BERITA

Sembilan Pemenang Lomba Story Telling 'The Greatness' Diumumkan, Puluhan Karya Bersaing jadi Terbaik

Sembilan Pemenang Lomba Story Telling 'The Greatness' Diumumkan, Puluhan Karya Bersaing jadi Terbaik

Malang – Kreativitas masyarakat dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC dan HUT ke-6 Malang Posco Media mendapat ruang melalui Lomba Story Telling ‘The Greatness’. Setelah melalui proses penjurian, para pemenang dari tiga kategori akhirnya diumumkan.

Lomba yang mempertandingkan kategori video, foto, dan tulisan tersebut mendapat antusiasme tinggi. Dalam kurun waktu sekitar 10 hari masa pengumpulan karya, puluhan karya masuk dan menunjukkan beragam cara peserta dalam menceritakan tentang Arema.

“Antusiasmenya cukup tinggi. Dalam waktu 10 hari ada puluhan karya yang masuk. Bahkan, jika dilihat dari tagar pencarian, ada juga beberapa karya yang sudah dibuat, tetapi pesertanya lupa mengisi Google Form sehingga datanya tidak masuk ke panitia. Padahal karyanya bagus dan menarik,” tutur Head of Media & Publication Arema FC, Stenly Rehardson.

Proses penjurian melibatkan perwakilan Arema FC dan Malang Posco Media. Diskusi berlangsung cukup panjang dan alot sebelum akhirnya ditentukan karya-karya terbaik dari masing-masing kategori.

“Untuk penjurian lumayan panjang juga diskusinya. Sehingga butuh waktu untuk mencari final pemenang. Kami ingin memberikan apresiasi kepada karya-karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki kreativitas dan cara bercerita yang kuat,” lanjut Stenly.

Redaktur Rubrik Olahraga Malang Posco Media, Buari, turut memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta. Menurutnya, banyaknya karya yang masuk menunjukkan bahwa lomba tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

“Antusiasme peserta cukup luar biasa. Kami melihat ada banyak kreativitas yang dituangkan dalam karya masing-masing. Tidak hanya soal bercerita tentang Arema, tetapi juga bagaimana peserta memiliki sudut pandang dan cara penyampaian yang berbeda,” ujar Buari.

Menurut Buari, proses penjurian juga menjadi bagian menarik karena setiap karya memiliki kelebihan masing-masing.

“Semua karya tentu memiliki kelebihan masing-masing. Karena itu, kami cukup berdiskusi untuk menentukan pemenangnya. Harapannya, para peserta tidak berhenti berkarya dan terus mengembangkan kreativitasnya,” lanjutnya.

Para pemenang mendapatkan hadiah yang beragam. Seluruh pemenang berhak memperoleh tiket untuk menyaksikan satu pertandingan Arema FC pada musim 2026/2027. Selain itu, tersedia hadiah lain yang disiapkan adalah voucher menginap di Hotel Horison Kota Batu hingga e-money, sesuai kategori juara yang diraih.

Sementara itu, penghargaan khusus diberikan kepada Pemenang Favorit, yang ditentukan berdasarkan beberapa kategori penilaian, termasuk jumlah view, like, dan komentar. Pemenang favorit mendapatkan hadiah berupa tiket pesawat pulang-pergi (PP) Malang-Jakarta serta jersey original Arema FC.

Berikut daftar lengkap pemenang Lomba Story Telling ‘The Greatness’:

*Tiga Pemenang Video Story Telling*

1. Devin Arviano Putra
Asal: Turen, Kabupaten Malang
Instagram: @media.stmturen1972

2. Santoko
Asal: Wagir, Kabupaten Malang
Instagram: @cak_santoko

3. Agil Widodo
Asal: Pagelaran, Kabupaten Malang
Instagram: @agil_widodo18

*Tiga Pemenang Foto Story Telling*

1. Zenvan Duwi Santoso
Asal: Blimbing, Kota Malang
Instagram: @phobia.foto

2. Ramadhan Perbayana
Asal: Lowokwaru, Kota Malang
Instagram: @ramaperbayana

3. Dani Tri Utomo
Asal: Pakisaji, Kabupaten Malang
Instagram: @java_de_aerial

*Tiga Pemenang Tulisan Story Telling*

1. Samsul Anam
Asal: Singosari, Kabupaten Malang
Instagram: @samsul.anam354_

2. Devid Dwi Kiswoyo
Asal: Sragen, Jawa Tengah
Instagram: @deviddwi_

3. Ikhsan Efendi
Asal: Kedungkandang, Kota Malang
Instagram: @lelana.history

*Pemenang Favorit*

Devin Arviano Putra
Asal: Turen, Kabupaten Malang
Instagram: @media.stmturen1972

 Pemenang Favorit terpilih berdasarkan beberapa kategori penilaian, termasuk view, like, dan komentar. Ia mendapatkan hadiah satu jersey original Arema FC dan tiket pesawat Malang-Jakarta PP.

Arema FC dan Malang Posco Media menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Puluhan karya yang masuk menjadi bukti tingginya antusiasme sekaligus kreativitas masyarakat dalam menyambut HUT ke-39 Arema FC dan HUT ke-6 Malang Posco Media bertema SixAsik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah berpartisipasi. Apresiasi setinggi-tingginya untuk kreativitas yang sudah ditunjukkan. Setiap karya memiliki cerita dan cara masing-masing dalam menggambarkan tentang Arema,” pungkas Stenly.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah mengirimkan karya. Semoga apresiasi ini bisa menjadi motivasi untuk terus berkarya. Yang terpenting, kreativitas dan semangat untuk menceritakan Arema melalui karya tetap tumbuh,” ujar Buari.

Bagi para pemenang, untuk proses lebih lanjut terkait hadiah dapat menghubungi panitia melalui WhatsApp 082257731000.

Melalui lomba ini, semangat ‘The Greatness’ tidak hanya dirayakan melalui sebuah peringatan ulang tahun, tetapi juga diwujudkan melalui karya dan cerita dari masyarakat yang memiliki cara tersendiri dalam memaknai Arema. (*)

19 August 2026

IB Tegaskan Arema FC Masih dalam Fase Pemulihan, Minta Suporter Lebih Dewasa

IB Tegaskan Arema FC Masih dalam Fase Pemulihan, Minta Suporter Lebih Dewasa

IB : Iwan Bicara Arema FC ( Seri 3 )

Jakarta – Iwan Budianto (IB) menegaskan bahwa Arema FC saat ini masih berada dalam fase pemulihan pasca tragedi Kanjuruhan. 

Dalam podcast bersama Arema FC Official TV yang dipandu Head of PR and Marcom Arema FC, Munif Wakid dan hadir pula GM Arema FC Yusrinal Fitriandi, IB menekankan bahwa ambisi klub saat ini belum pada taraf mengejar gelar juara, melainkan fokus pada pembenahan manajemen dan operasional klub agar lebih tangguh di masa depan.

Fokus Perbaikan, Bukan Target Juara

IB menyatakan bahwa manajemen belum berani bermimpi terlalu tinggi karena beban untuk mengobati trauma pasca tragedi masih sangat besar. 

