turnamen membawa Arema FC Women melangkah ke partai puncak menghadapi Persisac Yellow. Di laga final, tim muda Singo Edan Putri mampu tampil tenang dan memastikan diri keluar sebagai juara turnamen.

Head Coach Arema FC Women Nanang Habibi mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari proses latihan yang selama ini dijalankan secara konsisten.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Anak-anak menunjukkan semangat, disiplin, dan kemauan belajar yang luar biasa selama turnamen. Bagi kami, ini bukan hanya soal gelar juara, tetapi juga bukti bahwa proses pembinaan yang kami jalankan mulai menunjukkan hasil," ujar Nanang.

Menurut dia, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pemain untuk terus berkembang. Terlebih, usia akademi di Semarang masih relatif muda.

"Kami ingin membangun fondasi yang kuat untuk sepak bola putri usia dini. Prestasi ini tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak terus berkembang dan memiliki kesempatan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi di masa depan," tambahnya.

Tak hanya membawa pulang trofi juara, pemain Arema FC Women Academy di Semarang juga meraih penghargaan individu. Janeeta Alodya dinobatkan sebagai top skor turnamen berkat ketajamannya di lini depan, sedangkan Ayuningtyas Rahma terpilih sebagai kiper terbaik setelah tampil solid dan berkontribusi besar menjaga gawang tim sepanjang kompetisi.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian awal yang manis bagi Arema FC Women Academy di Kota Semarang. Dalam usia yang belum genap setahun, akademi tersebut sudah mampu menunjukkan eksistensinya di kancah sepak bola putri usia muda dan menjadi salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan di Jawa Tengah. (*)

16 June 2026

Berburu Talenta di Jawa Barat dan Bali, Arema FC Academy Gelar Seleksi Terbuka Besar-Besaran 2026

Berburu Talenta di Jawa Barat dan Bali, Arema FC Academy Gelar Seleksi Terbuka Besar-Besaran 2026

MALANG – Arema FC Academy resmi melebarkan sayap pencarian bakat sepak bola usia dini secara masif ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Zona Jawa Barat dan Zona Bali. 

Untuk wilayah Jawa Barat, seleksi akan digelar lebih awal pada 4-5 Juli 2026 di Lapangan Stadion Cinangka Binangkit, Purwakarta, sebelum nantinya dilanjutkan ke wilayah Bali pada 10-11 Juli 2026 di Stadion Debes, Tabanan.

Langkah strategis ini diambil untuk menjaring talenta muda terbaik dari berbagai daerah guna dipersiapkan masuk ke dalam ekosistem sepak bola profesional dan kompetisi usia muda nasional.

*Fokus Kelompok Usia di Tiap Zona*

Seleksi terbuka ini menyasar para pesepak bola muda berbakat dengan ketentuan kelompok usia (KU) yang disesuaikan di masing-masing wilayah:

Zona Jawa Barat: Membuka seleksi untuk lima kelompok usia, yaitu U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 dengan syarat batas maksimal peserta adalah kelahiran tahun 2009.

Zona Bali: Membuka seleksi untuk tiga kelompok usia, yaitu U-16, U-18, dan U-20 dengan syarat batas maksimal peserta adalah kelahiran tahun 2007.

Head of Arema FC Academy, Riyan Meidi Wijaya, menyatakan bahwa perluasan zona seleksi ini membuktikan komitmen serius klub berjuluk Singo Edan dalam membangun fondasi sepak bola modern.

"Kami sengaja mendatangi langsung zona Jawa Barat dan Bali untuk menjemput bakat-bakat terbaik yang tersebar di sana. Melalui seleksi terbuka ini, Arema FC Academy ingin membuka jalan lebar  untuk mewujudkan cita-cita mereka menjadi pemain sepak bola profesional," ujar Riyan Meidi Wijaya.

Riyan juga menambahkan bahwa para pemain yang lolos seleksi akan mendapatkan pembinaan berjenjang dan diproyeksikan untuk mengisi skuad elite akademi yang berlaga di ajang nasional, termasuk kompetisi Elite Pro Academy (EPA).

*Detail Pelaksanaan dan Fasilitas Peserta*

Bagi para talenta muda yang ingin bergabung, berikut adalah detail lengkap mengenai agenda seleksi di kedua zona:
1. Zona Jawa Barat (Purwakarta)Waktu Pelaksanaan: Sabtu dan Minggu, 4–5 Juli 2026 (Mulai pukul 07.00 WIB).Lokasi Seleksi: Lapangan Stadion Cinangka Binangkit, Purwakarta, Jawa Barat.Fasilitas: Peserta akan mendapatkan jersi seleksi (Jersey Seleksi) dan makanan (meals).Kontak Informasi (WA): 0859-3860-8293
2. ⁠Zona Bali (Tabanan)Waktu Pelaksanaan: Jumat dan Sabtu, 10–11 Juli 2026 (Mulai pukul 07.00 WIB / 08.00 WITA).Lokasi Seleksi: Stadion Debes, Kabupaten Tabanan, Bali.Fasilitas: Peserta akan mendapatkan satu set jersi latihan penuh (Jersey Full Set) dan makanan ringan (snacks).Kontak Informasi (WA):
0821-4550-4469

*Syarat Wajib dan Cara Mendaftar*

Pada hari pelaksanaan di masing-masing zona, seluruh peserta wajib melakukan proses verifikasi sebelum seleksi dimulai dengan menunjukkan dokumen asli Kartu Keluarga (KK) kepada panitia di lokasi.Proses pendaftaran dilakukan secara daring (online). Calon peserta cukup memindai QR Code yang tertera pada brosur resmi masing-masing zona atau mengklik tautan formulir pendaftaran yang tersedia di bio akun Instagram resmi *@aremafootballacademy_official* setelah mengisi formulir, peserta diwajibkan melakukan konfirmasi melalui nomor WhatsApp admin yang tertera sesuai zonanya. (**)

15 June 2026

Arema FC Academy Gelar Seleksi Terbuka 2026, Siapkan Pemain untuk Kompetisi Liga Resmi

Arema FC Academy Gelar Seleksi Terbuka 2026, Siapkan Pemain untuk Kompetisi Liga Resmi

MALANG – Arema FC Academy resmi membuka pendaftaran seleksi terbuka untuk tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal klub dalam membangun masa depan sepak bola Malang dan nasional. 

Seleksi ini menyasar kelompok umur mulai dari U10, U12, U14, U16, hingga U18.

Head of Arema FC Academy, Riyan Meidy Wijaya, menjelaskan bahwa seleksi tahun ini memiliki tujuan yang sangat jelas dan terarah serta berjenjang. 

Program ini dirancang sebagai fondasi awal melalui grassroot untuk masa depan klub klub profesional.

"Seleksi terbuka ini merupakan ajang bagi kami untuk memulai persiapan berjenjang tim elite. Fokus utama kami ada pada kelompok umur U16, U18, dan U20," ujar Riyan Meidy Wijaya.

Target Sebagai Pabrikan Pemain untuk Liga Resmi

Manajemen akademi tidak main-main dalam menyusun target jangka panjang. Melalui pembinaan yang terstruktur, berjenjang para pemain muda ini akan dipersiapkan untuk level tertinggi di semua kasta kompetisi.

Akademi ingin menjadi jembatan karier bagi anak-anak daerah yang bermimpi menjadi pemain profesional.

"Target besar kami adalah sebagai produsen pemain mencetak dan mengantar pemain-pemain muda ini agar bisa berkompetisi di liga resmi," tegas Riyan.

Jadwal dan Lokasi Seleksi

Bagi para orang tua dan pemain muda yang ingin bergabung, berikut adalah detail pelaksanaan seleksi:Tanggal: 27–28 Juni 2026 Waktu: Mulai pukul 07:00 WIBTempat: ARG Soccer Field, Lawang, Kabupaten Malang

Syarat Batas Usia: Maksimal kelahiran tahun 2009

Syarat Pendaftaran dan Fasilitas

Setiap peserta wajib melakukan proses verifikasi sebelum seleksi dimulai. 

Caranya adalah dengan menunjukkan Kartu Keluarga (KK) asli kepada panitia di lokasi.

Selama mengikuti kegiatan seleksi, setiap pemain akan mendapatkan fasilitas berupa:Jersey seleksi resmi, Konsumsi (meals)

Cara Mendaftar

Proses pendaftaran dilakukan secara online. Peserta dapat mengisi formulir pada link berikut:  https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfWp1H_OKqyQTmnKWKez3reHhSDeDZ6tGZ9qWZlQtBgoOgMEg/viewform?usp=send_form atau mengeklik tautan yang tersedia di bio profil instagram @aremafootballacademy_official.

Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi setelah mendaftar, peserta dapat menghubungi nomor WhatsApp Admin di 0822-2800-7307.(**)

07 June 2026

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup