BERITA

Buka-Bukaan Strategi Manajemen Arema FC: Menuju Tata Kelola Profesional dan Klub yang Sehat

Buka-Bukaan Strategi Manajemen Arema FC: Menuju Tata Kelola Profesional dan Klub yang Sehat

AREMAFC.COM — Manajemen Arema FC membeberkan berbagai langkah strategis dan arah transformasi klub menyambut bergulirnya kompetisi musim baru.

Transformasi ini berfokus pada profesionalisme pengelolaan, penguatan sistem keamanan stadion, hingga pencapaian kemandirian finansial.

Hal tersebut disampaikan oleh Irma Prianti (Chief Business & Commercial Arema FC) bersama Sudarmaji (Manager Operasional Arema FC) saat menjadi tamu dalam program podcast Galeri City Guide di Radio City Guide 911 FM pada Kamis 3 September 2026

Sistem Keamanan dan Kenyamanan Penonton Jadi Prioritas Utama

Irma Prianti mengungkapkan bahwa pasca-kembali ke Stadion Kanjuruhan pada tahun 2024, manajemen menerapkan perbaikan sistem operasional dan kepanitiaan (panpel) secara ketat menyangkut : 

Kenyamanan & Keselamatan: Manajemen menerapkan sistem kategori (green, yellow, red) dalam setiap laga untuk memastikan faktor safety & security terjaga

Integrasi Tiket: Tiketing kini beralih ke sistem digital/online. Harga tiket sudah mencakup perlindungan asuransi pertandingan (match insurance) serta penyediaan makanan/minuman (F&B bundling) 

Kembalinya Kepercayaan Sponsor dan Strategi Finansial

Irma Prianti juga menjelaskan seiring dengan pembenahan sistem, kepercayaan dari mitra brand mulai pulih, dapat dilihat dari : 

Sponsor Jersey: Beberapa mitra sponsor besar seperti BTN (tahun kedua), TCT, RANS, dan Lapak Gaming dipastikan menempel di jersey resmi tim 

Kesehatan Klub di Atas Estetika: Irma menegaskan bahwa memiliki banyak mitra sponsor merupakan langkah realistis untuk menjaga performa operasional dan kesehatan finansial klub secara keseluruhan 

Target Musim dan Pembinaan Akademi Berkelanjutan

Mengenai target di lapangan, Arema FC menetapkan sasaran yang realistis namun tetap kompetitif:

Target Kompetisi: Manajemen membidik posisi 5 Besar di papan atas klasemen

Pemain Asli Akademi: Sudarmaji menegaskan bahwa Arema FC tetap konsisten mempertahankan pembinaan melalui Akademi Arema (dari jenjang U-10 hingga U-20). 

Musim ini, terdapat empat pemain jebolan akademi internal yang berhasil menembus skuad utama

Pendekatan Kultural dan Program Edukasi (Goes to School)

Arema FC memandang sepak bola tidak hanya sebagai industri, melainkan bagian dari kultur masyarakat Malang Raya 

Program Goes to School: Manajemen secara rutin mendatangi sekolah-sekolah untuk mengedukasi generasi muda bahwa sepak bola adalah olahraga yang aman, berdisiplin, dan menyenangkan (fun)

Kolaborasi UMKM & Media: Arema FC membuka pintu kerja sama luas bagi pelaku UMKM lokal dan media untuk tumbuh bersama membangun ekosistem ekonomi Malang Raya (**)


Video Selengkapnya: 
Tonton disini!

07 September 2026

Di Balik Lensa dan Tinta: Tawa, Air Mata Kanjuruhan, dan Asa Jurnalis untuk Kebangkitan Arema FC

Di Balik Lensa dan Tinta: Tawa, Air Mata Kanjuruhan, dan Asa Jurnalis untuk Kebangkitan Arema FC

Menjadi jurnalis olahraga bukan sekadar melaporkan jalannya pertandingan atau skor akhir di papan reklame. Di balik setiap paragraf berita dan jepretan foto, ada keringat, tawa, hingga air mata trauma yang jarang terungkap ke publik. 

Sisi kemanusiaan inilah yang diangkat dalam episode perdana podcast Arema FC Official TV yang secara unik membalik keadaan dengan tajuk "Arema FC Bertanya, Wartawan Menjawab".

Dipandu oleh Sudarmaji (Manager Operasional Arema FC) dan Stenly (Head of Media and Publication), podcast ini menghadirkan dua pewarta olahraga yang tak asing lagi di Malang: Suci Rahayu dari Kompas.com dan Asad Arifin dari Bola.net. Keduanya bukan jurnalis sembarangan, melainkan langganan juara lomba jurnalistik Piala Presiden, termasuk pada edisi 2026 

*Romantisme Awal di Pinggir Lapangan*

Bagi Asad dan Suci, Arema FC adalah kawah candradimuka karier mereka. Menariknya, mereka berdua mengawali liputan dengan tensi tinggi: Arema melawan tim luar negeri.

Asad masih ingat betul memori tahun 2014 saat Arema menjamu klub kasta tertinggi Liga Jerman, Hamburg SV. Sebagai jurnalis yang baru ditugaskan ke Malang, ia langsung dihadapkan pada atmosfer Stadion Kanjuruhan yang bergemuruh. 

“Benar-benar kayak pertama kali liputan langsung pertandingan gede, big match seperti luar negeri. Ndredek (gemetar) sampai lali (lupa) nulis apa,” kenang Asad sambil tertawa.

Sementara itu, Suci menjalani debutnya sebagai fotografer olahraga di pinggir lapangan pada tahun 2013. Kala itu, ia adalah satu-satunya fotografer perempuan di sana. 

Membawa lensa panjang yang berat dan tubuh yang mungil, Suci mengaku sempat tak percaya diri. Namun, nyanyian lantang Aremania justru membuatnya takjub sekaligus bingung harus memotret pemain atau kehebohan suporter.

*Memulihkan Luka Kanjuruhan*

Namun, romantisme sepak bola itu terluka pada 1 Oktober 2022. Ketika Sudarmaji menyinggung Tragedi Kanjuruhan, atmosfer studio mendadak sendu. Tragedi tersebut tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka batin yang dalam bagi para pewarta.

Asad, yang kebetulan bertugas memantau dari rumah malam itu, menceritakan bagaimana ia menerima telepon dari rekannya di lapangan dengan suara yang sudah bergetar hebat. Menerima rentetan informasi korban jiwa yang terus bertambah dari belasan hingga ratusan membuat Asad syok. 

“Itu sampai mau tidur enggak bisa tidur, mau nulis juga nulis apa karena benar-benar syok,” tutur Asad. 

Tuntutan profesi memaksanya terus mengetik berita hingga pagi, sementara kesadaran akan betapa besarnya tragedi tersebut baru menghantam batinnya di hari-hari berikutnya.

Bagi Suci yang berada tepat di pusaran tragedi, traumanya jauh lebih nyata. Ia menyaksikan langsung suporter yang tergeletak dan kehabisan napas. Di titik itu, profesionalismenya sebagai fotografer runtuh oleh nurani kemanusiaannya. Ia meletakkan kameranya dan memilih membantu sebisa mungkin.

Dengan suara bergetar, Suci bercerita, "Aku cuma sobek-sobek kardus air kemasan buat kipas-kipas, aku kasih-kasihin ke orang," kenangnya. 

Ia menangis menyadari keterbatasannya menolong malam itu. Efek traumatisnya bahkan masih membekas hingga hari ini. Suci mengaku sering kali merasa deg-degan dan disergap ketakutan (panic attack) setiap kali meliput pertandingan yang mulai dipenuhi ketegangan antarsuporter, ia mengharap sebaliknya fans mending hadirkan nyanyian dukungan, yang mwlembuat adem dan terhibur.


*Asa Kebangkitan dan Sinergi Masa Depan*

Meski sempat ragu apakah Arema FC mampu bertahan melewati masa hukuman, terusir dari kandang, dan tekanan sosial yang masif, baik Asad maupun Suci kini sepakat bahwa Singo Edan tengah berada di jalur kebangkitan.

Asad menyoroti tiga aspek krusial yang jauh membaik dari manajemen saat ini. Pertama, Panpel Arema kini melayani akses dan kenyamanan masuk stadion yang dinilainya paling aman di Indonesia. 

Kedua, keseriusan membangun tim yang ditunjukkan dengan mempertahankan pelatih lebih dari satu musim. Ketiga, hadirnya Presidium Aremania yang membuat wadah suporter kini jauh lebih terorganisasi.

Sebagai mitra yang saling membutuhkan, media juga menitipkan kritik membangun. Kebutuhan industri media kini telah bergeser. 

"Ngasih materi ke media itu kan sekarang enggak cukup dengan teks, tapi ada foto dan video," kritik Asad.

Ia juga berharap agar para pemain lebih kooperatif dan mau memberikan senyum kepada media di ruang wawancara (mixed zone), sekalipun tim sedang menderita kekalahan.

Pada akhirnya, podcast ini seolah menjadi rekonsiliasi emosional. Media dan klub sepak bola bukanlah musuh, melainkan ekosistem yang saling menghidupkan. Lewat tulisan dan jepretan lensa, para jurnalis inilah yang akan terus merawat ingatan, menjaga asa, dan menjadi saksi jatuh bangunnya panji Arema FC di kancah sepak bola Indonesia. (**)

Video Selngkapnya: Tonton disini!

07 September 2026

Anniversary Pertama Arema FC Women Academy, Turnamen Sepak Bola Putri U-10 dan U-14 Dapat Apresiasi Sekda Kota Semarang

Anniversary Pertama Arema FC Women Academy, Turnamen Sepak Bola Putri U-10 dan U-14 Dapat Apresiasi Sekda Kota Semarang

Malang – Arema FC Women Academy di Semarang merayakan hari jadinya yang pertama dengan menggelar Turnamen Sepak Bola Putri U-10 dan U-14 di Lapangan Polrestabes Kota Semarang, Sabtu-Minggu (5-6/9/2026). Turnamen tersebut menjadi bagian dari komitmen akademi dalam memperluas pembinaan sepak bola putri usia dini di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Ajang yang diikuti tim-tim dari Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur ini berlangsung meriah sekaligus menjadi wadah bagi para pesepak bola putri muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam atmosfer kompetisi yang positif dan sportif.

Pada momen krusial turnamen kategori U-14, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Dr. Handi Priyanto, AP., S.Sos., M.Si, hadir langsung menyaksikan pertandingan semifinal hingga partai final pada Minggu (6/9). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap pembinaan sepak bola putri usia dini yang terus berkembang melalui Arema FC Women Academy.

Handi Priyanto memberikan apresiasi atas konsistensi Arema FC Women Academy yang menjadikan Kota Semarang sebagai homebase pembinaan sepak bola putri dan membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta muda.

"Pada hari ini kita melaksanakan turnamen dalam rangka HUT pertama Arema FC Women Academy yang homebase-nya ada di Semarang. Saya mengapresiasi dengan adanya Arema FC Women Academy di Semarang karena menjadi tempat untuk mengembangkan potensi diri anak-anak, terutama wanita yang menggemari sepak bola di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya," ujar Handi Priyanto.

Menurutnya, Kota Semarang memiliki banyak potensi pesepak bola putri yang membutuhkan wadah pembinaan yang lebih terstruktur agar mampu berkembang hingga level profesional. "Sebetulnya banyak potensi di Kota Semarang dan sekitarnya, hanya penyalurannya yang belum ada dan belum terpola. Keberadaan Arema FC Women Academy ini bisa menjadi wadah bagi generasi muda, menyalurkan hobi, hingga ke depannya diharapkan bisa menjadi pemain profesional dan tidak hanya membawa nama Kota Semarang, tetapi juga membawa nama Indonesia," lanjutnya.

Dalam turnamen tersebut, persaingan di dua kategori usia berlangsung sengit. Pada kategori U-10 yang digelar Sabtu (5/9), Sekar Sembada Sleman keluar sebagai juara setelah mengalahkan Putri Mataram Sleman melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 usai bermain imbang di waktu normal. Posisi juara tiga bersama ditempati Arema FC Women dan Persisac Kota Semarang.

Sementara pada kategori U-14 yang berlangsung Minggu (6/9), Putri Meta Surabaya tampil sebagai kampiun setelah menundukkan Samba Persada Women Solo dengan skor 2-0 pada partai final. Arema FC Women mengakhiri turnamen sebagai juara tiga bersama Sekar Sembada.

Pelatih Arema FC Women Academy sekaligus penyelenggara turnamen, Nanang Habibi, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta, orang tua, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya turnamen anniversary pertama tersebut.

"Turnamen anniversary pertama ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bukti nyata bahwa ruang kompetisi untuk sepak bola putri usia dini sangat dibutuhkan. Kami di Arema FC Women Academy berkomitmen untuk terus konsisten menggelar kompetisi rutin dan menyediakan wadah pembinaan yang terstruktur agar anak-anak ini memiliki alur pembinaan yang jelas menuju karier profesional," kata Nanang Habibi.

Nanang berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan Arema FC Women Academy sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola putri di Indonesia.

"Melihat semangat anak-anak bertanding di lapangan, kami semakin yakin bahwa masa depan sepak bola wanita Indonesia sangat cerah. Kami berharap turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan yang rutin dan makin berkualitas. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Semarang, jajaran Kepolisian, seluruh orang tua, serta tim peserta yang sudah berpartisipasi dan menjaga sportivitas selama turnamen," tutupnya. (*)

06 September 2026

*Match Summary on The News*      Hasil BRI Super League 2026/2027: Arema FC Bantai Isenmulang Kalteng FC 4-0 di Kanjuruhan

*Match Summary on The News* Hasil BRI Super League 2026/2027: Arema FC Bantai Isenmulang Kalteng FC 4-0 di Kanjuruhan

MALANG – Arema FC sukses mengamankan tiga poin penuh usai tampil perkasa melibas Isenmulang Kalteng FC dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang disaksikan oleh 1.767 penonton di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat (4/9/2026) sore WIB ini menjadi panggung dominasi Singo Edan.  

Babak Pertama: Dominasi Singo Edan di Kanjuruhan

Tampil percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri, Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Keunggulan tim tuan rumah dibuka cepat pada menit ke-6 melalui aksi sang kapten, Johan Ahmat Farizi. Tak butuh waktu lama bagi Singo Edan untuk menggandakan keunggulan; pada menit ke-14, bek tengah Diego Luiz Landis sukses mencatatkan namanya di papan skor sekaligus merubah kedudukan menjadi 2-0.  
Kalteng FC yang berupaya merespons justru harus menerima kartu kuning pertama di laga ini lewat Makan Konate pada menit ke-21. Menjelang babak pertama usai, Arema FC menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 3-0 berkat gol Marcos Vinicius Silvestre Gaspar pada masa injury time (45+6').  

Babak Kedua: Rotasi Taktis dan Gol Penutup Mauro Zijlstra

Memasuki babak kedua, pelatih Arema FC, Marcos Vinicius Santos Goncalves, langsung melakukan penyegaran di lini belakang dengan memasukkan Hansamu Yama Pranata menggantikan Walisson Moreira Farias Maia sejak awal babak kedua (HT).  
Tekanan Arema FC terus berlanjut hingga memasuki pertengahan babak kedua. Pada menit ke-66, Arema FC melakukan penyegaran besar-besaran dengan memasukkan tiga pemain sekaligus: Sneyder Julian Guevara Munoz menggantikan Diego Luiz Landis, Arkhan Fikri menggantikan Alfeandra Dewangga Santosa, serta Matheus Da Conceição Nascimento (Blade) menggantikan Raianderson Da Costa Morais.  
Pergantian strategi kembali berbuah manis ketika Mauro Nils Zijlstra masuk pada menit ke-82 menggantikan Marcos Vinicius Silvestre Gaspar. Hanya tiga menit berada di lapangan, Mauro Nils Zijlstra berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-85 sekaligus mengunci kemenangan telak 4-0 untuk Arema FC.  

Data Ringkasan Pertandingan
 
Kompetisi: BRI Super League 2026/2027  
 
Pertandingan: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC  
 
Skor Akhir: 4 - 0  
 
Tanggal & Waktu: Jumat, 4 September 2026 | 15:30 WIB  
 
Lokasi: Stadion Kanjuruhan, Malang (Cuaca: Cerah 28°C)  
 
Pencetak Gol Arema FC: Johan Ahmat Farizi (6'), Diego Luiz Landis (14'), Marcos Vinicius Silvestre Gaspar (45+6'), Mauro Nils Zijlstra (85')  
 
Perangkat Pertandingan: Wasit Utama (Rio Permana Putra), VAR (Aidil Azmi)  

Catatan Pergantian Pemain Arema FC:
 Awal Babak II (HT): Hansamu Yama Pranata masuk menggantikan Walisson Moreira Farias Maia.  
 Menit 66:
 Sneyder Julian Guevara Munoz masuk menggantikan Diego Luiz Landis.  
 Arkhan Fikri masuk menggantikan Alfeandra Dewangga Santosa.  
 Matheus Da Conceição Nascimento (Blade) masuk menggantikan Raianderson Da Costa Morais.  
 Menit 82: Mauro Nils Zijlstra masuk menggantikan Marcos Vinicius Silvestre Gaspar.  

Susunan Pemain Utama (Starter)
 Arema FC: Muhammad Adi Satryo (GK); Diego Luiz Landis, Walisson Moreira Farias Maia, Johan Ahmat Farizi (C), Achmad Maulana Syarif; Roberto Pimenta Vinagre Filho, Alfeandra Dewangga Santosa, Raianderson Da Costa Morais; Gabriel Silva Costa, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar, Gustavo Franca Amadio. 

Isenmulang Kalteng FC: Jefri Wibowo Suliarno (GK); Leonardo Silva Lelis, Ardi Ramdani (C), Galuh Aryanata, Gufroni Al Ma'ruf, Douglas Nonato Oliveira Cruz; Makan Konate, Modou Manneh, Brayen Pondaag; Vinicius Ferreira De Jesus, Sergio De Mendonca Siqueira Filho.

04 September 2026

Gol Perdana Mauro Zijlstra Warnai Debut Manis Bersama Arema FC

Gol Perdana Mauro Zijlstra Warnai Debut Manis Bersama Arema FC

AREMAFC.COM – Debut Mauro Zijlstra bersama Arema FC di BRI Super League 2026/2027 berakhir manis. Penyerang anyar Singo Edan itu langsung mencetak gol perdananya saat membawa Arema FC menang telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada laga pekan pertama di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (4/9).

Gol Mauro lahir di babak kedua dan melengkapi kemenangan Arema FC setelah sebelumnya Johan Alfarizi, Diego Landis, dan Marcos Vinicius lebih dulu mencatatkan nama di papan skor pada babak pertama.

Mauro mengaku bersyukur bisa mengawali perjalanan bersama Arema FC dengan kemenangan sekaligus gol di pertandingan resmi pertamanya. Menurut pemain yang baru bergabung sekitar dua pekan sebelum kompetisi dimulai itu, laga pembuka selalu memiliki tantangan tersendiri.

“Pertandingan pertama selalu sulit, tapi kami senang dengan kemenangan ini. Pertandingan pertama selalu tidak mudah, apalagi lawan kami adalah tim yang baru promosi. Jadi ini kemenangan yang sangat penting dan kami senang dengan performa tim hari ini,” ujar Mauro.

Pemain pinjaman dari Persija tersebut juga mengungkapkan dirinya masih dalam proses beradaptasi dengan sistem permainan yang diterapkan pelatih Marcos Santos. Meski demikian, ia merasa seluruh instruksi yang diberikan tim pelatih sangat jelas sehingga membantunya memahami peran di lapangan.

 “Coach menjelaskan segalanya dengan sangat jelas kepada saya. Saya baru di sini beberapa minggu, jadi tentu saya harus beradaptasi dengan sistem dan rekan tim,” katanya.

Mauro menjelaskan bahwa tugasnya tidak hanya membantu serangan, tetapi juga aktif saat tim kehilangan bola. Ia menyebut Arema FC memiliki organisasi permainan yang disiplin, terutama dalam melakukan pressing.

 “Secara defensif, Coach sangat jelas. Kami bermain 4-4-2 yang kompak. Terkadang tergantung lawan bagaimana kami melakukan pressing, tapi itu yang kami lakukan setiap hari di latihan,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Arema FC Marcos Santos menilai gol perdana Mauro menjadi momen penting bagi sang penyerang. Menurutnya, gol di laga debut akan meningkatkan kepercayaan diri pemain sekaligus menjadi pertanda positif atas proses perekrutan yang dilakukan Arema FC musim ini.

 “Sangat penting bagi pemain yang baru datang untuk mencetak gol karena itu memberikan kepercayaan diri. Ini menunjukkan bahwa kami tepat dalam memilih pemain untuk musim ini. Namun, kami harus tetap rendah hati, ini baru pertandingan pertama,” ujar Marcos Santos.

Pelatih asal Brasil tersebut juga mengungkapkan bahwa Mauro masih belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Namun, kontribusinya sudah terlihat, termasuk melalui gol yang lahir dari skema bola mati.

 “Mauro sangat berpengalaman. Penting bagi dia untuk mencetak gol demi kepercayaan dirinya dan tim. Dia belum 100 persen secara fisik, tapi kontribusinya sangat membantu,” tutup Marcos. (*)

04 September 2026

Awali Super League 2026/2027 dengan Manis, Arema FC Menang Telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC

Awali Super League 2026/2027 dengan Manis, Arema FC Menang Telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC

AREMAFC.COM — Arema FC mengawali perjalanan di BRI Super League 2026/2027 dengan hasil sempurna. Tim berjuluk Singo Edan meraih kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada laga pekan pertama yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (4/9).

Empat gol kemenangan Arema FC dicetak oleh Alfarizi, Diego Landis, dan Marcos Vinicius di babak pertama, kemudian ditutup oleh gol debut Mauro Zijlstra pada babak kedua.

Pelatih Arema FC Marcos Santos mengaku kemenangan pada pertandingan perdana bukanlah sesuatu yang diraih dengan mudah. Menurutnya, tim tamu memberikan perlawanan sengit dengan kekuatan fisik yang dimiliki, namun para pemain Arema FC mampu menjalankan instruksi dengan baik sepanjang pertandingan.

 “Sangat sulit mengomentari pertandingan pertama ini. Kami menghadapi tim yang kuat secara fisik, tim yang berkompetisi dengan sangat baik. Tapi saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain saya dan kelompok kerja saya, karena kami menjalani pramusim yang berat dan mereka merespons dengan sangat baik pada pertandingan hari ini,” ujar Marcos Santos.

Pelatih asal Brasil tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan pada laga kandang perdana musim ini. Ia menilai dukungan yang diberikan menjadi energi tambahan bagi tim.

 “Saya juga ingin berterima kasih kepada Aremania yang hadir di pertandingan pertama ini dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan musim lalu. Kami berharap Aremania bisa terus hadir di sini untuk membantu kami sepanjang musim ini,” katanya.

Salah satu catatan menarik dari kemenangan Arema FC adalah kontribusi dua pemain anyar, Marcos Vinicius dan Mauro Zijlstra, yang langsung mencatatkan nama di papan skor pada laga debut mereka bersama Singo Edan.

Marcos Santos menilai gol dari pemain baru memiliki arti penting untuk meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menjadi bukti bahwa proses perekrutan pemain berjalan sesuai kebutuhan tim.

 “Sangat penting bagi pemain yang baru datang untuk mencetak gol karena itu memberikan kepercayaan diri. Ini menunjukkan bahwa kami tepat dalam memilih pemain untuk musim ini. Namun, kami harus tetap rendah hati, ini baru pertandingan pertama,” ungkapnya.

Gol Mauro Zijlstra juga lahir melalui skema bola mati, melengkapi dominasi Arema FC yang mencetak tiga dari empat gol melalui situasi set piece. Marcos menegaskan hal tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil latihan yang sudah dilakukan sejak musim lalu.

 “Semua tim di dunia saat ini sepak bolanya sangat mirip. Jika Anda memiliki variasi set piece yang berbeda, itu akan sangat membantu. Kami melatih berbagai situasi di setiap sesi latihan dan kami senang hari ini membuahkan hasil,” jelasnya.

Kemenangan 4-0 ini menjadi modal berharga bagi Arema FC untuk menatap pertandingan demi pertandingan berikutnya di BRI Super League 2026/2027, dan terdekat adalah away menghadapi PSM Makassar di pekan kedua. (*)

04 September 2026

Roadshow ke Media, Arema FC Gaungkan Semangat Resurrection

Roadshow ke Media, Arema FC Gaungkan Semangat Resurrection

AREMAFC.COM– Menyambut bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027, manajemen Arema FC melakukan roadshow ke sejumlah media di Malang. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan media menjelang dimulainya kompetisi. 

Dalam roadshow yang berlangsung Kamis (3/9/2026) tersebut, Chief Business & Commercial (CBO) Arema FC Irma Prianti didampingi Manajer Operasional Sudarmaji, Head of Media & Publication Stenly Rehardson, serta Staf Business Alif Fanharnita.
Rombongan manajemen Arema FC mengunjungi lima media, yakni City Guide 911 FM, RRI Malang, Jawa Pos Radar Malang, Malang Posco Media dan Surya Malang.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Irma Prianti sebagai Chief Business & Commercial Arema FC kepada media di Malang. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya manajemen untuk menjalin silaturahmi sebelum Arema FC memulai perjalanan di kompetisi Super League 2026/2027.

Dalam kesempatan tersebut, Irma Prianti menjelaskan mengenai langkah dan upaya Arema FC dalam menghadapi kompetisi musim ini. Manajemen memiliki target untuk membawa Singo Edan meraih posisi yang jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.

Menurutnya, target tersebut memang tidak mudah untuk diwujudkan. Namun, optimisme harus dibangun sejak awal sebagai modal untuk menjalani perjalanan panjang kompetisi.

“Memang tidak mudah, tetapi optimisme harus kita usung sejak awal. Kami ingin Arema FC menghadapi kompetisi ini dengan semangat untuk menjadi lebih baik dan meraih posisi yang jauh lebih baik,” ujar Irma.

Lebih dari sekadar berbicara mengenai target di kompetisi, Irma juga menekankan pentingnya proses untuk membangun kembali Arema FC secara menyeluruh. Hal tersebut terangkum dalam semangat resurrection demi Greatness yang menjadi tema HUT ke-39, dan jadi salah satu pijakan manajemen.

“Bagi saya, resurrection bukan sekadar kembali atau lahir kembali. Ini adalah proses panjang untuk bangkit, mengembalikan kepercayaan dan kredibilitas, sekaligus membangun fondasi baru agar Arema berdiri lebih sehat dan kuat,” tegasnya.

Menurut Irma, kebangkitan Arema tidak cukup hanya diukur melalui hasil pertandingan. Ada proses panjang yang harus dijalankan secara konsisten, baik dalam aspek olahraga, bisnis, maupun pengelolaan klub secara keseluruhan.

Oleh karena itu, manajemen Arema FC menyadari bahwa proses tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Media menjadi salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut, terutama dalam membangun komunikasi dan menyampaikan informasi mengenai perkembangan klub kepada publik.

“Kami juga berharap support dari teman-teman media. Mari bersama-sama mewujudkan resurrection atau kebangkitan Singo Edan. Ini adalah proses bersama. Kami ingin membangun Arema yang lebih sehat dan kuat, dan tentu dukungan dari semua pihak sangat kami butuhkan,” lanjut Irma.

Roadshow ke lima media tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang semakin baik sepanjang kompetisi Super League 2026/2027.

Dengan semangat resurrection, Arema FC tidak hanya ingin mengejar pencapaian yang lebih baik di lapangan, tetapi juga menjadikan musim baru sebagai bagian dari proses membangun fondasi klub yang lebih kuat, sehat dan berkelanjutan, demi terwujudnya Greatness yang jadi goal besar Singo Edan di usia ke-39 ini. (*)

04 September 2026

Arema FC Siap Tempur! Singo Edan Bidik Awal Manis di BRI Super League 2026/27

Arema FC Siap Tempur! Singo Edan Bidik Awal Manis di BRI Super League 2026/27

Malang – Arema FC menyatakan kesiapan penuh menyambut pertandingan perdana BRI Super League 2026/2027. Singo Edan akan memulai perjuangan di kompetisi musim ini dengan menjamu Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (4/9) sore.

Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, memastikan persiapan tim berjalan sesuai rencana. Meski belum seluruh pemain berada dalam kondisi siap bertanding, pelatih asal Brasil itu menilai skuadnya sudah cukup kompetitif untuk mengawali musim di hadapan Aremania.

“Persiapan berjalan dengan baik. Tim berada dalam kondisi yang bagus. Memang kami belum memiliki semua pemain yang kami inginkan, tetapi Arema sudah siap memasuki pertandingan pertama secara kompetitif di kandang,” ujar Marcos Santos.


Marcos mengakui masih ada satu hingga dua pemain yang belum bisa diturunkan karena proses pemulihan maupun adaptasi. Namun hal tersebut tidak mengurangi optimisme tim untuk meraih hasil maksimal pada laga pembuka.

Menurutnya, bermain di kandang membawa tanggung jawab besar bagi Singo Edan. Oleh sebab itu, Arema tetap menghormati Isenmulang Kalteng FC yang datang sebagai tim promosi, sembari menargetkan kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

Memasuki musim keduanya bersama Arema FC, Marcos menegaskan siap membawa tim memiliki target yang lebih tinggi dibanding musim lalu. Pengalaman menjalani kompetisi di Indonesia menjadi modal penting untuk membangun tim yang lebih matang.

“Kami tahu betapa sulitnya kompetisi ini. Kami mengenal liga dan para lawan lebih baik dibanding musim lalu. Musim ini kami ingin memberikan sesuatu yang lebih dan finis lebih baik di klasemen,” kata Marcos.

Sementara itu, menghadapi tim promosi, Arema FC tidak ingin menganggap remeh lawannya. Marcos menilai Isenmulang Kalteng FC merupakan tim yang memiliki organisasi permainan baik, disiplin dalam bertahan, serta berbahaya saat melakukan serangan balik.

“Mereka tim yang terlatih dengan baik, tahu cara bertahan, dan memiliki striker yang produktif. Kami menghormati mereka sepenuhnya karena sekarang mereka adalah tim Super League,” kata Marcos.

Sejatinya, Arema FC juga membawa modal positif jelang laga pembuka. Dalam lima musim terakhir, Singo Edan selalu meraih hasil positif pada pertandingan kandang pertama. Namun Marcos menegaskan setiap musim memiliki cerita yang berbeda sehingga tim tetap fokus menghadapi pertandingan dengan maksimal.

“Statistik itu bagus, tetapi setiap musim berbeda. Besok akan menjadi pertandingan yang sulit dan kami harus fokus pada apa yang bisa kami lakukan,” ujarnya.

Bek Arema FC Achmad Maulana Syarif menyebut seluruh pemain telah menyelesaikan persiapan dengan baik dan siap menghadapi tantangan laga pertama musim ini. Ia menilai pertandingan pembuka selalu memiliki tingkat kesulitan tersendiri sehingga kesiapan mental menjadi faktor penting.

“Dari pemain sendiri, kami semua sudah siap dengan segala persiapan yang sudah dilakukan. Pertandingan pertama, di mana pun dan kapan pun, tidak pernah mudah. Karena itu kami harus lebih siap secara mental, tenaga, dan motivasi,” ujar Achmad.

Di sisi lain, Pelatih Marcos Santos mengajak Aremania memenuhi Stadion Kanjuruhan untuk memberikan dukungan langsung kepada tim pada laga perdana musim ini. Menurutnya, kehadiran Aremania selalu menjadi kekuatan besar bagi Singo Edan.

“Kehadiran Aremania membuat Arema menjadi jauh lebih kuat. Kami berharap mereka hadir bersama kami pada pertandingan pertama ini dan memberikan semangat untuk tim,” pungkas Marcos. (*)

04 September 2026

Comeback ke Super League, Achmad Maulana Siap Jawab Penantian Setelah Cedera ACL

Comeback ke Super League, Achmad Maulana Siap Jawab Penantian Setelah Cedera ACL

Malang – Laga perdana BRI Super League 2026/2027 menjadi momen yang paling dinantikan bek Arema FC, Achmad Maulana Syarif. Setelah hampir sepanjang musim lalu absen akibat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang dialaminya di awal musim, pemain berusia 23 tahun itu akhirnya siap kembali tampil membela Singo Edan di kompetisi.

Achmad Maulana mengaku, pertandingan melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9), memiliki arti yang sangat spesial dalam perjalanan kariernya. Penantian panjang selama menjalani pemulihan pascaoperasi ACL, kini berubah menjadi motivasi besar untuk kembali memberikan kontribusi bagi Arema FC.

“Untuk persiapan saya sendiri, pastinya lebih baik. Ini pertandingan yang secara pribadi saya tunggu-tunggu. Ini menjadi motivasi yang sangat tinggi setelah mengalami cedera ACL yang cukup panjang,” ujar Achmad.

Selama proses pemulihan, Achmad harus melewati masa rehabilitasi yang panjang hingga akhirnya kembali bergabung bersama tim. Kini, ia merasa kondisi fisik dan kepercayaan dirinya jauh lebih baik dibanding musim lalu.

Tak hanya siap secara pribadi, pemain asal Bandung itu juga optimistis dengan kekuatan skuad Singo Edan musim ini. Menurutnya, komposisi pemain yang dimiliki Arema FC lebih seimbang dan chemistry antarpemain sudah terbentuk sejak masa pramusim hingga Piala Presiden 2026.

“Untuk komposisi tim, saya lebih percaya diri dengan komposisi sekarang karena kami sangat kuat di tengah, di belakang, maupun di depan. Kami sudah menjalin chemistry yang sangat baik,” katanya.

Meski menjadi laga comeback di Super League, Achmad Maulana menegaskan fokus utamanya bukan sekadar kembali bermain, melainkan membantu Arema FC mengawali musim dengan kemenangan di kandang sendiri.

“Kami semua sudah siap dengan segala persiapan yang sudah dilakukan. Pertandingan pertama memang tidak pernah mudah, tetapi kami akan memberikan yang terbaik dan berusaha memberikan kemenangan,” tegas Achmad.

Bagi dia, laga pembuka Super League 2026/2027 bukan hanya awal perjalanan baru Arema FC, tetapi juga awal babak baru setelah berhasil melewati salah satu tantangan terbesar dalam kariernya sebagai pesepak bola.(*)

03 September 2026

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Malang, 10 Juni 2026 – Arema FC menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi polemik pendaftaran logo Singa Bertindik. Manajemen Singo Edan telah menempuh langkah hukum dan administrasi yang diperlukan, termasuk mengajukan keberatan atas pendaftaran yang dilakukan pihak lain. Saat ini, klub memilih menghormati seluruh mekanisme yang berlaku sembari menunggu terbitnya legalitas resmi dari pemerintah sebagai landasan hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.

General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa sejak mengetahui adanya pendaftaran logo oleh pihak lain, manajemen segera mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas Arema yang memiliki nilai sejarah dan keterikatan kuat dengan klub maupun Aremania.

“Kami sudah menyampaikan keberatan terhadap proses yang dilakukan pihak lain terkait pendaftaran logo tersebut. Bagi Arema FC, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, tetapi bagian dari identitas klub yang memiliki sejarah panjang dan melekat dalam perjalanan Arema. Karena itu, kami mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi identitas tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yusrinal.

Selain menyampaikan keberatan, Arema FC juga telah mengajukan pendaftaran logo Singa Bertindik melalui jalur resmi kepada Direktorat Jenderal Kekayaaan Intelektual (DJKI). Saat ini, seluruh proses administrasi dan legal yang dibutuhkan 
masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.

Yusrinal menegaskan bahwa manajemen terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia juga menekankan bahwa pendaftaran yang diajukan Arema FC saat ini masih berada pada jalur yang semestinya.

“Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema FC sudah mendaftarkan logo Singa Bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya atau on track. Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional,” katanya.

Menurutnya, saat ini fokus utama manajemen adalah menunggu terbitnya legalitas resmi atas pendaftaran yang telah diajukan. Legalitas tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi klub untuk melangkah ke tahapan berikutnya.

“Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah. Setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan,” lanjutnya.

Meski demikian, Yusrinal menegaskan bahwa terbitnya legalitas bukan berarti perubahan penggunaan logo dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema FC memiliki berbagai kerja sama strategis yang harus diperhatikan dan disesuaikan terlebih dahulu.

“Setelah legalitas kami terima, bukan berarti keesokan harinya logo bisa langsung digunakan secara menyeluruh. Arema FC adalah perusahaan yang memiliki banyak kerja sama strategis dengan sponsor, vendor, mitra produksi, partner komersial, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam operasional klub. Seluruh proses perubahan identitas harus dilakukan secara terukur dan melalui tahapan yang matang,” jelasnya.

Perubahan identitas visual klub, lanjut Yusrinal, akan berdampak pada banyak aspek, mulai dari materi promosi, aset digital, merchandise, dokumen korporasi, perlengkapan pertandingan, hingga berbagai kerja sama komersial yang telah berjalan.

“Kami harus memastikan seluruh pihak yang bekerja sama dengan Arema FC mendapatkan informasi dan waktu penyesuaian yang cukup. Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat. Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Yusrinal menegaskan manajemen Arema FC akan terus mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, dan kepentingan jangka panjang klub dalam setiap keputusan yang diambil. Ia juga mengajak seluruh Aremania untuk tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses yang sedang berjalan.

“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Oleh sebab itu, kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui jalur yang benar akan menghasilkan keputusan yang baik pula bagi masa depan Arema FC,” tutup Yusrinal.

10 June 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Raih Hasil Positif, Pelatih Arema FC U-16 : Mental dan Karakter Mulai Terbentuk

Raih Hasil Positif, Pelatih Arema FC U-16 : Mental dan Karakter Mulai Terbentuk

Awal putaran kedua Elite Pro Academy U-16 (EPA U-16) memiliki arti penting bagi Arema FC U-16. Hal itu setelah mereka berhasil mengalahkan Persis Solo U-16 dengan skor 1-0 dalam pertandingan yang diadakan di Lapangan A Senayan, Jakarta pada (31/8/2022). Hasil ini sekaligus memutus tren kurang memuaskan saat putaran pertama lalu.

Pelatih Arema FC U-16, Firman Basuki mengakui bahwa kemenangan itu memberikan dampak positif terhadap timnya. “Saya melihat ini adalah awal peningkatan, harus kita akui bahwa kita masih berproses. Mental dan karakter sudah mulai terbentuk,” ungkap Firman.

Melihat kebelakang, Firman menyatakan bahwa timnya membutuhkan adaptasi lebih terkait berbagai aspek. Baik dari sisi mental dan teknis, apalagi menghadapi tim-tim yang kebanyakan sudah melakukan persiapan cukup lama.

“Sebenarnya kalau kita melihat tim-tim lawan secara permainan tidak ada perbedaan yang mencolok, namun hal besar yang berpengaruh bisa jadi adalah soal mental,” sambungnya.

Motivasi terus diberikan Firman kepada pemainnya, apalagi saat ini mereka tengah membawa nama besar Arema untuk bersaing dengan tim-tim lainnya. “Ayo, kalian ini Arema. Main yang berani, jangan pernah takut pada lawan. Itu yang selalu saya katakan pada pemain,” tandasnya.

Usai mengalahkan Persis Solo U-16, Arema FC U-16  akan berhadapan dengan Persija Jakarta U-16. Di pertemuan pertama lalu, Singo Edan Muda kalah tipis dengan skor 1-0.

01 September 2022

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Persiapan lebih awal dilakukan oleh Akademi Arema U-20 untuk menghadapi Elite Pro Academy dengan melakukan pemusatan latihan di kawasan militer Abdurrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. 

Pemusatan latihan diikuti oleh 34 pemain yang merupakan hasil dari seleksi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pemusatan latihan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari kedepan, yakni mulai 14-23  April mendatang.

“Sengaja kita jadwalkan persiapan lebih awal, termasuk mengawalinya dengan pemusatan latihan karena banyak yang akan kita lakukan mengingat hampir mayoritas pemain di tim ini adalah pemain baru hasil dari seleksi beberapa waktu lalu, jadi adaptasi menjadi porsi utama di awal persiapan ini,” ungkap direktur teknik Akademi Arema, Joko Susilo.

Dengan dikumpulkannya pemain-pemain tersebut dalam satu kawasan dengan fasilitas mess pemain maka diharapkan proses adaptasi pemain bisa dilakukan dengan lebih cepat. “Harapannya tentu demikian. Kebersamaan tidak hanya dibangun di lapangan, tetapi juga dilakukan di luar lapangan,” tandas Joko Susilo.

Manajer Akademi Arema  di kompetisi Elite Pro Academy, Ganesya Widya Pramana menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan merupakan evaluasi dari musim sebelumnya. Dia menegaskan bahwa di musim depan singa-singa muda tidak hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga melahirkan pemain-pemain potensial untuk menjadi andalan tim senior Arema FC.

“Persiapan kita dalam menyambut Elite Pro Academy untuk musim depan memang sengaja lebih awal, ini merupakan bentu evaluasi dari musim lalu. Sesuai dengan yang diharapkan oleh presiden klub, tidak hanya prestasi yang dikejar, tetapi juga bagaimana pemain-pemain muda potensial akan lahir dari binaan Arema FC sendiri terutama dari Akademi Arema,” ungkap Ganesya.

14 April 2022

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup