BERITA

Menelusuri Jejak Singa di Taman Dempo: Simbol Kejayaan di Jantung Kota Malang

Menelusuri Jejak Singa di Taman Dempo: Simbol Kejayaan di Jantung Kota Malang

Bumi Seribu Singa

Di tengak hiruk-pikuk Jalan Dempo, di kawasan elit Kota Malang, dua patung singa berwarna cokelat gagah berdiri saling berhadapan. Bukan sekadar ornamen taman, keduanya adalah penjaga bisu yang menyimpan cerita panjang—dari kejayaan kerajaan kuno hingga semangat gotong royong anak-anak sekolah.

---

Dari Lahan Gersang Menjadi Taman Cantik

Taman Dempo, lokasi di mana kedua singa itu kini bersemayam, dulu bukanlah tempat yang menarik untuk disinggahi. Kawasan di ujung Jalan Dempo, dekat dengan SMAK St. Albertus atau yang lebih dikenal dengan SMA Dempo itu, hanya dipenuhi pohon palem dan rumput-rumput tak jelas bentuknya. Gersang. Sepi. Seolah tak seorang pun mau singgah.

Namun pada 23 Desember 2017, taman itu diresmikan Wali Kota Malang H. Moch. Anton. Wajahnya berubah total: kolam air mancur berbentuk lingkaran bergaya Eropa, sembilan pot raksasa berisi tanaman hias, dan dua patung singa yang saling berhadapan di ujung taman. Konon biaya revitalisasi mencapai sekitar Rp 800 juta—seluruhnya murni bantuan dari SMAK Dempo dan para alumninya.

Kehadiran taman ini menjadi bukti nyata sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah kota. Bahkan dikabarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan apresiasi atas tertibnya proses penyaluran CSR ini.


Singa dan Kota Malang: Sebuah Hubungan Abadi

Mengapa singa? Jawabannya membawa kita menyusuri lorong waktu hingga ke abad ke-13. Singa bukanlah sekadar hewan buas bagi warga Malang. Simbol ini telah mengakar sejak zaman Kerajaan Singhasari (1222-1292 M). Nama "Singhasari" sendiri berarti "singa yang gagah" dalam bahasa Sanskerta—dan kerajaan inilah yang menjadi cikal bakal Majapahit.

Pada masa kolonial Belanda, unsur sepasang singa dijadikan lambang Kotapraja (Gemeente) Malang. Lambang yang diperkenalkan pada 17 Juni 1921 itu berwujud dua ekor singa Belanda mengapit perisai, terinspirasi dari Kerajaan Singhasari. Bahkan di dua candi peninggalan Majapahit di wilayah Malang—Candi Jago dan Candi Kidal—juga ditemukan patung sosok singa.

Singa pun menjadi simbol keberanian Arek-arek Malang. Klub kebanggaan Arema FC berjuluk "Singo Edan". Di Taman Trunojoyo pun dibangun tiga patung singa sebagai penguatan nama besar Kota Malang dengan sebutan Arema, Aremania, dan Aremanita.

Dengan demikian, dua singa di Taman Dempo bukanlah sekadar dekorasi. Mereka adalah mata rantai terakhir dari tradisi panjang yang menghubungkan Malang masa kini dengan kejayaan masa lalunya.


Karya Seniman Lokal

Di balik kemegahan patung singa Taman Dempo, terdapat nama Syaifudin Zuhri—salah satu pendiri rumah produksi patung Job Studio Group di Kabupaten Malang. Ia adalah seniman patung yang karyanya tersebar di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Patung Kuda Labuan Bajo hingga Patung Komodo Mendunia.

Penelitian akademis dari Universitas Negeri Malang mencatat bahwa patung taman karya Syaifudin Zuhri menjalani proses panjang: dari pra-proses, proses pembuatan, hingga proses akhir. Patung Singa Taman Dempo menjadi salah satu dari lima karya monumental yang diteliti.

Ini menunjukkan bahwa di balik keindahan taman, terdapat ekosistem seni patung yang hidup di Malang—sebuah kota yang memang terkenal dengan keseniannya, ditandai dengan banyaknya patung taman maupun patung monumen.

Lebih dari Sekadar Taman

Bagi warga Malang, Taman Dempo bukan hanya tempat berswafoto. Di sini, jika beruntung, pengunjung bisa melihat pelangi di air mancur hasil pembiasan sinar matahari.

Bagi keluarga besar SMA Dempo, taman ini adalah mimpi yang diwujudkan. Sekolah Katolik pertama yang berdiri di Kota Malang ini—didirikan oleh Pater Petrus Nicolaus Kramer, O.Carm. pada tahun 1936—telah melahirkan generasi-generasi yang peduli pada lingkungan.

Dua singa yang saling berhadapan di Jalan Dempo mungkin tampak seperti ornamen biasa. Namun bagi yang tahu sejarahnya, mereka adalah penjaga yang setia—menyaksikan bagaimana Kota Malang bertransformasi dari kerajaan kuno, kota kolonial, hingga kota pendidikan yang terus melangkah maju.

Di tengah deru kendaraan yang melintas, di antara hiruk-pikuk kawasan elit Malang, dua singa itu terus berdiri. Menjaga. Mengingatkan. Bahwa kejayaan bukanlah sesuatu yang usang—melainkan warisan yang harus dijaga, dirawat, dan dihidupkan kembali. Seperti yang dilakukan oleh segelintir orang yang percaya bahwa lahan kering bisa disulap menjadi taman, dan singa bisa kembali menjadi simbol kebanggaan. (*)

27 July 2026

Arema FC Belum Tampil Maksimal di Laga Pertama Piala Presiden, IB: Beri Waktu Tim Berproses

Arema FC Belum Tampil Maksimal di Laga Pertama Piala Presiden, IB: Beri Waktu Tim Berproses

MALANG – Penampilan perdana Arema FC di ajang pramusim Piala Presiden 2026 dinilai belum bisa menjadi tolok ukur kekuatan sesungguhnya tim. Masa persiapan yang singkat, kondisi kebugaran pemain yang belum maksimal, hingga proses membangun chemistry antarpemain menjadi faktor yang memengaruhi performa Singo Edan pada laga pertama.

CEO Arema FC, Iwan Budianto, menegaskan bahwa Piala Presiden 2026 sejak awal memang diposisikan sebagai bagian dari proses penyelarasan tim menuju kompetisi resmi. Oleh sebab itu, publik diminta tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap performa tim.

"Ini bukan awal musim, tetapi masih pre-season. Jadi jangan berekspektasi terlalu berlebihan. Sejak awal, juga sudah sampaikan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari program penyelarasan tim. Saya ingat, kata Pak Inal (General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi), juara tentu menjadi bonus, tetapi yang utama adalah membentuk tim yang siap menghadapi kompetisi," ujar Iwan Budianto.

Menurutnya, kondisi fisik para pemain juga belum berada pada level terbaik. Masa persiapan yang relatif singkat membuat tingkat kebugaran setiap pemain berbeda-beda sehingga berpengaruh terhadap permainan tim di lapangan.

"Hampir sebagian besar pemain belum berada pada level fitness yang optimal. Ada yang mungkin baru 40 sampai 50 persen, ada yang 60, 70, atau 80 persen. Itu tergantung kapan mereka mulai latihan dan masa istirahat setelah libur. Kondisi itu pasti memengaruhi performa tim," katanya.

Selain faktor kebugaran, pria yang akrab disapa IB itu menjelaskan bahwa kehadiran sejumlah pemain baru juga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pelatih Marcos Santos sengaja memberikan kesempatan bermain kepada mereka untuk mencari komposisi terbaik sekaligus membangun chemistry antarpemain.

"Kenapa pemain baru dicoba di babak kedua? Karena memang mungkin level fit dan chemistry-nya juga belum terbentuk (optimal). Mereka masih dalam tahap saling memahami satu sama lain. Understanding each other itu sangat penting dalam permainan tim seperti sepak bola. Jadi kita tunggu saja, insya Allah nanti akan segera membaik," ujarnya.

IB juga mengungkapkan bahwa Piala Presiden menjadi momen penting bagi tim pelatih dan manajemen untuk melakukan evaluasi. Tidak menutup kemungkinan Arema FC masih akan menambah amunisi apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kebutuhan di beberapa posisi.

"Kalau melihat musim lalu, setelah Piala Presiden kita melakukan evaluasi lalu merekrut pemain Betinho ya. Artinya, pre-season memang dibuat untuk melihat apakah masih perlu mengubah struktur tim atau ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi," jelasnya.

Menanggapi kemungkinan evaluasi terhadap pelatih Marcos Santos, dia memastikan tidak ada alasan untuk mengambil keputusan hanya berdasarkan hasil turnamen pramusim. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh aspek tim.

"Evaluasi pasti ada, tetapi terhadap keseluruhan, bukan kepada person. Tidak secepat itu. Masa hanya gara-gara turnamen pramusim langsung mengevaluasi, apalagi sampai memberhentikan pelatih," kata IB.

Dia juga mengingatkan bahwa waktu persiapan Arema FC menuju Piala Presiden sangat terbatas. Sebagian besar pemain baru berkumpul sekitar dua pekan sebelum turnamen dimulai, bahkan beberapa pemain asing baru bergabung sekitar sepekan sebelumnya.

"Tim ini baru berkumpul sekitar dua minggu. Ada pemain lokal yang lebih dulu bergabung, tetapi beberapa pemain asing bahkan baru datang sekitar seminggu lalu. Lalu mereka langsung dimainkan sebagai sebuah tim dan kemudian langsung di-judge. Tentu itu tidak adil," tuturnya.

Selain itu, lawan yang dihadapi Arema FC pada laga perdana juga merupakan tim yang memiliki kualitas tinggi dan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporternya.

"Jangan lupa, lawan kita juara tiga kali berturut-turut kompetisi. Bermain di kandang sendiri, di depan pendukungnya sendiri, bukan hal yang mudah. Jadi mari kita lebih sabar menunggu racikan pelatih. Saya yakin seiring waktu tim ini akan semakin baik," pungkas IB. (*)

26 July 2026

Enam Pemain Arema FC Women Dipanggil Timnas U-17 untuk Srikandi Merdeka Cup 2026

Enam Pemain Arema FC Women Dipanggil Timnas U-17 untuk Srikandi Merdeka Cup 2026

MALANG – Enam penggawa Arema FC Women resmi menerima pemanggilan untuk seleksi memperkuat Timnas U-17 yang akan berlaga di ajang Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–23 Agustus 2026. Para pemain muda yang baru saja menyelesaikan kiprah mereka di ajang Hydroplus Soccer League 2025/2026 ini langsung bertolak untuk menjalani Pemusatan Latihan (TC) yang dipusatkan di Pati, Jawa Tengah, mulai 25 Juli 2026.

Keenam pemain Arema FC Women yang mendapatkan kepercayaan membela Merah Putih adalah Naura Airish Qaisara, Oktavia Safara Putri, Alica Saviola Rumba, Kesya Arabella Manisya Nian, Lintang Anugrah Radisty dan Fadilla.

Kepala Pelatih Arema FC Women, Nanang Habibi memberikan apresiasi tinggi dan rasa bangganya atas pemanggilan para pemain bakat tersebut ke skuad nasional. "Kami tentu sangat bangga dengan dipanggilnya enam pemain Arema FC Women ke Timnas U-17. Ini adalah buah dari kerja keras mereka selama berkompetisi di Hydroplus Soccer League," ujar Nanang Habibi.

Nanang menjelaskan bahwa para pemain yang dipanggil memiliki latar belakang kompetisi kelompok umur yang berbeda di level klub. Namun mereka adalah pemain dari rentang kelahiran 2010-2013.

"Tiga pemain yakni Naura, Oktavia, dan Alica sebelumnya merupakan bagian dari skuad U-18 di ajang Hydroplus Soccer League All Star 2025/2026. Sementara Kesya, Lintang, dan Fadilla adalah pemain berpotensi dari kelompok U-15 kami. Kami berharap pengalaman di level klub dan All Star bisa mereka salurkan untuk memberi kontribusi maksimal bagi Timnas U-17," tambah Nanang.

Pada turnamen Srikandi Merdeka Cup 2026 mendatang, Indonesia dipastikan tampil sebagai tuan rumah dengan menerjunkan dua tim sekaligus untuk memaksimalkan jam terbang para pemain, yaitu Indonesia Garuda Pertiwi dan Indonesia Putri Nusantara. (*)

26 July 2026

Menjaga Masa Depan Pemain, Arema FC Berikan Kepercayaan Jayus dan Dwiki Asah Pengalaman bersama Persiraja

Menjaga Masa Depan Pemain, Arema FC Berikan Kepercayaan Jayus dan Dwiki Asah Pengalaman bersama Persiraja

MALANG – Arema FC mengambil langkah strategis untuk masa depan dua pemainnya, gelandang Jayus Hariono dan pemain sayap Dwiki Mardiyanto, dengan memberikan kepercayaan kepada mereka untuk melanjutkan tantangan baru bersama Persiraja Banda Aceh guna mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Keputusan tersebut lahir melalui komunikasi yang antara manajemen, tim pelatih, dan kedua pemain, di mana semua pihak sepakat bahwa langkah ini adalah upaya terbaik untuk mendukung jenjang karier mereka ke depan.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan, keputusan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral klub terhadap masa depan para pemain. Menurutnya, mendapatkan kesempatan untuk tampil di lapangan secara konsisten menjadi aspek fundamental dalam menjaga serta mematangkan kualitas seorang pemain.

"Arema FC memiliki tanggung jawab untuk turut merawat karier setiap pemain. Setelah berdiskusi dengan tim pelatih dan kedua pemain, kami sepakat bahwa ini adalah jalan terbaik agar Jayus dan Dwiki mendapatkan ruang lebih luas untuk mengasah potensi dan tampil di lapangan. Kami ingin mereka terus menjaga ritme dan sentuhan terbaiknya," ujar Yusrinal.

Yusrinal menambahkan, Arema FC memberikan perhatian khusus bagi perkembangan seluruh pemain, termasuk Jayus Hariono yang merupakan putra asli Malang sekaligus salah satu pilar tim dalam beberapa musim terakhir. Oleh karena itu, klub merasa perlu memberikan ruang bagi Jayus untuk menimba pengalaman bertanding yang lebih kompetitif.

Komitmen serupa juga diberikan kepada Dwiki Mardiyanto sebagai bagian dari upaya Arema FC memastikan setiap pemain mendapatkan atmosfer yang tepat untuk terus tumbuh sesuai tahapan kariernya. 

Manajemen menilai, kesempatan untuk lebih sering tampil di pertandingan resmi akan menjadi modal berharga bagi Jayus Hariono maupun Dwiki Mardiyanto dalam mempertahankan performa terbaik mereka.

"Ini bukanlah perpisahan, melainkan langkah untuk memperkaya pengalaman. Kami akan terus memantau perkembangan mereka dengan penuh kasih. Harapannya, setelah masa ini selesai, mereka akan kembali sebagai pemain yang lebih matang dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga besar Arema FC," tambah Yusrinal.

Langkah ini adalah bagian dari strategi pengembangan skuad yang berkelanjutan di Arema FC. Selain membangun tim yang tangguh, klub juga berkomitmen untuk memastikan setiap pemain memiliki wadah yang ideal untuk berkembang.

Dengan bergabung bersama Persiraja, Jayus Hariono dan Dwiki Mardiyanto diharapkan dapat memperkaya jam terbang, mengasah kualitas di medan laga, serta kembali memperkuat Singo Edan dengan pengalaman yang jauh lebih mumpuni di masa mendatang. (*)

26 July 2026

Arema FC Harus Mengakui Keunggulan Persib 0-1 di Laga Pertama Piala Presiden 2026

Arema FC Harus Mengakui Keunggulan Persib 0-1 di Laga Pertama Piala Presiden 2026

BANDUNG — Arema FC harus mengawali langkahnya di ajang Piala Presiden 2026 dengan hasil kurang maksimal. Tim berjuluk Singo Edan tersebut dipaksa bertekuk lutut usai kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Persib Bandung dalam laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026) malam.

Di babak pertama, Arema FC lebih banyak ditekan oleh permainan agresif Persib Bandung hingga akhirnya gawang Singo Edan kebobolan di menit ke-24 lewat gol Uilliam Barros. Kendati mampu tampil jauh lebih baik dan keluar dari tekanan di babak kedua, Arema FC belum berhasil mencetak gol.

Pelatih Arema FC Marcos Santos mengakui, memasuki babak kedua, anak asuhnya mencoba bangkit dan tampil lebih dominan. Penguasaan bola serta variasi serangan yang dibangun  beberapa kali mengancam pertahanan Persib, meski tuan rumah tetap berbahaya melalui skema serangan balik cepat. Dia menilai laga ini menyajikan evaluasi penting bagi timnya yang terus berkembang.

"Performa lawan bagus hari ini. Di babak pertama Persib Bandung lebih baik dari Arema, mereka dapat banyak kesempatan dan beberapa peluang. Di babak kedua Arema lebih baik dan permainan kita meningkat. Kita lebih baik saat memegang bola di babak kedua dan Persib bermain dengan transisi cepat. Hari ini Arema menunjukkan ada kesempatan untuk melakukan yang lebih baik untuk musim berikutnya," ungkap Marcos Santos.

Senada dengan sang pelatih, Julian Guevara  mengakui adanya perubahan performa tim usai jeda antarbabak.

"Di babak pertama ada koordinasi posisi dari mereka yang membuat kami sempat bingung. Kami harusnya lebih tenang saat menerapkan pola di babak pertama. Di babak kedua kita lebih baik dalam pola permainan dan bisa menciptakan beberapa peluang untuk mencetak gol. Tapi sayangnya kita tidak bisa mencetak gol. Semoga di pertandingan ke depan kita bisa lebih baik dan menang," tutur Julian.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi jajaran pelatih Arema FC untuk membenahi efektivitas lini serang serta pemantapan chemistry pemain jelang menghadapi laga-laga berikutnya di fase grup Piala Presiden 2026. (*)

26 July 2026

Antusiasme Tinggi Warnai Peluncuran Jersey Arema FC, Pembeli Dua Pertama Puji Desain Terbaru

Antusiasme Tinggi Warnai Peluncuran Jersey Arema FC, Pembeli Dua Pertama Puji Desain Terbaru

MALANG – Peluncuran jersey resmi terbaru Arema FC  jelang momen  pramusim Piala Presiden 2026 mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari para suporter setia, Aremania. Setidaknya 14 jersey terjual kurang dari 60 menit setelah resmi dilaunching, Sabtu (25/7) sore.  


Momen peluncuran ini mencatatkan Muhammad Faizin alias Faiz asal Blimbing dan Habibi asal Wagir sebagai pembeli pertama dan medua yang resmi meminang jersey anyar klub berjuluk Singo Edan tersebut.

Faiz, yang memilih memboyong jersey away, mengungkapkan rasa puasnya terhadap konsep visual jersey musim ini yang dinilainya simpel namun tetap memancarkan kesan elegan. "Memang sudah ditunggu lumayan lama. Apalagi isu soal logo
singa bertindik kan sempat santer belakangan ini," ujar Faiz.

Dia pun pas lewat official store berbarengan saat launching, sehingga dia masuk dan ternyata menjadi pembeli pertama. "Kebetulan jamnya pas, ternyata begitu masuk ke dalam store jadi pembeli pertama. Alhamdulillah, memang sudah disiapkan 'maharnya' untuk pembelian jersey ini," tambahnya.

Sementara itu, Habibi yang menjatuhkan pilihannya pada jersey home mengaku memiliki tradisi pribadi untuk selalu membeli jersey resmi di hari pertama peluncuran. "Sudah dari dua tahun lalu saya selalu beli di hari peluncuran. Untuk jersey home kali ini sesuai harapan, ada detail logo singa bertindik di bagian depan yang semakin mempertegas identitas dan karakter Arema," ungkap Habibi.

Syiar Optimisme dan Harapan Pemersatu
Kehadiran jersey baru ini tidak hanya menyedot perhatian dari sisi desain dan estetika, tetapi juga membawa harapan besar dari kalangan pendukung untuk perjalanan Arema FC di kompetisi mendatang. 

Kedua Aremania tersebut berharap momentum peluncuran jersey baru ini dapat diiringi dengan peningkatan prestasi tim di lapangan, sekaligus menjadi wadah pemersatu bagi seluruh elemen suporter Singo Edan. (*)

25 July 2026

Arema FC Store Hadirkan Promo Spesial Launching Jersey, 200 Pembeli Pertama Banyak Untung

Arema FC Store Hadirkan Promo Spesial Launching Jersey, 200 Pembeli Pertama Banyak Untung

MALANG – Peluncuran jersey resmi Arema FC untuk menyambut Piala Presiden 2026 tak hanya menjadi momen memperkenalkan identitas baru Singo Edan. Melalui Arema FC Store, klub juga menghadirkan berbagai promo spesial sebagai bentuk apresiasi kepada Aremania yang selama ini setia memberikan dukungan.

Store Manager Arema FC, Tjiptadi Purnomo mengatakan peluncuran jersey menjadi momentum yang tepat untuk berbagi pengalaman lebih dekat dengan para pendukung. Karena itu, Arema FC Store menyiapkan sejumlah keuntungan eksklusif bagi pembeli jersey resmi.

"Launching jersey ini bukan hanya tentang memperkenalkan desain baru, tetapi juga menjadi bentuk terima kasih kami kepada Aremania yang selalu mendukung Arema FC. Kami ingin menghadirkan nilai lebih melalui berbagai promo dan pengalaman eksklusif yang tidak hanya sebatas membeli jersey," ujar Tjiptadi.

Sebagai bagian dari promo peluncuran, 200 pembeli pertama jersey resmi Arema FC akan mendapatkan gratis name set serta merchandise eksklusif Arema FC.

Selain itu, para pembeli juga berkesempatan memperoleh akses khusus untuk menyaksikan official training Arema FC dalam persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Menurut pria yang akrab disapa Adi ini, pengalaman tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan yang ingin dibangun antara klub dengan para pendukungnya. "Melalui kesempatan ini, Aremania bisa melihat secara langsung bagaimana tim menjalani sesi latihan resmi. Mereka juga dapat berinteraksi dengan para pemain, berfoto bersama, hingga mendapatkan tanda tangan. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan dan memperkuat hubungan antara klub, pemain, dan Aremania sebagai satu keluarga besar," jelasnya.

Tak hanya menghadirkan promo launching, Arema FC Store juga memberikan penawaran spesial dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-39 Arema FC. Selama periode promo yang telah ditentukan, seluruh pembelian jersey resmi akan mendapatkan diskon sebesar 10 persen.

Dia berharap program tersebut dapat menjadi bentuk penghargaan atas loyalitas Aremania yang terus memberikan dukungan kepada Singo Edan, baik dari tribun stadion maupun melalui penggunaan produk resmi klub.

"Dukungan Aremania selalu menjadi energi bagi perjalanan Arema FC. Karena itu, kami ingin memberikan apresiasi melalui berbagai program spesial ini. Semoga semakin banyak Aremania yang bangga mengenakan jersey resmi Arema FC sekaligus merasakan pengalaman yang lebih dekat dengan tim," pungkas Tjiptadi.

Melalui promo launching jersey dan rangkaian peringatan HUT ke-39 Arema FC, klub berharap kebersamaan dengan Aremania semakin erat dalam menyongsong Piala Presiden 2026 dan Super League musim 2026/2027. (*)

25 July 2026

Arema FC Luncurkan Jersey Baru Jelang Piala Presiden 2026; Padukan Sejarah, Identitas, dan Semangat Baru

Arema FC Luncurkan Jersey Baru Jelang Piala Presiden 2026; Padukan Sejarah, Identitas, dan Semangat Baru

Malang – Arema FC resmi memperkenalkan jersey yang akan dikenakan pada ajang Piala Presiden 2026. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya perjalanan Singo Edan menyambut musim kompetisi 2026/2027, sekaligus menghadirkan identitas baru yang sarat makna.

Tak sekadar menjadi seragam pertandingan, jersey terbaru Arema FC dirancang sebagai representasi sejarah, karakter, dan semangat klub. Mulai dari pemilihan warna hingga motif yang menghiasi kain, seluruh elemen memiliki filosofi yang mencerminkan perjalanan serta nilai-nilai yang dipegang Arema FC.

Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti, mengatakan peluncuran jersey ini merupakan momentum penting bagi klub dalam mengawali musim baru melalui ajang Piala Presiden 2026.

"Jersey bagi Arema FC bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Jersey adalah representasi identitas, kebanggaan, sejarah, sekaligus semangat baru yang ingin kami bawa dalam menyambut musim kompetisi. Momentum Piala Presiden menjadi awal yang tepat untuk memperkenalkan wajah baru Arema FC kepada seluruh Aremania," ujar Irma.

Untuk jersey utama, Arema FC mengusung warna biru navy. Pilihan warna tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap salah satu era yang masih melekat dalam ingatan Aremania, yakni jersey Arema pada musim 2008.

Namun, menurut Irma, penggunaan warna navy bukan sekadar menghadirkan nostalgia. Warna tersebut dipilih karena mampu memberikan karakter yang lebih kuat, elegan, dan berwibawa, sekaligus menggambarkan kedewasaan Arema FC dalam memasuki musim baru.

"Kami tetap mempertahankan biru sebagai identitas utama Arema FC. Kali ini kami menghadirkannya dalam nuansa navy yang lebih kuat dan elegan. Filosofinya adalah bagaimana Arema FC terus tumbuh menjadi klub yang semakin matang tanpa pernah meninggalkan sejarahnya," katanya.

Sementara itu, jersey tandang hadir dengan warna putih tulang (off white). Warna ini dipilih sebagai penyegaran dari identitas jersey tandang Arema FC yang selama ini identik dengan warna putih.

Irma menjelaskan, putih tulang melambangkan kesederhanaan, ketenangan, serta semangat untuk selalu kembali pada nilai-nilai dasar sepak bola, yakni sportivitas, kerja keras, dan kebersamaan.

"Selain memberikan tampilan yang lebih elegan, warna ini juga menjadi pembeda dibandingkan jersey-jersey Arema FC pada musim-musim sebelumnya," imbuhnya.

Pada jersey penjaga gawang, Arema FC menghadirkan dua pilihan warna, yakni biru muda dan merah. Selain mempertimbangkan aspek teknis agar kiper memiliki warna yang kontras dengan pemain lain di lapangan, kedua warna tersebut juga mengandung makna tersendiri.

Biru muda merepresentasikan ketenangan, fokus, dan kepercayaan diri sebagai benteng terakhir pertahanan tim. Sementara merah melambangkan keberanian, determinasi, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap ancaman di depan gawang.

"Penjaga gawang bukan hanya pemain terakhir di lini pertahanan, tetapi juga sosok pemimpin yang harus mampu tetap tenang di bawah tekanan sekaligus berani mengambil keputusan pada momen-momen penting pertandingan," jelas Irma.

Salah satu pembeda jersey Arema FC musim ini terdapat pada penggunaan motif jacquard yang menghiasi seluruh permukaan kain. Motif tersebut terinspirasi dari bunga Lotus atau Teratai yang dikenal sebagai salah satu simbol Kota Malang.

Teratai dipilih karena memiliki filosofi mampu tumbuh dan mekar dengan indah di tengah berbagai kondisi. Nilai tersebut dinilai selaras dengan karakter Arema FC yang terus bangkit, berkembang, dan berjuang memberikan yang terbaik dalam setiap tantangan.

"Motif Lotus menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas Kota Malang. Kami ingin jersey ini tidak hanya membawa nama Arema FC, tetapi juga memperkenalkan simbol dan kebanggaan daerah kepada masyarakat sepak bola Indonesia," tutur Irma.

Melalui peluncuran jersey ini, Arema FC berharap identitas baru yang dihadirkan mampu memperkuat ikatan emosional antara klub dengan Aremania, sekaligus menjadi simbol perjalanan baru Singo Edan menghadapi musim kompetisi.

"Semoga jersey ini menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan semangat baru Arema FC dalam mengarungi Piala Presiden 2026 sebagai ajang pemanasan sebelum memasuki Super League musim 2026/2027. Kami berharap setiap pemain bangga mengenakannya di lapangan dan seluruh Aremania juga bangga memakainya di mana pun berada," pungkas Irma. (*)

25 July 2026

Arema FC Bawa 27 Pemain ke Bandung, Jadikan Piala Presiden Ajang Mematangkan Tim

Arema FC Bawa 27 Pemain ke Bandung, Jadikan Piala Presiden Ajang Mematangkan Tim

MALANG – Arema FC resmi bertolak menuju Bandung, Kamis (23/7) pagi, untuk mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Sebanyak 27 pemain dibawa tim Singo Edan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Super League musim 2026/2027.

Rombongan berangkat dari Bandara Abdul Rachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang, menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan menuju Bandung yang akan menjadi markas Arema FC selama fase Grup A Piala Presiden 2026.

Di Grup A, Arema FC akan bersaing dengan tuan rumah Persib Bandung, Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam). Laga perdana Singo Edan akan langsung menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (25/7).

Pelatih Marcos Santos memboyong total 27 pemain yang terdiri atas empat penjaga gawang, 10 pemain bertahan, tujuh gelandang, dan enam penyerang. Komposisi tersebut memadukan pemain senior, wajah-wajah baru, serta talenta muda yang dipersiapkan menghadapi musim kompetisi.

Di sektor penjaga gawang, Arema FC membawa Muhammad Adi Satryo, Syahrul Trisna Fadillah, Gianluca Claudio Pandeynuwu, dan Erlangga Setyo Dwi Saputra. Lini belakang diperkuat Julian Guevara Munoz, Hansamu Yama Pranata, Leo Guntara, Alfeandra Dewangga Santosa, Robi Darwis, Bayu Setiawan, Walisson Moreira Farias Maia, Diego Luiz Landis, Johan Ahmat Farizi, serta Achmad Maulana Syarif.

Sementara sektor tengah diisi Arkhan Fikri, Fikri Arjidan, Roberto Pimenta Vinagre Filho (Betinho), Matheus Blade, Raianderson da Costa Morais (Careca), Dendi Santoso, dan Gustavo Franca Amadio. Adapun lini depan dihuni Salim Akbar Tuharea, Hamzah Titovani Rivaldy, Gabriel Silva Costa, Joel Vinicius, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar, serta Gustavo Henrique Rodrigues.

Bagi Arema FC, Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim. Ajang ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dijalani selama masa persiapan. Pelatih Marcos Santos mendapat keleluasaan untuk mencoba berbagai komposisi pemain, mematangkan strategi, serta menemukan formula terbaik sebelum kompetisi Super League resmi bergulir.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan fokus utama klub pada turnamen ini adalah peningkatan performa tim. Menurutnya, Piala Presiden menjadi kesempatan ideal untuk membangun chemistry antarpemain, sekaligus mempercepat adaptasi para pemain baru terhadap sistem permainan yang diterapkan pelatih asal Brasil tersebut.

 "Secara tim memang sudah siap, tapi itu bukan target utama. Persiapan Arema kali ini lebih matang daripada tahun lalu," ujar Yusrinal.

Dia menambahkan, manajemen tidak menjadikan perburuan gelar juara sebagai orientasi utama. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh pemain mencapai kesiapan terbaik sebelum memasuki kompetisi resmi.

"Pramusim bukan target utama, tapi kalau misal kita bisa ambil lagi trofinya, itu bonus buat kita. Saya pesan ke pelatih, lakukan yang terbaik di pramusim ini, karena ini ajang trial untuk menghadapi kompetisi," kata pria yang akrab disapa Inal tersebut.

Dengan persiapan yang lebih matang dibanding musim sebelumnya, Arema FC berharap Piala Presiden 2026 menjadi fondasi penting untuk membentuk tim yang solid dan kompetitif saat mengarungi Super League 2026/2027. (*)

23 July 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Capai 1000 Pendaftar, Sayembara Desain Training and Sport Center J99 Arema FC Masuki Tahap Kurasi

Capai 1000 Pendaftar, Sayembara Desain Training and Sport Center J99 Arema FC Masuki Tahap Kurasi

 

Pendaftaran sekaligus pengiriman karya sayembara desain training and sport center J-99 Arema FC yang bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur FTSP ITN Malang ini secara resmi ditutup pada (27/6/2022) malam. Dalam kurun waktu pendaftaran, setidaknya mampu menghimpun 1000 pendaftar yang masuk dalam database penyelenggara.

“Sejak awal dibuka antusias pendaftar yang kita himpun melalui situs resmi Arema FC sangat luar biasa, hingga hari terakhir sudah masuk 1000 pendaftar. Meski tidak semuanya mengirimkan karya karena waktu yang dibatasi, namun animonya menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya terpaku dari sisi olahraga saja, tapi juga keilmuan lainnya termasuk desain arsitektur,” ungkap media officer Arema FC,  Sudarmaji.

Apresiasi juga diberikan  kepada pendaftar yang begitu antusias meski secara rentang waktu bisa dikatakan cukup mepet sejak diumumkan pada 27 Mei lalu namun hal itu tidak mengurangi semangat pendaftar untuk menghasilkan karya untuk memperebutkanhadiah dengan  total 100 Juta Rupiah ini.


“Di hari-hari terakhir memang kami banyak menerima permintaan dari pendaftar apakah akan ada penjadwalan ulang karena waktunya memang bisa dibilang cukup mepet, tapi kami sangat yakin jika waktu tidak akan menghalangi semangat peserta sayembara ini untuk berkarya. Jadi kami tegaskan bahwa sayembara tetap berjalan sesuai jadwal seperti arahan dari Presiden Arema FC,” ungkapnya.

Kini,  sayembara desain training and sport center Arema FC memasuki tahap kurasi yang akan dilakukan oleh dewan juri pada 27-28 Juni 2022. Dalam kurasi ini, menghimpun lebih dari 70  karya yang masuk dalam persyaratan penilaian yang ditetapkan oleh penyelenggara. “Semoga kurasi berjalan dengan lancar hingga sampai nanti di pengumuman pemenang yang akan dilakukan pada 2 Juli mendatang,” tambah  Sudarmaji.

Referensi dari sayembara desain Training And Sport Center J-99 Arema FC ini nantinya juga memiliki kans besar untuk menjadi ikon kota, sebab hal ini tidak lepas dari unsur kebanggaan bersama yang menjadi nilai bersama yang ditonjolkan dalam  arsitektur bangunan.

28 June 2022

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

 Warnai Laga Perdana dengan Kemenangan di Markas Persib, Singa Muda Arema FC Kantongi Modal Positif di Elite Pro Academy 2023

Warnai Laga Perdana dengan Kemenangan di Markas Persib, Singa Muda Arema FC Kantongi Modal Positif di Elite Pro Academy 2023

Arema FC Academy mewarnai laga perdana pekan ke-2 kompetisi Elite Pro Academy 2023/2024 dengan kemenangan saat bertanding ke markas Persib Bandung. Satu kemenangan, hasil imbang dan satu kekalahan dicatatkan oleh Singo Edan muda di laga yang digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada (7/10/2023)


Di pertandingan perdana, Arema FC U-16 harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Persib U-16 dengan skor tipis 1-0. Berikutnya, di laga kedua Arema FC U-18 menuai hasil imbang tanpa gol atas Persib U-18.
Seolah ingin membalaskan hasil dari dua laga yang diraih oleh adik-adiknya, Arema FC U-20 akhirnya mampu memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0. Gol Arema FC U-20 dicetak oleh Moch Ricky Indrawan di menit ke-32.

Pelatih kepala Arema FC U-20, Agus Yuwono menyambut gembira hasil yang diraih oleh anak didiknya tersebut. “Alhamdulillah atas hasil yang diraih hari ini, semua berkat kerja keras seluruh pemain.” ungkap legenda tim Singo Edan ini.

Secara strategi, Agus Yuwono menyatakan bahwa memang ada rotasi yang dia lakukan dibandingkan dengan pertandingan pekan pertama lalu. “Hari ini kita ada rotasi 5-6 pemain,” ungkapnya.

Kendati menyebutnya sebagai modal untuk menghapi pertandingan kedua, namun Agus Yuwono tidak ingin anak didiknya terlena. “Ini memang menjadi modal positif untuk pertandingan besok. Tapi tetap, kita tidak ingin lengah,” ujarnya.


Sementara itu pelatih Arema FC U-16, Muhammad Mantri menyatakan bahwa hasil di laga perdana itu menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan kedua besok. “Hasil hari ini menjadi bahan evaluasi, secara permainan anak-anak tidak kalah, kami optimis menghadapi pertandingan besok,” tandasnya.


Hasil imbang yang didapatkan oleh Arema FC U-18 juga menjadi perhatian tersendiri bagi sang pelatih, Doni Suherman. “Kami tekankan kepada pemain laga besok menjadi pertaruhan, kita harus bisa mengambil poin disini,” jelasnya.

07 October 2023

Raih Hasil Positif, Pelatih Arema FC U-16 : Mental dan Karakter Mulai Terbentuk

Raih Hasil Positif, Pelatih Arema FC U-16 : Mental dan Karakter Mulai Terbentuk

Awal putaran kedua Elite Pro Academy U-16 (EPA U-16) memiliki arti penting bagi Arema FC U-16. Hal itu setelah mereka berhasil mengalahkan Persis Solo U-16 dengan skor 1-0 dalam pertandingan yang diadakan di Lapangan A Senayan, Jakarta pada (31/8/2022). Hasil ini sekaligus memutus tren kurang memuaskan saat putaran pertama lalu.

Pelatih Arema FC U-16, Firman Basuki mengakui bahwa kemenangan itu memberikan dampak positif terhadap timnya. “Saya melihat ini adalah awal peningkatan, harus kita akui bahwa kita masih berproses. Mental dan karakter sudah mulai terbentuk,” ungkap Firman.

Melihat kebelakang, Firman menyatakan bahwa timnya membutuhkan adaptasi lebih terkait berbagai aspek. Baik dari sisi mental dan teknis, apalagi menghadapi tim-tim yang kebanyakan sudah melakukan persiapan cukup lama.

“Sebenarnya kalau kita melihat tim-tim lawan secara permainan tidak ada perbedaan yang mencolok, namun hal besar yang berpengaruh bisa jadi adalah soal mental,” sambungnya.

Motivasi terus diberikan Firman kepada pemainnya, apalagi saat ini mereka tengah membawa nama besar Arema untuk bersaing dengan tim-tim lainnya. “Ayo, kalian ini Arema. Main yang berani, jangan pernah takut pada lawan. Itu yang selalu saya katakan pada pemain,” tandasnya.

Usai mengalahkan Persis Solo U-16, Arema FC U-16  akan berhadapan dengan Persija Jakarta U-16. Di pertemuan pertama lalu, Singo Edan Muda kalah tipis dengan skor 1-0.

01 September 2022

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Persiapan lebih awal dilakukan oleh Akademi Arema U-20 untuk menghadapi Elite Pro Academy dengan melakukan pemusatan latihan di kawasan militer Abdurrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. 

Pemusatan latihan diikuti oleh 34 pemain yang merupakan hasil dari seleksi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pemusatan latihan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari kedepan, yakni mulai 14-23  April mendatang.

“Sengaja kita jadwalkan persiapan lebih awal, termasuk mengawalinya dengan pemusatan latihan karena banyak yang akan kita lakukan mengingat hampir mayoritas pemain di tim ini adalah pemain baru hasil dari seleksi beberapa waktu lalu, jadi adaptasi menjadi porsi utama di awal persiapan ini,” ungkap direktur teknik Akademi Arema, Joko Susilo.

Dengan dikumpulkannya pemain-pemain tersebut dalam satu kawasan dengan fasilitas mess pemain maka diharapkan proses adaptasi pemain bisa dilakukan dengan lebih cepat. “Harapannya tentu demikian. Kebersamaan tidak hanya dibangun di lapangan, tetapi juga dilakukan di luar lapangan,” tandas Joko Susilo.

Manajer Akademi Arema  di kompetisi Elite Pro Academy, Ganesya Widya Pramana menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan merupakan evaluasi dari musim sebelumnya. Dia menegaskan bahwa di musim depan singa-singa muda tidak hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga melahirkan pemain-pemain potensial untuk menjadi andalan tim senior Arema FC.

“Persiapan kita dalam menyambut Elite Pro Academy untuk musim depan memang sengaja lebih awal, ini merupakan bentu evaluasi dari musim lalu. Sesuai dengan yang diharapkan oleh presiden klub, tidak hanya prestasi yang dikejar, tetapi juga bagaimana pemain-pemain muda potensial akan lahir dari binaan Arema FC sendiri terutama dari Akademi Arema,” ungkap Ganesya.

14 April 2022

Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY