BERITA

Arema FC Hargai Aspirasi Aremania,Minta Tim  Bangkit di Sisa Laga

Arema FC Hargai Aspirasi Aremania,Minta Tim Bangkit di Sisa Laga

MALANG, – Kekecewaan mendalam menyelimuti skuad Singo Edan usai menelan dua kekalahan beruntun di ajang Derby Jawa Timur.

Hasil minor tersebut sontak memicu gelombang protes dari Aremania. Tak sedikit dari mereka yang meluapkan kegeramannya dengan menggelar aksi damai di depan kantor Arema FC yang berada di Jalan Mayjen Panjaitan, Malang, Minggu (3/5/2026) malam 

GM Arema FC Yusrinal Fitriandi buka suara terkait aksi suporter yang sempat menimbulkan sedikit kemacetan tersebut.

"Apapun bentuk reaksi Aremania, pihaknya sangat menghargai. Yang terpenting, kita tetap jaga kondusifitas dan dijauhkan dari tindakan destruktif," tegas Yusrinal Senin (4/5/2026) 

Sebelumnya pihak manajemen yang diwakili oleh Manajer Bisnis Munif Bagaskara Wakid menemui massa Aremania pada Senin malam. Ia menyatakan bahwa pihaknya menerima dan memahami sepenuhnya aspirasi yang disampaikan para pendukung setianya 

"Intinya kami mendengar aspirasi dari teman-teman, menyampaikan keluh kesahnya, kecewanya Aremania," ujar Munif

"Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Malang terutama para pengguna jalan yang sempat terganggu aktivitasnya akibat aksi tersebut," lanjutnya.

Munif menekankan bahwa pihak klub berkomitmen untuk mencari solusi terbaik bersama Aremania 

Arema FC saat ini berada di posisi aman di klasemen dan dipastikan lolos dari zona degradasi, namun manajemen tidak ingin larut dalam kenyamanan semu. Sebaliknya, dua kekalahan memalukan ini dijadikan pemicu untuk bangkit. 

Manajemen telah mendesak seluruh jajaran tim, mulai dari pelatih hingga pemain, untuk mengkoreksi dan membenahi persoalan yang ada.

Yusrinal menegaskan bahwa perkataan maaf dan evaluasi belaka tidak cukup. "Kami instruksikan dengan jelas, empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal, baik di kandang maupun tandang," tegasnya 

Arema FC menargetkan kemenangan di semua sisa pertandingan sebagai bentuk tanggung jawab profesionalitas tim serta sebagai jawaban atas dukungan penuh dan kritik membangun dari Aremania 

"Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respek dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Mari kita hadapi sisa musim ini bersama dan tunjukkan bahwa Arema adalah tim yang besar," pungkas Yusrinal.(**)

04 May 2026

Manajemen Arema FC Kecewa Hasil Derbi: Komitmen Evaluasi Total dan Minta Pemain Berjuang di Sisa Laga

Manajemen Arema FC Kecewa Hasil Derbi: Komitmen Evaluasi Total dan Minta Pemain Berjuang di Sisa Laga

GIANYAR – Manajemen Arema FC tidak menutup mata atas hasil minor yang diraih dalam laga derbi kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4/2026). 

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyatakan rasa kecewa yang mendalam dan menegaskan bahwa hasil ini menjadi alarm keras untuk pembenahan internal tim.

Pria yang akrab disapa Inal ini menegaskan bahwa manajemen berada di barisan yang sama dengan Aremania. Ia menuntut tanggung jawab nyata dari seluruh jajaran pelatih dan pemain atas performa di lapangan.

Evaluasi Tegas dan Target Poin Maksimal

Inal menyampaikan bahwa kekalahan dalam laga krusial ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran untuk menentukan masa depan tim di kompetisi mendatang. Tidak ada ruang bagi hasil yang tidak maksimal di sisa musim.

"Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derbi ini, sebab setelah tren positif saat melawan Persib. Namun hasilnya beda. Untuk itu kami instruksikan secara tegas kepada tim agar empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal sebagai pembuktian profesionalisme mereka," ujar Inal.

Faktor Kelelahan dan Dinamika Venue

Manajemen secara objektif mengakui adanya kendala teknis yang mempengaruhi stamina punggawa Singo Edan. 