Menurutnya, fokus utama klub saat ini adalah proses perbaikan yang konsisten.

"Kita belum berani bermimpi untuk sesuatu yang luar biasa. Kita masih dalam taraf ayo berbenah dan perbaikan," ujar IB.

Ia menambahkan bahwa ekspektasi berlebihan justru bisa membahayakan kondisi psikologis tim yang sedang berusaha menata kembali fondasi mereka.

Menjaga Kerahasiaan Rekrutmen

Menurut IB, manajemen menerapkan filosofi pembentukan tim yang matang dengan memprioritaskan pemain lokal terlebih dahulu sebelum memilih pemain asing agar sesuai dengan regulasi. 

Hal ini dilakukan untuk membangun fondasi tim yang solid, di mana satu pemain bisa menempati beberapa posisi sekaligus (versatile).

IB juga memberikan apresiasi khusus kepada tim manajemen di bawah pimpinan Yusrinal Fitriandi atas keberhasilan mereka menjaga kerahasiaan proses transfer pemain dan pelatih. 

IB menyebut bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, menjaga no secret dalam rekrutmen pemain adalah sebuah prestasi yang sulit dilakukan.

"Siapa yang mau direkrut Arema, siapa yang direncanakan untuk direkrut, semuanya fix dan tidak bocor. Itu susah di era sekarang," kata IB.

Penjelasan Terkait Harga Tiket

Menanggapi keluhan suporter mengenai harga tiket yang dianggap mahal, IB meminta maaf dan memberikan penjelasan transparan mengenai kondisi finansial klub. 

Stadion, lanjut IB,  yang dulunya menampung 45.000 penonton kini terbatas hanya untuk 21.600 penonton. Harga tiket disesuaikan untuk menjaga keberlangsungan operasional klub, karena itu ungkap IB jika penonton di bawah 6.000 orang, klub justru merugi atau nombok.

Ia menjelaskan bahwa biaya penyelenggaraan pertandingan saat ini meningkat tajam seiring dengan kewajiban upgrading sistem keamanan dan fasilitas pasca tragedi.

"Setelah tragedi, biaya pertandingan mahal sekali. Jika kita tidak menaikkan harga tiket, Arema bahkan tidak mendapatkan rupiah pun dan harus menombok biaya pertandingan," ungkap IB.

Ia pun mengimbau agar Aremania lebih dewasa dalam menyikapi setiap kebijakan manajemen. 

Yusrinal Fitriandi menambahkan bahwa manajemen tidak "saklek" dan telah memberikan solusi alternatif melalui kolaborasi dengan presidium (KTA), aplikasi sponsor (seperti diskon dari Bank BTN), serta program family bundling untuk meringankan beban Aremania.

IB kembali menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil, termasuk pelepasan pemain bintang atau penetapan harga tiket, selalu memiliki alasan kuat demi keberlangsungan hidup klub.

"Tolong kalau kalian mendukung Arema, lebih dewasa. Percayalah, pemain itu tampil di lapangan bagus di mata suporter belum tentu cocok dengan kebutuhan taktik atau unsur lainnya," pungkasnya. (**)

Video selengkapnya: Tonton Disini!

18 August 2026

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Malang - Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC kembali mencatat momen penting bagi dunia pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia. 

Ajang Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 Kelompok Usia 10 Tahun (KU-10) yang berlangsung selama dua hari pada 15–16 Agustus 2026 di ARG Soccer Field Singosari Malang resmi ditutup dengan kesuksesan besar.  

Kegiatan yang dihelat meriah ini tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi talenta muda, tetapi juga berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari peserta, orang tua, komunitas sepakbola, hingga masyarakat umum. 

Tercatat, jumlah pengunjung yang memadati area venue selama perhelatan menembus angka sekitar 1.200 orang.  

Wadah Pembentukan Karakter dan Sportivitas Anak

Sebagai ajang pembinaan akar rumput (grassroot), festival KU-10 ini dirancang bukan sekadar mengejar kemenangan atau trofi semata. 

Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang krusial bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar, membangun karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan sejak usia dini.  

Local Organizing Committee (LOC) Chairman Arema FC Grassroot Festival 2026, Dani Herlambang, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran serta tingginya antusiasme yang diberikan oleh publik terhadap penyelenggaraan kelompok umur 10 tahun ini. 

"Festival sepakbola KU-10 ini berjalan sukses berkat dukungan luar biasa dari anak-anak peserta, orang tua, pelatih SSB, serta masyarakat luas. Angka 1.200 pengunjung yang hadir membuktikan bahwa gairah dan kecintaan terhadap sepakbola usia dini di Malang dan sekitarnya sangat tinggi. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding yang positif, mendidik, dan berkesan," ujar Dani Herlambang.

Keterlibatan UMKM: Menghidupkan Ekosistem Olahraga dan Ekonomi Lokal

Kesuksesan Festival Arema FC Grassroot 2026 tidak hanya terasa di atas lapangan hijau. 
Panitia pelaksana juga mengintegrasikan konsep Sportainment dengan menghadirkan area bazar UMKM dan produk lokal guna menghidupkan ekosistem pendukung yang inklusif.  

Kehadiran puluhan tenant dan mitra produk memberikan warna tersendiri, mengubah area sekitar lapangan menjadi ruang interaksi yang hangat antara peserta, keluarga, dan pelaku usaha lokal. Sejumlah brand dan UMKM ternama yang turut berpartisipasi seperti : 
- PT Balatif: Perusahaan farmasi asal Malang yang menghadirkan produk unggulan seperti Efthul Gopirik (spray minyak gosok untuk pijat, meredakan pegal, nyeri otot, serta keseleo) dan Curvino Kids (vitamin penambah nafsu makan anak).
- ⁠HST Indonesia: Produk air mineral segar alami asli Malang.
- ⁠Bakso Khas Malangan: Menyajikan wisata kuliner legendaris dengan cita rasa khas Malang.
- ⁠Bee Honey Bee: Produk madu pilihan untuk kesehatan keluarga.
- ⁠Susu Zee: Produk susu bernutrisi tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak usia 3–12 tahun.
- ⁠Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang: Menampilkan berbagai produk olahan inovatif hasil pertanian dan peternakan.
- ⁠UMKM Lokal Pendukung: Termasuk di dalamnya Unda Undi Coffee Co., Kemenwira Genk, Waserda Aneka Guna, serta berbagai pelaku usaha kreatif lainnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Sepakbola Indonesia

Disampaikan Dani, dengan memadukan unsur olahraga, edukasi keluarga, kebersamaan komunitas, dan pemberdayaan UMKM, Festival Arema FC Grassroot 2026 KU-10 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan ekosistem sepakbola usia dini yang sehat, positif, dan berkelanjutan.  

“Kesuksesan pelaksanaan di pekan pertama kategori KU-10 ini sekaligus menjadi suntikan semangat bagi panitia untuk melanjutkan rangkaian seri festival pada kelompok usia berikutnya sepanjang bulan Agustus 2026 di ARG Soccer Field,” pungkasnya. (**)

17 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Malang - Keseruan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin terasa pada hari kedua pelaksanaan. Setelah pada hari pertama, Sabtu (15/8), para peserta mendapat kejutan dengan kehadiran pelatih kepala Marcos Santos, asisten pelatih Andre Caldas, serta gelandang asing Julian Guevara, kejutan kembali hadir pada momen final kategori U-10, Minggu (16/8) siang.

Dua pemain tim senior Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, mendatangi ARG Soccerfield Lawang untuk menyaksikan langsung keseruan pertandingan final. Keduanya hadir bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.

Kehadiran dua pemain yang juga menjadi bagian dari kekuatan sepak bola Indonesia itu langsung membuat suasana festival semakin meriah. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan langsung perjuangan anak-anak usia dini yang tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir.

Keduanya bahkan turut larut dalam ketegangan pertandingan final. Ketika gol tercipta pada menit-menit terakhir, Dewangga dan Achmad Maulana terlihat memberikan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi gambaran betapa perjuangan para pemain muda tetap mendapat apresiasi, bahkan dari pemain yang sehari-hari tampil di level profesional.

Partai final akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Usai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga kemudian turut didapuk untuk memberikan hadiah kepada para pemain dan penerima penghargaan dalam festival tersebut.

Namun, kejutan belum berhenti sampai di sana. Seusai prosesi penghargaan, kedua pemain Singo Edan tersebut langsung menjadi target buruan anak-anak dan orang tua yang ingin mengabadikan momen bersama.

Satu per satu peserta mengantre untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Achmad Maulana bahkan mengatur antrean anak-anak agar tetap tertib.

“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.

Anak-anak pun tampak bersemangat. Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga bukan sekadar menjadi hiburan tambahan dalam festival, tetapi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta.

Keduanya merupakan pemain yang memiliki kedekatan dengan sepak bola Malang sekaligus telah menjadi bagian dari panggung sepak bola Indonesia. Karena itu, kesempatan bertemu langsung, berfoto, hingga mendapatkan tanda tangan dari pemain idola menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola, termasuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini mereka lihat bermain di level profesional.

Kehadiran para pemain senior dalam dua hari pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Ada pengalaman, inspirasi, serta motivasi yang diharapkan dapat menumbuhkan mimpi anak-anak untuk terus berkembang dan suatu hari mengikuti jejak para pemain Singo Edan. (*)

16 August 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Malang — Kemeriahan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 tak terasa di dalam lapangan pertandingan, tetapi juga di area luar stadion. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenant sponsor turut memadati area festival untuk menyemarakkan gelaran olahraga anak-anak tersebut.

Kehadiran para pelaku UMKM ini menjadi alternatif utama bagi para peserta, wali murid, hingga official tim yang datang dari berbagai kota. Mereka menyajikan beragam kebutuhan acara, mulai dari jajanan makanan dan minuman segar, multivitamin, hingga sajian kopi olahan.

Salah satu tenant yang menyedot perhatian pengunjung adalah Madu Bee Honey Bee, UMKM asal Bumiayu, Kota Malang. Stand ini ramai digandrungi oleh para peserta festival, khususnya anak-anak yang penasaran ingin mencicipi manisnya madu alami. Produk yang paling dicari tak lain adalah olahan madu murni serta sarang madu (honeycomb).

Perwakilan dari Madu Bee Honey Bee, Nadila Agnesia, mengungkapkan bahwa produk sarang madu menjadi salah satu item favorit yang paling cepat diserbu oleh anak-anak karena sensasi cara mengonsumsinya.

"Sarang madu ini sangat diminati anak-anak karena unik dan bisa langsung dimakan di tempat," ujar Nadila di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Selain sarang madu, varian madu multiflora juga menjadi pilihan utama para orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak mereka selama mengikuti kompetisi.

"Untuk anak-anak, varian multiflora ini sangat cocok. Rasanya lebih ringan di lidah dan khasiatnya bagus untuk menjaga imunitas serta kesehatan pencernaan mereka saat beraktivitas padat," tambahnya.

Tak hanya sektor multivitamin dan madu, geliat ekonomi di festival ini juga dirasakan oleh tenant minuman seperti Unda Undi Coffee Co. Sang pemilik, Deki Eko Agus Prasetyo, mengaku antusiasme pengunjung di ajang festival kali ini terbilang sangat tinggi.
"Alhamdulillah event-nya cukup kencang. Event di sini, karena antusiasmenya banyak juga dari pengunjung luar kota, jadi kesempatan bagus bagi kami buat mengenalkan produk lebih jauh, khususnya di sektor kopi," kata Deki.

Deki menceritakan bahwa produk biji kopi (beans) miliknya bahkan mulai dilirik oleh pembeli dari luar daerah yang kepikat saat berkunjung ke booth-nya.

"Kemarin ada yang langsung order via WhatsApp, kami bisa sell 6 bungkus beans. Kebetulan customernya dari Madiun. Kami bakal terus buka booth sampai event ini berakhir," pungkas Deki.
Kehadiran beragam tenant seperti Madu Bee Honey Bee dan Unda Undi Coffee memberikan nilai tambah tersendiri bagi gelaran Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026. Selain mendapatkan pengalaman bertanding, para peserta dan pengunjung dapat menikmati ragam kuliner lokal yang berkualitas. (*)

16 August 2026

Bina Usia Dini, Pelatih Arema FC Marcos Santos Puji Ajang Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Bina Usia Dini, Pelatih Arema FC Marcos Santos Puji Ajang Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Malang — Kemeriahan langsung tersaji di hari pertama gelaran Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 yang berlangsung di ARG Soccerfield, Lawang, pada Sabtu (15/8/2026). Ratusan pesepak bola cilik tampak antusias memadati tiga lapangan yang disiapkan untuk mengasah bakat dan mental bertanding mereka.

Kemeriahan festival sepak bola usia dini ini kian spesial dengan hadirnya jajaran pelatih dan pemain utama Arema FC. Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, hadir langsung didampingi Asisten Pelatih Andre Caldas, pemain Julian Guevara, serta General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.

*Mengamati Bakat Masa Depan*

Sepanjang pertandingan, Marcos Santos bersama Andre Caldas dan Julian Guevara terlihat sangat intens mengamati aksi anak-anak di lapangan. Sesekali mereka tampak berdiskusi hangat sambil tersenyum saat menyaksikan gol-gol indah dan aksi mengolah bola yang diperagakan para pemain muda.

Marcos Santos menekankan pentingnya wadah kompetisi usia muda sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan kemampuan pemain profesional di masa depan.

"Festival ini sangat penting. Kita melihat banyak anak-anak di sini berlatih sepak bola. Di atas segalanya, ini adalah soal pembinaan edukatif. Dari ajang seperti ini pasti akan lahir pemain-pemain berkualitas melihat besarnya antusiasme anak-anak yang bertanding," ujar Marcos.

*Dorong Pembinaan Berkelanjutan*

Didampingi Andre Caldas yang turut menerjemahkan pernyataannya, Marcos juga menyoroti pentingnya konsistensi penyelenggaraan ajang semacam ini serta dampak positif dari sisi sosial bagi tumbuh kembang anak-anak.

"Sangat penting mengadakan festival sepak bola seperti ini untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia. Ada sekitar 40 tim yang berpartisipasi, ini jumlah yang sangat luar biasa. Selain aspek sosial yang menyatukan anak-anak, hal terpenting adalah konsistensi. Acara seperti ini harus makin sering diadakan ke depannya," tambahnya.
 
Kehadiran jajaran manajemen dan tim pelatih Singo Edan di ARG Soccerfield Lawang ini menjadi suntikan motivasi besar bagi para peserta Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk terus bermimpi menjadi bintang sepak bola Indonesia. (*)

15 August 2026

Kembali ke Arema FC, Iwan Budianto Tegaskan Fokus pada Pemulihan dan Stabilitas Klub

Kembali ke Arema FC, Iwan Budianto Tegaskan Fokus pada Pemulihan dan Stabilitas Klub

IB : Iwan Bicara Arema FC ( Seri 2 )

Malang – Sosok Iwan Budianto kembali menjadi sorotan setelah memutuskan untuk aktif kembali mengawal Arema FC secara langsung. 

Dalam podcast terbaru Arema FC, ia menjelaskan alasan di balik "kembalinya" ia ke klub dan bagaimana strategi yang ia siapkan bersama manajemen untuk membawa Arema FC bangkit pasca-Tragedi Kanjuruhan .

Mengakui Adanya "Roadmap" Pemulihan

Iwan Budianto, atau yang akrab disapa Pak IB, mengungkapkan bahwa keputusannya untuk turun tangan kembali didasari oleh roadmap atau peta jalan yang ia susun bersama manajer bisnis, Sam Inal, sesaat setelah Tragedi Kanjuruhan.

Menurutnya, kondisi Arema FC pasca-tragedi sangatlah berat, bahkan sempat muncul wacana untuk membubarkan klub. 

Namun, mereka memilih untuk bertahan dan membangun kembali fondasi klub layaknya sebuah perusahaan baru.

"Saya bersepakat dengan Pak Inal untuk membagi tugas. Saya fokus mencari pendanaan di Jakarta, sementara beliau mengurus operasional tim di Malang," ujar IB.

Ia menekankan bahwa selama ini ia tidak pernah benar-benar pergi dari Arema, namun memang membatasi diri untuk fokus pada aspek finansial demi kelangsungan hidup klub.

Komitmen terhadap Logo dan Legalitas

Terkait polemik logo, Iwan menegaskan sikapnya yang sangat menghormati legalitas. Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran logo baru ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) telah sah secara hukum di bawah PT AABBI.

IB memahami harapan suporter untuk kembali ke logo lama, namun ia menekankan bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara instan karena melibatkan aspek hukum dan bisnis yang kompleks, termasuk kontrak dengan pihak ketiga seperti operator liga dan sponsor.

"Kami butuh waktu untuk transisi. Kami akan sosialisasikan, namun tidak bisa seketika karena ada proses yang harus dilalui, baik itu di liga maupun pihak broadcaster," jelasnya.

Hubungan dengan Aremania dan Peran Presidium

Menanggapi kedekatan dengan Aremania, Iwan menaruh hormat kepada sosok Ali Rifki yang berhasil mengonsolidasikan suporter melalui presidium Aremania UTAS. 

Iwan mengakui bahwa perannya dalam menjaga hubungan baik dengan suporter kini telah diteruskan oleh Ali Rifki dan manajemen saat ini.

Ia juga menyadari adanya stigma negatif mengenai fitnah yang menyebut bahwa setiap pertemuan dengannya selalu berorientasi pada uang. Iwan menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah cara pihak tertentu untuk merusak hubungan manajemen dengan suporter, dan kini dengan adanya presidium, komunikasi menjadi lebih teratur dan valid.

Harapan untuk Musim Mendatang

Mengenai peran barunya saat ini, Iwan menepis anggapan bahwa kehadirannya adalah "tukang sihir" yang bisa menjamin prestasi instan. Ia lebih memfokuskan perannya sebagai sosok yang memberikan jaminan stabilitas, terutama dari sisi sponsor dan dukungan manajemen.

"Saya bukan tukang sulap. Kehadiran saya mungkin lebih menjanjikan dari sisi sponsor agar manajemen bisa bekerja lebih tenang. Untuk prestasi, kita sudah berikhtiar menyiapkan skuad terbaik, selebihnya adalah izin Allah," tutup Iwan.

Video selengkapnya: Tonton Disini!

15 August 2026

Official Store Direnovasi, Belanja Merchandise Kini Berdampingan dengan Koleksi Sejarah Singo Edan

Official Store Direnovasi, Belanja Merchandise Kini Berdampingan dengan Koleksi Sejarah Singo Edan

Malang — Ada suasana berbeda di Kandang Singa. Official Store Arema FC sedang berbenah melalui proses renovasi, namun aktivitas jual beli merchandise tetap berjalan. Menariknya, untuk sementara Aremania bisa berbelanja langsung di area mini museum Arema FC.

Kondisi ini membuat aktivitas belanja terasa lebih istimewa. Sebab, setelah memilih merchandise yang diinginkan, pengunjung bisa sekaligus melihat berbagai koleksi bersejarah Arema FC yang berada di mini museum.

Deretan piala dan jersey bersejarah menjadi bagian dari koleksi yang bisa dinikmati pengunjung. Area tersebut juga dapat dimanfaatkan Aremania untuk mengabadikan momen dengan berfoto bersama memorabilia Singo Edan.

"Selama proses renovasi Official Store berlangsung, penjualan merchandise tetap dibuka sehingga Aremania tidak perlu menunggu hingga renovasi selesai untuk berbelanja," ujar Manajer Store Arema FC Tjiptadi Purnomo.

Renovasi dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan Official Store yang lebih nyaman dan representatif. Sementara itu, pemanfaatan area mini museum menjadi alternatif untuk tetap memberikan pelayanan kepada Aremania.

Dengan konsep sementara tersebut, kunjungan ke Official Store sekaligus memberikan kesempatan bagi Aremania untuk lebih dekat dengan perjalanan sejarah Arema FC.

"Berbelanja di Mini Museum justru menarik. Sebab, pengunjung bisa langsung melihat kondisi sekaligus berfoto di sana," tambahnya.

Belanja merchandise, melihat koleksi piala dan jersey bersejarah, sekaligus berfoto di mini museum bisa dilakukan dalam satu kunjungan ke Kandang Singa. (*)

15 August 2026

PSSI dan Arema FC bantu 80 Face Shield Bagi Tenaga Medis

PSSI dan Arema FC bantu 80 Face Shield Bagi Tenaga Medis

 

Arema FC terus melakukan upaya untuk meredam penyebaran Covid-19, salah satunya dengan membantu kerja para medis agar terlindungi

CEO Arema FC Ir. R. Agoes Soerjanto menyampaikan bantuan ini diserahkan kepada jajaran TNI di Malang melalui Danrem 083 Baladhika Jaya Kol. Inf. Zainuddin hari ini di Posko Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC) di Malang

"Kami respect dengan perjuangan para medis, termasuk upaya TNI/Polri bersama kalangan kampus, seperti di Malang yang menggagas ide Kampung Tangguh, dimana salah satunya memberikan pelatihan terkait penanganan medis baik pasien maupun jenazah karena korban Corona, karena itu sebagai pelengkap APD, Face Shield ini sangat dibutuhkan, untuk ini  kami serahkan ke TNI/Polri untuk mendistribusikannya," paparnya.

Ditambahkan Agoes, bantuan ini juga mendapat dukungan PSSI sebagai induk organisasi klub sepakbola untuk respect terhadap penanganan Corona di daerah. Bantuan ini support langsung dari Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto.


Sementara Danrem 083 Baladhika Jaya Kol. Inf. Zainuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Arema FC dan PSSI atas bantuan tersebut, karena kebutuhan APD sangat dibutuhkan bagi rekan rekan medis yang bekerja mulai di fasilitas kesehatan di kampung desa kelurahan sampai rumah sakit rujukan.

 


"APD tentunya masih sangat dibutuhkan, kerja para medis perlu mendapat dukungan keselamatan, ini juga untuk mengantisipasi seandainya wabah mengalami peningkatan," ujarnya.

 


Khusus di wilayah Malang Raya, telah dilakukan sosialisasi dan simulasi Kampung Tangguh ketika menghadapi situasi darurat, maka tidak hanya para medis yang  siaga, namun kelompok masyarakat juga perlu dipahamkan tentang penanganan secara mandiri, kebutuhan APD tentu sangat banyak dibutuhkan.


Sebelumnya Arema FC yang tergabung dalam gerakan MBLC (Malang Bersatu Lawan Corona) juga melakukan aktifitas sosial peduli dampak Corona dengan melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian masker, hand sanitizer dan APD, serta distribusi sembako kepada warga terdampak.

23 April 2020

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Malang - Keseruan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin terasa pada hari kedua pelaksanaan. Setelah pada hari pertama, Sabtu (15/8), para peserta mendapat kejutan dengan kehadiran pelatih kepala Marcos Santos, asisten pelatih Andre Caldas, serta gelandang asing Julian Guevara, kejutan kembali hadir pada momen final kategori U-10, Minggu (16/8) siang.

Dua pemain tim senior Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, mendatangi ARG Soccerfield Lawang untuk menyaksikan langsung keseruan pertandingan final. Keduanya hadir bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.

Kehadiran dua pemain yang juga menjadi bagian dari kekuatan sepak bola Indonesia itu langsung membuat suasana festival semakin meriah. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan langsung perjuangan anak-anak usia dini yang tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir.

Keduanya bahkan turut larut dalam ketegangan pertandingan final. Ketika gol tercipta pada menit-menit terakhir, Dewangga dan Achmad Maulana terlihat memberikan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi gambaran betapa perjuangan para pemain muda tetap mendapat apresiasi, bahkan dari pemain yang sehari-hari tampil di level profesional.

Partai final akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Usai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga kemudian turut didapuk untuk memberikan hadiah kepada para pemain dan penerima penghargaan dalam festival tersebut.

Namun, kejutan belum berhenti sampai di sana. Seusai prosesi penghargaan, kedua pemain Singo Edan tersebut langsung menjadi target buruan anak-anak dan orang tua yang ingin mengabadikan momen bersama.

Satu per satu peserta mengantre untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Achmad Maulana bahkan mengatur antrean anak-anak agar tetap tertib.

“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.

Anak-anak pun tampak bersemangat. Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga bukan sekadar menjadi hiburan tambahan dalam festival, tetapi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta.

Keduanya merupakan pemain yang memiliki kedekatan dengan sepak bola Malang sekaligus telah menjadi bagian dari panggung sepak bola Indonesia. Karena itu, kesempatan bertemu langsung, berfoto, hingga mendapatkan tanda tangan dari pemain idola menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola, termasuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini mereka lihat bermain di level profesional.

Kehadiran para pemain senior dalam dua hari pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Ada pengalaman, inspirasi, serta motivasi yang diharapkan dapat menumbuhkan mimpi anak-anak untuk terus berkembang dan suatu hari mengikuti jejak para pemain Singo Edan. (*)

16 August 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Malang — Kemeriahan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 tak terasa di dalam lapangan pertandingan, tetapi juga di area luar stadion. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenant sponsor turut memadati area festival untuk menyemarakkan gelaran olahraga anak-anak tersebut.

Kehadiran para pelaku UMKM ini menjadi alternatif utama bagi para peserta, wali murid, hingga official tim yang datang dari berbagai kota. Mereka menyajikan beragam kebutuhan acara, mulai dari jajanan makanan dan minuman segar, multivitamin, hingga sajian kopi olahan.

Salah satu tenant yang menyedot perhatian pengunjung adalah Madu Bee Honey Bee, UMKM asal Bumiayu, Kota Malang. Stand ini ramai digandrungi oleh para peserta festival, khususnya anak-anak yang penasaran ingin mencicipi manisnya madu alami. Produk yang paling dicari tak lain adalah olahan madu murni serta sarang madu (honeycomb).

Perwakilan dari Madu Bee Honey Bee, Nadila Agnesia, mengungkapkan bahwa produk sarang madu menjadi salah satu item favorit yang paling cepat diserbu oleh anak-anak karena sensasi cara mengonsumsinya.

"Sarang madu ini sangat diminati anak-anak karena unik dan bisa langsung dimakan di tempat," ujar Nadila di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Selain sarang madu, varian madu multiflora juga menjadi pilihan utama para orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak mereka selama mengikuti kompetisi.

"Untuk anak-anak, varian multiflora ini sangat cocok. Rasanya lebih ringan di lidah dan khasiatnya bagus untuk menjaga imunitas serta kesehatan pencernaan mereka saat beraktivitas padat," tambahnya.

Tak hanya sektor multivitamin dan madu, geliat ekonomi di festival ini juga dirasakan oleh tenant minuman seperti Unda Undi Coffee Co. Sang pemilik, Deki Eko Agus Prasetyo, mengaku antusiasme pengunjung di ajang festival kali ini terbilang sangat tinggi.
"Alhamdulillah event-nya cukup kencang. Event di sini, karena antusiasmenya banyak juga dari pengunjung luar kota, jadi kesempatan bagus bagi kami buat mengenalkan produk lebih jauh, khususnya di sektor kopi," kata Deki.

Deki menceritakan bahwa produk biji kopi (beans) miliknya bahkan mulai dilirik oleh pembeli dari luar daerah yang kepikat saat berkunjung ke booth-nya.

"Kemarin ada yang langsung order via WhatsApp, kami bisa sell 6 bungkus beans. Kebetulan customernya dari Madiun. Kami bakal terus buka booth sampai event ini berakhir," pungkas Deki.
Kehadiran beragam tenant seperti Madu Bee Honey Bee dan Unda Undi Coffee memberikan nilai tambah tersendiri bagi gelaran Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026. Selain mendapatkan pengalaman bertanding, para peserta dan pengunjung dapat menikmati ragam kuliner lokal yang berkualitas. (*)

16 August 2026

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Malang — Arema FC membuat keputusan strategis menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Manajemen Tim Singo Edan mengangkat Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, ke jajaran kepelatihan tim senior.

Keputusan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk promosi bagi Doni yang telah belasan tahun berkontribusi dalam pengembangan pemain muda Arema FC. Penunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya klub memenuhi regulasi kompetisi yang diberlakukan operator i.League pada musim 2026/2027.

Pada musim ini, klub yang menggunakan pelatih kepala asing diwajibkan memiliki asisten pelatih lokal dengan lisensi A AFC. Arema FC yang masih mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Marcos Santos kemudian mengambil langkah dengan menempatkan Doni Suherman dalam jajaran staf kepelatihan tim senior.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah klub untuk memenuhi regulasi sekaligus memperkuat kebutuhan teknis tim.
"Memang ada regulasi bahwa ketika kita menggunakan pelatih kepala asing, harus ada dua asisten pelatih lokal yang memiliki lisensi A AFC. Coach Doni memenuhi kriteria tersebut. Tetapi tentu bukan hanya karena regulasi itu kami memilih Coach Doni," ujar Yusrinal.

Menurutnya, pengalaman Doni Suherman selama berada di lingkungan Akademi Arema menjadi pertimbangan penting lainnya. Selama belasan tahun, Doni telah terlibat langsung dalam proses pembinaan pemain muda sehingga memiliki pemahaman mengenai karakter dan perkembangan talenta yang dimiliki Arema FC.

"Kami melihat Coach Doni sudah cukup lama bersama Akademi Arema. Dia memahami proses pembinaan, tahu karakter pemain-pemain muda kita dan juga tahu bagaimana perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke tim senior," lanjutnya.

Pria dengan sapaan akrab Inal ini menambahkan, kehadiran Doni di tim senior akan membuat komunikasi antara akademi dengan tim utama semakin dekat. Terlebih, Arema FC ingin memberikan ruang lebih besar kepada pemain lokal dan pemain muda untuk berkembang hingga mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.

"Jadi kami ingin ada koneksi yang lebih kuat antara akademi dengan tim senior. Ketika ada pemain muda yang berkembang dan dianggap sudah memiliki potensi untuk naik, tim senior bisa mendapatkan informasi secara langsung. Tidak hanya melihat pemain ketika sudah muncul di permukaan, tetapi prosesnya sudah dipantau sejak di akademi," jelasnya.

Menurut Yusrinal, kebutuhan tersebut semakin penting dalam membangun komposisi skuad yang kompetitif sekaligus berkelanjutan. Tim senior membutuhkan pemain yang siap secara teknis, sementara akademi menjadi salah satu sumber utama untuk menghasilkan pemain lokal yang dapat diproyeksikan ke masa depan.

"Kami membutuhkan orang yang bisa memberikan input kepada tim pelatih mengenai pemain lokal, terutama pemain muda. Karena orang yang berada di akademi setiap hari tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Dia tahu perkembangan pemain, bukan hanya dari pertandingan, tetapi juga dari proses latihan dan pembinaannya," katanya.

Doni sendiri bukan sosok baru dalam lingkungan Arema FC. Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain, ia melanjutkan pengabdiannya di Akademi Arema dan telah berkecimpung dalam proses pembinaan pemain muda selama belasan tahun. Selain itu, saat ini dipercaya sebagai Head of Youth Development atau menjadi kepala pengembangan pemain muda. Dalam beberapa musim terakhir, keputusan pemain muda dari Akademi Arema yang dinilai patut dipromosikan ke tim senior, tidak luput dari pantauan pria berdomisili di Gadang, Kota Malang tersebut. 

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan peran barunya. Dengan berada lebih dekat dengan tim senior, diharapkan mampu memberikan masukan secara langsung kepada jajaran pelatih mengenai potensi pemain yang berkembang di level akademi, termasuk karakter, kemampuan, hingga kesiapan mereka apabila mendapatkan kesempatan naik ke level profesional.

"Harapannya tentu bukan hanya untuk musim ini. Kami ingin membangun jalur yang jelas dari akademi menuju tim senior. Kalau ada pemain yang memang punya potensi, kami ingin prosesnya terpantau dan komunikasinya tidak terputus," kata Yusrinal.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesinambungan program pembinaan pemain muda dengan kebutuhan tim senior. Doni akan menjadi bagian dari tim kepelatihan yang dipimpin Marcos Santos dalam menghadapi Super League 2026/2027.

"Pada akhirnya kami ingin tim senior dan akademi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada kesinambungan. Akademi menghasilkan pemain, tim senior membutuhkan pemain, dan staf pelatih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pemain-pemain tersebut. Coach Doni kami harapkan menjadi salah satu jembatan dalam proses itu," pungkasnya. (*)

12 August 2026

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

MALANG - Tiket menuju putaran Provinsi Jawa Timur berhasil diamankan Arema FC U-15. Status itu diraih setelah tim besutan Imam Hanafi sukses mempertahankan gelar juara Piala Soeratin U-15 Regional Kota Malang berkat kemenangan tipis 1-0 atas Blayu FC pada partai final di Lapangan ARG, Lawang, Jumat (31/7).

Kemenangan Arema FC ditentukan lewat gol tunggal Muhammad Alfadli Prasetya melalui eksekusi tendangan penalti pada menit ke-29. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan usai, sekaligus memastikan Singo Edan muda kembali menjadi kampiun di tingkat regional.

Pelatih Arema FC U-15, Imam Hanafi, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya mempertahankan gelar. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal penting sebelum tim melangkah ke putaran tingkat provinsi sebagai wakil Kota Malang.

"Yang pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan nikmat luar biasa di hari ini. Semua berjalan lancar dan kami bisa mempertahankan juara di regional Kota Malang. Kami akan menjadi wakil Kota Malang di tingkat provinsi," ujar Imam Hanafi.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras sepanjang turnamen. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan mempertahankan gelar, namun mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan yang lebih berat sudah menanti.

Meski sukses menjadi juara, Imam menegaskan timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia menjelaskan, skuad Arema FC U-15 memang dipersiapkan sebagai fondasi untuk tampil di Elite Pro Academy (EPA) Super League sehingga Piala Soeratin menjadi bagian dari proses pembentukan tim.

"Sebetulnya tim ini dipersiapkan untuk Elite Pro Academy Super League. Jadi Piala Soeratin ini menjadi jembatan menuju ke sana. Walaupun kami keluar sebagai juara, masih banyak evaluasi karena persaingan di EPA Super League akan jauh lebih berat," katanya.

Karena itu, Arema FC U-15 masih akan melakukan sejumlah pembenahan sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Imam menilai kualitas persaingan di tingkat provinsi maupun Elite Pro Academy berada di level yang lebih tinggi sehingga tim perlu diperkuat.

"Kalau kita melihat peta kekuatan di tingkat provinsi dan EPA belum sesuai harapan, maka akan ada pembenahan dan kemungkinan penambahan pemain yang lebih berkualitas sesuai level provinsi dan EPA," tutupnya. (*)

31 July 2026

Impian Menuju Malang: Talenta Muda Bali Unjuk Gigi di Seleksi Terbuka Arema FC Academy

Impian Menuju Malang: Talenta Muda Bali Unjuk Gigi di Seleksi Terbuka Arema FC Academy

BALI— Akademi Arema FC melebarkan sayapnya ke Pulau Dewata dalam menjaring talenta-talenta muda berbakat. Seleksi terbuka di luar kota yang pada periode ini digelar Sabtu (11/7) dan bertempat di Lapangan Debes, Tabanan, Bali. Puluhan anak-anak dan remaja di Bali tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi demi membuka jalan menuju karier sepak bola profesional bersama tim Singo Edan.

Tim talent scouting Akademi Arema FC dipimpin langsung oleh Endrik Vedes Waluyo. Dia mengaku sangat puas dengan semangat dan kualitas yang ditunjukkan oleh para peserta sejak awal kegiatan dimulai.

"Alhamdulillah hari ini anak-anak peserta sangat antusias sekali. Semangat mereka luar biasa. Banyak dari mereka yang memiliki cita-cita besar untuk bergabung dengan Arema. Itulah yang kami cari," ujar Coach Hendrik.

Dia menambahkan bahwa dari manajemen Akademi Arema FC memberikan dukungan penuh agar agenda pencarian bakat di luar Malang ini bisa berjalan maksimal. Selain di Bali, seleksi terbuka digelar di Purwakarta.

Sementara itu, kesuksesan seleksi terbuka di Bali ini tidak lepas dari peran Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Debes Bali selaku tuan rumah dan fasilitator kegiatan. I Wayan Suadiastra, Kepala SSB Putra Debas Bali di dampingi oleh Pak Dede, salah satu orang tua dari talenta muda bali yang terlebih dahulu telah bergabung dengan Akademi Arema FC, sangat menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pihak Arema FC.

"Kami selaku SSB Putra Debes Bali bertindak sebagai fasilitator dan jembatan. Kami sangat berterima kasih kepada Coach Hendrik dan manajemen Arema yang sudah memercayai kami untuk menyelenggarakan seleksi yang luar biasa ini," katanya.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka bagi tim-tim Liga 1 lainnya yang ingin melakukan pembinaan atau seleksi pemain di Bali, demi membantu anak-anak lokal berkiprah di level profesional.

Dari sisi peserta, seleksi ini menjadi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu peserta seleksi, Rafa, mengungkapkan rasa syukurnya karena proses seleksi berjalan dengan sangat baik dan kompetitif.

"Terima kasih untuk hari ini, seleksi berjalan sangat baik. Alasan saya ikut seleksi ini karena ingin mengejar cita-cita. Harapannya bisa lolos dan berangkat ke Malang," ungkap Rafa optimistis. (*)

11 July 2026

Arema FC Promosikan Dua Talenta Akademi ke Tim Senior

Arema FC Promosikan Dua Talenta Akademi ke Tim Senior

MALANG – Arema FC kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun regenerasi pemain dengan mempromosikan dua talenta terbaik Akademi Arema FC ke tim senior untuk menyambut kompetisi musim 2026/2027. Dua pemain yang mendapatkan kesempatan tersebut adalah Abyan Adwitya Wisnu Pratista (kelahiran 2007) dan Azmiy Aziz HS (kelahiran 2006).

Abyan merupakan putra asli Malang yang berposisi sebagai gelandang. Sementara itu, Azmiy Aziz HS merupakan pemain asal Padang yang beroperasi di sektor bek kiri. Keduanya berhasil menunjukkan perkembangan yang konsisten selama menimba ilmu di Akademi Arema FC hingga akhirnya mendapat kepercayaan untuk bergabung bersama skuad senior.

Promosi kedua pemain ini menjadi bukti bahwa jalur pembinaan yang dijalankan Arema FC terus berjalan berkesinambungan. Klub memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda hasil akademi untuk menembus skuad utama melalui proses pembinaan, evaluasi, dan perkembangan performa yang berkelanjutan.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, promosi Abyan dan Azmiy merupakan bagian dari komitmen klub dalam memberikan ruang bagi pemain hasil pembinaan internal untuk berkembang di level profesional.

"Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di Akademi Arema FC memiliki kesinambungan hingga ke tim senior. Abyan dan Azmiy menunjukkan perkembangan yang baik selama proses pembinaan, sehingga mereka layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari skuad utama musim ini," ujar Yusrinal.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan kepada kedua pemain tersebut juga menjadi pesan bahwa Arema FC selalu membuka jalan bagi talenta muda yang mampu menunjukkan kualitas, disiplin, dan etos kerja selama menjalani pembinaan.

"Kami berharap promosi ini menjadi motivasi bagi seluruh pemain Akademi Arema FC. Pintu menuju tim senior selalu terbuka bagi siapa pun yang mampu membuktikan kualitasnya. Sekarang tantangannya adalah terus berkembang, beradaptasi dengan atmosfer tim senior, dan memanfaatkan kepercayaan yang telah diberikan," tambahnya.

Sementara itu, Head of Academy Arema FC Riyan Meidi Wijaya menilai, promosi kedua pemain tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten di Akademi Arema FC. Menurutnya, Abyan dan Azmiy telah menunjukkan perkembangan yang positif sehingga layak mendapatkan kesempatan untuk naik ke level yang lebih tinggi.

"Promosi Abyan dan Azmiy merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah mereka jalani di Akademi Arema FC. Mereka menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari sisi teknik, taktik, maupun mental. Kesempatan ini adalah buah dari kerja keras mereka selama ini," kata Riyan.

Riyan menegaskan bahwa bergabung dengan tim senior bukanlah akhir dari proses pembinaan. Sebaliknya, keduanya akan menghadapi tantangan baru untuk terus berkembang dan bersaing di level profesional.

"Kami berharap mereka tetap rendah hati, terus belajar, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan di tim senior. Semoga kehadiran mereka juga menjadi inspirasi bagi adik-adik di Akademi Arema FC bahwa setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk menembus tim utama apabila mampu menunjukkan kualitas dan komitmen dalam setiap proses pembinaan," pungkasnya.

Promosi Abyan Adwitya Wisnu Pratista dan Azmiy Aziz HS menegaskan komitmen Arema FC dalam membangun fondasi tim yang kuat melalui pembinaan pemain muda. Kehadiran gelandang muda asli Malang dan bek kiri potensial asal Padang ini diharapkan mampu menambah kedalaman skuad Singo Edan sekaligus menjadi bagian dari regenerasi yang berkelanjutan dalam menghadapi kompetisi musim 2026/2027. (*)

06 July 2026

Seleksi Terbuka Arema FC Academy Disambut Antusias, Orang Tua dan Pembina Berharap Lahir Generasi Baru Singo Edan

Seleksi Terbuka Arema FC Academy Disambut Antusias, Orang Tua dan Pembina Berharap Lahir Generasi Baru Singo Edan

MALANG – Pelaksanaan seleksi terbuka Akademi Arema FC yang digelar di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang, pada 27-28 Juni 2026, mendapat sambutan antusias dari peserta, orang tua, hingga para pembina akademi sepak bola. Seleksi yang diperuntukkan bagi kelompok usia U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 ini diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda yang kelak memperkuat Arema FC.

Pembina G-Soccer Academy Semarang, Yudi, menilai langkah Arema FC kembali menggelar seleksi terbuka menjadi momentum penting dalam membangun kekuatan pembinaan usia muda.

"Kesan saya ini baik. Ini menjadi awal kebangkitan untuk menunjukkan bahwa Arema juga bisa melahirkan pemain-pemain muda berkualitas. Saya berharap seleksi ini menghasilkan talenta yang bagus, berani bertarung, tidak hanya memiliki skill, tetapi juga fisik yang mumpuni," ujar Yudi.

Yudi membawa dua pemain terbaik binaannya mengikuti seleksi. Menurutnya, kedua pemain tersebut telah melalui proses pembinaan yang matang dan siap bersaing mendapatkan tempat di Akademi Arema FC.

"Saya membawa dua anak karena yang lainnya sudah bergabung dengan klub lain. Saya berharap mereka bisa bersaing di sini dan nantinya bermain untuk Arema. Mereka memang sudah melalui pembinaan, bahkan salah satunya sering menjadi top skor dan membantu tim meraih juara. Kami memilih pemain yang benar-benar siap untuk kesempatan ini," katanya.

Antusiasme juga datang dari orang tua peserta asal Tosari, Bromo Tengger, Iin. Dia memandang seleksi ini sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi putranya, terlepas dari hasil yang akan diperoleh.

"Semoga setelah mengikuti seleksi ini, putra saya bisa memperbaiki diri dan berlatih lebih giat lagi. Kalau belum berhasil di kelompok usia sekarang, mudah-mudahan masih ada kesempatan di kelompok usia berikutnya. Prosesnya tidak berhenti di sini," ungkapnya.

Iin mengaku tetap optimistis meski menyadari kemampuan putranya masih perlu ditingkatkan. "Kalau peluang lolos mungkin sekitar 50 persen. Tapi dari seleksi ini kami bisa melihat apa saja yang masih menjadi kekurangan. Itu akan menjadi bahan evaluasi agar dia lebih semangat mengejar cita-citanya menjadi pemain Arema," ujarnya.

Dia berharap seleksi Akademi Arema FC dapat digelar lebih rutin agar semakin banyak pemain muda memiliki kesempatan menunjukkan perkembangan mereka.
"Kalau bisa setahun dua kali. Dengan begitu anak-anak punya kesempatan untuk memperbaiki kekurangannya dan mencoba lagi tanpa harus menunggu terlalu lama," katanya.

Sementara itu, warga Pisang Candi, Kota Malang, Ambon mengaku membawa dua putranya, salah satunya lahir pada 2017 dan untuk pertama kalinya mengikuti seleksi Akademi Arema FC.

"Harapannya memang sejak dulu anak-anak ingin ikut Akademi Arema. Ini baru kesempatan pertama karena sebelumnya masih ada kesibukan," ujarnya.

Pak Ambon berharap kedua anaknya dapat menjadi bagian dari masa depan klub kebanggaan masyarakat Malang tersebut. "Harapannya mereka bisa menjadi generasi penerus Arema. Untuk Akademi Arema sendiri semoga semakin maju dan semakin jaya," pungkasnya. (*)

27 June 2026

Seleksi Arema FC Academy Temukan Banyak Talenta Berkualitas, U16 & U18 Bikin Kagum

Seleksi Arema FC Academy Temukan Banyak Talenta Berkualitas, U16 & U18 Bikin Kagum

MALANG – Hari pertama seleksi terbuka Akademi Arema FC di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang, Sabtu (27/6/2026), menghasilkan banyak temuan positif. Tim pelatih menilai animo peserta sangat tinggi, sekaligus menemukan sejumlah pemain yang dinilai memiliki kualitas di atas skuad reguler akademi saat ini.

Seleksi yang diikuti kelompok usia U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 tersebut menjadi bagian dari upaya Arema FC memperkuat fondasi pembinaan pemain muda sekaligus menjaring talenta terbaik untuk memperkuat berbagai kompetisi usia dini.

Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, mengaku puas dengan kualitas peserta yang mengikuti seleksi pada hari pertama. Menurutnya, khusus kelompok usia U-16 dan U-18, banyak pemain yang mampu menunjukkan kemampuan di atas ekspektasi tim pelatih.

"Untuk seleksi hari ini saya kira sangat bagus. Terutama di kelompok U-16 dan U-18 dipenuhi anak-anak yang berkualitas. Yang saya lihat, kita mendapatkan pemain-pemain yang sedikit di atas kualitas pemain reguler yang kita miliki. Saya bersyukur karena di seleksi ini kita bisa mendapatkan pemain-pemain yang sebelumnya belum kita miliki," kata Doni.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit peserta yang berpeluang direkrut. Bahkan, khusus di kelompok U-18, Doni menilai terdapat lebih dari satu tim yang memiliki kualitas sesuai karakter permainan yang diterapkan Akademi Arema FC.

"Yang direkrut tentu ada cukup banyak. Mereka adalah pemain-pemain potensial yang dalam dua hingga tiga tahun ke depan bisa menunjukkan kualitasnya di kelompok usia masing-masing. Terutama di U-18, banyak anak-anak yang bisa bersaing dengan pemain reguler kami. Bahkan saya melihat ada lebih dari satu tim yang memiliki karakter bermain sesuai dengan filosofi Arema," ujarnya.

Menurut Doni, pelaksanaan seleksi terbuka akan menjadi agenda rutin Akademi Arema FC. Idealnya, seleksi digelar dua kali dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan skuad di berbagai ajang kompetisi usia muda.

"Dalam satu tahun memang harus ada dua kali seleksi. Karena kami harus mengikuti banyak kompetisi seperti Elite Pro Academy (EPA), Piala Soeratin, MJL, hingga Liga Topskor. Target utama kami adalah menyiapkan tim yang kompetitif di EPA, sehingga kami membutuhkan pemain-pemain dengan kualitas terbaik. Dari seleksi hari ini saya melihat banyak anak yang layak masuk ke tim EPA," jelasnya.

Lebih jauh, Doni menegaskan tujuan utama pembinaan di Akademi Arema FC tidak hanya mengejar prestasi di level usia muda, tetapi juga mencetak pemain yang siap menembus tim senior.

"Dua-duanya menjadi tujuan kami. Kami ingin meraih prestasi, tetapi yang paling utama adalah mencetak pemain agar bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, terutama ke tim senior. Karena itu, seluruh pelatih harus mampu membina pemain sesuai filosofi bermain yang sudah menjadi identitas Akademi Arema FC," pungkasnya. (*)

27 June 2026

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup