BERITA
IB Tegaskan Arema FC Masih dalam Fase Pemulihan, Minta Suporter Lebih Dewasa
IB : Iwan Bicara Arema FC ( Seri 3 )
Jakarta – Iwan Budianto (IB) menegaskan bahwa Arema FC saat ini masih berada dalam fase pemulihan pasca tragedi Kanjuruhan.
Dalam podcast bersama Arema FC Official TV yang dipandu Head of PR and Marcom Arema FC, Munif Wakid dan hadir pula GM Arema FC Yusrinal Fitriandi, IB menekankan bahwa ambisi klub saat ini belum pada taraf mengejar gelar juara, melainkan fokus pada pembenahan manajemen dan operasional klub agar lebih tangguh di masa depan.
Fokus Perbaikan, Bukan Target Juara
IB menyatakan bahwa manajemen belum berani bermimpi terlalu tinggi karena beban untuk mengobati trauma pasca tragedi masih sangat besar.
Menurutnya, fokus utama klub saat ini adalah proses perbaikan yang konsisten.
"Kita belum berani bermimpi untuk sesuatu yang luar biasa. Kita masih dalam taraf ayo berbenah dan perbaikan," ujar IB.
Ia menambahkan bahwa ekspektasi berlebihan justru bisa membahayakan kondisi psikologis tim yang sedang berusaha menata kembali fondasi mereka.
Menjaga Kerahasiaan Rekrutmen
Menurut IB, manajemen menerapkan filosofi pembentukan tim yang matang dengan memprioritaskan pemain lokal terlebih dahulu sebelum memilih pemain asing agar sesuai dengan regulasi.
Hal ini dilakukan untuk membangun fondasi tim yang solid, di mana satu pemain bisa menempati beberapa posisi sekaligus (versatile).
IB juga memberikan apresiasi khusus kepada tim manajemen di bawah pimpinan Yusrinal Fitriandi atas keberhasilan mereka menjaga kerahasiaan proses transfer pemain dan pelatih.
IB menyebut bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, menjaga no secret dalam rekrutmen pemain adalah sebuah prestasi yang sulit dilakukan.
"Siapa yang mau direkrut Arema, siapa yang direncanakan untuk direkrut, semuanya fix dan tidak bocor. Itu susah di era sekarang," kata IB.
Penjelasan Terkait Harga Tiket
Menanggapi keluhan suporter mengenai harga tiket yang dianggap mahal, IB meminta maaf dan memberikan penjelasan transparan mengenai kondisi finansial klub.
Stadion, lanjut IB, yang dulunya menampung 45.000 penonton kini terbatas hanya untuk 21.600 penonton. Harga tiket disesuaikan untuk menjaga keberlangsungan operasional klub, karena itu ungkap IB jika penonton di bawah 6.000 orang, klub justru merugi atau nombok.
Ia menjelaskan bahwa biaya penyelenggaraan pertandingan saat ini meningkat tajam seiring dengan kewajiban upgrading sistem keamanan dan fasilitas pasca tragedi.
"Setelah tragedi, biaya pertandingan mahal sekali. Jika kita tidak menaikkan harga tiket, Arema bahkan tidak mendapatkan rupiah pun dan harus menombok biaya pertandingan," ungkap IB.
Ia pun mengimbau agar Aremania lebih dewasa dalam menyikapi setiap kebijakan manajemen.
Yusrinal Fitriandi menambahkan bahwa manajemen tidak "saklek" dan telah memberikan solusi alternatif melalui kolaborasi dengan presidium (KTA), aplikasi sponsor (seperti diskon dari Bank BTN), serta program family bundling untuk meringankan beban Aremania.
IB kembali menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil, termasuk pelepasan pemain bintang atau penetapan harga tiket, selalu memiliki alasan kuat demi keberlangsungan hidup klub.
"Tolong kalau kalian mendukung Arema, lebih dewasa. Percayalah, pemain itu tampil di lapangan bagus di mata suporter belum tentu cocok dengan kebutuhan taktik atau unsur lainnya," pungkasnya. (**)
Video selengkapnya: Tonton Disini!
18 August 2026
Kembali ke Arema FC, Iwan Budianto Tegaskan Fokus pada Pemulihan dan Stabilitas Klub
IB : Iwan Bicara Arema FC ( Seri 2 )
Malang – Sosok Iwan Budianto kembali menjadi sorotan setelah memutuskan untuk aktif kembali mengawal Arema FC secara langsung.
Dalam podcast terbaru Arema FC, ia menjelaskan alasan di balik "kembalinya" ia ke klub dan bagaimana strategi yang ia siapkan bersama manajemen untuk membawa Arema FC bangkit pasca-Tragedi Kanjuruhan .
Mengakui Adanya "Roadmap" Pemulihan

Iwan Budianto, atau yang akrab disapa Pak IB, mengungkapkan bahwa keputusannya untuk turun tangan kembali didasari oleh roadmap atau peta jalan yang ia susun bersama manajer bisnis, Sam Inal, sesaat setelah Tragedi Kanjuruhan.
Menurutnya, kondisi Arema FC pasca-tragedi sangatlah berat, bahkan sempat muncul wacana untuk membubarkan klub.
Namun, mereka memilih untuk bertahan dan membangun kembali fondasi klub layaknya sebuah perusahaan baru.
"Saya bersepakat dengan Pak Inal untuk membagi tugas. Saya fokus mencari pendanaan di Jakarta, sementara beliau mengurus operasional tim di Malang," ujar IB.
Ia menekankan bahwa selama ini ia tidak pernah benar-benar pergi dari Arema, namun memang membatasi diri untuk fokus pada aspek finansial demi kelangsungan hidup klub.
Komitmen terhadap Logo dan Legalitas

Terkait polemik logo, Iwan menegaskan sikapnya yang sangat menghormati legalitas. Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran logo baru ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) telah sah secara hukum di bawah PT AABBI.
IB memahami harapan suporter untuk kembali ke logo lama, namun ia menekankan bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara instan karena melibatkan aspek hukum dan bisnis yang kompleks, termasuk kontrak dengan pihak ketiga seperti operator liga dan sponsor.
"Kami butuh waktu untuk transisi. Kami akan sosialisasikan, namun tidak bisa seketika karena ada proses yang harus dilalui, baik itu di liga maupun pihak broadcaster," jelasnya.
Hubungan dengan Aremania dan Peran Presidium

Menanggapi kedekatan dengan Aremania, Iwan menaruh hormat kepada sosok Ali Rifki yang berhasil mengonsolidasikan suporter melalui presidium Aremania UTAS.
Iwan mengakui bahwa perannya dalam menjaga hubungan baik dengan suporter kini telah diteruskan oleh Ali Rifki dan manajemen saat ini.
Ia juga menyadari adanya stigma negatif mengenai fitnah yang menyebut bahwa setiap pertemuan dengannya selalu berorientasi pada uang. Iwan menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah cara pihak tertentu untuk merusak hubungan manajemen dengan suporter, dan kini dengan adanya presidium, komunikasi menjadi lebih teratur dan valid.
Harapan untuk Musim Mendatang

Mengenai peran barunya saat ini, Iwan menepis anggapan bahwa kehadirannya adalah "tukang sihir" yang bisa menjamin prestasi instan. Ia lebih memfokuskan perannya sebagai sosok yang memberikan jaminan stabilitas, terutama dari sisi sponsor dan dukungan manajemen.
"Saya bukan tukang sulap. Kehadiran saya mungkin lebih menjanjikan dari sisi sponsor agar manajemen bisa bekerja lebih tenang. Untuk prestasi, kita sudah berikhtiar menyiapkan skuad terbaik, selebihnya adalah izin Allah," tutup Iwan.
Video selengkapnya: Tonton Disini!
15 August 2026
Bersama Ketum PSSI Hingga Raffi Ahmad, Evan Dimas Bakal Bicara Kekuatan Sepak Bola Indonesia di Pentas Asia
Pemain Arema FC Evan Dimas Darmono akan blak-blakan terkait kekuatan Timnas Indonesia di pentas asia. Dia akan berbagi pengalaman seru bersama Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan dan Raffi Ahmad dalam acara seminar nasional yang akan diadakan pada (21/4/2022).
Dalam seminar bertajuk ‘Peningkatan Prestasi Tim Sepak Bola Nasional Indonesia dalam Menghadapi Event Internasional Tingkat Asia’ ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting. Diantaranya adalah direktur teknik PSSI Indra Sjafri, Ketua KONI DIY Prof. Djoko Pekik Irianto, pakar kesehatan olahraga Prof. Dr. dr. BM. Wara Kushartanti dan Pakar Gizi Olahraga Dr. Mirza Hapsari Sakti.
Tak hanya itu, agenda ini juga akan dibuka oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Acara ini gratis, tidak dipungut biaya pendaftaran. Bisa langsung kunjungi https://forms.gle/9eij4Dc7c7m5f8xhqb9 pendaftaran paling lambat diterima pada 18 April 2022 atau ketika kuota sudah habis.
17 April 2022
Rutin Orbitkan Pemain Muda, Arema FC Buka Pendaftaran Akademi Arema
Keseriusan Arema FC untuk mengorbitkan pemain muda dibuktikan dalam beberapa tahun terakhir dengan masuknya pemain Akademi Arema di tim senior Arema FC. Demi menambah stok pemain, manajemen Arema FC membuka kembali pendaftaran Akademi Arema.
Pendaftaran sendiri dibuka untuk dua kategori kelompok usia yakni untuk tahun kelahiran 2008-2012 dan untuk kategori tahun kelahiran 2007-2002. Sebagai persyaratan yakni diwajibkan copy atau scan akta kelahiran, kartu keluarga dan pas photo.
Untuk kategori tahun kelahiran 2008-2012 dikenakan biaya 300 ribu sudah termasuk snack, lunch box dan jersey seleksi sedangkan untuk kelompok usia dengan tahun kelahiran 2007-2002 dikenakan biaya 500 ribu mendapatkan fasilitas berupa t-shirt, jogger pant, snack dan lunch box untuk seleksi. Khusus untuk 2007-2002 berpeluang tampil di kompetisi Elit Pro Academy bersama Arema FC.
Seleksi ini dibuka pada 24 Juni sampai 23 Juli 2021. Pendaftaran bisa dilakukan via online melalui form order yang didapatkan dengan klik form order Akademi Arema atau datang langsung ke kantor Arema FC Jalan Mayjend Pandjaitan no 42 lantai 2 Kota Malang.
25 June 2021
Build Your Product
We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.
