BERITA

Merchandise Resmi Arema FC Kini Hadir di Garuda Store

Merchandise Resmi Arema FC Kini Hadir di Garuda Store

JAKARTA — Kabar gembira bagi Aremania dan para pendukung Arema FC di Jakarta dan sekitarnya. Kini, merchandise resmi Arema FC Official Store dapat diperoleh melalui Garuda Official Store yang berada di kawasan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Kehadiran merchandise resmi Arema FC di Garuda Store menjadi bagian dari upaya untuk memperluas akses bagi Aremania dalam mendapatkan berbagai produk resmi klub. Tidak hanya di Malang, kini para pendukung Singo Edan di Jakarta dan sekitarnya juga dapat lebih mudah mendapatkan atribut resmi Arema FC.

Sejumlah produk resmi tersedia di Garuda Official Store, mulai dari jersey hingga poloshirt. Berbagai merchandise tersebut dapat menjadi pilihan bagi Aremania untuk menunjukkan identitas dan dukungan terhadap Arema FC dalam berbagai kesempatan.

Chief Business and Commercial Arema FC, Irma Prianti menyambut bangga hadirnya merchandise resmi Arema FC di Garuda Store. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah positif untuk mendekatkan produk resmi klub dengan basis pendukung yang berada di luar Malang.

 “Kami tentu senang merchandise resmi Arema FC kini bisa lebih mudah dijangkau oleh Aremania, khususnya yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Kehadiran produk di Garuda Store menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses terhadap merchandise resmi sekaligus membawa identitas Arema FC lebih dekat dengan Aremania,” ujar Irma.

Menurut Irma, merchandise resmi tidak hanya menjadi produk komersial, tetapi juga memiliki nilai sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan Aremania terhadap Arema FC. Oleh sebab itu, semakin luasnya titik penjualan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pendukung untuk mendapatkan produk resmi klub.

“Harapannya tentu Aremania bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan merchandise resmi Arema FC. Kami juga akan terus berupaya menghadirkan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan Aremania,” lanjutnya.

Bagi Aremania yang berada di Jakarta dan sekitarnya, merchandise resmi Arema FC dapat langsung didapatkan di Garuda Official Store yang berada di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Ring Road Stadion Utama, Gate G No. 10, Zona 9, Jakarta Pusat.
 

25 September 2026

Sapa Pelajar STM Turen, Program ‘Arema Goes to School’ Gelorakan Semangat Suporter Kreatif dan Edukatif

Sapa Pelajar STM Turen, Program ‘Arema Goes to School’ Gelorakan Semangat Suporter Kreatif dan Edukatif

MALANG – Program Arema FC Goes to School menyapa para pelajar di Kabupaten Malang. Kamis (24/9), SMK Turen (STM) menjadi tuan rumah antusiasme sekitar 1500 siswa yang hadir untuk bertatap muka langsung dengan manajemen dan pemain Arema FC.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen Arema FC, di antaranya Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, serta founding father Arema, Ovan Tobing. Turut hadir pula dua penggawa Singo Edan, yaitu kapten tim Johan Ahmat Farizi (Alfarizi) dan bek muda Alfiansyah, yang menjadi daya tarik utama bagi para siswa. Selain itu, Presidium Aremania juga turut terlibat dalam Arema FC Goes to School.

Area lapangan utama SMK Turen menjadi tempat berkumpulnya para siswa. Pelajar yang didominasi laki-laki tersebut, antusias mengikuti rangkaian acara. Namun, tak ketinggalan pelajar perempuan juga bersemangat ketika sesi talkshow.

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menekankan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus suporter Aremania yang santun, tertib, dan dewasa. Ia berharap para siswa SMK Turen dapat menjadi kelompok suporter yang menaati aturan serta mampu mendukung tim secara positif.

 "Pelajar di tingkat SMK/STM ini sudah memasuki usia mandiri. Kita harapkan adik-adik bisa menjadi suporter yang bertindak dewasa, menaati peraturan, no rasis, dan siap untuk kembali meramaikan serta 'nribun' bersama di Stadion Kanjuruhan dengan penuh tanggung jawab," ujar Sudarmaji.

Tak ketinggalan, Sudarmaji juga menyampaikan bila nantinya bisa terwujud skema penanganan tiket khusus pelajar guna mempermudah akses anak muda dalam memberikan dukungan langsung di stadion.

Sementara itu, Ovan Tobing tak kalah membakar semangat para siswa dengan gaya khasnya yang komunikatif dan energik. Bahkan, Bung OT mendorong para pelajar untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui chant dan pelajar SMK Turen bisa membuat lagu dukungan yang diciptakan khusus yang akhirnya bisa dinyanyikan di Stadion Kanjuruhan.

 "Semangat adik-adik di STM Turen ini luar biasa. Saya membayangkan, kalau suatu saat ada kreasi lagu dan chant yang diciptakan di sekolah bisa digelorakan bersama-sama saat mendukung Arema di stadion," tutur Ovan Tobing di hadapan ratusan siswa.

Selain itu, perwakilan Aremania Utas turut menyosialisasikan pentingnya edukasi dan pendaftaran Kartu Tanda Aremania (KTA) sebagai wadah resmi serta sarana komunikasi antarkorwil dan presidium.

Inspirasi dari Lapangan: Kerja Keras dan Kebanggaan

Antusiasme siswa semakin terasa saat memasuki sesi tanya jawab interaktif, di mana para pelajar berkesempatan melontarkan pertanyaan seputar pengalaman bertanding, peran kepemimpinan di lapangan, hingga masukan terkait penyelenggaraan pertandingan

Sesi berbagi pengalaman lewat talkshow bersama para pemain terlihat jadi momen yang paling ditunggu. Kapten tim Arema FC, Johan Ahmat Farizi, membagikan kisahnya yang meniti karier dari akademi hingga dipercaya mengenakan jersey Arema FC dan kini menjadi kapten tim.

Alfarizi mendapatkan pertanyaan dari salah satu pelajar, bagaimana dia ketika harus menghandle rekan-rekan di lapangan sebagai seorang kapten.

"Semua berawal dari mimpi. Menjadi kapten dan memimpin rekan-rekan di lapangan adalah tanggung jawab sekaligus kebanggaan yang besar. Kuncinya adalah disiplin, kerja keras tanpa henti, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan," ungkap Alfarizi.

Senada dengan sang kapten, pemain muda Alfiansyah juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak takut bermimpi dan mau berjuang melewati setiap proses tantangan.

Di akhir acara, STM Turen juga mengundang Apa Rapper untuk menghibur siswa-siswi. Kurang lebih enam lagu dinyanyikan secara bersama yang kian menggemuruhkan area lapangan sekolah yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen tersebut. 

Melalui program Arema Goes to School ini, Arema FC berharap hubungan antara klub, pelajar, dan komunitas suporter dapat terus terjalin erat demi menciptakan iklim sepak bola Malang yang kondusif, kreatif, dan membanggakan. (*)

24 September 2026

Kembali Tinjau Bersama Bupati Sanusi, Arema FC Semakin Dekat Kelola Stadion Kanjuruhan

Kembali Tinjau Bersama Bupati Sanusi, Arema FC Semakin Dekat Kelola Stadion Kanjuruhan

Malang — Arema FC semakin dekat untuk mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Perkembangan pembahasan tersebut kembali terlihat dalam pertemuan manajemen Arema FC dengan Bupati Malang H.M. Sanusi, Sabtu (19/9).

Dalam agenda tersebut, manajemen Arema FC bersama Bupati Malang mengelilingi kawasan Stadion Kanjuruhan. Peninjauan langsung itu sekaligus menjadi bagian dari pembicaraan yang lebih detail mengenai rencana pengelolaan stadion dan pengembangan kawasan secara terpadu.

CEO Arema FC Iwan Budianto hadir bersama General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi dan CMOC sekaligus Ketua Panpel Arema FC Bram Hady Sulton. Rombongan tidak hanya meninjau bagian utama stadion. Sejumlah titik di kawasan Stadion Kanjuruhan juga menjadi perhatian, termasuk fasilitas pendukung olahraga, area komersial serta Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di kawasan Gate 13.

Selain itu, rombongan juga melihat berbagai fasilitas olahraga yang berada di kompleks Stadion Kanjuruhan. Kawasan tersebut memiliki lintasan atletik, GOR olahraga, lapangan voli pantai dan voli tanah, lapangan bulu tangkis outdoor, dinding panjat tebing, arena skateboard, serta kolam renang indoor dan outdoor. Berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari potensi kawasan yang dapat dikembangkan apabila Arema FC nantinya mendapatkan hak pengelolaan.

Kawasan Stadion Kanjuruhan juga selama ini memiliki aktivitas komersial. Pada hari libur, sejumlah area kerap dimanfaatkan untuk kegiatan seperti pasar malam maupun pasar minggu. Aktivitas masyarakat juga terlihat melalui keberadaan pusat penjualan makanan, minuman dan suvenir di sekitar kawasan.

Potensi tersebut menjadi salah satu bagian yang ingin dikembangkan apabila Arema FC mendapatkan hak pengelolaan. Konsepnya bukan sekadar menyewakan stadion ketika ada pertandingan atau event, tetapi menciptakan ekosistem kegiatan yang bisa berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun melalui pengembangan olahraga, event, aktivitas masyarakat, sport tourism hingga sport science.

*Kanjuruhan dengan Konsep Legacy Safety*

Dalam pembahasan tersebut, Arema FC juga menyampaikan rencana konsep stadion legacy safety yang menjadi salah satu acuan dalam penataan kawasan Kanjuruhan ke depan. Konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan penataan kawasan secara modern dan aman, sekaligus mentransformasi Kanjuruhan menjadi simbol kebangkitan sepak bola nasional. Kawasan diharapkan dapat berkembang sebagai ruang terpadu yang ramah bagi keluarga dan wisatawan, namun tetap menghormati nilai-nilai sejarah dan kemanusiaan yang melekat pada Kanjuruhan.

Dengan pendekatan tersebut, aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan. Penataan tidak hanya menyentuh bangunan stadion, tetapi juga konektivitas antarfasilitas, pengelolaan aktivitas, ruang publik, fasilitas olahraga, area komersial serta ruang yang berkaitan dengan sejarah Kanjuruhan.

Arema FC sebelumnya juga telah menyiapkan gagasan agar pengelolaan kawasan tidak berhenti pada aktivitas pertandingan. Stadion dan fasilitas di sekitarnya diharapkan dapat hidup melalui berbagai kegiatan olahraga, pendidikan, event, wisata serta aktivitas ekonomi masyarakat.

CEO Arema FC Iwan Budianto sebelumnya telah menjelaskan bahwa apabila Arema FC mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan, akan ada banyak hal yang dapat dilakukan. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar berkaitan dengan penggunaan stadion untuk pertandingan, tetapi juga menyangkut perawatan fasilitas sekaligus upaya menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Iwan mengungkapkan bahwa proses menuju pengelolaan Stadion Kanjuruhan melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

IB optimistis kesepakatan mengenai pengelolaan stadion dapat segera tercapai sehingga Stadion Kanjuruhan nantinya bisa dikelola secara profesional oleh klub.
“Jika dikelola oleh klub, maka banyak nilai lebih yang bisa diambil. Kami bisa memperbaiki fasilitas penonton, bahkan menjadikannya pusat kegiatan ekonomi, tidak hanya untuk sepak bola tapi juga event lain seperti konser musik,” ujar Iwan.

Menurutnya, manajemen Arema FC juga telah menyiapkan rencana bisnis apabila hak pengelolaan tersebut diberikan. Konsep yang disiapkan tidak sebatas menjadikan stadion sebagai tempat pertandingan, tetapi membuatnya bisa beroperasi secara profesional dan berkelanjutan.

Pengelolaan mandiri dinilai dapat memudahkan perawatan dan perbaikan fasilitas penonton, pengaturan jadwal penggunaan stadion, sekaligus optimalisasi pendapatan dari berbagai aktivitas nonsepak bola.

*Sport Science untuk Pengembangan Performa Atlet*

Selain pengembangan kawasan dan sport tourism, Arema FC juga menyiapkan konsep pemanfaatan Stadion Kanjuruhan sebagai bagian dari ekosistem sport science. Gagasan ini diarahkan untuk menjadikan kawasan sebagai pusat performa atlet sekaligus ruang riset olahraga yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.

Salah satu pilarnya adalah pengembangan fasilitas dan program harian berupa laboratorium tes fisik, ruang analisis biomekanika, gym performa tinggi, serta fasilitas pemulihan atlet seperti ice bath, sauna dan hidroterapi yang dapat terintegrasi dengan kompleks kolam renang.

Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan tim utama Arema FC, tetapi juga akademi. Pemanfaatannya dapat dikembangkan untuk mendukung proses pembinaan atlet melalui pengukuran kondisi fisik, pemantauan perkembangan performa, pemulihan dan evaluasi secara berkala.

Konsep sport science juga membuka peluang layanan publik. Arema FC menyiapkan gagasan agar fasilitas tersebut dapat memberikan layanan pengukuran kondisi fisik, rehabilitasi cedera olahraga serta konsultasi nutrisi bagi atlet daerah, klub amatir maupun masyarakat umum.

Di sisi lain, pengembangan pusat sport science juga dapat menjadi ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kerja sama riset secara berkala dapat dilakukan dalam bidang manajemen olahraga, fisiologi olahraga, psikologi atlet hingga analisis data pertandingan atau match analytics.

Untuk pembinaan, pusat latihan akademi Arema FC dapat diintegrasikan dengan sistem pemantauan berbasis sport science. Program tersebut antara lain mencakup penggunaan data GPS tracker, analisis video taktis dan pemantauan perkembangan fisik pemain secara berkala.

Bahkan Arema FC juga menyiapkan gagasan  Youth Training Camp, berupa program coaching clinic dan bootcamp sepak bola secara berkala yang dapat diikuti talenta-talenta muda dari berbagai daerah. Dengan demikian, kawasan Kanjuruhan tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan talenta sepak bola.

Konsep tersebut menjadi bagian dari gagasan transformasi ekosistem Sport Tourism & Sport Science 365 Hari, di mana aktivitas kawasan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, baik melalui kompetisi, pemusatan latihan, pembinaan atlet, penelitian, layanan olahraga, event, maupun kegiatan wisata.

*Pembahasan Semakin Detail*

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa pertemuan dengan Bupati Malang menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi kawasan sekaligus memperdalam pembahasan mengenai skema pengelolaan. Menurut Yusrinal, pengelolaan Stadion Kanjuruhan membutuhkan pembahasan yang matang karena menyangkut berbagai aspek, mulai dari operasional, pemeliharaan fasilitas, penggunaan stadion hingga pengembangan potensi ekonomi kawasan.

“Yang pasti hari ini kami melihat langsung kawasan Stadion Kanjuruhan bersama Pak Bupati. Pembahasannya juga semakin detail, karena kami ingin memastikan konsep pengelolaan yang disiapkan Arema FC bisa berjalan dengan baik,” ujar Yusrinal.

Ia menambahkan, Arema FC tidak ingin pengelolaan stadion hanya berorientasi pada kepentingan klub. Jika nantinya kerja sama terealisasi, pengelolaan diharapkan juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar Stadion Kanjuruhan.

“Harapannya tentu stadion ini bisa menjadi fasilitas yang terus terawat, memiliki aktivitas yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.

Dengan peninjauan langsung ke berbagai titik kawasan dan pembahasan yang semakin detail, proses menuju pengelolaan Stadion Kanjuruhan oleh Arema FC terus menunjukkan perkembangan.

Jika hak pengelolaan tersebut terealisasi, Arema FC menyiapkan konsep yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan sepak bola, tetapi juga perawatan fasilitas, keselamatan dan kenyamanan, pengembangan kegiatan olahraga, sport tourism, sport science, penyelenggaraan berbagai event, pembinaan talenta muda serta optimalisasi potensi ekonomi kawasan.

Melalui konsep legacy safety, Kanjuruhan diarahkan untuk berkembang sebagai kawasan olahraga terpadu yang modern, aman dan berkelanjutan. Di saat yang sama, nilai sejarah dan kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam penataan kawasan, sehingga Kanjuruhan tidak hanya menjadi rumah bagi sepak bola, tetapi juga ruang olahraga, edukasi, aktivitas masyarakat dan kebangkitan ekosistem sepak bola nasional. (*)

19 September 2026

Cetak Gol Penyelamat tapi Arema FC Imbang, Careca Janji Bekerja Lebih Keras untuk Aremania

Cetak Gol Penyelamat tapi Arema FC Imbang, Careca Janji Bekerja Lebih Keras untuk Aremania

KEPANJEN – Gelandang serang Arema FC, Careca, menilai hasil imbang 1-1 saat menjamu Persik Kediri pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (18/9/2026), belum sesuai dengan harapan tim. Meski tampil sebagai pahlawan penyelamat lewat gol penyama kedudukan dari titik penalti pada menit ke-28, pemain asal Brasil bernama lengkap Raianderson da Costa Morais itu mengaku tetap kecewa karena Arema FC gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

Arema FC sempat tertinggal lebih dulu melalui gol cepat Zanadin Fariz pada menit ke-6. Kendati mendominasi jalannya babak kedua dan sempat menciptakan beberapa peluang emas—termasuk dua gol Arema FC yang dianulir offside—Singo Edan harus puas berbagi satu poin.

"Seperti yang dikatakan pelatih, di babak pertama lawan lebih banyak menguasai bola, tetapi mereka sebenarnya tidak memiliki begitu banyak peluang bersih untuk mencetak gol," ujar Careca usai laga.

Careca menambahkan bahwa performa Arema FC meningkat signifikan di paruh kedua. Penyesuaian taktik yang dilakukan membuat Singo Edan mampu mengurung lini pertahanan Macan Putih.

"Di babak kedua kami bisa lebih mengontrol permainan dan menciptakan banyak peluang untuk keluar sebagai pemenang. Tapi kami tahu laga derby selalu tidak mudah dan sering kali ditentukan oleh detail-detail kecil," ungkap pemilik nomor punggung 95 tersebut.

Meskipun sukses mencetak gol balasan dan tampil ngotot sepanjang laga, Careca menegaskan bahwa target utamanya adalah kemenangan tim, bukan sekadar pencapaian individu.

"Kami masuk ke lapangan untuk meraih tiga poin, kami sudah bekerja sangat keras sepanjang minggu untuk pertandingan ini," tuturnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para pendukung setia yang memadati Stadion Kanjuruhan, penggawa berusia 31 tahun itu berjanji akan terus meningkatkan kinerjanya demi hasil maksimal di pertandingan mendatang.

"Yang bisa saya janjikan kepada Aremania adalah selalu memberikan versi terbaik dari diri saya. Saya berjanji akan bekerja sekeras mungkin dan berjuang penuh untuk klub. Sekarang kami harus fokus dan bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan tiga poin di pertandingan berikutnya," tegas Careca.

Hasil imbang ini membuat Arema FC harus siap rela turun posisi di papan klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 dengan mengoleksi lima poin dari tiga laga yang telah dijalani ketika seluruh match pekan ketiga selesai digelar. (*)

18 September 2026

Arema FC Gagal Amankan Poin Penuh di Kanjuruhan

Arema FC Gagal Amankan Poin Penuh di Kanjuruhan

KEPANJEN – Arema FC harus puas berbagi angka usai ditahan imbang Persik Kediri 1-1 pada laga pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026) sore.
Tim Macan Putih mengejutkan publik tuan rumah setelah berhasil mencetak gol lebih dulu pada menit ke-6 melalui Zanadin Fariz. Namun, Singo Edan merespons dan menyamakan kedudukan lewat gol eksekusi penalti Careca pada menit ke-28.

Laga derby ini juga diwarnai drama dua gol Arema FC yang dibatalkan oleh wasit akibat offside. Gol Careca di babak pertama serta torehan gol Walisson Maia di babak kedua sama-sama dianulir usai peninjauan VAR karena ada pemain dalam posisi offside.

Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, mengaku sangat menyayangkan timnya hanya mampu mengamankan satu poin di kandang. Padahal, timnya tampil mendominasi serangan di paruh kedua pertandingan.

"Pertandingan yang sangat sulit, ini laga derby. Di babak pertama mereka bermain lebih baik dan mengontrol lini tengah. Tetapi di babak kedua kami melakukan penyesuaian, bermain jauh lebih baik, dan layak mendominasi," ujar Marcos Santos usai pertandingan.

Marcos menilai timnya menciptakan banyak peluang matang untuk mengunci kemenangan. Akan tetapi keberuntungan belum berpihak pada anak asuhnya.

"Sangat disayangkan kami hanya mendapat satu poin. Kami ingin memberikan kemenangan untuk Aremania yang sudah hadir di Kanjuruhan, tapi hari ini keberuntungan belum memihak pada peluang kami. Ada peluang dari Marcos Vinicius (MV) yang kena tiang, serta gol dari Maia dan Careca yang dianulir karena sedikit offside," tutur pelatih asal Brasil tersebut.

Mengenai keputusan VAR dan kepemimpinan wasit, Marcos memilih menyerahkan evaluasi teknis kepada pihak berwenang, namun menyoroti banyaknya pelanggaran lawan yang kerap memutus aliran serangan Arema.

"Soal gol yang dianulir, kita harus hormati keputusan VAR. Namun, lawan melakukan banyak pelanggaran untuk menghentikan transisi kami. Jika wasit lebih tegas memberi kartu kuning sejak awal, situasinya mungkin akan berbeda," jelasnya. 

Marcos menegaskan timnya akan langsung mengalihkan fokus dan bekerja lebih keras untuk menghadapi laga selanjutnya. "Kami belum terkalahkan di tiga laga awal ini. Namun kami berutang tiga poin di kandang kepada suporter. Kami akan terus bekerja keras dan berkembang agar bisa mengamankan hasil maksimal di pertandingan berikutnya," pungkas Marcos.

Hanya mendapatkan satu poin tambahan dari laga kandang ini membuat Arema FC harus siap turun posisi di klasemen sementara BRI Super League 2026/2027. Singo Edan kini mengumpulkan lima poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni. (*)

18 September 2026

Derbi Jatim Arema FC vs Persik Kediri Berakhir Tanpa Pemenang 1-1

Derbi Jatim Arema FC vs Persik Kediri Berakhir Tanpa Pemenang 1-1

Malang – Laga panas Derbi Jawa Timur pada pekan ke-3 BRI Super League 2026-27 menyajikan duel sengit. 

Pertandingan antara Arema FC vs Persik Kediri yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat (18/9/2026) sore WIB berakhir imbang dengan skor 1-1.  

Laga yang dipimpin oleh wasit Dika Rahmat Hidayat ini disaksikan langsung oleh 4.084 penonton di stadion. 

Kedua tim tampil agresif sejak menit awal demi mengamankan tiga poin penuh.  

*Babak Pertama: Gol Cepat Tim Tamu oleh Zanadin Fariz*

Persik Kediri mengambil inisiatif serangan lebih dulu saat babak pertama dimulai. 

Hasilnya, tim tamu berhasil membuka keunggulan pada menit ke-6 lewat gol dari Zanadin Fariz. 

Skot 0-1 untuk Persik Kediri membuat tensi pertandingan kian meningkat.  

Arema FC yang bertindak sebagai tuan rumah berupaya bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. 

Upaya Singo Edan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30 lewat penalti setelah Achmad Maulana dilanggar pemain belakang Macan Putih

Pemain asing Arema FC, Raianderson Da Costa Morais akrab disebut Careca sukses mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1.  

Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor imbang 1-1 tetap bertahan.  

*Babak Kedua: Tensi Tinggi dan Hujan Kartu Kuning*

Memasuki babak kedua, baik pelatih Marcos Vinicius Santos Goncalves (Arema FC) maupun Marcos Reina Torres (Persik Kediri) melakukan sejuta penyesuaian taktik lewat pergantian pemain. 

Arema FC memasukkan Alfeandra Dewangga Santosa dan Oluwasegun Otusanya, sementara Persik Kediri memasukkan nama-nama seperti Gustavo Franca Amadio dan Fransiskus Alesandro.  

Pertandingan berjalan sangat alot dan keras. Wasit terpaksa mengeluarkan total 8 kartu kuning dalam laga ini.  

Di kubu Arema FC, kartu kuning diberikan kepada Francisco Pereira Carneiro ('45+2, '70) yang berujung kartu merah (akumulasi), Marcos Vinicius Silvestre Gaspar ('45+3), serta Alfeandra Dewangga Santosa ('60).  

Sementara itu, pemain Persik Kediri yang diganjar kartu kuning adalah Eduardo Miguel Ramos Barbosa ('67), Daffa Salman ('82), Marcelo Amado Djalo Taritolay ('85), Bayu Otto ('90+3), dan Ady Eko Jayanto ('90+3).  

Meskipun terjadi saling serang dan ada penambahan waktu 4 menit di akhir babak kedua, tak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan. 

Laga pun ditutup dengan skor sama kuat 1-1.  

Susunan Pemain Kunci Arema FC: Muhammad Adi Satryo (GK); Diego Luiz Landis, Walisson Moreira, Gabriel Silva Costa, Johan Ahmat Farizi (C); Arkhan Fikri, Roberto Pimenta Vinagre Filho, Achmad Maulana Syarif, Matheus Da Conceicao; Raianderson Da Costa Morais, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar.

Pelatih: Marcos Vinicius Santos Goncalves  
 
Persik Kediri: Andhika Ramadhani (GK); Francisco Pereira Carneiro (C), Imanol Garcia Lugea, Krisna Bayu Otto Kartika, Ernesto Gomez Munoz; Zanadin Fariz, Althaf Indie Alrizky, Eduardo Miguel Ramos Barbosa, Jose Enrique Rodriguez; Marcelo Amado Djalo Taritolay, Junheong Park.

Pelatih: Marcos Reina Torres

18 September 2026

Arema FC Resmi 'Pulangkan' Hanif Sjahbandi untuk Kompetisi 2026/2027

Arema FC Resmi 'Pulangkan' Hanif Sjahbandi untuk Kompetisi 2026/2027

Malang – Arema FC resmi mengumumkan kembalinya Hanif Sjahbandi untuk memperkuat skuad Singo Edan pada kompetisi musim 2026/2027. Kepulangan gelandang yang pernah menjadi bagian dari Arema FC tersebut menjadi bagian dari langkah strategis klub dalam membangun kekuatan tim untuk jangka panjang.

Nama Hanif Sjahbandi bukan sosok asing bagi Arema FC dan Aremania. Dia pernah menjadi bagian dari perjalanan Singo Edan pada periode 2017 hingga 2022. Rentang waktu tersebut menjadi fase penting dalam perjalanan Hanif bersama klub, sekaligus membentuk kedekatan yang kuat antara pemain dengan lingkungan Arema FC.

Selama periode tersebut, Hanif mendapatkan pengalaman panjang bersama Singo Edan dan menjadi bagian dari sejumlah dinamika kompetisi. Dia juga menjadi bagian penting dalam torehan juara Piala Presiden di 2017 dan 2019. Pemahamannya terhadap karakter klub, atmosfer pertandingan, serta kultur Arema FC menjadi modal tersendiri ketika manajemen memutuskan untuk kembali membuka pintu kerja sama.

Kembalinya Hanif pada musim 2026/2027 sekaligus menjadi momen “pulang” bagi pemain yang memiliki perjalanan panjang bersama Arema FC.  Hubungan historis tersebut sebagai salah satu nilai positif dalam proses membangun kembali skuad yang memiliki karakter dan ikatan kuat dengan klub.

Keputusan manajemen untuk kembali bekerja sama dengan Hanif dilakukan melalui proses komunikasi dan evaluasi yang menyeluruh. Selain mempertimbangkan kebutuhan tim di lini tengah, Arema FC juga melihat pengalaman, karakter, serta pemahaman Hanif terhadap kultur klub sebagai bagian penting dalam proses pembentukan skuad.

Meski saat ini masih menjalani proses pemulihan, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi manajemen untuk membuka kembali pintu bagi Hanif. Justru, Arema FC melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk memberikan ruang bagi sang pemain menjalani proses pemulihan secara terukur sebelum kembali mendapatkan menit bermain secara kompetitif.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan klub sekaligus kondisi pemain.

“Kami melihat Hanif bukan hanya dari kondisi hari ini, tetapi juga dari perjalanan dan potensi kontribusinya untuk Arema FC ke depan. Dia sudah mengenal klub, mengenal atmosfer di sini, dan tentu punya pengalaman yang bisa menjadi bagian dari perjalanan tim. Karena itu, prosesnya kami siapkan secara bertahap dan terukur. Yang paling penting adalah memastikan dia benar-benar kembali dalam kondisi terbaik,” ujar Yusrinal.

Menurut Yusrinal, Arema FC tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada Hanif untuk segera tampil setelah bergabung. Klub akan memberikan kesempatan kepada pemain untuk menyelesaikan tahapan pemulihan dan adaptasi sesuai rekomendasi tim medis serta tim pelatih.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Arema FC dalam menjaga keberlanjutan performa pemain. Manajemen meyakini bahwa kesiapan fisik yang optimal akan menjadi fondasi penting bagi Hanif untuk memberikan kontribusi maksimal ketika nantinya dipercaya tampil dalam pertandingan resmi.

“Tidak ada target untuk memaksakan proses. Kami ingin semuanya berjalan sesuai tahapan. Hanif tahu apa yang harus dilakukan, tim juga akan mendukung prosesnya. Jadi ketika waktunya tiba, dia bisa benar-benar memberikan kemampuan terbaiknya untuk Arema FC,” lanjut Yusrinal.

Selain aspek teknis, kembalinya Hanif juga diharapkan memberikan nilai positif dari sisi pengalaman dan karakter di ruang ganti. Pengalaman bermain di level kompetisi tertinggi serta kedekatannya dengan lingkungan Arema FC menjadi modal yang turut dipertimbangkan manajemen.

Bagi Arema FC, “memulangkan” Hanif bukan semata-mata tentang menghadirkan kembali seorang pemain, tetapi juga bagian dari upaya membangun skuad yang memiliki keterikatan kuat dengan klub. Setelah menjalani perjalanan karier di luar Malang dengan bermain di Persija, Hanif kini kembali mengenakan identitas Singo Edan. Kepulangannya diharapkan menjadi babak baru yang melanjutkan cerita yang telah dibangun bersama Arema FC.

Manajemen berharap proses pemulihan Hanif berjalan lancar sehingga sang pemain dapat segera mencapai kondisi optimal dan kembali menjadi bagian penting dari perjuangan Singo Edan pada kompetisi 2026/2027. "Kembalinya Hanif pun menjadi salah satu langkah dalam menyiapkan skuad yang tidak hanya kompetitif untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk perjalanan tim ke depan," pungkasnya. (*)

18 September 2026

Lawan Persik, Adi Satryo Optimistis Arema FC Amankan Tiga Poin di Kanjuruhan

Lawan Persik, Adi Satryo Optimistis Arema FC Amankan Tiga Poin di Kanjuruhan

Malang – Penjaga gawang Arema FC, Adi Satryo, menyuarakan optimisme tinggi jelang laga melawan sesama tim  Jawa Timur melawan Persik Kediri pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut bakal digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026) sore pukul 15.30 WIB. Menatap laga krusial ini,  seluruh penggawa Singo Edan berada dalam kondisi siap tempur. 

Meski jadwal pertandingan terbilang padat usai melakoni laga tandang dari Makassar, persiapan taktis di bawah komando tim pelatih pimpinan Marcos Santos telah diserap dengan baik oleh para pemain.

"Pertama-tama kita harus siap untuk pertandingan besok karena persiapan kita sudah sangat matang, sangat fokus, dan maksimal. Apa yang diarahkan oleh pelatih semua sudah disampaikan ke pemain, jadi kita tinggal tunggu pertandingan besok dan mengaplikasikannya di lapangan," ujar Adi Satryo.


Menghadapi tim yang notabene adalah mantan timnya, Adi Satryo memahami jika Persik diisi penyerang tajam seperti Jose Henrique. Adi Satryo menyadari betul potensi ancaman yang bakal datang ke gawangnya. 

Penyerang Macan Putih itu dikenal berbahaya di dalam kotak penalti, khususnya dalam situasi duel udara maupun eksekusi peluang satu sentuhan. Hal ini terbukti dari dua gol yang sudah dicetak sang pemain.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kiper bernomor punggung 30 ini bertekad meningkatkan koordinasi dan komunikasi intensif dengan lini belakang Arema FC agar tidak memberi ruang gerak bagi penyerang lawan.

"Antisipasi saya mungkin memperbanyak komunikasi dan mengingatkan teman-teman di lini belakang untuk menjaga man-to-man. Karena striker lawan ini tipenya cukup liar, duel heading dan penguasaan bolanya di dalam kotak penalti sangat bagus. Jadi saya harus ekstra mengingatkan teman-teman bek untuk disiplin menempel lawan," jelas kiper berlabel Timnas Indonesia tersebut.

Namun, Adi juga menegaskan bila performa benteng pertahanan Arema FC sangat menjanjikan musim ini. Dia mengakui ada peningkatan yang positif dibanding musim sebelumnya, meski evaluasi dari laga terakhir tetap dilakukan demi menjaga kedisiplinan hingga peluit panjang berbunyi. (*)

17 September 2026

Kembali Menang di Kandang, Arema FC Siap Hadapi Sengitnya Derby Jatim Kontra Persik

Kembali Menang di Kandang, Arema FC Siap Hadapi Sengitnya Derby Jatim Kontra Persik

Malang – Arema FC bersiap melakoni laga derbi Jawa Timur saat menjamu Persik Kediri pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026) sore. Laga yang dijadwalkan kick-off pukul 15.30 WIB tersebut diprediksi berlangsung sengit. Bermain di hadapan Aremania, skuad Singo Edan mengusung misi kembali meraih kemenangan di kandang sekaligus mengamankan tiga poin. 

Namun, misi tersebut tidak akan mudah mengingat Arema FC harus menghadapi tantangan kebugaran setelah menjalani perjalanan tandang yang melelahkan ke Makassar pada Minggu (13/9).

Pelatih Arema FC Marcos Santos mengakui masa persiapan timnya terbilang singkat. Meski demikian, ia memastikan anak asuhnya berada dalam fokus dan kesiapan mental yang tinggi untuk menghadapi pertandingan derbi.

"Recovery dan jeda pertandingan sangat singkat setelah perjalanan dari away PSM Makassar. Tapi para pemain sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik, fokus, dan secara mental siap menghadapi derbi ini," ujar Marcos Santos.

Diamenyadari betapa sulitnya pertandingan melawan tim Macan Putih, yang juga dalam performa bagus di dua laga awal. Dari sisi teknis, dia menyoroti gaya permainan Persik Kediri yang dinilainya sangat seimbang. Persik memiliki kolektivitas tim yang rapi, penguasaan bola yang baik di lini tengah, serta transisi serangan balik cepat yang berpotensi menjadi ancaman bagi Arema FC.

Di lini tengah, kehadiran Eduardo Barbosa menjadi salah satu perhatian Marcos. Gelandang tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mengatur ritme permainan Macan Putih.

Sementara di sektor sayap, keagresifan Ernesto Gomez dalam situasi one-on-one juga menjadi perhatian. Pergerakan cepat dari area sayap tersebut dapat membuka ruang bagi juru gedor utama Persik, Jose Henrique, yang tengah menunjukkan ketajamannya di dalam kotak penalti.

"Persik adalah tim yang suka menguasai bola dan sangat berbahaya dalam transisi counter-attack. Jose Henrique adalah penyerang yang tahu betul cara mencetak gol meski hanya memanfaatkan satu peluang kecil. Di tengah ada Eduardo Barbosa yang pandai mengontrol permainan, serta penyerang sayap yang agresif," urai Marcos.

Untuk meredam keunggulan teknis lawan, Marcos meminta timnya tampil disiplin, menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, terutama pada menit-menit krusial, serta tidak terlambat melakukan transisi ketika kehilangan bola.

"Kami harus sangat berhati-hati, menjaga kedisiplinan, dan fokus sepanjang laga. Namun, kami pasti tidak hanya bertahan. Kami harus tetap menerapkan gaya permainan kami sendiri, mengontrol laga, dan memanfaatkan setiap peluang agar bisa membawa pulang tiga poin," tegas juru taktikal asal Brasil tersebut.

Sementara itu, Marcos memberikan kabar positif terkait kondisi Alfeandra Dewangga. Pemain tersebut dipastikan siap tampil setelah mendapat izin dari tim medis.

Untuk Samuel Otusanya dan Mauro Zijlstra, tim pelatih masih terus memantau kondisi fisik serta kesiapan taktis keduanya sebelum menentukan komposisi starter.

Meski belum menurunkan striker murni dalam dua laga awal, ketajaman Arema FC tetap terjaga. Singo Edan telah mencetak tujuh gol dalam dua pekan pertama.

Catatan tersebut menjadi modal positif bagi Arema FC untuk menghadapi Persik. Bermain di hadapan Aremania di Kanjuruhan, Singo Edan bertekad kembali meraih kemenangan di kandang sekaligus menjaga tren positif pada awal musim.

"Sebenarnya di dua pertandingan awal, Arema tidak menggunakan pemain nomor sembilan murni. Jadi pelan-pelan kita akan memasukkan opsi nomor sembilan. Mauro adalah pemain yang tiba setelah lama tidak bermain dan sekarang sedang mengejar ritme latihan. Samuel juga sama, baru bergabung dan mengikuti latihan taktis. Jadi kita harus melihat dan mengevaluasi apakah akan bermain dengan salah satu dari mereka, keduanya, atau tidak sama sekali," pungkasnya. (*)

17 September 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Capai 1000 Pendaftar, Sayembara Desain Training and Sport Center J99 Arema FC Masuki Tahap Kurasi

Capai 1000 Pendaftar, Sayembara Desain Training and Sport Center J99 Arema FC Masuki Tahap Kurasi

 

Pendaftaran sekaligus pengiriman karya sayembara desain training and sport center J-99 Arema FC yang bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur FTSP ITN Malang ini secara resmi ditutup pada (27/6/2022) malam. Dalam kurun waktu pendaftaran, setidaknya mampu menghimpun 1000 pendaftar yang masuk dalam database penyelenggara.

“Sejak awal dibuka antusias pendaftar yang kita himpun melalui situs resmi Arema FC sangat luar biasa, hingga hari terakhir sudah masuk 1000 pendaftar. Meski tidak semuanya mengirimkan karya karena waktu yang dibatasi, namun animonya menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya terpaku dari sisi olahraga saja, tapi juga keilmuan lainnya termasuk desain arsitektur,” ungkap media officer Arema FC,  Sudarmaji.

Apresiasi juga diberikan  kepada pendaftar yang begitu antusias meski secara rentang waktu bisa dikatakan cukup mepet sejak diumumkan pada 27 Mei lalu namun hal itu tidak mengurangi semangat pendaftar untuk menghasilkan karya untuk memperebutkanhadiah dengan  total 100 Juta Rupiah ini.


“Di hari-hari terakhir memang kami banyak menerima permintaan dari pendaftar apakah akan ada penjadwalan ulang karena waktunya memang bisa dibilang cukup mepet, tapi kami sangat yakin jika waktu tidak akan menghalangi semangat peserta sayembara ini untuk berkarya. Jadi kami tegaskan bahwa sayembara tetap berjalan sesuai jadwal seperti arahan dari Presiden Arema FC,” ungkapnya.

Kini,  sayembara desain training and sport center Arema FC memasuki tahap kurasi yang akan dilakukan oleh dewan juri pada 27-28 Juni 2022. Dalam kurasi ini, menghimpun lebih dari 70  karya yang masuk dalam persyaratan penilaian yang ditetapkan oleh penyelenggara. “Semoga kurasi berjalan dengan lancar hingga sampai nanti di pengumuman pemenang yang akan dilakukan pada 2 Juli mendatang,” tambah  Sudarmaji.

Referensi dari sayembara desain Training And Sport Center J-99 Arema FC ini nantinya juga memiliki kans besar untuk menjadi ikon kota, sebab hal ini tidak lepas dari unsur kebanggaan bersama yang menjadi nilai bersama yang ditonjolkan dalam  arsitektur bangunan.

28 June 2022

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Arema FC Resmi Gelar Festival Sepakbola Grassroot U-12: Panggung Talenta Muda & Penanaman Nasionalisme

Arema FC Resmi Gelar Festival Sepakbola Grassroot U-12: Panggung Talenta Muda & Penanaman Nasionalisme

MALANG — Manajemen Arema FC kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan usia dini dengan resmi membuka Festival Sepakbola Arema FC Grassroot U-12 Tahun 2026. 

Ajang bergengsi ini dihelat selama dua hari pada 22–23 Agustus 2026 di Lapangan ARG Singosari, Malang, dan diikuti oleh sekitar 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) serta akademi terbaik dari seluruh Indonesia.

*Suasana Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Nasionalisme*

Upacara pembukaan festival hari ini, Sabtu (22/8/2026), diwarnai momen emosional yang mencuri perhatian ratusan pemain muda, orang tua, dan tamu undangan. 

Penampilan spesial dari Kak Amilia Febrianti, mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, yang membawakan lagu nasional Tanah Airku secara epic, sukses menghadirkan atmosfer khidmat di tengah lapangan.

Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemilihan lagu tersebut bukan tanpa alasan. 

Lagu yang identik dengan perjuangan Timnas Indonesia ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memotivasi para pemain muda sejak dini.

"Dengan dinyanyikannya lagu Tanah Airku, yang sering dibawakan saat Timnas Indonesia berlaga, semoga dapat menginspirasi dan memotivasi para pemain muda agar kelak mempunyai mimpi besar untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia," ujar Sudarmaji di hadapan para peserta.

Sudarmaji juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang mendalam kepada para pelatih, orang tua, serta seluruh pemain muda dalam turnamen ini.

“Hari ini adalah panggung kalian. Festival ini bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tempat untuk menunjukkan bakat, belajar bekerja sama, dan menanamkan mental juara sejak dini. Ingat, para pemain profesional dulunya memulai langkah mereka dari lapangan seperti yang kalian ikuti hari hari ini,” tegasnya.

Kepada seluruh pemain, Sudarmaji berpesan: bermainlah dengan gembira, tunjukkan skill terbaikmu, dan selalu junjung tinggi sportivitas. Hormati wasit, hormati pelatih, dan hargai lawan bertandingmu," pesan Sudarmaji penuh semangat.

*Antusiasme Tinggi dan Rangkaian Seri Festival*

Sementara itu, Ketua LOC, Deny Herlambang, mengungkapkan bahwa antusiasme pada kategori U-12 ini sangat tinggi, menyamai kesuksesan kategori U-10 yang digelar pada pekan sebelumnya. 

Sebagian besar dari 40 SSB yang berpartisipasi datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan sejumlah daerah lain di Tanah Air.

"Momentum ini tidak sekadar memberi kesempatan anak-anak untuk unjuk skill, tetapi panitia juga berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pemain muda, salah satunya melalui penyajian lagu Tanah Airku dengan aransemen yang khidmat," jelas Deny.

Melihat tingginya animo pencinta sepak bola akar rumput (grassroot), manajemen Arema FC dan panitia penyelenggara memastikan rangkaian festival ini akan berlanjut. 

Pekan depan, Arema FC akan kembali menggelar ajang serupa untuk Kategori Usia 14 Tahun (U-14) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026, dengan estimasi keikutsertaan sekitar 16 SSB dan akademi pilihan. (**)

22 August 2026

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Malang - Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC kembali mencatat momen penting bagi dunia pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia. 

Ajang Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 Kelompok Usia 10 Tahun (KU-10) yang berlangsung selama dua hari pada 15–16 Agustus 2026 di ARG Soccer Field Singosari Malang resmi ditutup dengan kesuksesan besar.  

Kegiatan yang dihelat meriah ini tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi talenta muda, tetapi juga berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari peserta, orang tua, komunitas sepakbola, hingga masyarakat umum. 

Tercatat, jumlah pengunjung yang memadati area venue selama perhelatan menembus angka sekitar 1.200 orang.  

Wadah Pembentukan Karakter dan Sportivitas Anak

Sebagai ajang pembinaan akar rumput (grassroot), festival KU-10 ini dirancang bukan sekadar mengejar kemenangan atau trofi semata. 

Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang krusial bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar, membangun karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan sejak usia dini.  

Local Organizing Committee (LOC) Chairman Arema FC Grassroot Festival 2026, Dani Herlambang, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran serta tingginya antusiasme yang diberikan oleh publik terhadap penyelenggaraan kelompok umur 10 tahun ini. 

"Festival sepakbola KU-10 ini berjalan sukses berkat dukungan luar biasa dari anak-anak peserta, orang tua, pelatih SSB, serta masyarakat luas. Angka 1.200 pengunjung yang hadir membuktikan bahwa gairah dan kecintaan terhadap sepakbola usia dini di Malang dan sekitarnya sangat tinggi. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding yang positif, mendidik, dan berkesan," ujar Dani Herlambang.

Keterlibatan UMKM: Menghidupkan Ekosistem Olahraga dan Ekonomi Lokal

Kesuksesan Festival Arema FC Grassroot 2026 tidak hanya terasa di atas lapangan hijau. 
Panitia pelaksana juga mengintegrasikan konsep Sportainment dengan menghadirkan area bazar UMKM dan produk lokal guna menghidupkan ekosistem pendukung yang inklusif.  

Kehadiran puluhan tenant dan mitra produk memberikan warna tersendiri, mengubah area sekitar lapangan menjadi ruang interaksi yang hangat antara peserta, keluarga, dan pelaku usaha lokal. Sejumlah brand dan UMKM ternama yang turut berpartisipasi seperti : 
- PT Balatif: Perusahaan farmasi asal Malang yang menghadirkan produk unggulan seperti Efthul Gopirik (spray minyak gosok untuk pijat, meredakan pegal, nyeri otot, serta keseleo) dan Curvino Kids (vitamin penambah nafsu makan anak).
- ⁠HST Indonesia: Produk air mineral segar alami asli Malang.
- ⁠Bakso Khas Malangan: Menyajikan wisata kuliner legendaris dengan cita rasa khas Malang.
- ⁠Bee Honey Bee: Produk madu pilihan untuk kesehatan keluarga.
- ⁠Susu Zee: Produk susu bernutrisi tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak usia 3–12 tahun.
- ⁠Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang: Menampilkan berbagai produk olahan inovatif hasil pertanian dan peternakan.
- ⁠UMKM Lokal Pendukung: Termasuk di dalamnya Unda Undi Coffee Co., Kemenwira Genk, Waserda Aneka Guna, serta berbagai pelaku usaha kreatif lainnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Sepakbola Indonesia

Disampaikan Dani, dengan memadukan unsur olahraga, edukasi keluarga, kebersamaan komunitas, dan pemberdayaan UMKM, Festival Arema FC Grassroot 2026 KU-10 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan ekosistem sepakbola usia dini yang sehat, positif, dan berkelanjutan.  

“Kesuksesan pelaksanaan di pekan pertama kategori KU-10 ini sekaligus menjadi suntikan semangat bagi panitia untuk melanjutkan rangkaian seri festival pada kelompok usia berikutnya sepanjang bulan Agustus 2026 di ARG Soccer Field,” pungkasnya. (**)

17 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Malang - Keseruan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin terasa pada hari kedua pelaksanaan. Setelah pada hari pertama, Sabtu (15/8), para peserta mendapat kejutan dengan kehadiran pelatih kepala Marcos Santos, asisten pelatih Andre Caldas, serta gelandang asing Julian Guevara, kejutan kembali hadir pada momen final kategori U-10, Minggu (16/8) siang.

Dua pemain tim senior Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, mendatangi ARG Soccerfield Lawang untuk menyaksikan langsung keseruan pertandingan final. Keduanya hadir bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.

Kehadiran dua pemain yang juga menjadi bagian dari kekuatan sepak bola Indonesia itu langsung membuat suasana festival semakin meriah. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan langsung perjuangan anak-anak usia dini yang tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir.

Keduanya bahkan turut larut dalam ketegangan pertandingan final. Ketika gol tercipta pada menit-menit terakhir, Dewangga dan Achmad Maulana terlihat memberikan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi gambaran betapa perjuangan para pemain muda tetap mendapat apresiasi, bahkan dari pemain yang sehari-hari tampil di level profesional.

Partai final akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Usai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga kemudian turut didapuk untuk memberikan hadiah kepada para pemain dan penerima penghargaan dalam festival tersebut.

Namun, kejutan belum berhenti sampai di sana. Seusai prosesi penghargaan, kedua pemain Singo Edan tersebut langsung menjadi target buruan anak-anak dan orang tua yang ingin mengabadikan momen bersama.

Satu per satu peserta mengantre untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Achmad Maulana bahkan mengatur antrean anak-anak agar tetap tertib.

“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.

Anak-anak pun tampak bersemangat. Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga bukan sekadar menjadi hiburan tambahan dalam festival, tetapi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta.

Keduanya merupakan pemain yang memiliki kedekatan dengan sepak bola Malang sekaligus telah menjadi bagian dari panggung sepak bola Indonesia. Karena itu, kesempatan bertemu langsung, berfoto, hingga mendapatkan tanda tangan dari pemain idola menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola, termasuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini mereka lihat bermain di level profesional.

Kehadiran para pemain senior dalam dua hari pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Ada pengalaman, inspirasi, serta motivasi yang diharapkan dapat menumbuhkan mimpi anak-anak untuk terus berkembang dan suatu hari mengikuti jejak para pemain Singo Edan. (*)

16 August 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Malang — Kemeriahan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 tak terasa di dalam lapangan pertandingan, tetapi juga di area luar stadion. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenant sponsor turut memadati area festival untuk menyemarakkan gelaran olahraga anak-anak tersebut.

Kehadiran para pelaku UMKM ini menjadi alternatif utama bagi para peserta, wali murid, hingga official tim yang datang dari berbagai kota. Mereka menyajikan beragam kebutuhan acara, mulai dari jajanan makanan dan minuman segar, multivitamin, hingga sajian kopi olahan.

Salah satu tenant yang menyedot perhatian pengunjung adalah Madu Bee Honey Bee, UMKM asal Bumiayu, Kota Malang. Stand ini ramai digandrungi oleh para peserta festival, khususnya anak-anak yang penasaran ingin mencicipi manisnya madu alami. Produk yang paling dicari tak lain adalah olahan madu murni serta sarang madu (honeycomb).

Perwakilan dari Madu Bee Honey Bee, Nadila Agnesia, mengungkapkan bahwa produk sarang madu menjadi salah satu item favorit yang paling cepat diserbu oleh anak-anak karena sensasi cara mengonsumsinya.

"Sarang madu ini sangat diminati anak-anak karena unik dan bisa langsung dimakan di tempat," ujar Nadila di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Selain sarang madu, varian madu multiflora juga menjadi pilihan utama para orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak mereka selama mengikuti kompetisi.

"Untuk anak-anak, varian multiflora ini sangat cocok. Rasanya lebih ringan di lidah dan khasiatnya bagus untuk menjaga imunitas serta kesehatan pencernaan mereka saat beraktivitas padat," tambahnya.

Tak hanya sektor multivitamin dan madu, geliat ekonomi di festival ini juga dirasakan oleh tenant minuman seperti Unda Undi Coffee Co. Sang pemilik, Deki Eko Agus Prasetyo, mengaku antusiasme pengunjung di ajang festival kali ini terbilang sangat tinggi.
"Alhamdulillah event-nya cukup kencang. Event di sini, karena antusiasmenya banyak juga dari pengunjung luar kota, jadi kesempatan bagus bagi kami buat mengenalkan produk lebih jauh, khususnya di sektor kopi," kata Deki.

Deki menceritakan bahwa produk biji kopi (beans) miliknya bahkan mulai dilirik oleh pembeli dari luar daerah yang kepikat saat berkunjung ke booth-nya.

"Kemarin ada yang langsung order via WhatsApp, kami bisa sell 6 bungkus beans. Kebetulan customernya dari Madiun. Kami bakal terus buka booth sampai event ini berakhir," pungkas Deki.
Kehadiran beragam tenant seperti Madu Bee Honey Bee dan Unda Undi Coffee memberikan nilai tambah tersendiri bagi gelaran Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026. Selain mendapatkan pengalaman bertanding, para peserta dan pengunjung dapat menikmati ragam kuliner lokal yang berkualitas. (*)

16 August 2026

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Malang — Arema FC membuat keputusan strategis menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Manajemen Tim Singo Edan mengangkat Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, ke jajaran kepelatihan tim senior.

Keputusan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk promosi bagi Doni yang telah belasan tahun berkontribusi dalam pengembangan pemain muda Arema FC. Penunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya klub memenuhi regulasi kompetisi yang diberlakukan operator i.League pada musim 2026/2027.

Pada musim ini, klub yang menggunakan pelatih kepala asing diwajibkan memiliki asisten pelatih lokal dengan lisensi A AFC. Arema FC yang masih mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Marcos Santos kemudian mengambil langkah dengan menempatkan Doni Suherman dalam jajaran staf kepelatihan tim senior.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah klub untuk memenuhi regulasi sekaligus memperkuat kebutuhan teknis tim.
"Memang ada regulasi bahwa ketika kita menggunakan pelatih kepala asing, harus ada dua asisten pelatih lokal yang memiliki lisensi A AFC. Coach Doni memenuhi kriteria tersebut. Tetapi tentu bukan hanya karena regulasi itu kami memilih Coach Doni," ujar Yusrinal.

Menurutnya, pengalaman Doni Suherman selama berada di lingkungan Akademi Arema menjadi pertimbangan penting lainnya. Selama belasan tahun, Doni telah terlibat langsung dalam proses pembinaan pemain muda sehingga memiliki pemahaman mengenai karakter dan perkembangan talenta yang dimiliki Arema FC.

"Kami melihat Coach Doni sudah cukup lama bersama Akademi Arema. Dia memahami proses pembinaan, tahu karakter pemain-pemain muda kita dan juga tahu bagaimana perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke tim senior," lanjutnya.

Pria dengan sapaan akrab Inal ini menambahkan, kehadiran Doni di tim senior akan membuat komunikasi antara akademi dengan tim utama semakin dekat. Terlebih, Arema FC ingin memberikan ruang lebih besar kepada pemain lokal dan pemain muda untuk berkembang hingga mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.

"Jadi kami ingin ada koneksi yang lebih kuat antara akademi dengan tim senior. Ketika ada pemain muda yang berkembang dan dianggap sudah memiliki potensi untuk naik, tim senior bisa mendapatkan informasi secara langsung. Tidak hanya melihat pemain ketika sudah muncul di permukaan, tetapi prosesnya sudah dipantau sejak di akademi," jelasnya.

Menurut Yusrinal, kebutuhan tersebut semakin penting dalam membangun komposisi skuad yang kompetitif sekaligus berkelanjutan. Tim senior membutuhkan pemain yang siap secara teknis, sementara akademi menjadi salah satu sumber utama untuk menghasilkan pemain lokal yang dapat diproyeksikan ke masa depan.

"Kami membutuhkan orang yang bisa memberikan input kepada tim pelatih mengenai pemain lokal, terutama pemain muda. Karena orang yang berada di akademi setiap hari tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Dia tahu perkembangan pemain, bukan hanya dari pertandingan, tetapi juga dari proses latihan dan pembinaannya," katanya.

Doni sendiri bukan sosok baru dalam lingkungan Arema FC. Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain, ia melanjutkan pengabdiannya di Akademi Arema dan telah berkecimpung dalam proses pembinaan pemain muda selama belasan tahun. Selain itu, saat ini dipercaya sebagai Head of Youth Development atau menjadi kepala pengembangan pemain muda. Dalam beberapa musim terakhir, keputusan pemain muda dari Akademi Arema yang dinilai patut dipromosikan ke tim senior, tidak luput dari pantauan pria berdomisili di Gadang, Kota Malang tersebut. 

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan peran barunya. Dengan berada lebih dekat dengan tim senior, diharapkan mampu memberikan masukan secara langsung kepada jajaran pelatih mengenai potensi pemain yang berkembang di level akademi, termasuk karakter, kemampuan, hingga kesiapan mereka apabila mendapatkan kesempatan naik ke level profesional.

"Harapannya tentu bukan hanya untuk musim ini. Kami ingin membangun jalur yang jelas dari akademi menuju tim senior. Kalau ada pemain yang memang punya potensi, kami ingin prosesnya terpantau dan komunikasinya tidak terputus," kata Yusrinal.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesinambungan program pembinaan pemain muda dengan kebutuhan tim senior. Doni akan menjadi bagian dari tim kepelatihan yang dipimpin Marcos Santos dalam menghadapi Super League 2026/2027.

"Pada akhirnya kami ingin tim senior dan akademi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada kesinambungan. Akademi menghasilkan pemain, tim senior membutuhkan pemain, dan staf pelatih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pemain-pemain tersebut. Coach Doni kami harapkan menjadi salah satu jembatan dalam proses itu," pungkasnya. (*)

12 August 2026

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

MALANG - Tiket menuju putaran Provinsi Jawa Timur berhasil diamankan Arema FC U-15. Status itu diraih setelah tim besutan Imam Hanafi sukses mempertahankan gelar juara Piala Soeratin U-15 Regional Kota Malang berkat kemenangan tipis 1-0 atas Blayu FC pada partai final di Lapangan ARG, Lawang, Jumat (31/7).

Kemenangan Arema FC ditentukan lewat gol tunggal Muhammad Alfadli Prasetya melalui eksekusi tendangan penalti pada menit ke-29. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan usai, sekaligus memastikan Singo Edan muda kembali menjadi kampiun di tingkat regional.

Pelatih Arema FC U-15, Imam Hanafi, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya mempertahankan gelar. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal penting sebelum tim melangkah ke putaran tingkat provinsi sebagai wakil Kota Malang.

"Yang pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan nikmat luar biasa di hari ini. Semua berjalan lancar dan kami bisa mempertahankan juara di regional Kota Malang. Kami akan menjadi wakil Kota Malang di tingkat provinsi," ujar Imam Hanafi.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras sepanjang turnamen. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan mempertahankan gelar, namun mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan yang lebih berat sudah menanti.

Meski sukses menjadi juara, Imam menegaskan timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia menjelaskan, skuad Arema FC U-15 memang dipersiapkan sebagai fondasi untuk tampil di Elite Pro Academy (EPA) Super League sehingga Piala Soeratin menjadi bagian dari proses pembentukan tim.

"Sebetulnya tim ini dipersiapkan untuk Elite Pro Academy Super League. Jadi Piala Soeratin ini menjadi jembatan menuju ke sana. Walaupun kami keluar sebagai juara, masih banyak evaluasi karena persaingan di EPA Super League akan jauh lebih berat," katanya.

Karena itu, Arema FC U-15 masih akan melakukan sejumlah pembenahan sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Imam menilai kualitas persaingan di tingkat provinsi maupun Elite Pro Academy berada di level yang lebih tinggi sehingga tim perlu diperkuat.

"Kalau kita melihat peta kekuatan di tingkat provinsi dan EPA belum sesuai harapan, maka akan ada pembenahan dan kemungkinan penambahan pemain yang lebih berkualitas sesuai level provinsi dan EPA," tutupnya. (*)

31 July 2026

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup