TC Hari Ketiga, Asah Kerjasama Tim dengan 'Taktik Perang' di Hutan

TC Hari Ketiga, Asah Kerjasama Tim dengan 'Taktik Perang' di Hutan

TC Spesial Arema FC hari ketiga sesi pagi diawali dengan program pain ball. Aksi tembak tembakan ini untuk melatih fokus dan kekompakan.

Seluruh pemain, pelatih dan official terlibat dengan petualangan ala militer ini. Semuanya menggunakan atribut tentara plus helm pelindung, dilengkapi 'senjata' pemburu lawan.

Diawali dengan pemanasan ringan diwarnai teriakan yel-yel semangat bersama untuk memanaskan suasana. Pemanasan dipimpin instruktur dari wahana pain ball Agrokusuma tampak makin riang, tim melingkar diselingi tawa canda.

Usai pemanadan yang berlangdung kurang leboh 30 menit mulai persiapan dilakukan dengan membagi 4 regu.

Sejak 'kick off'' wahana tembak tembakan dimulai, antar regu dufah saling atur strategi memburu menyerang membidik menembaki lawan. Teriakan maju, serang, tembak dominan melengking diarea yang dikemas suasana hutan belantara itu.

Tawa lepas pun terdengar ketika peluru mulai mengenai para pemain. Suasana mulai agak rouh, lantaran asisten pelatih Kuncoro mulai berulah. Abah Kun, begitu akrab dipanggil, peserta awal yang gugur terkena tembakan lawan dan aturannya harusnya meninghalkan arena. Namun dia tetap nekat melanjutkan aksinya, mengambil helm lengkap senjata kembali masuk arena memberondong siapa saja pemain yang ditemuinya.

Sontak, aksi solo Abah Kun ini memicu kekompakan seluruh pemain yang sebelumnya perang beregu menjadi bubar, mereka bersatu memburunya. Praktis, suasana jadi riuh penuh gelak tawa, karena Abah Kun menjadi common enemy sasaran tunggal tembakan semua regu.

Salah satu pemain, Ikhfanul Alam mengaku sangat senang dengan program pemusatan latihan ini. Menurutnya hal ini bisa mengasah kekompakan pemain saat di lapangan. “Tentu saja kami sangat berterimakasih atas terselenggaranya pemusatan latihan yang dikemas dengan suasana yang berbeda, ada edukasi dan game semacam ini. Tentu hal ini akan menambah kekompakan pemain di lapangan,” ujarnya.

Program paintball berlangsung lebih dari 2 jam mampu menyatukan suasana sense of belonging antar pemain. Harapannya memperkuat team work para punggawa Singo Edan. (**)