BERITA
Buka-Bukaan Strategi Manajemen Arema FC: Menuju Tata Kelola Profesional dan Klub yang Sehat
AREMAFC.COM — Manajemen Arema FC membeberkan berbagai langkah strategis dan arah transformasi klub menyambut bergulirnya kompetisi musim baru.
Transformasi ini berfokus pada profesionalisme pengelolaan, penguatan sistem keamanan stadion, hingga pencapaian kemandirian finansial.
Hal tersebut disampaikan oleh Irma Prianti (Chief Business & Commercial Arema FC) bersama Sudarmaji (Manager Operasional Arema FC) saat menjadi tamu dalam program podcast Galeri City Guide di Radio City Guide 911 FM pada Kamis 3 September 2026
Sistem Keamanan dan Kenyamanan Penonton Jadi Prioritas Utama
Irma Prianti mengungkapkan bahwa pasca-kembali ke Stadion Kanjuruhan pada tahun 2024, manajemen menerapkan perbaikan sistem operasional dan kepanitiaan (panpel) secara ketat menyangkut :
Kenyamanan & Keselamatan: Manajemen menerapkan sistem kategori (green, yellow, red) dalam setiap laga untuk memastikan faktor safety & security terjaga
Integrasi Tiket: Tiketing kini beralih ke sistem digital/online. Harga tiket sudah mencakup perlindungan asuransi pertandingan (match insurance) serta penyediaan makanan/minuman (F&B bundling)
Kembalinya Kepercayaan Sponsor dan Strategi Finansial
Irma Prianti juga menjelaskan seiring dengan pembenahan sistem, kepercayaan dari mitra brand mulai pulih, dapat dilihat dari :
Sponsor Jersey: Beberapa mitra sponsor besar seperti BTN (tahun kedua), TCT, RANS, dan Lapak Gaming dipastikan menempel di jersey resmi tim
Kesehatan Klub di Atas Estetika: Irma menegaskan bahwa memiliki banyak mitra sponsor merupakan langkah realistis untuk menjaga performa operasional dan kesehatan finansial klub secara keseluruhan
Target Musim dan Pembinaan Akademi Berkelanjutan
Mengenai target di lapangan, Arema FC menetapkan sasaran yang realistis namun tetap kompetitif:
Target Kompetisi: Manajemen membidik posisi 5 Besar di papan atas klasemen
Pemain Asli Akademi: Sudarmaji menegaskan bahwa Arema FC tetap konsisten mempertahankan pembinaan melalui Akademi Arema (dari jenjang U-10 hingga U-20).
Musim ini, terdapat empat pemain jebolan akademi internal yang berhasil menembus skuad utama
Pendekatan Kultural dan Program Edukasi (Goes to School)
Arema FC memandang sepak bola tidak hanya sebagai industri, melainkan bagian dari kultur masyarakat Malang Raya
Program Goes to School: Manajemen secara rutin mendatangi sekolah-sekolah untuk mengedukasi generasi muda bahwa sepak bola adalah olahraga yang aman, berdisiplin, dan menyenangkan (fun)
Kolaborasi UMKM & Media: Arema FC membuka pintu kerja sama luas bagi pelaku UMKM lokal dan media untuk tumbuh bersama membangun ekosistem ekonomi Malang Raya (**)
Video Selengkapnya: Tonton disini!
07 September 2026
Di Balik Lensa dan Tinta: Tawa, Air Mata Kanjuruhan, dan Asa Jurnalis untuk Kebangkitan Arema FC
Menjadi jurnalis olahraga bukan sekadar melaporkan jalannya pertandingan atau skor akhir di papan reklame. Di balik setiap paragraf berita dan jepretan foto, ada keringat, tawa, hingga air mata trauma yang jarang terungkap ke publik.
Sisi kemanusiaan inilah yang diangkat dalam episode perdana podcast Arema FC Official TV yang secara unik membalik keadaan dengan tajuk "Arema FC Bertanya, Wartawan Menjawab".
Dipandu oleh Sudarmaji (Manager Operasional Arema FC) dan Stenly (Head of Media and Publication), podcast ini menghadirkan dua pewarta olahraga yang tak asing lagi di Malang: Suci Rahayu dari Kompas.com dan Asad Arifin dari Bola.net. Keduanya bukan jurnalis sembarangan, melainkan langganan juara lomba jurnalistik Piala Presiden, termasuk pada edisi 2026
*Romantisme Awal di Pinggir Lapangan*
Bagi Asad dan Suci, Arema FC adalah kawah candradimuka karier mereka. Menariknya, mereka berdua mengawali liputan dengan tensi tinggi: Arema melawan tim luar negeri.
Asad masih ingat betul memori tahun 2014 saat Arema menjamu klub kasta tertinggi Liga Jerman, Hamburg SV. Sebagai jurnalis yang baru ditugaskan ke Malang, ia langsung dihadapkan pada atmosfer Stadion Kanjuruhan yang bergemuruh.
“Benar-benar kayak pertama kali liputan langsung pertandingan gede, big match seperti luar negeri. Ndredek (gemetar) sampai lali (lupa) nulis apa,” kenang Asad sambil tertawa.
Sementara itu, Suci menjalani debutnya sebagai fotografer olahraga di pinggir lapangan pada tahun 2013. Kala itu, ia adalah satu-satunya fotografer perempuan di sana.
Membawa lensa panjang yang berat dan tubuh yang mungil, Suci mengaku sempat tak percaya diri. Namun, nyanyian lantang Aremania justru membuatnya takjub sekaligus bingung harus memotret pemain atau kehebohan suporter.
*Memulihkan Luka Kanjuruhan*
Namun, romantisme sepak bola itu terluka pada 1 Oktober 2022. Ketika Sudarmaji menyinggung Tragedi Kanjuruhan, atmosfer studio mendadak sendu. Tragedi tersebut tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka batin yang dalam bagi para pewarta.
Asad, yang kebetulan bertugas memantau dari rumah malam itu, menceritakan bagaimana ia menerima telepon dari rekannya di lapangan dengan suara yang sudah bergetar hebat. Menerima rentetan informasi korban jiwa yang terus bertambah dari belasan hingga ratusan membuat Asad syok.
“Itu sampai mau tidur enggak bisa tidur, mau nulis juga nulis apa karena benar-benar syok,” tutur Asad.
Tuntutan profesi memaksanya terus mengetik berita hingga pagi, sementara kesadaran akan betapa besarnya tragedi tersebut baru menghantam batinnya di hari-hari berikutnya.
Bagi Suci yang berada tepat di pusaran tragedi, traumanya jauh lebih nyata. Ia menyaksikan langsung suporter yang tergeletak dan kehabisan napas. Di titik itu, profesionalismenya sebagai fotografer runtuh oleh nurani kemanusiaannya. Ia meletakkan kameranya dan memilih membantu sebisa mungkin.
Dengan suara bergetar, Suci bercerita, "Aku cuma sobek-sobek kardus air kemasan buat kipas-kipas, aku kasih-kasihin ke orang," kenangnya.
Ia menangis menyadari keterbatasannya menolong malam itu. Efek traumatisnya bahkan masih membekas hingga hari ini. Suci mengaku sering kali merasa deg-degan dan disergap ketakutan (panic attack) setiap kali meliput pertandingan yang mulai dipenuhi ketegangan antarsuporter, ia mengharap sebaliknya fans mending hadirkan nyanyian dukungan, yang mwlembuat adem dan terhibur.
*Asa Kebangkitan dan Sinergi Masa Depan*
Meski sempat ragu apakah Arema FC mampu bertahan melewati masa hukuman, terusir dari kandang, dan tekanan sosial yang masif, baik Asad maupun Suci kini sepakat bahwa Singo Edan tengah berada di jalur kebangkitan.
Asad menyoroti tiga aspek krusial yang jauh membaik dari manajemen saat ini. Pertama, Panpel Arema kini melayani akses dan kenyamanan masuk stadion yang dinilainya paling aman di Indonesia.
Kedua, keseriusan membangun tim yang ditunjukkan dengan mempertahankan pelatih lebih dari satu musim. Ketiga, hadirnya Presidium Aremania yang membuat wadah suporter kini jauh lebih terorganisasi.
Sebagai mitra yang saling membutuhkan, media juga menitipkan kritik membangun. Kebutuhan industri media kini telah bergeser.
"Ngasih materi ke media itu kan sekarang enggak cukup dengan teks, tapi ada foto dan video," kritik Asad.
Ia juga berharap agar para pemain lebih kooperatif dan mau memberikan senyum kepada media di ruang wawancara (mixed zone), sekalipun tim sedang menderita kekalahan.
Pada akhirnya, podcast ini seolah menjadi rekonsiliasi emosional. Media dan klub sepak bola bukanlah musuh, melainkan ekosistem yang saling menghidupkan. Lewat tulisan dan jepretan lensa, para jurnalis inilah yang akan terus merawat ingatan, menjaga asa, dan menjadi saksi jatuh bangunnya panji Arema FC di kancah sepak bola Indonesia. (**)
Video Selngkapnya: Tonton disini!
07 September 2026
Build Your Product
We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

MALANG – Arema FC sukses mengamankan tiga poin penuh usai tampil perkasa melibas Isenmulang Kalteng FC dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang disaksikan oleh 1.767 penonton di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat (4/9/2026) sore WIB ini menjadi panggung dominasi Singo Edan.
