BERITA
Kembali ke Arema FC, Iwan Budianto Tegaskan Fokus pada Pemulihan dan Stabilitas Klub
IB : Iwan Bicara Arema FC ( Seri 2 )
Malang – Sosok Iwan Budianto kembali menjadi sorotan setelah memutuskan untuk aktif kembali mengawal Arema FC secara langsung.
Dalam podcast terbaru Arema FC, ia menjelaskan alasan di balik "kembalinya" ia ke klub dan bagaimana strategi yang ia siapkan bersama manajemen untuk membawa Arema FC bangkit pasca-Tragedi Kanjuruhan .
Mengakui Adanya "Roadmap" Pemulihan

Iwan Budianto, atau yang akrab disapa Pak IB, mengungkapkan bahwa keputusannya untuk turun tangan kembali didasari oleh roadmap atau peta jalan yang ia susun bersama manajer bisnis, Sam Inal, sesaat setelah Tragedi Kanjuruhan.
Menurutnya, kondisi Arema FC pasca-tragedi sangatlah berat, bahkan sempat muncul wacana untuk membubarkan klub.
Namun, mereka memilih untuk bertahan dan membangun kembali fondasi klub layaknya sebuah perusahaan baru.
"Saya bersepakat dengan Pak Inal untuk membagi tugas. Saya fokus mencari pendanaan di Jakarta, sementara beliau mengurus operasional tim di Malang," ujar IB.
Ia menekankan bahwa selama ini ia tidak pernah benar-benar pergi dari Arema, namun memang membatasi diri untuk fokus pada aspek finansial demi kelangsungan hidup klub.
Komitmen terhadap Logo dan Legalitas

Terkait polemik logo, Iwan menegaskan sikapnya yang sangat menghormati legalitas. Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran logo baru ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) telah sah secara hukum di bawah PT AABBI.
IB memahami harapan suporter untuk kembali ke logo lama, namun ia menekankan bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara instan karena melibatkan aspek hukum dan bisnis yang kompleks, termasuk kontrak dengan pihak ketiga seperti operator liga dan sponsor.
"Kami butuh waktu untuk transisi. Kami akan sosialisasikan, namun tidak bisa seketika karena ada proses yang harus dilalui, baik itu di liga maupun pihak broadcaster," jelasnya.
Hubungan dengan Aremania dan Peran Presidium

Menanggapi kedekatan dengan Aremania, Iwan menaruh hormat kepada sosok Ali Rifki yang berhasil mengonsolidasikan suporter melalui presidium Aremania UTAS.
Iwan mengakui bahwa perannya dalam menjaga hubungan baik dengan suporter kini telah diteruskan oleh Ali Rifki dan manajemen saat ini.
Ia juga menyadari adanya stigma negatif mengenai fitnah yang menyebut bahwa setiap pertemuan dengannya selalu berorientasi pada uang. Iwan menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah cara pihak tertentu untuk merusak hubungan manajemen dengan suporter, dan kini dengan adanya presidium, komunikasi menjadi lebih teratur dan valid.
Harapan untuk Musim Mendatang

Mengenai peran barunya saat ini, Iwan menepis anggapan bahwa kehadirannya adalah "tukang sihir" yang bisa menjamin prestasi instan. Ia lebih memfokuskan perannya sebagai sosok yang memberikan jaminan stabilitas, terutama dari sisi sponsor dan dukungan manajemen.
"Saya bukan tukang sulap. Kehadiran saya mungkin lebih menjanjikan dari sisi sponsor agar manajemen bisa bekerja lebih tenang. Untuk prestasi, kita sudah berikhtiar menyiapkan skuad terbaik, selebihnya adalah izin Allah," tutup Iwan.
Video selengkapnya: Tonton Disini!
15 August 2026
Iwan Budianto Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam atas Tragedi Kanjuruhan
IB: Bicara Arema FC (Part 1)

MALANG –CEO Arema FC, Iwan Budianto, akhirnya buka suara mengenai Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.
Dalam sebuah podcast di kanal YouTube resmi Arema FC, Iwan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak atas kejadian tersebut.
“Pertama-tama, dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang paling dalam dari lubuk hati saya, baik atas nama pribadi, atas nama manajemen Arema, maupun atas nama PSSI,” ujar IB, demikian panggilan akrabnya.
IB menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga korban, warga Malang Raya, serta seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia yang terdampak secara luas akibat tragedi tersebut
Penjelasan Mengenai Posisi Iwan Budianto Saat Tragedi

Menjawab pertanyaan publik mengenai keberadaannya pasca-kejadian, Iwan menjelaskan bahwa saat itu ia sangat menghormati tatanan legal formal.
Ia menegaskan bahwa pada saat tragedi terjadi, secara struktur ia sudah menarik diri dari manajemen harian Arema FC sejak 2019
.
Di sisi lain, Iwan yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, harus fokus menjalankan tugas organisasi di Jakarta di tengah situasi federasi yang sangat rawan sanksi.
Iwan mengungkapkan bahwa ia terlibat aktif dalam korespondensi dengan pihak FIFA dan AFC untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi berat, serta menjalani serangkaian proses pemeriksaan hukum.
Sempat Terlintas Wacana Membubarkan Arema

IB juga blak-blakan mengakui bahwa dalam masa sulit pasca-tragedi, sempat terlintas di pikirannya untuk membubarkan klub Arema FC.
Hal itu didorong oleh rasa lelah menghadapi proses hukum, hujatan, hingga penyerangan terhadap kantor Arema.
Namun, niat tersebut urung dilakukan setelah ia menerima dukungan dan motivasi, terutama dari salah satu keluarga korban yang memintanya agar Arema tidak bubar dan tetap semangat l.
Hal tersebut menjadi titik balik manajemen untuk terus melanjutkan eksistensi klub dan berkomitmen memberikan perhatian kepada keluarga korban.
“Begitu ada salah satu perwakilan keluarga korban yang memberi motivasi, saya benar-benar meneteskan air mata. Saya merasa zalim jika membubarkan Arema sementara ada orang yang berharap klub ini tetap ada,” tutur IB.
Transformasi Positif Sepak Bola Indonesia

IB menekankan bahwa terlepas dari hujatan yang masih ada, Tragedi Kanjuruhan telah menjadi katalisator bagi transformasi besar dalam industri sepak bola nasional. Ia menyoroti perubahan signifikan dalam standar keamanan dan keselamatan (safety and security) di stadion-stadion seluruh Indonesia yang kini lebih rigid dan mengikuti aturan FIFA serta Polri.
“Mau diakui atau tidak, ada sekian puluh stadion dibangun semenjak kejadian itu yang menyesuaikan standar safety,” jelas IB.
Iwan menutup pernyataannya dengan komitmen bahwa manajemen akan terus berbenah dan berusaha berbuat yang terbaik ke depan, meskipun ia menyadari bahwa bagi sebagian orang, rasa benci mungkin sulit untuk dihapuskan.
Video selengkapnya: https://youtu.be/zMp8rww-Dfc?si=hQV168YDjIH7VnOy
13 August 2026
Bersama Ketum PSSI Hingga Raffi Ahmad, Evan Dimas Bakal Bicara Kekuatan Sepak Bola Indonesia di Pentas Asia
Pemain Arema FC Evan Dimas Darmono akan blak-blakan terkait kekuatan Timnas Indonesia di pentas asia. Dia akan berbagi pengalaman seru bersama Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan dan Raffi Ahmad dalam acara seminar nasional yang akan diadakan pada (21/4/2022).
Dalam seminar bertajuk ‘Peningkatan Prestasi Tim Sepak Bola Nasional Indonesia dalam Menghadapi Event Internasional Tingkat Asia’ ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting. Diantaranya adalah direktur teknik PSSI Indra Sjafri, Ketua KONI DIY Prof. Djoko Pekik Irianto, pakar kesehatan olahraga Prof. Dr. dr. BM. Wara Kushartanti dan Pakar Gizi Olahraga Dr. Mirza Hapsari Sakti.
Tak hanya itu, agenda ini juga akan dibuka oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Acara ini gratis, tidak dipungut biaya pendaftaran. Bisa langsung kunjungi https://forms.gle/9eij4Dc7c7m5f8xhqb9 pendaftaran paling lambat diterima pada 18 April 2022 atau ketika kuota sudah habis.
17 April 2022
Build Your Product
We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.