Jadwal yang sangat padat—termasuk melakoni dua laga big match beruntun melawan Persib dan Persebaya—diakui cukup menguras fisik pemain.

Selain itu, ketidakpastian terkait venue pertandingan yang sempat berubah-ubah sebelum laga turut memecah konsentrasi support system klub. 

Inal berharap hal ini menjadi catatan bagi operator liga ke depannya terkait Rest Period yakni Perlunya pertimbangan jeda istirahat yang ideal bagi tim yang melakoni laga tensi tinggi.

“Serta kepastian Venue yakni Kepastian lokasi pertandingan derbi sangat krusial bagi kesiapan mental dan logistik klub,” papar Inal.

Permohonan Maaf dan Pesan untuk Aremania

Mewakili klub, Inal menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Aremania dan seluruh pecinta bola di Malang Raya. 

Ia mengapresiasi cara Aremania dalam menyampaikan kritik yang konstruktif dan tetap menjaga kondusifitas.

"Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respect dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Kami mengajak semua pihak untuk melihat ini murni sebagai persoalan teknis sepak bola," tambahnya.

Manajemen menghimbau agar hasil pertandingan ini tidak dikembangkan menjadi isu-isu provokatif yang negatif. 

Fokus utama saat ini adalah intropeksi, perbaikan kualitas, dan bangkit demi nama besar Arema dan Aremania. 

29 April 2026

Panpel Arema FC Beri Klarifikasi Terkait Kendala Bus Persebaya di Bali: Murni Masalah Teknis

Panpel Arema FC Beri Klarifikasi Terkait Kendala Bus Persebaya di Bali: Murni Masalah Teknis

BALI – Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan permohonan maaf resmi sekaligus klarifikasi terkait keterlambatan bus penjemputan tim Persebaya Surabaya menuju sesi Official Training (OT) di Bali United Training Center, Senin (27/4/2026) sore.

Langkah ini diambil untuk meluruskan fakta di lapangan agar tidak berkembang menjadi asumsi negatif di masyarakat.

Kronologi Teknis di Lapangan

Koordinator Panitia Lokal, Rojak, membeberkan kronologi detail kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa armada bus sebenarnya sudah siap di lokasi penjemputan sejak siang hari.

"Pukul 14.00 WITA bus pertama sudah datang di lokasi hotel. Namun, pada pukul 14.15 WITA diketahui ada masalah pada AC bus yang mati. Kami langsung meminta bus pengganti segera dikirim agar pemain tetap nyaman," ungkap Rojak.

Bus pengganti yang lebih bagus kualitasnya tiba di lokasi pada pukul 14.55 WITA. Namun, karena mengejar waktu, sejumlah pemain tim tamu terpantau sudah berangkat lebih awal menggunakan taksi online menuju Bali United Training Center.

Upaya Kompensasi Jadwal Latihan

Panpel Arema FC menegaskan telah berupaya memberikan layanan sesuai regulasi. Setelah mendapat laporan resmi mengenai kendala bus dari Panpel Bali United pada pukul 15.30 WITA, pihak panitia langsung melakukan negosiasi ulang terkait jadwal pemakaian lapangan.

"Sebagai bentuk tanggung jawab, kami negosiasikan agar jadwal OT mereka diundur menjadi pukul 17.00 - 18.00 WITA di Bali United Training Center. Awalnya dijadwalkan pukul 16.00 WITA," jelas Rojak.

Proses Penentuan Lokasi yang Kooperatif

Detail mengenai pemilihan lokasi latihan juga menjadi catatan penting. Sebelumnya, pada Rabu (22/4), Manajer Persebaya, Alex Tualeka, telah berkomunikasi dengan Panpel terkait opsi latihan.

Karena Stadion Dipta digunakan untuk laga Bali United vs PSM pada Senin petang, panitia awalnya menawarkan sesi OT pukul 20.00 WITA. Namun, karena pihak Persebaya meminta waktu sore sesuai jam pertandingan minta dicarikan stafion alternatif untuk latihan, 

Panpel Arema FC akhirnya mengupayakan ke Bali United Training Center agar Persebaya bisa berlatih di sana pada sore hari.

Tim Tamu Memahami di MCM

Dalam forum Match Coordination Meeting (MCM), Rojak selaku perwakilan panitia lokal telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung. 

Pihak manajemen Persebaya pun telah memaklumi kejadian tersebut setelah mengetahui bahwa kendala yang terjadi murni masalah teknis operasional bus, bukan faktor kesengajaan.

Erwin Hardiyono menambahkan bahwa persiapan laga ini memang sangat menantang karena izin resmi dan rekomendasi polisi dan operator liga baru keluar pada 22 April 2026, sehingga Panpel hanya memiliki waktu efektif 5 hari untuk bergeser dari Malang ke Bali.

"Kami berharap hal ini menjadi pelajaran berharga dan tidak perlu dibesar-besarkan secara negatif. Semua sudah dicarikan solusi terbaik dan situasi antara kedua pihak tetap kondusif menjelang pertandingan," pungkas Erwin. (**)

27 April 2026

Tanggapi Rekomendasi Keamanan Laga Arema FC vs Persebaya, Panpel Buka Opsi Gelar Laga di Bali

Tanggapi Rekomendasi Keamanan Laga Arema FC vs Persebaya, Panpel Buka Opsi Gelar Laga di Bali


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.

23 April 2026

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama Kesehatan dengan RS Hermina Tangkubanprahu

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama Kesehatan dengan RS Hermina Tangkubanprahu

 

Malang, 13 April 2026 — Arema FC secara resmi mengumumkan kerja sama strategis di bidang kesehatan dengan RS Hermina Tangkubanprahu. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung performa tim di lapangan sekaligus memastikan penanganan medis yang optimal bagi para pemain, khususnya dalam menghadapi risiko cedera selama kompetisi berlangsung.

Dalam kerja sama ini, RS Hermina Tangkubanprahu akan berperan sebagai mitra resmi dalam penyediaan layanan kesehatan bagi tim dan manajemen klub. Dukungan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan rutin, penanganan cedera, rehabilitasi medis, hingga pendampingan tenaga kesehatan profesional dalam setiap aktivitas tim.

Manajemen Arema FC yang diwakili oleh Munif B Wakid menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan profesionalisme klub, khususnya dalam aspek kesehatan dan kebugaran pemain. “Perjanjian kerja sama antara Arema FC dengan RS Hermina Tangkubanprahu sebagai bentuk dukungan di bidang kesehatan bagi tim dan klub. Kami berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kedua belah pihak serta dapat terjalin secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur RS Hermina Tangkubanprahu, dr Agnes Widayu Estingsih, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi Arema FC. “Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk kontribusi nyata RS Hermina Tangkubanprahu dalam mendukung dunia olahraga, khususnya sepak bola. Tim kami akan mendukung layanan kesehatan Arema FC dan juga dari tim sport kami akan membackup apabila terjadi cedera pada pemain, mudah-mudahan dalam perjanjian kerjasama kita selama 1 tahun kedepan kita bisa berkolaborasi dan saling memberikan dukungan dalam hal kesehatan kepada Arema FC,” ungkapnya.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi performa tim di lapangan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan standar penanganan kesehatan di lingkungan klub sepak bola profesional di Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang bagi kedua institusi untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang lebih modern dan terintegrasi.

Dengan adanya dukungan medis yang terstruktur dan berkelanjutan, Arema FC optimistis dapat menjaga kondisi fisik para pemain secara maksimal sepanjang musim kompetisi, sekaligus meminimalisir risiko cedera yang dapat mengganggu performa tim.~

13 April 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Persiapan Derby Jatim: Arema FC dan Polda Jatim Matangkan Skema Pengamanan Demi Pertandingan yang Kondusif

Persiapan Derby Jatim: Arema FC dan Polda Jatim Matangkan Skema Pengamanan Demi Pertandingan yang Kondusif

SURABAYA – Manajemen dan Tim Kepanpelan Arema FC menghadiri undangan audiensi yang digelar di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, pada Rabu (1/4/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada pembahasan mekanisme pengamanan jelang laga krusial BRI Super League bertajuk "Derby Jatim" antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026 mendatang.

 

Audiensi ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi antara klub, panitia pelaksana, dan pihak kepolisian dalam menciptakan suasana pertandingan yang aman, tertib, serta mencegah segala bentuk provokasi di kalangan suporter.

 

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, menekankan bahwa aspek pencegahan dan edukasi kepada suporter menjadi kunci utama dalam mendapatkan lampu hijau dari pihak kepolisian terkait izin penyelenggaraan pertandingan dengan intensitas tinggi ini.

 

"Kami sangat menekankan pentingnya langkah pencegahan dan edukasi kepada suporter. Hal ini krusial untuk menjaga kenyamanan dalam pertandingan terdekat, yang mana akan menjadi bahan pertimbangan utama kepolisian dalam menerbitkan izin laga Derby Jatim nanti. Dampak dari upaya ini bukan sekadar kesuksesan penyelenggaraan, namun laga melawan Persebaya diharapkan mampu menjadi obat penyembuh trauma yang selama ini dirasakan semua pihak setelah tragedi Kanjuruhan." ungkap Erwin Hardiyono.

 

Di sisi lain, perwakilan manajemen Arema FC, Munif Wakid, turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan positif perilaku suporter. Beliau mengimbau agar tren baik ini terus dijaga, terutama pada dua laga kandang sebelum menjamu Persebaya.

 

"Kami melihat Aremania saat ini sudah berada di jalur yang lebih baik dan menunjukkan kedewasaan yang luar biasa. Kami sangat berharap hal ini tidak tercoreng oleh hal-hal kecil yang tidak diinginkan di dua pertandingan sebelum melawan Persebaya. Arema FC memohon dukungan dan sinergi dari semua pihak demi kelancaran agenda ini," tambah Munif Wakid.

 

Melalui audiensi ini, Arema FC berharap koordinasi berlapis yang dibangun bersama Polda Jatim dapat menjamin keamanan seluruh elemen yang terlibat, sekaligus mengembalikan marwah sepak bola Jawa Timur yang kompetitif namun tetap mengedepankan sportivitas dan kemanusian.~

01 April 2026

Lebih dari Sekadar Jersey: Arema FC Luncurkan Kit Keempat, 100% Keuntungan bersih untuk Keluarga Korban Tragedi

Lebih dari Sekadar Jersey: Arema FC Luncurkan Kit Keempat, 100% Keuntungan bersih untuk Keluarga Korban Tragedi

Arema FC dengan bangga mengumumkan peluncuran jersey ke-empat yang akan digunakan untuk mengarungi sisa musim Super League 2025/2026. Jersey ini hadir dengan dominasi warna putih yang dipadukan dengan sentuhan tipis abu-abu, mencerminkan semangat baru, ketenangan, dan harapan untuk menutup musim dengan penuh kebanggaan.

 

Jersey ke-empat ini secara resmi akan menggantikan jersey away dalam sisa pertandingan liga musim ini. Tidak hanya sebagai identitas baru di lapangan, jersey ini juga membawa misi yang jauh lebih besar dari sekadar sepak bola.

 

Manager Store Arema FC, Tjiptadi Purnomo, menyampaikan bahwa peluncuran jersey ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi seluruh elemen klub dan Aremania.

 

“Jersey ke-empat ini bukan hanya tentang tampilan baru di lapangan, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin menjadikan jersey ini sebagai simbol nyata bahwa Arema FC dan Aremania selalu berdiri bersama, dalam kondisi apa pun.”

 

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa 100% keuntungan bersih dari penjualan jersey ke-empat ini akan disalurkan kepada keluarga korban, secara menyeluruh dan merata setiap bulannya.

 

“Ini adalah komitmen kami. Seluruh keuntungan bersih akan kami dedikasikan untuk keluarga korban, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan solidaritas. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini bisa dirasakan secara berkelanjutan.”

 

Melalui inisiatif ini, Arema FC ingin menghadirkan sebuah gerakan kolektif yang melibatkan seluruh Aremania di mana pun berada.

 

Jersey ke-empat ini bukan sekadar apparel, melainkan simbol kebersamaan: dari Aremania, oleh Aremania, dan untuk Aremania.

18 March 2026

PSSI dan Arema FC bantu 80 Face Shield Bagi Tenaga Medis

PSSI dan Arema FC bantu 80 Face Shield Bagi Tenaga Medis

 

Arema FC terus melakukan upaya untuk meredam penyebaran Covid-19, salah satunya dengan membantu kerja para medis agar terlindungi

CEO Arema FC Ir. R. Agoes Soerjanto menyampaikan bantuan ini diserahkan kepada jajaran TNI di Malang melalui Danrem 083 Baladhika Jaya Kol. Inf. Zainuddin hari ini di Posko Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC) di Malang

"Kami respect dengan perjuangan para medis, termasuk upaya TNI/Polri bersama kalangan kampus, seperti di Malang yang menggagas ide Kampung Tangguh, dimana salah satunya memberikan pelatihan terkait penanganan medis baik pasien maupun jenazah karena korban Corona, karena itu sebagai pelengkap APD, Face Shield ini sangat dibutuhkan, untuk ini  kami serahkan ke TNI/Polri untuk mendistribusikannya," paparnya.

Ditambahkan Agoes, bantuan ini juga mendapat dukungan PSSI sebagai induk organisasi klub sepakbola untuk respect terhadap penanganan Corona di daerah. Bantuan ini support langsung dari Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto.


Sementara Danrem 083 Baladhika Jaya Kol. Inf. Zainuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Arema FC dan PSSI atas bantuan tersebut, karena kebutuhan APD sangat dibutuhkan bagi rekan rekan medis yang bekerja mulai di fasilitas kesehatan di kampung desa kelurahan sampai rumah sakit rujukan.

 


"APD tentunya masih sangat dibutuhkan, kerja para medis perlu mendapat dukungan keselamatan, ini juga untuk mengantisipasi seandainya wabah mengalami peningkatan," ujarnya.

 


Khusus di wilayah Malang Raya, telah dilakukan sosialisasi dan simulasi Kampung Tangguh ketika menghadapi situasi darurat, maka tidak hanya para medis yang  siaga, namun kelompok masyarakat juga perlu dipahamkan tentang penanganan secara mandiri, kebutuhan APD tentu sangat banyak dibutuhkan.


Sebelumnya Arema FC yang tergabung dalam gerakan MBLC (Malang Bersatu Lawan Corona) juga melakukan aktifitas sosial peduli dampak Corona dengan melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian masker, hand sanitizer dan APD, serta distribusi sembako kepada warga terdampak.

23 April 2020

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

 Warnai Laga Perdana dengan Kemenangan di Markas Persib, Singa Muda Arema FC Kantongi Modal Positif di Elite Pro Academy 2023

Warnai Laga Perdana dengan Kemenangan di Markas Persib, Singa Muda Arema FC Kantongi Modal Positif di Elite Pro Academy 2023

Arema FC Academy mewarnai laga perdana pekan ke-2 kompetisi Elite Pro Academy 2023/2024 dengan kemenangan saat bertanding ke markas Persib Bandung. Satu kemenangan, hasil imbang dan satu kekalahan dicatatkan oleh Singo Edan muda di laga yang digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada (7/10/2023)


Di pertandingan perdana, Arema FC U-16 harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Persib U-16 dengan skor tipis 1-0. Berikutnya, di laga kedua Arema FC U-18 menuai hasil imbang tanpa gol atas Persib U-18.
Seolah ingin membalaskan hasil dari dua laga yang diraih oleh adik-adiknya, Arema FC U-20 akhirnya mampu memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0. Gol Arema FC U-20 dicetak oleh Moch Ricky Indrawan di menit ke-32.

Pelatih kepala Arema FC U-20, Agus Yuwono menyambut gembira hasil yang diraih oleh anak didiknya tersebut. “Alhamdulillah atas hasil yang diraih hari ini, semua berkat kerja keras seluruh pemain.” ungkap legenda tim Singo Edan ini.

Secara strategi, Agus Yuwono menyatakan bahwa memang ada rotasi yang dia lakukan dibandingkan dengan pertandingan pekan pertama lalu. “Hari ini kita ada rotasi 5-6 pemain,” ungkapnya.

Kendati menyebutnya sebagai modal untuk menghapi pertandingan kedua, namun Agus Yuwono tidak ingin anak didiknya terlena. “Ini memang menjadi modal positif untuk pertandingan besok. Tapi tetap, kita tidak ingin lengah,” ujarnya.


Sementara itu pelatih Arema FC U-16, Muhammad Mantri menyatakan bahwa hasil di laga perdana itu menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan kedua besok. “Hasil hari ini menjadi bahan evaluasi, secara permainan anak-anak tidak kalah, kami optimis menghadapi pertandingan besok,” tandasnya.


Hasil imbang yang didapatkan oleh Arema FC U-18 juga menjadi perhatian tersendiri bagi sang pelatih, Doni Suherman. “Kami tekankan kepada pemain laga besok menjadi pertaruhan, kita harus bisa mengambil poin disini,” jelasnya.

07 October 2023

Raih Hasil Positif, Pelatih Arema FC U-16 : Mental dan Karakter Mulai Terbentuk

Raih Hasil Positif, Pelatih Arema FC U-16 : Mental dan Karakter Mulai Terbentuk

Awal putaran kedua Elite Pro Academy U-16 (EPA U-16) memiliki arti penting bagi Arema FC U-16. Hal itu setelah mereka berhasil mengalahkan Persis Solo U-16 dengan skor 1-0 dalam pertandingan yang diadakan di Lapangan A Senayan, Jakarta pada (31/8/2022). Hasil ini sekaligus memutus tren kurang memuaskan saat putaran pertama lalu.

Pelatih Arema FC U-16, Firman Basuki mengakui bahwa kemenangan itu memberikan dampak positif terhadap timnya. “Saya melihat ini adalah awal peningkatan, harus kita akui bahwa kita masih berproses. Mental dan karakter sudah mulai terbentuk,” ungkap Firman.

Melihat kebelakang, Firman menyatakan bahwa timnya membutuhkan adaptasi lebih terkait berbagai aspek. Baik dari sisi mental dan teknis, apalagi menghadapi tim-tim yang kebanyakan sudah melakukan persiapan cukup lama.

“Sebenarnya kalau kita melihat tim-tim lawan secara permainan tidak ada perbedaan yang mencolok, namun hal besar yang berpengaruh bisa jadi adalah soal mental,” sambungnya.

Motivasi terus diberikan Firman kepada pemainnya, apalagi saat ini mereka tengah membawa nama besar Arema untuk bersaing dengan tim-tim lainnya. “Ayo, kalian ini Arema. Main yang berani, jangan pernah takut pada lawan. Itu yang selalu saya katakan pada pemain,” tandasnya.

Usai mengalahkan Persis Solo U-16, Arema FC U-16  akan berhadapan dengan Persija Jakarta U-16. Di pertemuan pertama lalu, Singo Edan Muda kalah tipis dengan skor 1-0.

01 September 2022

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Kumpulkan 34 Pemain, Akademi Arema U-20 Gelar Pemusatan Latihan di Kawasan Militer

Persiapan lebih awal dilakukan oleh Akademi Arema U-20 untuk menghadapi Elite Pro Academy dengan melakukan pemusatan latihan di kawasan militer Abdurrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. 

Pemusatan latihan diikuti oleh 34 pemain yang merupakan hasil dari seleksi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pemusatan latihan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari kedepan, yakni mulai 14-23  April mendatang.

“Sengaja kita jadwalkan persiapan lebih awal, termasuk mengawalinya dengan pemusatan latihan karena banyak yang akan kita lakukan mengingat hampir mayoritas pemain di tim ini adalah pemain baru hasil dari seleksi beberapa waktu lalu, jadi adaptasi menjadi porsi utama di awal persiapan ini,” ungkap direktur teknik Akademi Arema, Joko Susilo.

Dengan dikumpulkannya pemain-pemain tersebut dalam satu kawasan dengan fasilitas mess pemain maka diharapkan proses adaptasi pemain bisa dilakukan dengan lebih cepat. “Harapannya tentu demikian. Kebersamaan tidak hanya dibangun di lapangan, tetapi juga dilakukan di luar lapangan,” tandas Joko Susilo.

Manajer Akademi Arema  di kompetisi Elite Pro Academy, Ganesya Widya Pramana menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan merupakan evaluasi dari musim sebelumnya. Dia menegaskan bahwa di musim depan singa-singa muda tidak hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga melahirkan pemain-pemain potensial untuk menjadi andalan tim senior Arema FC.

“Persiapan kita dalam menyambut Elite Pro Academy untuk musim depan memang sengaja lebih awal, ini merupakan bentu evaluasi dari musim lalu. Sesuai dengan yang diharapkan oleh presiden klub, tidak hanya prestasi yang dikejar, tetapi juga bagaimana pemain-pemain muda potensial akan lahir dari binaan Arema FC sendiri terutama dari Akademi Arema,” ungkap Ganesya.

14 April 2022

Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY