BERITA

Sambut Baik Kepastian Liga 1 dengan Back Up Program BNPB

Sambut Baik Kepastian Liga 1 dengan Back Up Program BNPB

Keputusan PSSI yang akan menggelar kompetisi Liga 1 2021-2022  pada 20 Agustus 2021 mendatang  disambut baik oleh Arema FC yang menilai bahwa keputusan itu tepat.

“Kita menyambut baik keputusan PSSI tersebut dan siap untuk menjalankan protokol kesehatan ketat dan menyukseskan program vaksinasi,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.


Dibandingkan dengan sebelumnya, Arema FC juga sudah mulai menjalankan kampanye untuk menggunakan masker ganda sebagai bentuk proteksi. “Perkembangan demi perkembangan kami ikuti, termasuk rekomendasi dari praktisi kesehatan, demikian juga dengan penggunaan masker ganda yang terus kami sosialisasikan.

 

Bahkan Arema FC juga bekerjasama dengan BNPB dalam hal pendistribusian masker,” tandas Sudarmaji.


Arema FC dan klub-klub lainnya serta pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam penyelenggaraan sepak bola khususnya Liga 1 memang sudah menunggu keputusan digelarnya kompetisi Liga 1 2021-2022. Bahkan di tingkat klub khususnya Arema FC juga sudah melakukan simulasi protokol kesehatan yang dimulai sejak digelarnya Piala Menpora 2021 lalu.


Dalam beberapa kesempatan, Arema FC juga secara khusus menjadi pioneer vaksinasi baik dari kalangan pemain maupun official, bahkan beberapa waktu lalu Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana juga menggerakkan vaksinasi massal untuk keluarga besar Arema FC.


Tidak kalah penting adalah pendekatan kepada suporter yang selama ini terus dijalankan oleh Arema FC yang memberikan sosialisasi kepada suporter agar menyaksikan pertandingan dari rumah. “Kampanye untuk mendukung tim kesayangan dari rumah terus kami galakkan dan hal itu bisa diterima dengan baik oleh suporter,” ungkap Sudarmaji.

03 August 2021

Solidarity, Jadi Semangat Arema FC di Usia ke 34

Solidarity, Jadi Semangat Arema FC di Usia ke 34

Manajemen Arema FC secara resmi meluncurkan logo dan slogan yang menandai rangkaian peringatan 34 tahun tim Singo Edan yang jatuh pada Rabu (11/8/2021) mendatang.

Logo dan slogan yang mengambil tema ‘solidarity’ itu memiliki makna khusus.Semangat solidaritas sengaja dipilih karena saat ini Indonesia masih menghadapi  masa pandemi covid-19 yang belum berlalu. Salah satu hal yang ditekankan adalah semangat solidaritas yang sudah ditunjukkan oleh Arema FC yang berusaha andil dalam penanggulangan covid-19 dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Solidaritas disimbolkan di logo 34 tahun Arema FC dengan simbol syal bertuliskan ‘Solidarity’, syal yang melintang diantara singa yang mengaum. Harapannya, semangat solidaritas dan respect sosial  Arema membantu Arema terus mengaum tak kenal lelah sampai kapanpun. 


“Peringatan 34 tahun Arema FC ini kita peringati tahun ini tidak hanya sebagai tanda atas sebuah perjalanan. Tapi juga sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus semangat untuk tetap semangat dalam menggalang solidaritas, lebih-lebih disaat ini, saat Indonesia masih belum bisa lepas dari pandemi covid-19,” ungkap Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana.


Warna kebesaran biru juga mendominasi sosok singa yang mengaum. Hal itu disimbolkan bahwa solidaritas adalah sebuah sikap ksatria yang berani mewujudkan cinta kasih untuk sesama. “Singa mengaum wujud dari keberanian dan menyampaikan pesan bahwa singa tetap tangguh dan kuat dalam menghadapi situasi sesulit apapun,” tandas Gilang.


Di usia ke 34 tahun ini, Arema FC selain menonjolkan semangat solidaritas juga menekankan pentingnya sinergi dalam bahu membahu dengan merawat karakter Arek-arek Malang untuk meraih prestasi yang membanggakan. “Angka 34 dengan bentuk perisai ini merupakan wujud sinergi dan solidaritas banyak elemen di Malang Raya dengan harapan bersatu untuk mewujudkan prestasi tim Singo Edan,” tegasnya.


Dalam kesempatan ini, Arema FC juga melakukan perkenalan ruang sesi konferensi pers yang didesain cukup elegan yang menguatkan karakter klub kebanggaan Arek-arek Malang ini. “Kami rasa ruang sesi konferensi pers adalah ruangan yang sangat penting, ini merupakan salah satu wajah dari klub karena tiap ada sesi-sesi penting, perkenalan dan lain-lain tentu akan menjadi sorotan utama,” jelas Gilang.


Tak hanya itu, Arema FC juga meluncurkan ‘Champion Corner’ yang merupakan sebuah space khusus yang memajang trophy serta momen-momen Arema FC saat menjadi juara sejak pertama kali berdiri. 


Selain meluncurkan slogan dan logo, sesuai petunjuk  Presiden Arema FC dalam momen ini juga akan digelar donasi berupa paket sembako kepada 34 panti asuhan yang akan diselenggarakan pada 1-11 Agustus 2021. “Harapannya menuju hari yang sakral ini Arema FC bisa memberikan manfaat kepada banyak pihak, termasuk panti asuhan yang tersebar di Malang,” paparnya.

01 August 2021

Arema FC Apresiasi Sikap APPI

Arema FC Apresiasi Sikap APPI

Apresiasi diberikan oleh Arema FC terhadap Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang menyuarakan sikap mereka melalui surat terbuka yang disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Kami apresiasi dengan langkah tegas sikap pemain yang tergabung dalam wdah APPI agar liga digelar. Sebab kelangsungan hidupnya bergantung pada kompetisi,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Dalam surat terbuka tersebut, APPI juga menjelaskan hal yang menjadi  poin penting agar kompetisi bisa digulikan, yakni  pesepakbola profesional yang tergabung di kub Liga 1 dan Liga 2 sudah menjalani vaksinasi siap mematuhi protokol kesehatan.

“Mereka bukan mengabaikan kondisi saat ini (covid-19), pemain siap dengan banyak pembatasan  dan kepatuhan regulasi covid-19. Ini yang harus kita dukung bersama untuk membangun kebiasaan baru yang sudah menjadi kebutuhan berkaitan dengan kesehatan,” imbuhnya.

Di sisi lain, bagi seluruh elemen sepak bola termasuk didalamnya pemain hingga pekerja di lingkup sepak bola juga memiliki kepentingan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. “Selain siap untuk menjaga protokol kesehatan, digelarnya kompetisi juga untuk menjaga kelangsungan hidup, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk masa depan keluarga, termasuk kebutuhan sekolah dan lain-lain. Jadi ini mungkin adalah bentuk akumulasi dari pemain untuk bersuara, mereka siap main dan siap untuk disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, ” pungkasnya.

31 July 2021

Menjaga Tongkat Estafet Semangat Era Galatama

Menjaga Tongkat Estafet Semangat Era Galatama

Momentum Juara Galatama jatuh pada hari ini (29/7/2021), tepat pada 28 tahun silam tim Singo Edan memastikan diri sebagai juara Galatama edisi 1992/1993 yang ditentukan secara resmi oleh hasil laga PKT Bontang melawan Barito Putera.

28 tahun berlalu, Arema FC tetap mencoba menjaga semangatnya hingga saat ini. Salah satu upaya itu adalah dengan menempatkan legenda hidupnya di jajaran tim pelatih, yakni duo asisten Kuncoro dan Singgih Pitono hingga saat ini.

 

Tak hanya itu, sebagai direktur pengembangan kurikulum juga masuk nama Agus Yuwono yang merupakan anggota skuat era Galatama.


Selain dari sisi teknis, keduanya juga mendapatkan tugas bagaimana membangun karakter Arema FC secara estafet dari masa ke masa. “Kalau dari sisi teknis perkembangan sepak bola memiliki banyak perubahan. Tapi satu hal yang harus diingat, karakter dan semangat itu harus selalu ada, yakni karakter Arema,” ungkap Singgih Pitono.


Singgih Pitono kala itu menorehkan catatan gemilang. Dua tahun berturut-turut di era Galatama mendapatkan sepatu emas sebagai pencetak gol terbanyak. Maka tidak heran jika rekornya itu banyak memberikan motivasi bagi pemain-pemain Arema FC.


“Dulu mungkin berbeda dengan sekarang. Ada hal-hal yang butuh diadaptasikan, tapi bagaimanapun itu kalau kita sudah membela Arema, kemampuan terbaik harus kita berikan,” ujarnya.


Tak hanya dari sisi tim pelatih, Ovan Tobing yang merupakan mantan manajer Arema di era Galatama juga kerap memberikan motivasi kepada tim. Baik saat bertanding maupun saat latihan, guratan wajahnya yang menyiratkan sejarah besar Arema masih terasa, bahkan suara lantangnya masih kerap membuat hati bergetar bagi siapa saja yang mendengarkan.


“Ada hal yang sama yang selalu saya rasakan ketika bicara tentang Arema, baik saat ini ataupun ketika pertamakali saya datang. Yakni adalah semangat yang harus selalu dijaga bersama-sama, semangat adalah pondasi dari karakter tim,” ujarnya.

29 July 2021

Sosialisasikan Prokes dan Bagikan Donasi, Aremania Dorong Kompetisi Digulirkan

Sosialisasikan Prokes dan Bagikan Donasi, Aremania Dorong Kompetisi Digulirkan

Aremania melakukan aksi sosial dengan membagikan masker sebagai bentuk sosialisasi penerapan protokol kesehatan dan donasi terhadap panti asuhan yang terkena imbas covid-19 yang digelar pada Minggu (25/7/2021).

Kegiatan yang diawali dari depan kantor Arema FC Jalan Mayjend Pandjaitan no 42, Kota Malang itu menyasar pengguna jalan yang melintas dengan membagikan masker gratis. Sebagai insan sepak bola, Aremania tentu memiliki harapan tersendiri dibalik aksi tersebut, salah satunya adalah agar kompetisi bisa kembali digelar.


“Program ini sebenarnya disiapkan untuk menyambut kompetisi dengan prokes ketat, Arema FC dan Aremania dari komunitas K3D Kabeh Konco Kabeh Dulur merancang kegiatan sosial dengan tujuan agar Aremania tetap mendukung Arema FC dari rumah dan menjalani aktivitas pembatasan,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.


“Karena itu bantuannya berupa kampanye masker yang disumbang dari BNPB sebanyak 100 masker, dan dari donatur lainya  sebanyak 200 masker, juga bantuan paket sembako  untuk panti asuhan Al Qarni Blimbing  juga 100 paket makanan untuk warga tidak mampu, sekali lagi program ini untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19,” imbuh Sudarmaji.


Aksi Aremania itu juga merupakan respon atas sikap pemain yang meyuarakan tagar #kamisiapmain yang tengah menjadi trending topic di sosial media.  “Sekali lagi sebagai insan sepak bola, Aremania juga memiliki keinginan agar kompetisi kembali digelar, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan dengan disaksikan dari rumah, intinya Aremania juga menyuarakan siap mendukung dari rumah,” pungkas Sudarmaji.

25 July 2021

Gandeng BNPB, Arema FC Beri Dukungan Pada MBLC dan Petugas Pemakaman Umum

Gandeng BNPB, Arema FC Beri Dukungan Pada MBLC dan Petugas Pemakaman Umum

Arema FC membuktikan diri tetap bergerak kendati kompetisi Liga 1 2021 belum digulirkan. Hal itu dibuktikan dengan aktivitas manajemen tim Singo Edan bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)  bersinergi dengan memberikan dukungan pada relawan Covid-19 dan petugas pemakaman umum yang dilakukan pada Jumat (23/7/2021).

Dukungan moral diberikan oleh Arema FC kepada anak-anak muda yang tergabung dalam MBLC (Malang Bersatu Lawan Covid-19)  dengan memberikan t-shirt Arema FC. “Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap anak-anak muda relawan yang tergabung dalam MBLC, mereka adalah anak muda yang memiliki rasa solidaritas yang tinggi untuk membantu sesama. Inilah yang harus kita apresiasi,” ungkap media officer Arema FC Sudarmaji.


MBLC sendiri merupakan sebuah gerakan yang terbentuk secara swadaya yang banyak melakukan aksi social, dalam beberapa kesempatan MBLC juga memberikan edukasi terkait protokol kesehatan serta donasi kepada masyarakat yang terdampak covid-19.


Tak hanya itu, di hari yang sama manajemen Arema FC juga melakukan pemberian donasi berupa paket sembako dan masker BNPB  kepada petugas pemakaman umum yang diterima langsung oleh UPTD Pengelola TPU Kota Malang. 

 

 

 

 

 

 

 

 

"Ya, hari-hari ini kami sangat memahami bahwa tugas mereka (petugas keamanan) cukup berat. Karena kita semua tahu bahwa mereka dituntut untuk standby 24 jam demi melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu Arema FC merasa memiliki kepedulian, meski sangat sederhana semoga ini (pemberian paket sembako) bisa bermanfaat untuk mereka,” papar Sudarmaji.


Arema FC selama ini memang sangat antusias dalam hal yang berkaitan dengan penanganan covid-19. Manajemen Arema FC terus menyuarakan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan turut menyukseskan program vaksinasi. “Semoga dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan maka angka covid-19 bisa turun, ini tentunya juga akan berpengaruh terhadap penyelenggaraan kompetisi yang sangat kita nantikan,” pungas Sudarmaji.

23 July 2021

Momen Idul Adha dan Tradisi Baru Ketuk Pintu Rumah Pemain

Momen Idul Adha dan Tradisi Baru Ketuk Pintu Rumah Pemain

Momen Idul Adha yang dirayakan pada Selasa (20/7/2021) memberikan kesan berbeda bagi Arema FC. Jika sebelumnya daging kurban dibagikan ke warga, kini awak tim Arema FC termasuk pemain asing juga mendapatkan daging kurban.

Bahkan, secara khusus dua pemain asing Arema FC Adilson Maringa yang berasal dari Brasil  dan pemain asal Portugal Carlos Fortes penasaran saat harus turun tangan langsung dalam melakukan pengemasan  daging kurban. Hal itu terlihat ketika keduanya sangat antusias saat prosesi pengemasan hingga masuk ke dalam kantong yang sudah disediakan.

 “Alhamdulillah atas dukungan dari Presiden Arema FC mas Gilang, Arema FC menjaga tradisi untuk membagikan daging kurban. Bahkan di tahun ini terasa spesial, karena beberapa pemain turun tangan dan juga mendapatkan daging kurban,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Di sisi lain menurut Sudarmaji pembagian daging kurban tersebut juga merupakan tradisi baru meski bagi pemain lokal adalah hal yang sudah biasa, namun bagi pemain dan pelatih asing tentu saja hal itu merupakan sesuatu yang baru yang tidak mereka temui di negara asalnya.

“Kalau bagi pemain lokal bisa jadi pembagian daging kurban adalah hal yang biasa karena dilakukan setiap tahun. Namun bagi pemain atau pelatih yang merupakan warga negara asing ini adalah hal yang baru. Tentu saja pembagian daging kurban ini bagi mereka adalah sebuah kejutan,” imbuh Sudarmaji.

Pemain Arema FC asal Jepang, Renshi Yamaguchi mengaku cukup terkejut ketika pintu rumahnya diketuk oleh perwakilan petugas dari manajemen Arema FC yang membagikan daging kurban. “Saya sangat senang dengan hal semacam ini. Saya pikir saya harus menghormati budaya di negara ini,” ungkapnya.

Arema FC di peringatan Idul Adha kali ini menyembelih satu ekor sapi yang dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang. Warga kampung sekitar ‘Kandang Singa’ seperti sebelumnya juga  menjadi prioritas utama pembagian daging kurban.

21 July 2021

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Malang, 10 Juni 2026 – Arema FC menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi polemik pendaftaran logo Singa Bertindik. Manajemen Singo Edan telah menempuh langkah hukum dan administrasi yang diperlukan, termasuk mengajukan keberatan atas pendaftaran yang dilakukan pihak lain. Saat ini, klub memilih menghormati seluruh mekanisme yang berlaku sembari menunggu terbitnya legalitas resmi dari pemerintah sebagai landasan hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.

General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa sejak mengetahui adanya pendaftaran logo oleh pihak lain, manajemen segera mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas Arema yang memiliki nilai sejarah dan keterikatan kuat dengan klub maupun Aremania.

“Kami sudah menyampaikan keberatan terhadap proses yang dilakukan pihak lain terkait pendaftaran logo tersebut. Bagi Arema FC, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, tetapi bagian dari identitas klub yang memiliki sejarah panjang dan melekat dalam perjalanan Arema. Karena itu, kami mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi identitas tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yusrinal.

Selain menyampaikan keberatan, Arema FC juga telah mengajukan pendaftaran logo Singa Bertindik melalui jalur resmi kepada Direktorat Jenderal Kekayaaan Intelektual (DJKI). Saat ini, seluruh proses administrasi dan legal yang dibutuhkan 
masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.

Yusrinal menegaskan bahwa manajemen terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia juga menekankan bahwa pendaftaran yang diajukan Arema FC saat ini masih berada pada jalur yang semestinya.

“Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema FC sudah mendaftarkan logo Singa Bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya atau on track. Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional,” katanya.

Menurutnya, saat ini fokus utama manajemen adalah menunggu terbitnya legalitas resmi atas pendaftaran yang telah diajukan. Legalitas tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi klub untuk melangkah ke tahapan berikutnya.

“Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah. Setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan,” lanjutnya.

Meski demikian, Yusrinal menegaskan bahwa terbitnya legalitas bukan berarti perubahan penggunaan logo dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema FC memiliki berbagai kerja sama strategis yang harus diperhatikan dan disesuaikan terlebih dahulu.

“Setelah legalitas kami terima, bukan berarti keesokan harinya logo bisa langsung digunakan secara menyeluruh. Arema FC adalah perusahaan yang memiliki banyak kerja sama strategis dengan sponsor, vendor, mitra produksi, partner komersial, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam operasional klub. Seluruh proses perubahan identitas harus dilakukan secara terukur dan melalui tahapan yang matang,” jelasnya.

Perubahan identitas visual klub, lanjut Yusrinal, akan berdampak pada banyak aspek, mulai dari materi promosi, aset digital, merchandise, dokumen korporasi, perlengkapan pertandingan, hingga berbagai kerja sama komersial yang telah berjalan.

“Kami harus memastikan seluruh pihak yang bekerja sama dengan Arema FC mendapatkan informasi dan waktu penyesuaian yang cukup. Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat. Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Yusrinal menegaskan manajemen Arema FC akan terus mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, dan kepentingan jangka panjang klub dalam setiap keputusan yang diambil. Ia juga mengajak seluruh Aremania untuk tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses yang sedang berjalan.

“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Oleh sebab itu, kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui jalur yang benar akan menghasilkan keputusan yang baik pula bagi masa depan Arema FC,” tutup Yusrinal.

10 June 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Sukses Digelar: Rampung 221 Laga, Tercipta 572 Gol, dan Minim Insiden

Malang – Rangkaian gelaran Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 resmi berakhir dengan catatan luar biasa. Selama tiga pekan penyelenggaraan, ajang pembinaan usia dini ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi ribuan pesepak bola muda, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian dan sosial di wilayah Malang Raya.

Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Grassroot 2026, Denny Herlambang, menyampaikan rekapitulasi lengkap pelaksanaan festival yang mempertandingkan tiga Kelompok Umur (KU), yakni KU-10, KU-12, dan KU-14. Total sebanyak 96 tim peserta berpartisipasi dalam ajang ini, yang terdiri dari 40 tim KU-10, 40 tim KU-12, dan 16 tim KU-14. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan sebanyak 1.760 pemain muda dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi.

Catatan Statistik dan Sportivitas Tinggi

Sepanjang turnamen, telah terselenggara sebanyak 221 pertandingan; dengan rincian 95 laga di KU-10, 95 laga di KU-12, dan 31 laga di KU-14. Dari total pertandingan tersebut, tercipta sebanyak 572 gol dengan total waktu bermain (minute play) mencapai 5.350 menit.

Denny Herlambang menegaskan bahwa nilai utama dari festival ini adalah penanaman sportivitas sejak dini, sebagaimana pesan dari salah satu tokoh pendiri Arema, Ovan Tobing, saat pembukaan acara.

"Sejak awal Bang Ovan Tobing berpesan agar di level grassroots ini kita menjaga sportivitas dan menghindari tindakan tidak sportif seperti tawuran. Dari rekapitulasi kartu, selama pelaksanaan KU-10 hingga KU-14 hanya keluar satu kartu merah. Ini bukti bahwa festival ini berjalan di jalur grassroots yang benar," ujar Denny.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kepemimpinan wasit dari Askab PSSI Kabupaten Malang serta kesiapan tim medis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari pemantauan medis, tidak ada insiden cedera berat maupun sedang yang dialami oleh para pemain.

Dampak Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain berfokus pada pengembangan bakat olahraga, Festival Arema FC Grassroot 2026 juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Berdasarkan data parkir dan hasil wawancara, tercatat sebanyak 5.808 pengunjung memadati area festival selama hampir satu bulan penyelenggaraan.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut berpartisipasi dan merasakan langsung dampak ekonomi dari keramaian acara. Selain itu, kegiatan ini menyerap sebanyak 97 tenaga kerja yang meliputi panitia pelaksana, wasit, petugas keamanan, kebersihan, hingga penyedia katering.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Arema FC, para sponsor, orang tua, pelatih, serta seluruh elemen yang terlibat. Harapan kami, event ini bisa kembali digelar dengan lebih meriah di masa mendatang dan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Malang Raya," terang Denny. (*)

Ringkasan Data Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026:
 * Total Tim: 96 Tim (KU-10: 40, KU-12: 40, KU-14: 16)
 * Total Pemain: 1.760 Pemain
 * Total Pertandingan: 221 Laga
 * Total Gol: 572 Gol
 * Total Minute Play: 5.350 Menit
 * Total Kartu Merah: 1 Kartu
 * Pelibatan UMKM & Worker: 14 UMKM & 97 Tenaga Kerja

30 August 2026

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Castindo FA Juara KU-14, Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 Tuntas Digelar

Malang – Rangkaian panjang perhelatan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 akhirnya resmi berakhir. Memasuki pekan ketiga yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (28–30 Agustus 2026), ajang pembinaan usia dini ini sukses menuntaskan seluruh laga untuk Kelompok Umur (KU) 14 tahun di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang.

Di partai puncak KU-14, tim Castindo FA keluar sebagai juara usai tampil dominan dan menumbangkan Karlos FC dengan skor telak 3-0 pada Minggu (30/8/2026) sore. Sementara itu, gelar peringkat ketiga bersama berhasil diamankan oleh RSI Macan Putih dan Gama FA.

Selain itu, terdapat beberapa penerima penghargaan yakni
Best Team diraih Gama FA karena dinilai sebagai tim minim kesalahan, tertib administrasi, kelengkapan tim, serta menunjukkan attitude pelatih dan pemain yang baik. Kemudian Best Coach diberikan Davit Sitanggang dari Karlos FC

Untuk gelar top scorer disabet Mulya Febri Andika, pemain Gama FA yang mencetak total tujuh gol selama turnamen. Sementara penghargaan Best Goalkeeper diberikan Husnul Abdillah dari Castido FA dan  Best Player diraih Abiyyu Satria Brahmantya yang juga sebagai kapten tim berhasil membawa Castindo FA menjadi juara.


Manajemen Arema FC Apresiasi Semua Pihak

Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, perangkat pertandingan, pengelola fasilitas, hingga pihak sponsor yang telah mendukung penuh berjalannya ajang ini. Dia menilai, kualitas turnamen tahun ini terlihat sangat menonjol dari berbagai aspek—mulai dari kesiapan para pelatih, antusiasme penonton, hingga performa adik-adik peserta yang menunjukkan skill luar biasa di lapangan. 

Sudarmaji juga memberikan pujian khusus kepada para wasit muda yang memimpin pertandingan secara adil dan tegas.
Melihat tingginya dampak bagi pembinaan usia muda, manajemen Arema FC berharap festival ini dapat diputar secara berkala dan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan.

"Semoga event ini bisa tergelar rutin dan reguler, kalau bisa setahun dua kali. Harapan terbesar kami, dari ajang ini lahir talenta-talenta luar biasa yang kelak tak hanya memperkuat klub-klub profesional di Jawa Timur, tetapi juga mampu membela Tim Nasional Indonesia di masa depan," ujar Sudarmaji.

Pesan Tegas dan Edukatif dari Bung Ovan Tobing

Di sesi penutupan, suasana semakin bergelora saat founding father Arema, Ovan Tobing, memberikan wejangan langsung kepada para pemain muda dan orang tua yang hadir. Dengan gaya khasnya yang lugas dan penuh kehangatan, Ovan menekankan bahwa dalam dunia olahraga usia dini, tidak boleh ada kata cepat puas.

Dia mengingatkan baik tim juara maupun yang belum beruntung untuk terus berlatih keras. Selain itu, Ovan menekankan pentingnya disiplin diri di luar lapangan—termasuk menjauhi pergaulan bebas atau tindakan merugikan seperti balap liar yang bisa mengancam karier sepak bola mereka. Di sisi lain, Ovan juga menyelipkan pesan edukasi mengenai kemandirian dan rasa menghargai peralatan bertanding.

"Sepatu bola itu senjata kalian. Belajarlah mandiri: semir sepatumu sendiri, cuci bajumu sendiri, dan jangan biasakan bergantung pada orang tua untuk hal-hal itu. Di lapangan lawanmu adalah mereka yang beda kostum, tapi begitu peluit akhir berbunyi, kalian semua adalah sahabat dan saudara," tegas Ovan.

Rangkaian penutupan Festival Sepak Bola Arema FC Grassroot 2026 ini diakhiri dengan gemuruh jargon khas Arema yang dipimpin langsung oleh Ovan Tobing: "Salam Satu Jiwa! Arema! Salam Satu Bangsa! Indonesia! Dari Grassroot! Untuk Indonesia!" (*)

30 August 2026

Arema FC Resmi Gelar Festival Sepakbola Grassroot U-12: Panggung Talenta Muda & Penanaman Nasionalisme

Arema FC Resmi Gelar Festival Sepakbola Grassroot U-12: Panggung Talenta Muda & Penanaman Nasionalisme

MALANG — Manajemen Arema FC kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan usia dini dengan resmi membuka Festival Sepakbola Arema FC Grassroot U-12 Tahun 2026. 

Ajang bergengsi ini dihelat selama dua hari pada 22–23 Agustus 2026 di Lapangan ARG Singosari, Malang, dan diikuti oleh sekitar 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) serta akademi terbaik dari seluruh Indonesia.

*Suasana Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Nasionalisme*

Upacara pembukaan festival hari ini, Sabtu (22/8/2026), diwarnai momen emosional yang mencuri perhatian ratusan pemain muda, orang tua, dan tamu undangan. 

Penampilan spesial dari Kak Amilia Febrianti, mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, yang membawakan lagu nasional Tanah Airku secara epic, sukses menghadirkan atmosfer khidmat di tengah lapangan.

Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemilihan lagu tersebut bukan tanpa alasan. 

Lagu yang identik dengan perjuangan Timnas Indonesia ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memotivasi para pemain muda sejak dini.

"Dengan dinyanyikannya lagu Tanah Airku, yang sering dibawakan saat Timnas Indonesia berlaga, semoga dapat menginspirasi dan memotivasi para pemain muda agar kelak mempunyai mimpi besar untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia," ujar Sudarmaji di hadapan para peserta.

Sudarmaji juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang mendalam kepada para pelatih, orang tua, serta seluruh pemain muda dalam turnamen ini.

“Hari ini adalah panggung kalian. Festival ini bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tempat untuk menunjukkan bakat, belajar bekerja sama, dan menanamkan mental juara sejak dini. Ingat, para pemain profesional dulunya memulai langkah mereka dari lapangan seperti yang kalian ikuti hari hari ini,” tegasnya.

Kepada seluruh pemain, Sudarmaji berpesan: bermainlah dengan gembira, tunjukkan skill terbaikmu, dan selalu junjung tinggi sportivitas. Hormati wasit, hormati pelatih, dan hargai lawan bertandingmu," pesan Sudarmaji penuh semangat.

*Antusiasme Tinggi dan Rangkaian Seri Festival*

Sementara itu, Ketua LOC, Deny Herlambang, mengungkapkan bahwa antusiasme pada kategori U-12 ini sangat tinggi, menyamai kesuksesan kategori U-10 yang digelar pada pekan sebelumnya. 

Sebagian besar dari 40 SSB yang berpartisipasi datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan sejumlah daerah lain di Tanah Air.

"Momentum ini tidak sekadar memberi kesempatan anak-anak untuk unjuk skill, tetapi panitia juga berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pemain muda, salah satunya melalui penyajian lagu Tanah Airku dengan aransemen yang khidmat," jelas Deny.

Melihat tingginya animo pencinta sepak bola akar rumput (grassroot), manajemen Arema FC dan panitia penyelenggara memastikan rangkaian festival ini akan berlanjut. 

Pekan depan, Arema FC akan kembali menggelar ajang serupa untuk Kategori Usia 14 Tahun (U-14) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026, dengan estimasi keikutsertaan sekitar 16 SSB dan akademi pilihan. (**)

22 August 2026

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 KU-10 Sukses Digelar: Sedot 1,200 Pengunjung dan Hadirkan Puluhan UMKM di ARG Soccer Field Malang

Malang - Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC kembali mencatat momen penting bagi dunia pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia. 

Ajang Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026 Kelompok Usia 10 Tahun (KU-10) yang berlangsung selama dua hari pada 15–16 Agustus 2026 di ARG Soccer Field Singosari Malang resmi ditutup dengan kesuksesan besar.  

Kegiatan yang dihelat meriah ini tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi talenta muda, tetapi juga berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari peserta, orang tua, komunitas sepakbola, hingga masyarakat umum. 

Tercatat, jumlah pengunjung yang memadati area venue selama perhelatan menembus angka sekitar 1.200 orang.  

Wadah Pembentukan Karakter dan Sportivitas Anak

Sebagai ajang pembinaan akar rumput (grassroot), festival KU-10 ini dirancang bukan sekadar mengejar kemenangan atau trofi semata. 

Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang krusial bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar, membangun karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan sejak usia dini.  

Local Organizing Committee (LOC) Chairman Arema FC Grassroot Festival 2026, Dani Herlambang, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran serta tingginya antusiasme yang diberikan oleh publik terhadap penyelenggaraan kelompok umur 10 tahun ini. 

"Festival sepakbola KU-10 ini berjalan sukses berkat dukungan luar biasa dari anak-anak peserta, orang tua, pelatih SSB, serta masyarakat luas. Angka 1.200 pengunjung yang hadir membuktikan bahwa gairah dan kecintaan terhadap sepakbola usia dini di Malang dan sekitarnya sangat tinggi. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding yang positif, mendidik, dan berkesan," ujar Dani Herlambang.

Keterlibatan UMKM: Menghidupkan Ekosistem Olahraga dan Ekonomi Lokal

Kesuksesan Festival Arema FC Grassroot 2026 tidak hanya terasa di atas lapangan hijau. 
Panitia pelaksana juga mengintegrasikan konsep Sportainment dengan menghadirkan area bazar UMKM dan produk lokal guna menghidupkan ekosistem pendukung yang inklusif.  

Kehadiran puluhan tenant dan mitra produk memberikan warna tersendiri, mengubah area sekitar lapangan menjadi ruang interaksi yang hangat antara peserta, keluarga, dan pelaku usaha lokal. Sejumlah brand dan UMKM ternama yang turut berpartisipasi seperti : 
- PT Balatif: Perusahaan farmasi asal Malang yang menghadirkan produk unggulan seperti Efthul Gopirik (spray minyak gosok untuk pijat, meredakan pegal, nyeri otot, serta keseleo) dan Curvino Kids (vitamin penambah nafsu makan anak).
- ⁠HST Indonesia: Produk air mineral segar alami asli Malang.
- ⁠Bakso Khas Malangan: Menyajikan wisata kuliner legendaris dengan cita rasa khas Malang.
- ⁠Bee Honey Bee: Produk madu pilihan untuk kesehatan keluarga.
- ⁠Susu Zee: Produk susu bernutrisi tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak usia 3–12 tahun.
- ⁠Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang: Menampilkan berbagai produk olahan inovatif hasil pertanian dan peternakan.
- ⁠UMKM Lokal Pendukung: Termasuk di dalamnya Unda Undi Coffee Co., Kemenwira Genk, Waserda Aneka Guna, serta berbagai pelaku usaha kreatif lainnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Sepakbola Indonesia

Disampaikan Dani, dengan memadukan unsur olahraga, edukasi keluarga, kebersamaan komunitas, dan pemberdayaan UMKM, Festival Arema FC Grassroot 2026 KU-10 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan ekosistem sepakbola usia dini yang sehat, positif, dan berkelanjutan.  

“Kesuksesan pelaksanaan di pekan pertama kategori KU-10 ini sekaligus menjadi suntikan semangat bagi panitia untuk melanjutkan rangkaian seri festival pada kelompok usia berikutnya sepanjang bulan Agustus 2026 di ARG Soccer Field,” pungkasnya. (**)

17 August 2026

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Malang - Keseruan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin terasa pada hari kedua pelaksanaan. Setelah pada hari pertama, Sabtu (15/8), para peserta mendapat kejutan dengan kehadiran pelatih kepala Marcos Santos, asisten pelatih Andre Caldas, serta gelandang asing Julian Guevara, kejutan kembali hadir pada momen final kategori U-10, Minggu (16/8) siang.

Dua pemain tim senior Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, mendatangi ARG Soccerfield Lawang untuk menyaksikan langsung keseruan pertandingan final. Keduanya hadir bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.

Kehadiran dua pemain yang juga menjadi bagian dari kekuatan sepak bola Indonesia itu langsung membuat suasana festival semakin meriah. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan langsung perjuangan anak-anak usia dini yang tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir.

Keduanya bahkan turut larut dalam ketegangan pertandingan final. Ketika gol tercipta pada menit-menit terakhir, Dewangga dan Achmad Maulana terlihat memberikan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi gambaran betapa perjuangan para pemain muda tetap mendapat apresiasi, bahkan dari pemain yang sehari-hari tampil di level profesional.

Partai final akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Usai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga kemudian turut didapuk untuk memberikan hadiah kepada para pemain dan penerima penghargaan dalam festival tersebut.

Namun, kejutan belum berhenti sampai di sana. Seusai prosesi penghargaan, kedua pemain Singo Edan tersebut langsung menjadi target buruan anak-anak dan orang tua yang ingin mengabadikan momen bersama.

Satu per satu peserta mengantre untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Achmad Maulana bahkan mengatur antrean anak-anak agar tetap tertib.

“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.

Anak-anak pun tampak bersemangat. Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga bukan sekadar menjadi hiburan tambahan dalam festival, tetapi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta.

Keduanya merupakan pemain yang memiliki kedekatan dengan sepak bola Malang sekaligus telah menjadi bagian dari panggung sepak bola Indonesia. Karena itu, kesempatan bertemu langsung, berfoto, hingga mendapatkan tanda tangan dari pemain idola menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola, termasuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini mereka lihat bermain di level profesional.

Kehadiran para pemain senior dalam dua hari pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Ada pengalaman, inspirasi, serta motivasi yang diharapkan dapat menumbuhkan mimpi anak-anak untuk terus berkembang dan suatu hari mengikuti jejak para pemain Singo Edan. (*)

16 August 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Malang — Kemeriahan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 tak terasa di dalam lapangan pertandingan, tetapi juga di area luar stadion. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenant sponsor turut memadati area festival untuk menyemarakkan gelaran olahraga anak-anak tersebut.

Kehadiran para pelaku UMKM ini menjadi alternatif utama bagi para peserta, wali murid, hingga official tim yang datang dari berbagai kota. Mereka menyajikan beragam kebutuhan acara, mulai dari jajanan makanan dan minuman segar, multivitamin, hingga sajian kopi olahan.

Salah satu tenant yang menyedot perhatian pengunjung adalah Madu Bee Honey Bee, UMKM asal Bumiayu, Kota Malang. Stand ini ramai digandrungi oleh para peserta festival, khususnya anak-anak yang penasaran ingin mencicipi manisnya madu alami. Produk yang paling dicari tak lain adalah olahan madu murni serta sarang madu (honeycomb).

Perwakilan dari Madu Bee Honey Bee, Nadila Agnesia, mengungkapkan bahwa produk sarang madu menjadi salah satu item favorit yang paling cepat diserbu oleh anak-anak karena sensasi cara mengonsumsinya.

"Sarang madu ini sangat diminati anak-anak karena unik dan bisa langsung dimakan di tempat," ujar Nadila di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Selain sarang madu, varian madu multiflora juga menjadi pilihan utama para orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak mereka selama mengikuti kompetisi.

"Untuk anak-anak, varian multiflora ini sangat cocok. Rasanya lebih ringan di lidah dan khasiatnya bagus untuk menjaga imunitas serta kesehatan pencernaan mereka saat beraktivitas padat," tambahnya.

Tak hanya sektor multivitamin dan madu, geliat ekonomi di festival ini juga dirasakan oleh tenant minuman seperti Unda Undi Coffee Co. Sang pemilik, Deki Eko Agus Prasetyo, mengaku antusiasme pengunjung di ajang festival kali ini terbilang sangat tinggi.
"Alhamdulillah event-nya cukup kencang. Event di sini, karena antusiasmenya banyak juga dari pengunjung luar kota, jadi kesempatan bagus bagi kami buat mengenalkan produk lebih jauh, khususnya di sektor kopi," kata Deki.

Deki menceritakan bahwa produk biji kopi (beans) miliknya bahkan mulai dilirik oleh pembeli dari luar daerah yang kepikat saat berkunjung ke booth-nya.

"Kemarin ada yang langsung order via WhatsApp, kami bisa sell 6 bungkus beans. Kebetulan customernya dari Madiun. Kami bakal terus buka booth sampai event ini berakhir," pungkas Deki.
Kehadiran beragam tenant seperti Madu Bee Honey Bee dan Unda Undi Coffee memberikan nilai tambah tersendiri bagi gelaran Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026. Selain mendapatkan pengalaman bertanding, para peserta dan pengunjung dapat menikmati ragam kuliner lokal yang berkualitas. (*)

16 August 2026

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Malang — Arema FC membuat keputusan strategis menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Manajemen Tim Singo Edan mengangkat Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, ke jajaran kepelatihan tim senior.

Keputusan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk promosi bagi Doni yang telah belasan tahun berkontribusi dalam pengembangan pemain muda Arema FC. Penunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya klub memenuhi regulasi kompetisi yang diberlakukan operator i.League pada musim 2026/2027.

Pada musim ini, klub yang menggunakan pelatih kepala asing diwajibkan memiliki asisten pelatih lokal dengan lisensi A AFC. Arema FC yang masih mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Marcos Santos kemudian mengambil langkah dengan menempatkan Doni Suherman dalam jajaran staf kepelatihan tim senior.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah klub untuk memenuhi regulasi sekaligus memperkuat kebutuhan teknis tim.
"Memang ada regulasi bahwa ketika kita menggunakan pelatih kepala asing, harus ada dua asisten pelatih lokal yang memiliki lisensi A AFC. Coach Doni memenuhi kriteria tersebut. Tetapi tentu bukan hanya karena regulasi itu kami memilih Coach Doni," ujar Yusrinal.

Menurutnya, pengalaman Doni Suherman selama berada di lingkungan Akademi Arema menjadi pertimbangan penting lainnya. Selama belasan tahun, Doni telah terlibat langsung dalam proses pembinaan pemain muda sehingga memiliki pemahaman mengenai karakter dan perkembangan talenta yang dimiliki Arema FC.

"Kami melihat Coach Doni sudah cukup lama bersama Akademi Arema. Dia memahami proses pembinaan, tahu karakter pemain-pemain muda kita dan juga tahu bagaimana perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke tim senior," lanjutnya.

Pria dengan sapaan akrab Inal ini menambahkan, kehadiran Doni di tim senior akan membuat komunikasi antara akademi dengan tim utama semakin dekat. Terlebih, Arema FC ingin memberikan ruang lebih besar kepada pemain lokal dan pemain muda untuk berkembang hingga mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.

"Jadi kami ingin ada koneksi yang lebih kuat antara akademi dengan tim senior. Ketika ada pemain muda yang berkembang dan dianggap sudah memiliki potensi untuk naik, tim senior bisa mendapatkan informasi secara langsung. Tidak hanya melihat pemain ketika sudah muncul di permukaan, tetapi prosesnya sudah dipantau sejak di akademi," jelasnya.

Menurut Yusrinal, kebutuhan tersebut semakin penting dalam membangun komposisi skuad yang kompetitif sekaligus berkelanjutan. Tim senior membutuhkan pemain yang siap secara teknis, sementara akademi menjadi salah satu sumber utama untuk menghasilkan pemain lokal yang dapat diproyeksikan ke masa depan.

"Kami membutuhkan orang yang bisa memberikan input kepada tim pelatih mengenai pemain lokal, terutama pemain muda. Karena orang yang berada di akademi setiap hari tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Dia tahu perkembangan pemain, bukan hanya dari pertandingan, tetapi juga dari proses latihan dan pembinaannya," katanya.

Doni sendiri bukan sosok baru dalam lingkungan Arema FC. Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain, ia melanjutkan pengabdiannya di Akademi Arema dan telah berkecimpung dalam proses pembinaan pemain muda selama belasan tahun. Selain itu, saat ini dipercaya sebagai Head of Youth Development atau menjadi kepala pengembangan pemain muda. Dalam beberapa musim terakhir, keputusan pemain muda dari Akademi Arema yang dinilai patut dipromosikan ke tim senior, tidak luput dari pantauan pria berdomisili di Gadang, Kota Malang tersebut. 

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan peran barunya. Dengan berada lebih dekat dengan tim senior, diharapkan mampu memberikan masukan secara langsung kepada jajaran pelatih mengenai potensi pemain yang berkembang di level akademi, termasuk karakter, kemampuan, hingga kesiapan mereka apabila mendapatkan kesempatan naik ke level profesional.

"Harapannya tentu bukan hanya untuk musim ini. Kami ingin membangun jalur yang jelas dari akademi menuju tim senior. Kalau ada pemain yang memang punya potensi, kami ingin prosesnya terpantau dan komunikasinya tidak terputus," kata Yusrinal.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesinambungan program pembinaan pemain muda dengan kebutuhan tim senior. Doni akan menjadi bagian dari tim kepelatihan yang dipimpin Marcos Santos dalam menghadapi Super League 2026/2027.

"Pada akhirnya kami ingin tim senior dan akademi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada kesinambungan. Akademi menghasilkan pemain, tim senior membutuhkan pemain, dan staf pelatih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pemain-pemain tersebut. Coach Doni kami harapkan menjadi salah satu jembatan dalam proses itu," pungkasnya. (*)

12 August 2026

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

MALANG - Tiket menuju putaran Provinsi Jawa Timur berhasil diamankan Arema FC U-15. Status itu diraih setelah tim besutan Imam Hanafi sukses mempertahankan gelar juara Piala Soeratin U-15 Regional Kota Malang berkat kemenangan tipis 1-0 atas Blayu FC pada partai final di Lapangan ARG, Lawang, Jumat (31/7).

Kemenangan Arema FC ditentukan lewat gol tunggal Muhammad Alfadli Prasetya melalui eksekusi tendangan penalti pada menit ke-29. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan usai, sekaligus memastikan Singo Edan muda kembali menjadi kampiun di tingkat regional.

Pelatih Arema FC U-15, Imam Hanafi, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya mempertahankan gelar. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal penting sebelum tim melangkah ke putaran tingkat provinsi sebagai wakil Kota Malang.

"Yang pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan nikmat luar biasa di hari ini. Semua berjalan lancar dan kami bisa mempertahankan juara di regional Kota Malang. Kami akan menjadi wakil Kota Malang di tingkat provinsi," ujar Imam Hanafi.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras sepanjang turnamen. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan mempertahankan gelar, namun mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan yang lebih berat sudah menanti.

Meski sukses menjadi juara, Imam menegaskan timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia menjelaskan, skuad Arema FC U-15 memang dipersiapkan sebagai fondasi untuk tampil di Elite Pro Academy (EPA) Super League sehingga Piala Soeratin menjadi bagian dari proses pembentukan tim.

"Sebetulnya tim ini dipersiapkan untuk Elite Pro Academy Super League. Jadi Piala Soeratin ini menjadi jembatan menuju ke sana. Walaupun kami keluar sebagai juara, masih banyak evaluasi karena persaingan di EPA Super League akan jauh lebih berat," katanya.

Karena itu, Arema FC U-15 masih akan melakukan sejumlah pembenahan sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Imam menilai kualitas persaingan di tingkat provinsi maupun Elite Pro Academy berada di level yang lebih tinggi sehingga tim perlu diperkuat.

"Kalau kita melihat peta kekuatan di tingkat provinsi dan EPA belum sesuai harapan, maka akan ada pembenahan dan kemungkinan penambahan pemain yang lebih berkualitas sesuai level provinsi dan EPA," tutupnya. (*)

31 July 2026

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup