BERITA

Hormati Keputusan Tim Pelatih Arema FC, Muhammad Rafli Profesional Siap Untuk Menjalani Masa Peminjaman demi Menit Bermain

Hormati Keputusan Tim Pelatih Arema FC, Muhammad Rafli Profesional Siap Untuk Menjalani Masa Peminjaman demi Menit Bermain

MALANG – Dinamika bursa transfer BRI Liga 1 2025/2026 menghangat di kubu Arema FC. Gelandang serang andalan Singo Edan, Muhammad Rafli, dipastikan akan menjalani masa peminjaman ke klub lain. Langkah ini diambil bukan karena penurunan dedikasi, melainkan sebagai bentuk respons profesionalisme sang pemain terhadap saran objektif tim pelatih demi menyelamatkan karier dan menit bermainnya di tengah ketatnya persaingan skuad.

 

Keputusan ini disepakati bersama dengan sangat bijak. Rafli, yang dikenal sebagai pemain dengan attitude yang baik, menghormati sepenuhnya evaluasi teknis yang diberikan oleh jajaran pelatih. 

 

Sebagai pesepakbola profesional, ia menyatakan kesiapannya untuk berdedikasi dan memberikan performa terbaik di klub manapun ia ditempatkan, sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan.

 

Apresiasi Tinggi dari Head Coach Marcos Santos

 

Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, memberikan pandangan yang sangat positif terkait sosok Rafli. Menurutnya, keputusan peminjaman ini murni didasari oleh kebutuhan sang pemain untuk terus berkembang, yang mungkin sulit didapatkan jika ia tetap berada di bangku cadangan Arema saat ini.

 

"Rafli telah memainkan peran penting dalam sejarah Arema FC baru-baru ini. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Marcos Santos.

 

Pelatih asal Brasil tersebut menekankan bahwa loyalitas Rafli tidak perlu diragukan. "Selama waktunya bersama Arema FC, Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuad. Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf pelatih, manajemen, dan para penggemar," tambahnya.

 

Namun, realitas kompetisi menuntut keputusan strategis. "Saat ini, karena meningkatnya persaingan dalam skuad dan terbatasnya kesempatan bermain, klub percaya bahwa keputusan terbaik adalah mengizinkan Rafli bergabung dengan klub lain dengan status pinjaman, sehingga ia dapat memperoleh menit bermain reguler dan melanjutkan pengembangan profesionalnya," tegas Marcos.

 

*Manajemen: Keputusan Objektif demi Masa Depan Pemain*

 

Senada dengan tim pelatih, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa manajemen klub selalu mendukung saran pelatih yang berorientasi pada kebaikan tim dan pemain. Pria yang akrab disapa Inal ini menilai Rafli sebagai aset yang memiliki disiplin tinggi dan attitude yang baik.

 

"Secara objektif, manajemen menilai Rafli adalah pemain berdedikasi tinggi, disiplin, dan memiliki orientasi yang baik dalam mengevaluasi penampilannya. Kini dia sedang fokus untuk selalu mengontrol performanya, baik secara teknik maupun asupan nutrisi gizi," ungkap Inal.

 

Inal juga menepis anggapan bahwa keputusan ini diambil semata-mata karena tekanan eksternal atau kritik suporter. Menurutnya, Rafli memiliki mental baja dalam menyikapi kritik sebagai pemain profesional.

 

"Rafli tipe pemain yang memiliki mental bagus dalam menyikapi berbagai kritik dan memiliki solusi yang bijak untuk evaluasi demi perbaikan performanya,” imbuh Inal

 

Inal tegaskan bahwa Rafli pemain profesional layaknya pemain lainnya, bukan karena faktor lain keputusan ini diambil, termasuk kritik dari fans. Sebab kritik itu sangat penting untuk menata performa pemain agar lebih maksimal, jelas Inal.

 

Selama berkostum Singo Edan, Rafli telah mencatatkan beberapa gol dan assist krusial. Meskipun manajemen mengaku berat melepasnya, langkah peminjaman ini dinilai paling bijak demi masa depan kariernya di kompetisi sepak bola Indonesia.

 

"Harapan kami, semua pihak agar bijak dan objektif dalam memberikan penilaian, bahwa hasil positif dan negatif sebuah pertandingan adalah hasil perjuangan kolektivitas tim dan atas instruksi serta arahan jajaran tim pelatih. Kami optimis Rafli kemanapun dia bermain akan berdedikasi tinggi karena dibekali attitude yang baik dan profesional," kata Inal.

 

Disampaikan Inal, Arema FC dengan tulus mengucapkan terima kasih atas kontribusi Rafli dan menegaskan bahwa pintu klub akan selalu terbuka baginya. “ Status Rafli dipinjamkan ke klub lain karena dia pemain yang masih terikat kontrak resmi dengan Arema FC dan masih punya masa depan yang baik,” pungkasnya. 

05 January 2026

Demi Menit Bermain dan Pematangan Karier, Arema FC Resmi Lepas Brandon Scheunemann

Demi Menit Bermain dan Pematangan Karier, Arema FC Resmi Lepas Brandon Scheunemann

 

MALANG, 28 Desember 2025 – Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan keputusan untuk melepas salah satu pemain bertahan mudanya, Brandon Scheunemann, ke klub lain pada jendela bursa transfer kali ini. 

 

Langkah ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara manajemen, tim pelatih, dan sang pemain dengan fokus utama pada pengembangan karier jangka panjang Brandon.

 

Manajemen tim berjuluk Singo Edan menilai Brandon sebagai talenta muda dengan potensi besar. Namun, ketatnya persaingan di lini belakang skuad Arema FC saat ini membuat kesempatan bermain reguler menjadi terbatas. Oleh karena itu, opsi kepindahan dinilai sebagai solusi terbaik agar Brandon mendapatkan jam terbang yang lebih konsisten untuk mematangkan permainannya.

 

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa keputusan ini adalah wujud dukungan klub terhadap perkembangan pemain muda. Menurutnya, potensi Brandon perlu diasah melalui pengalaman bertanding yang intensif.

 

“Kami melihat Brandon sebagai aset berharga dan pemain dengan masa depan yang cerah. Kepindahan ini bukan soal melepas kualitas, tetapi memberi ruang bagi Brandon untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak agar terus berkembang. Arema FC selalu terbuka dan mendukung langkah terbaik bagi karier pemain,” ujar Yusrinal, Sabtu (28/12).

 

Pria yang akrab disapa Inal tersebut juga memastikan bahwa hubungan antara Arema FC dan Brandon Scheunemann tetap terjalin sangat baik dan profesional. Pihak manajemen tidak menutup kemungkinan bagi Brandon untuk kembali berseragam Singo Edan di masa depan setelah mendapatkan pengalaman yang cukup.

 

“Kami mendoakan yang terbaik untuk Brandon di klub barunya. Semoga ia mendapatkan pengalaman, jam terbang, dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Pintu Arema FC akan selalu terbuka bagi pemain yang ingin kembali membawa kontribusi terbaiknya,” tambah Inal.

 

Sebagai penutup, Arema FC menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan Brandon Scheunemann selama menjadi bagian dari keluarga besar Singo Edan. 

 

Klub berharap, lanjut Inal, langkah ini menjadi momentum positif bagi lonjakan karier sang pemain di kancah sepak bola nasional.

28 December 2025

AREMA FC RESMI LUNCURKAN JERSEY KETIGA Worn With Pride: Sporty, Stylish, dan Comfort to Wear

AREMA FC RESMI LUNCURKAN JERSEY KETIGA Worn With Pride: Sporty, Stylish, dan Comfort to Wear

Malang, Kamis (18/12/2025) — Arema FC resmi meluncurkan jersey ketiga yang akan digunakan pada pertandingan kandang terdekat. Berbeda dari musim-musim sebelumnya, jersey ketiga ini hadir dengan konsep yang lebih tenang, futuristik, dan comfort to wear, tanpa meninggalkan ciri khas Singo Edan. Warna utama jersey ini adalah merah tua, mencerminkan gaya modern namun tetap elegan.

 

Melalui jersey ketiga ini, Arema FC ingin menghadirkan seragam laga yang tidak melulu berorientasi pada olahraga, tetapi juga dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

 

Store Manager Arema FC Official Store, Tjiptadi Purnomo, menjelaskan bahwa jersey ketiga ini dirancang untuk menjawab kebutuhan gaya hidup Aremania yang dinamis.

 

“Untuk jersey ketiga ini, Arema FC menciptakan seragam laga yang tidak melulu berkonsep soal olahraga. Dengan model yang menarik, jersey ini bisa digunakan ketika nongkrong atau aktivitas lainnya. Sesuai dengan tagline Worn With Pride, digunakan dengan rasa bangga. Arema FC ingin menjelaskan bahwa jersey tidak melulu tentang olahraga,” ujar Tjiptadi.

 

Ia menambahkan bahwa pendekatan desain jersey ketiga musim ini berbeda dari musim-musim sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada filosofi dan histori.

 

“Sekarang lebih comfort to wear, nyaman dipakai siapa pun, tetapi tidak mengurangi ciri khas Arema. Warna merah tua yang simpel memberi kesan elegan, cocok untuk berbagai kegiatan. Jersey juga didesain berkerah sehingga tetap pantas digunakan dalam acara semi formal,” lanjutnya.

 

Dari sisi material, jersey ketiga Arema FC menggunakan bahan dryfit produksi dengan jenis kain jacquard, yang dilengkapi motif singa futuristik sebagai simbol identitas klub. Jersey ini tetap diproduksi bersama apparel Etams, yang dinilai mampu menerjemahkan karya sport menjadi tampilan yang stylish, modern, dan di jersey kali ini mengangkat tema Blokecore.

 

Jersey ketiga Arema FC tersedia dalam ukuran S hingga 5XL, dengan harga khusus untuk kategori big size (3XL–5XL). Arema FC juga menghadirkan promo pembelian berupa free box hingga akhir tahun 2025, selama persediaan masih ada.

 

Peluncuran jersey ketiga ini diharapkan dapat semakin memperkuat ikatan antara Arema FC dan Aremania, tidak hanya sebagai atribut pertandingan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup. Arema FC pun sudah merencanakan akan menggunakan jersey tersebut dalam laga kandang terdekat di kompetisi BRI Super League 2025/2026, yakni saat melawan Madura United di Stadion Kanjuruhan, Selasa (23/12) pekan depan.

 

"Insya Allah sudah siap digunakan oleh tim dalam laga home terdekat," tutupnya.

18 December 2025

Tiga Kementerian  Dampingi Keinginan Arema FC Kelola Stadion Kanjuruhan, Targetkan Zona Ekonomi Eksklusif di Malang

Tiga Kementerian Dampingi Keinginan Arema FC Kelola Stadion Kanjuruhan, Targetkan Zona Ekonomi Eksklusif di Malang

MALANG – Manajemen Arema FC menunjukkan langkah serius dalam upaya mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan. Klub berjuluk Singo Edan ini berkomitmen mengubah kawasan stadion menjadi zona ekonomi eksklusif yang memberdayakan UMKM lokal dan komunitas suporter.
Keseriusan ini disambut positif oleh pemerintah pusat. 

Pada Rabu (10/12/2025), tiga kementerian sekaligus—Kementerian UMKM, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)—melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke Stadion Kanjuruhan untuk berdiskusi langsung dengan manajemen Arema FC.

*Konsep Zona Ekonomi Eksklusif Kanjuruhan*

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa usulan hak kelola ini bukan hanya soal sepak bola, melainkan pengembangan potensi ekonomi kawasan.

"Kami berkomitmen menjadikan Stadion Kanjuruhan semacam zona ekonomi eksklusif. Pengembangan potensi ekonomi kawasan stadion akan dilakukan dengan berkolaborasi bersama komponen UMKM lokal, termasuk komunitas fans," ujar Yusrinal.

Pria yang akrab disapa Inal ini menambahkan, tujuan utama dari pengelolaan ini adalah menciptakan kemakmuran bagi klub dan masyarakat Malang Raya pada umumnya. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat atas respons cepat mereka.

"Kami sangat serius untuk bisa mengelola aset ini. Terima kasih kepada pemerintah pusat, utamanya Kemenpora, Kemendagri, Kementerian UMKM, dan Pemkab Malang atas dukungannya," imbuhnya.

*Implementasi Cepat MoU 3 Menteri*

Tenaga Ahli Menteri UMKM, Budi Setiawan, yang hadir dalam kunjungan tersebut, mengapresiasi inisiatif Arema FC. 

Menurutnya, langkah Arema FC adalah bentuk implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) tiga kementerian terkait industri olahraga dan UMKM.

"Kami mengapresiasi Arema FC yang merespons MoU 3 Menteri ini dengan cepat untuk inisiasi mengelola stadion dan kawasan Kanjuruhan. Paparan manajemen cukup komprehensif dan on progress," kata Budi.

Budi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan. "Kementerian UMKM akan melakukan pendampingan kepada Arema FC untuk mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan dan kawasannya melalui program holding UMKM," tegasnya.

*Optimalisasi Aset Daerah*

Senada dengan Budi, Sekretaris Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Fitri Rinaldi, melihat potensi besar jika aset pemerintah daerah dikelola secara profesional. 

Pertemuan yang melibatkan delegasi Kemendagri (diwakili Dirjen Pengembangan Daerah, Ibu Murita) dan Kemenpora (Asisten Deputi Bidang Olahraga Profesional, Yusuf Suparman) ini dinilai sebagai sinergi positif.

"Dari diskusi yang terjadi, terlihat potensi yang sangat menjanjikan apabila Stadion Kanjuruhan dikelola dengan baik. Ini adalah upaya optimalisasi agar aset Pemerintah Daerah lebih produktif," ujar Rinaldi.

Ia berharap pengelolaan ini akan berdampak maksimal pada peningkatan ekonomi daerah.

 "Khususnya dalam meningkatkan peran pengusaha UMKM dalam ekosistem klaster olahraga, terutama sepak bola," tutupnya.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Arema FC dipimpin langsung oleh GM Yusrinal Fitriandi dan Manajer Bisnis Munif Wakid. 

Langkah ini diharapkan menjadi pilot project percontohan bagaimana klub sepak bola di Indonesia dapat mandiri secara finansial sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di sekitarnya.

11 December 2025

Arema FC & Presidium Aremania Utas Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Arema FC & Presidium Aremania Utas Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Malang, 6 Desember 2025. Mewakili manajemen Arema FC, bersama dengan Presidium Aremania Utas, kami menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada saudara-saudara kita di Sumatera yang saat ini terdampak bencana banjir dan longsor. Bencana ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, namun juga menyisakan beban psikologis dan kerugian materi yang tidak sedikit.

 

Sebagai bagian dari keluarga besar sepak bola Indonesia, Arema FC dan Aremania merasa terpanggil untuk bergerak cepat memberikan dukungan nyata. Melalui kolaborasi dengan Presidium Aremania Utas, berbagai bentuk bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, hingga dukungan logistik telah disalurkan ke titik-titik lokasi terdampak.

 

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan pesan positif dan dukungan moral kepada para korban:

 

“Sepak bola bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang kepedulian dan kemanusiaan. Hari ini kami datang bukan sebagai klub sepak bola, tetapi sebagai saudara yang ingin ikut meringankan beban mereka yang sedang diuji. Semoga bantuan kecil ini bisa menjadi penguat, dan semoga para korban senantiasa diberikan ketabahan serta kekuatan untuk bangkit kembali.”

 

Kami juga mengapresiasi semangat solidaritas Aremania yang terus menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial dan kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dari identitas Arek Malang. Kebersamaan inilah yang membuat gerakan ini dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

 

Arema FC akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara berkelanjutan.

06 December 2025

Arema FC Apresiasi Surat Terbuka Presidium, Sikapi Polling Logo Singa Bertindik dengan Hormat:

Arema FC Apresiasi Surat Terbuka Presidium, Sikapi Polling Logo Singa Bertindik dengan Hormat: "Kami Rindu, Tapi Tetap Hormati Hak Pihak Lain"

MALANG – Manajemen Arema FC memberikan respons resmi dengan penuh rasa hormat terkait perkembangan dinamika publik terkini. Hal ini menyangkut tingginya aspirasi dalam polling Aremania yang menginginkan kembalinya logo historis "Singa Bertindik", serta langkah strategis Presidium Aremania yang telah mengirimkan Surat Terbuka kepada pihak pemegang hak cipta logo lama.

 

Sebagai entitas pemegang Hak Merek atas nama dan logo terkait Arema, Arema FC menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah klub dengan mengedepankan etika, kesantunan, dan kepatuhan penuh terhadap hukum.

 

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan bahwa manajemen sangat memahami dan mengapresiasi kerinduan mendalam Aremania terhadap simbol-simbol kejayaan masa lalu tersebut.

 

"Kami sangat menghargai langkah polling dan aspirasi tulus Aremania. Jujur, kami di manajemen pun memiliki kerinduan yang sama. Logo Singa Bertindik adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah perjalanan kami," ungkap Yusrinal di Malang.

 

Yusrinal secara khusus menyoroti langkah Presidium Aremania yang telah berinisiatif mengirimkan Surat Terbuka untuk memohon keikhlasan pihak Yayasan agar menyerahkan hak cipta logo tersebut. 

 

Menurutnya, itu adalah langkah yang tepat, elegan, dan sesuai prosedur.

 

"Kami melihat langkah Presidium mengirim surat terbuka adalah bentuk ikhtiar yang sangat mulia dan prosedural. Itu menempatkan persoalan pada tempatnya. Kami di klub sangat mengapresiasi upaya tersebut," ujarnya.

 

Pria yang akrab disapa Inal ini mengajak agar aspirasi dan surat tersebut direspon positif oleh semua pihak, utamanya untuk tujuan persatuan dan kebanggaan bersama.

 

“Porsi kami di manajemen adalah terus berikhtiar menjaga eksistensi Arema di jalur kompetisi dan perlindungan atas hak komersil Arema. Kami berharap pihak lain pemegang hak cipta logo Singa Bertindik, sesuai porsinya, dapat dengan ikhlas memenuhi aspirasi Aremania yang tersurat dalam permohonan Presidium tersebut," paparnya.

 

Yusrinal menegaskan kembali soal pembagian kewenangan agar publik paham posisi klub.

 

"Kewenangan menyerahkan atau mengizinkan penggunaan logo itu ada pada mereka (pemegang hak cipta), bukan pada klub. Porsi serta kewenangan ini perlu dipahamkan ke publik agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. Kami sifatnya menunggu 'lampu hijau' legalitas tersebut," tegasnya.

 

Yusrinal menjelaskan, status manajemen saat ini yang telah memproses legalitas pengakuan negara sebagai pemegang Hak Merek Arema, justru membawa amanah dan tanggung jawab moral yang lebih besar untuk memberikan teladan yang baik.

 

"Manajemen memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh kepatuhan hukum. Kita tidak ingin membangun kebesaran Arema tanpa menghormati hak pihak lain," tuturnya dengan nada rendah hati.

 

Ia menekankan prinsip integritas klub di era baru ini. "Kita patuh legal, maka kita ingin melangkah dengan cara yang benar dan sesuai regulasi," pungkasnya.

03 December 2025

Jaga Antusiasme Pecinta Official Merchandise, Arema FC Diskusi Bareng Komunitas Jersey Malang

Jaga Antusiasme Pecinta Official Merchandise, Arema FC Diskusi Bareng Komunitas Jersey Malang

MALANG - Arema FC terus bersinergi dengan berbagai lini. Tak terkecuali di sektor bisnis untuk menghasilkan output produk yang bisa diterima di berbagai kalangan, termasuk pecinta jersey. Official store Singo Edan pun menggelar diskusi dengan Komunitas Jersey Malang, Jumat (28/11) malam di Kantor Arema FC, Jalan Mayjend Panjaitan No 42 Kota Malang. 

 

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam, dari pukul 19.00 WIB - 21.00 WIB. Selama itu, baik dari Arema FC maupun Komunitas Jersey Malang saling sharing dengan gayeng. 

 

"Ini salah satu program official store Arema FC untuk menjangkau berbagai lini. Dengan berdiskusi bersama Komunitas Jersey Malang, kami juga ingin mendengarkan seperti apa dari grassroot, bagaimana masukan dari mereka yang juga concern dalam hal jersey," kata Store Manager Arema FC Official Tjiptadi Purnomo. 

 

Dia mengatakan, pengalaman anggota komunitas jersey serta pengetahuannya, sangat bermanfaat ketika disinergikan dengan Arema FC Store dalam menghasilkan karya. Sehingga, nantinya produk official merchandise pun bisa semakin baik, bahkan diterima dan mengundang antusiasme ketika meluncurkan jersey salah satunya. 

 

 "Dalam hal membuat jersey tim, kami harus tahu apa yang sedang ramai di grassroot. Apa yang sedang diminati, mulai dari konsepnya, bahannya atau programnya ketika diluncurkan jersey," jelas pria yang akrab disapa Adi tersebut. 

 

Selain itu, review terhadap produk yang selama ini telah diluncurkan juga menjadi masukan berharga. Baik itu dinilai secara positif maupun perlu adanya sentuhan ulang sehingga karya bisa semakin nyaman bagi pembelinya. 

 

"Banyak sekali yang didapatkan. Misalnya ketika mendapatkan masukan dalam hal filosofi jersey, lalu harus ada penyempurnaan seperti apa di jersey selanjutnya," paparnya. 

 

"Kami ingin kedepannya jersey Arema itu punya makna dan magis yang kuat untuk mewakili Malang. Lewat jersey pula kita mau jadi yang terbaik untuk sepak bola Indonesia, terutama bagi konsumen pecinta Arema. Kami berharap, selain prestasi bisnis hingga historisnya juga harus jadi yang terbaik," tambah dia. 

 

Selain itu, dalam waktu dekat Arema FC segera meluncurkan jersey ketiga untuk musim 2025/2026. Dari hasil diskusi tersebut, menurutnya, ada hal penting yang nantinya bakal tertuang dalam jersey terbaru. 

 

"Semoga nantinya konsumen suka dan bisa menjadi koleksi yang baik bagi seluruh pecinta Arema," pungkasnya. 

28 November 2025

Masalah Keluarga, Paulinho Moccelin Resmi Mundur dari Arema FC : Manajemen Menghormati

Masalah Keluarga, Paulinho Moccelin Resmi Mundur dari Arema FC : Manajemen Menghormati

MALANG – Kabar mengejutkan datang dari kubu tim berjuluk Singo Edan. Gelandang serang asing andalan Arema FC, Paulinho Moccelin, resmi mengundurkan diri dan memutus kontraknya di tengah berjalannya kompetisi Liga 1 musim 2025/2026.

Keputusan berat ini diambil pemain asal Brasil tersebut karena alasan mendesak terkait persoalan keluarga yang mengharuskannya segera pulang ke kampung halamannya.

General Manager (GM) Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membenarkan kabar hengkangnya Paulinho. Pria yang akrab disapa Inal tersebut mengonfirmasi bahwa sang pemain telah meninggalkan tim pada Selasa pagi (25/11/2025).

"Dia harus memutus kontraknya dengan Arema karena ada masalah dengan keluarganya," ungkap Yusrinal, Selasa (25/11/2025).

Menurut Inal, keputusan mundur ini tidak diambil secara mendadak,

Paulinho Moccelin disebut telah berusaha keras menyeimbangkan fokus antara karir profesionalnya di Malang dan masalah keluarga yang terjadi di Brasil selama dua bulan terakhir.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil positif, sehingga sang pemain dihadapkan pada pilihan sulit.

"Dua bulan terakhir dia sudah berusaha untuk memperbaiki masalahnya, tapi menemukan jalan buntu. Akhirnya dia harus kembali ke Brasil," jelas Inal.

Manajemen Arema FC pun menghormati keputusan tersebut meski harus kehilangan salah satu pilar asingnya di saat kompetisi sedang berjalan ketat.

"Menurut dia dan keluarganya, itu (pulang ke Brasil) satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah di keluarga dia," tambahnya.

Kepergian Paulinho menjadi pukulan tersendiri bagi skuad Singo Edan. Pasalnya, Liga 1 saat ini telah memasuki pekan ke-13, dan hanya menyisakan empat laga lagi jelang berakhirnya putaran pertama.

Dengan berat hati, manajemen Arema FC harus rela melepas pemain yang memiliki skill individu mumpuni tersebut demi alasan kemanusiaan dan keharmonisan keluarga sang pemain.

Paulinho sendiri sudah berpamitan secara resmi dengan jajaran pelatih, rekan setim, dan manajemen sebelum bertolak meninggalkan Malang.

Dalam pernyataanya dalam surat yang sikirim ke klub, Paulinho Moccelin menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh elemen Arema FC dan Aremania

Ia menegaskan bahwa keputusan pensiun dari perjalanannya di Arema adalah murni karena alasan pribadi yang telah disetujui oleh klub.

"Karena alasan pribadi dan atas persetujuan klub, saya akan pensiun dari perjalanan saya di Arema FC. Saya sangat berterima kasih kepada keluarga Arema atas semua waktu yang telah dihabiskan bersama, rasa hormat, dan kemitraan selama periode ini," tulis Paulinho dalam pernyataan resminya.

Meski harus pergi lebih cepat, Paulinho enggan menyebut ini sebagai perpisahan selamanya. Ia pergi dengan membawa kenangan manis bersama Aremania dan tim.

"Saya berharap babak-babak selanjutnya akan sama istimewanya. Perpisahan kita diiringi rasa syukur. Ini bukan perpisahan, sampai jumpa lagi, penuh rasa syukur. Terima kasih atas semua yang telah kita bangun bersama!" tutupnya.

25 November 2025

GM Arema FC: Apresiasi Dukungan Aremania, Mari Bersama Kawal Proses Hukum dengan Itikad Baik Demi Persatuan dan Prestasi

GM Arema FC: Apresiasi Dukungan Aremania, Mari Bersama Kawal Proses Hukum dengan Itikad Baik Demi Persatuan dan Prestasi

Malang, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan pernyataan resmi klub terkait perkembangan terbaru mengenai Hak Merek logo dan penamaan klub, sekaligus mengapresiasi respons publik atas upaya klub menjaga eksistensinya.

"Kami, atas nama manajemen Arema FC di bawah naungan PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), menyampaikan antusiasme dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang diberikan secara formil maupun kultural oleh seluruh Aremania," ujar Yusrinal.

Yusrinal menegaskan bahwa dukungan masif dari Aremania ini menjadi fondasi krusial bagi klub, terutama setelah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) secara sah menetapkan PT AABBI sebagai pemegang Hak Merek resmi atas logo dan penamaan Arema FC.

"Penetapan Hak Merek ini adalah langkah legal yang sangat penting untuk memberikan kepastian dan landasan operasional klub ke depan. Ini adalah penegasan posisi kami," tambahnya.

Manajemen Arema FC menegaskan sikap untuk selalu patuh pada seluruh proses hukum prosedural yang berlaku.

"Namun, kami berharap semua proses ini dapat berjalan dengan baik. Tujuan utama kita bersama adalah mengedepankan persatuan, memperkokoh eksistensi, dan fokus mengembalikan prestasi Arema dan Aremania."

Sikap itikad baik ini, menurut Yusrinal, juga tercermin dalam cara klub berusaha menanggapi aspirasi publik yang perlu pula mengedepankan proses hukum yang masih sedang berjalan.

"Kami sangat antusias untuk terus memperhatikan aspirasi Aremania. Namun, sebagai entitas yang taat hukum, kami berkomitmen menghormati setiap proses hukum dan hak yang dimiliki pihak lain," ujarnya,

"Kini saatnya kita meninggalkan perdebatan. Mari kita rajut kembali persatuan dan prestasi Arema dengan penuh martabat. Perjuangan kita tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam memperjuangkan dan membangun fondasi legal serta organisasi yang kuat demi masa depan klub." Imbuhnya.

Karena itu, Yusrinal mengajak semua pihak untuk tetap menjaga komitmen persatuan dan kondisifitas dengan fokus memberikan support moral terhadap klub Arema FC dalam menjalani kompetisi ini, pungkas Yusrinal.

16 November 2025

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Malang, 10 Juni 2026 – Arema FC menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi polemik pendaftaran logo Singa Bertindik. Manajemen Singo Edan telah menempuh langkah hukum dan administrasi yang diperlukan, termasuk mengajukan keberatan atas pendaftaran yang dilakukan pihak lain. Saat ini, klub memilih menghormati seluruh mekanisme yang berlaku sembari menunggu terbitnya legalitas resmi dari pemerintah sebagai landasan hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.

General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa sejak mengetahui adanya pendaftaran logo oleh pihak lain, manajemen segera mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas Arema yang memiliki nilai sejarah dan keterikatan kuat dengan klub maupun Aremania.

“Kami sudah menyampaikan keberatan terhadap proses yang dilakukan pihak lain terkait pendaftaran logo tersebut. Bagi Arema FC, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, tetapi bagian dari identitas klub yang memiliki sejarah panjang dan melekat dalam perjalanan Arema. Karena itu, kami mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi identitas tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yusrinal.

Selain menyampaikan keberatan, Arema FC juga telah mengajukan pendaftaran logo Singa Bertindik melalui jalur resmi kepada Direktorat Jenderal Kekayaaan Intelektual (DJKI). Saat ini, seluruh proses administrasi dan legal yang dibutuhkan 
masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.

Yusrinal menegaskan bahwa manajemen terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia juga menekankan bahwa pendaftaran yang diajukan Arema FC saat ini masih berada pada jalur yang semestinya.

“Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema FC sudah mendaftarkan logo Singa Bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya atau on track. Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional,” katanya.

Menurutnya, saat ini fokus utama manajemen adalah menunggu terbitnya legalitas resmi atas pendaftaran yang telah diajukan. Legalitas tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi klub untuk melangkah ke tahapan berikutnya.

“Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah. Setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan,” lanjutnya.

Meski demikian, Yusrinal menegaskan bahwa terbitnya legalitas bukan berarti perubahan penggunaan logo dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema FC memiliki berbagai kerja sama strategis yang harus diperhatikan dan disesuaikan terlebih dahulu.

“Setelah legalitas kami terima, bukan berarti keesokan harinya logo bisa langsung digunakan secara menyeluruh. Arema FC adalah perusahaan yang memiliki banyak kerja sama strategis dengan sponsor, vendor, mitra produksi, partner komersial, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam operasional klub. Seluruh proses perubahan identitas harus dilakukan secara terukur dan melalui tahapan yang matang,” jelasnya.

Perubahan identitas visual klub, lanjut Yusrinal, akan berdampak pada banyak aspek, mulai dari materi promosi, aset digital, merchandise, dokumen korporasi, perlengkapan pertandingan, hingga berbagai kerja sama komersial yang telah berjalan.

“Kami harus memastikan seluruh pihak yang bekerja sama dengan Arema FC mendapatkan informasi dan waktu penyesuaian yang cukup. Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat. Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Yusrinal menegaskan manajemen Arema FC akan terus mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, dan kepentingan jangka panjang klub dalam setiap keputusan yang diambil. Ia juga mengajak seluruh Aremania untuk tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses yang sedang berjalan.

“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Oleh sebab itu, kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui jalur yang benar akan menghasilkan keputusan yang baik pula bagi masa depan Arema FC,” tutup Yusrinal.

10 June 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Arema FC Resmi Gelar Festival Sepakbola Grassroot U-12: Panggung Talenta Muda & Penanaman Nasionalisme

Arema FC Resmi Gelar Festival Sepakbola Grassroot U-12: Panggung Talenta Muda & Penanaman Nasionalisme

MALANG — Manajemen Arema FC kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan usia dini dengan resmi membuka Festival Sepakbola Arema FC Grassroot U-12 Tahun 2026. 

Ajang bergengsi ini dihelat selama dua hari pada 22–23 Agustus 2026 di Lapangan ARG Singosari, Malang, dan diikuti oleh sekitar 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) serta akademi terbaik dari seluruh Indonesia.

*Suasana Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Nasionalisme*

Upacara pembukaan festival hari ini, Sabtu (22/8/2026), diwarnai momen emosional yang mencuri perhatian ratusan pemain muda, orang tua, dan tamu undangan. 

Penampilan spesial dari Kak Amilia Febrianti, mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, yang membawakan lagu nasional Tanah Airku secara epic, sukses menghadirkan atmosfer khidmat di tengah lapangan.

Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemilihan lagu tersebut bukan tanpa alasan. 

Lagu yang identik dengan perjuangan Timnas Indonesia ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memotivasi para pemain muda sejak dini.

"Dengan dinyanyikannya lagu Tanah Airku, yang sering dibawakan saat Timnas Indonesia berlaga, semoga dapat menginspirasi dan memotivasi para pemain muda agar kelak mempunyai mimpi besar untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia," ujar Sudarmaji di hadapan para peserta.

Sudarmaji juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang mendalam kepada para pelatih, orang tua, serta seluruh pemain muda dalam turnamen ini.

“Hari ini adalah panggung kalian. Festival ini bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tempat untuk menunjukkan bakat, belajar bekerja sama, dan menanamkan mental juara sejak dini. Ingat, para pemain profesional dulunya memulai langkah mereka dari lapangan seperti yang kalian ikuti hari hari ini,” tegasnya.

Kepada seluruh pemain, Sudarmaji berpesan: bermainlah dengan gembira, tunjukkan skill terbaikmu, dan selalu junjung tinggi sportivitas. Hormati wasit, hormati pelatih, dan hargai lawan bertandingmu," pesan Sudarmaji penuh semangat.

*Antusiasme Tinggi dan Rangkaian Seri Festival*

Sementara itu, Ketua LOC, Deny Herlambang, mengungkapkan bahwa antusiasme pada kategori U-12 ini sangat tinggi, menyamai kesuksesan kategori U-10 yang digelar pada pekan sebelumnya. 

Sebagian besar dari 40 SSB yang berpartisipasi datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan sejumlah daerah lain di Tanah Air.

"Momentum ini tidak sekadar memberi kesempatan anak-anak untuk unjuk skill, tetapi panitia juga berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pemain muda, salah satunya melalui penyajian lagu Tanah Airku dengan aransemen yang khidmat," jelas Deny.

Melihat tingginya animo pencinta sepak bola akar rumput (grassroot), manajemen Arema FC dan panitia penyelenggara memastikan rangkaian festival ini akan berlanjut. 

Pekan depan, Arema FC akan kembali menggelar ajang serupa untuk Kategori Usia 14 Tahun (U-14) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026, dengan estimasi keikutsertaan sekitar 16 SSB dan akademi pilihan. (**)

22 August 2026

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Malang - Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC kembali mencatat momen penting bagi dunia pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia. 

Ajang Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 Kelompok Usia 10 Tahun (KU-10) yang berlangsung selama dua hari pada 15–16 Agustus 2026 di ARG Soccer Field Singosari Malang resmi ditutup dengan kesuksesan besar.  

Kegiatan yang dihelat meriah ini tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi talenta muda, tetapi juga berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari peserta, orang tua, komunitas sepakbola, hingga masyarakat umum. 

Tercatat, jumlah pengunjung yang memadati area venue selama perhelatan menembus angka sekitar 1.200 orang.  

Wadah Pembentukan Karakter dan Sportivitas Anak

Sebagai ajang pembinaan akar rumput (grassroot), festival KU-10 ini dirancang bukan sekadar mengejar kemenangan atau trofi semata. 

Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang krusial bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar, membangun karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan sejak usia dini.  

Local Organizing Committee (LOC) Chairman Arema FC Grassroot Festival 2026, Dani Herlambang, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran serta tingginya antusiasme yang diberikan oleh publik terhadap penyelenggaraan kelompok umur 10 tahun ini. 

"Festival sepakbola KU-10 ini berjalan sukses berkat dukungan luar biasa dari anak-anak peserta, orang tua, pelatih SSB, serta masyarakat luas. Angka 1.200 pengunjung yang hadir membuktikan bahwa gairah dan kecintaan terhadap sepakbola usia dini di Malang dan sekitarnya sangat tinggi. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding yang positif, mendidik, dan berkesan," ujar Dani Herlambang.

Keterlibatan UMKM: Menghidupkan Ekosistem Olahraga dan Ekonomi Lokal

Kesuksesan Festival Arema FC Grassroot 2026 tidak hanya terasa di atas lapangan hijau. 
Panitia pelaksana juga mengintegrasikan konsep Sportainment dengan menghadirkan area bazar UMKM dan produk lokal guna menghidupkan ekosistem pendukung yang inklusif.  

Kehadiran puluhan tenant dan mitra produk memberikan warna tersendiri, mengubah area sekitar lapangan menjadi ruang interaksi yang hangat antara peserta, keluarga, dan pelaku usaha lokal. Sejumlah brand dan UMKM ternama yang turut berpartisipasi seperti : 
- PT Balatif: Perusahaan farmasi asal Malang yang menghadirkan produk unggulan seperti Efthul Gopirik (spray minyak gosok untuk pijat, meredakan pegal, nyeri otot, serta keseleo) dan Curvino Kids (vitamin penambah nafsu makan anak).
- ⁠HST Indonesia: Produk air mineral segar alami asli Malang.
- ⁠Bakso Khas Malangan: Menyajikan wisata kuliner legendaris dengan cita rasa khas Malang.
- ⁠Bee Honey Bee: Produk madu pilihan untuk kesehatan keluarga.
- ⁠Susu Zee: Produk susu bernutrisi tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak usia 3–12 tahun.
- ⁠Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang: Menampilkan berbagai produk olahan inovatif hasil pertanian dan peternakan.
- ⁠UMKM Lokal Pendukung: Termasuk di dalamnya Unda Undi Coffee Co., Kemenwira Genk, Waserda Aneka Guna, serta berbagai pelaku usaha kreatif lainnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Sepakbola Indonesia

Disampaikan Dani, dengan memadukan unsur olahraga, edukasi keluarga, kebersamaan komunitas, dan pemberdayaan UMKM, Festival Arema FC Grassroot 2026 KU-10 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan ekosistem sepakbola usia dini yang sehat, positif, dan berkelanjutan.  

“Kesuksesan pelaksanaan di pekan pertama kategori KU-10 ini sekaligus menjadi suntikan semangat bagi panitia untuk melanjutkan rangkaian seri festival pada kelompok usia berikutnya sepanjang bulan Agustus 2026 di ARG Soccer Field,” pungkasnya. (**)

17 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Malang - Keseruan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin terasa pada hari kedua pelaksanaan. Setelah pada hari pertama, Sabtu (15/8), para peserta mendapat kejutan dengan kehadiran pelatih kepala Marcos Santos, asisten pelatih Andre Caldas, serta gelandang asing Julian Guevara, kejutan kembali hadir pada momen final kategori U-10, Minggu (16/8) siang.

Dua pemain tim senior Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, mendatangi ARG Soccerfield Lawang untuk menyaksikan langsung keseruan pertandingan final. Keduanya hadir bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.

Kehadiran dua pemain yang juga menjadi bagian dari kekuatan sepak bola Indonesia itu langsung membuat suasana festival semakin meriah. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan langsung perjuangan anak-anak usia dini yang tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir.

Keduanya bahkan turut larut dalam ketegangan pertandingan final. Ketika gol tercipta pada menit-menit terakhir, Dewangga dan Achmad Maulana terlihat memberikan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi gambaran betapa perjuangan para pemain muda tetap mendapat apresiasi, bahkan dari pemain yang sehari-hari tampil di level profesional.

Partai final akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Usai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga kemudian turut didapuk untuk memberikan hadiah kepada para pemain dan penerima penghargaan dalam festival tersebut.

Namun, kejutan belum berhenti sampai di sana. Seusai prosesi penghargaan, kedua pemain Singo Edan tersebut langsung menjadi target buruan anak-anak dan orang tua yang ingin mengabadikan momen bersama.

Satu per satu peserta mengantre untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Achmad Maulana bahkan mengatur antrean anak-anak agar tetap tertib.

“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.

Anak-anak pun tampak bersemangat. Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga bukan sekadar menjadi hiburan tambahan dalam festival, tetapi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta.

Keduanya merupakan pemain yang memiliki kedekatan dengan sepak bola Malang sekaligus telah menjadi bagian dari panggung sepak bola Indonesia. Karena itu, kesempatan bertemu langsung, berfoto, hingga mendapatkan tanda tangan dari pemain idola menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola, termasuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini mereka lihat bermain di level profesional.

Kehadiran para pemain senior dalam dua hari pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Ada pengalaman, inspirasi, serta motivasi yang diharapkan dapat menumbuhkan mimpi anak-anak untuk terus berkembang dan suatu hari mengikuti jejak para pemain Singo Edan. (*)

16 August 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Malang — Kemeriahan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 tak terasa di dalam lapangan pertandingan, tetapi juga di area luar stadion. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenant sponsor turut memadati area festival untuk menyemarakkan gelaran olahraga anak-anak tersebut.

Kehadiran para pelaku UMKM ini menjadi alternatif utama bagi para peserta, wali murid, hingga official tim yang datang dari berbagai kota. Mereka menyajikan beragam kebutuhan acara, mulai dari jajanan makanan dan minuman segar, multivitamin, hingga sajian kopi olahan.

Salah satu tenant yang menyedot perhatian pengunjung adalah Madu Bee Honey Bee, UMKM asal Bumiayu, Kota Malang. Stand ini ramai digandrungi oleh para peserta festival, khususnya anak-anak yang penasaran ingin mencicipi manisnya madu alami. Produk yang paling dicari tak lain adalah olahan madu murni serta sarang madu (honeycomb).

Perwakilan dari Madu Bee Honey Bee, Nadila Agnesia, mengungkapkan bahwa produk sarang madu menjadi salah satu item favorit yang paling cepat diserbu oleh anak-anak karena sensasi cara mengonsumsinya.

"Sarang madu ini sangat diminati anak-anak karena unik dan bisa langsung dimakan di tempat," ujar Nadila di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Selain sarang madu, varian madu multiflora juga menjadi pilihan utama para orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak mereka selama mengikuti kompetisi.

"Untuk anak-anak, varian multiflora ini sangat cocok. Rasanya lebih ringan di lidah dan khasiatnya bagus untuk menjaga imunitas serta kesehatan pencernaan mereka saat beraktivitas padat," tambahnya.

Tak hanya sektor multivitamin dan madu, geliat ekonomi di festival ini juga dirasakan oleh tenant minuman seperti Unda Undi Coffee Co. Sang pemilik, Deki Eko Agus Prasetyo, mengaku antusiasme pengunjung di ajang festival kali ini terbilang sangat tinggi.
"Alhamdulillah event-nya cukup kencang. Event di sini, karena antusiasmenya banyak juga dari pengunjung luar kota, jadi kesempatan bagus bagi kami buat mengenalkan produk lebih jauh, khususnya di sektor kopi," kata Deki.

Deki menceritakan bahwa produk biji kopi (beans) miliknya bahkan mulai dilirik oleh pembeli dari luar daerah yang kepikat saat berkunjung ke booth-nya.

"Kemarin ada yang langsung order via WhatsApp, kami bisa sell 6 bungkus beans. Kebetulan customernya dari Madiun. Kami bakal terus buka booth sampai event ini berakhir," pungkas Deki.
Kehadiran beragam tenant seperti Madu Bee Honey Bee dan Unda Undi Coffee memberikan nilai tambah tersendiri bagi gelaran Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026. Selain mendapatkan pengalaman bertanding, para peserta dan pengunjung dapat menikmati ragam kuliner lokal yang berkualitas. (*)

16 August 2026

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Malang — Arema FC membuat keputusan strategis menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Manajemen Tim Singo Edan mengangkat Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, ke jajaran kepelatihan tim senior.

Keputusan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk promosi bagi Doni yang telah belasan tahun berkontribusi dalam pengembangan pemain muda Arema FC. Penunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya klub memenuhi regulasi kompetisi yang diberlakukan operator i.League pada musim 2026/2027.

Pada musim ini, klub yang menggunakan pelatih kepala asing diwajibkan memiliki asisten pelatih lokal dengan lisensi A AFC. Arema FC yang masih mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Marcos Santos kemudian mengambil langkah dengan menempatkan Doni Suherman dalam jajaran staf kepelatihan tim senior.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah klub untuk memenuhi regulasi sekaligus memperkuat kebutuhan teknis tim.
"Memang ada regulasi bahwa ketika kita menggunakan pelatih kepala asing, harus ada dua asisten pelatih lokal yang memiliki lisensi A AFC. Coach Doni memenuhi kriteria tersebut. Tetapi tentu bukan hanya karena regulasi itu kami memilih Coach Doni," ujar Yusrinal.

Menurutnya, pengalaman Doni Suherman selama berada di lingkungan Akademi Arema menjadi pertimbangan penting lainnya. Selama belasan tahun, Doni telah terlibat langsung dalam proses pembinaan pemain muda sehingga memiliki pemahaman mengenai karakter dan perkembangan talenta yang dimiliki Arema FC.

"Kami melihat Coach Doni sudah cukup lama bersama Akademi Arema. Dia memahami proses pembinaan, tahu karakter pemain-pemain muda kita dan juga tahu bagaimana perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke tim senior," lanjutnya.

Pria dengan sapaan akrab Inal ini menambahkan, kehadiran Doni di tim senior akan membuat komunikasi antara akademi dengan tim utama semakin dekat. Terlebih, Arema FC ingin memberikan ruang lebih besar kepada pemain lokal dan pemain muda untuk berkembang hingga mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.

"Jadi kami ingin ada koneksi yang lebih kuat antara akademi dengan tim senior. Ketika ada pemain muda yang berkembang dan dianggap sudah memiliki potensi untuk naik, tim senior bisa mendapatkan informasi secara langsung. Tidak hanya melihat pemain ketika sudah muncul di permukaan, tetapi prosesnya sudah dipantau sejak di akademi," jelasnya.

Menurut Yusrinal, kebutuhan tersebut semakin penting dalam membangun komposisi skuad yang kompetitif sekaligus berkelanjutan. Tim senior membutuhkan pemain yang siap secara teknis, sementara akademi menjadi salah satu sumber utama untuk menghasilkan pemain lokal yang dapat diproyeksikan ke masa depan.

"Kami membutuhkan orang yang bisa memberikan input kepada tim pelatih mengenai pemain lokal, terutama pemain muda. Karena orang yang berada di akademi setiap hari tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Dia tahu perkembangan pemain, bukan hanya dari pertandingan, tetapi juga dari proses latihan dan pembinaannya," katanya.

Doni sendiri bukan sosok baru dalam lingkungan Arema FC. Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain, ia melanjutkan pengabdiannya di Akademi Arema dan telah berkecimpung dalam proses pembinaan pemain muda selama belasan tahun. Selain itu, saat ini dipercaya sebagai Head of Youth Development atau menjadi kepala pengembangan pemain muda. Dalam beberapa musim terakhir, keputusan pemain muda dari Akademi Arema yang dinilai patut dipromosikan ke tim senior, tidak luput dari pantauan pria berdomisili di Gadang, Kota Malang tersebut. 

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan peran barunya. Dengan berada lebih dekat dengan tim senior, diharapkan mampu memberikan masukan secara langsung kepada jajaran pelatih mengenai potensi pemain yang berkembang di level akademi, termasuk karakter, kemampuan, hingga kesiapan mereka apabila mendapatkan kesempatan naik ke level profesional.

"Harapannya tentu bukan hanya untuk musim ini. Kami ingin membangun jalur yang jelas dari akademi menuju tim senior. Kalau ada pemain yang memang punya potensi, kami ingin prosesnya terpantau dan komunikasinya tidak terputus," kata Yusrinal.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesinambungan program pembinaan pemain muda dengan kebutuhan tim senior. Doni akan menjadi bagian dari tim kepelatihan yang dipimpin Marcos Santos dalam menghadapi Super League 2026/2027.

"Pada akhirnya kami ingin tim senior dan akademi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada kesinambungan. Akademi menghasilkan pemain, tim senior membutuhkan pemain, dan staf pelatih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pemain-pemain tersebut. Coach Doni kami harapkan menjadi salah satu jembatan dalam proses itu," pungkasnya. (*)

12 August 2026

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

MALANG - Tiket menuju putaran Provinsi Jawa Timur berhasil diamankan Arema FC U-15. Status itu diraih setelah tim besutan Imam Hanafi sukses mempertahankan gelar juara Piala Soeratin U-15 Regional Kota Malang berkat kemenangan tipis 1-0 atas Blayu FC pada partai final di Lapangan ARG, Lawang, Jumat (31/7).

Kemenangan Arema FC ditentukan lewat gol tunggal Muhammad Alfadli Prasetya melalui eksekusi tendangan penalti pada menit ke-29. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan usai, sekaligus memastikan Singo Edan muda kembali menjadi kampiun di tingkat regional.

Pelatih Arema FC U-15, Imam Hanafi, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya mempertahankan gelar. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal penting sebelum tim melangkah ke putaran tingkat provinsi sebagai wakil Kota Malang.

"Yang pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan nikmat luar biasa di hari ini. Semua berjalan lancar dan kami bisa mempertahankan juara di regional Kota Malang. Kami akan menjadi wakil Kota Malang di tingkat provinsi," ujar Imam Hanafi.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras sepanjang turnamen. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan mempertahankan gelar, namun mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan yang lebih berat sudah menanti.

Meski sukses menjadi juara, Imam menegaskan timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia menjelaskan, skuad Arema FC U-15 memang dipersiapkan sebagai fondasi untuk tampil di Elite Pro Academy (EPA) Super League sehingga Piala Soeratin menjadi bagian dari proses pembentukan tim.

"Sebetulnya tim ini dipersiapkan untuk Elite Pro Academy Super League. Jadi Piala Soeratin ini menjadi jembatan menuju ke sana. Walaupun kami keluar sebagai juara, masih banyak evaluasi karena persaingan di EPA Super League akan jauh lebih berat," katanya.

Karena itu, Arema FC U-15 masih akan melakukan sejumlah pembenahan sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Imam menilai kualitas persaingan di tingkat provinsi maupun Elite Pro Academy berada di level yang lebih tinggi sehingga tim perlu diperkuat.

"Kalau kita melihat peta kekuatan di tingkat provinsi dan EPA belum sesuai harapan, maka akan ada pembenahan dan kemungkinan penambahan pemain yang lebih berkualitas sesuai level provinsi dan EPA," tutupnya. (*)

31 July 2026

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup