BERITA

Singo Edan Kirim 4 Aset Muda ke Deltras Sidoarjo, Siap Kembali Lebih Tangguh

Singo Edan Kirim 4 Aset Muda ke Deltras Sidoarjo, Siap Kembali Lebih Tangguh

Malang, 25 Agustus 2025 – Arema FC secara resmi mengumumkan peminjaman empat pemain berbakat ke Deltras Sidoarjo. Keempat pemain tersebut adalah Tito Hamzah, Achmad Figo, Bayu Aji, dan Shulton Fajar.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Arema FC untuk memberikan kesempatan bermain yang lebih banyak kepada para pemain agar kemampuan mereka terus terasah dan berkembang. Saat ini, persaingan di skuad utama Arema FC berlangsung sangat ketat di posisi yang mereka tempati. Dengan komposisi yang ada, manajemen bersama tim pelatih menilai bahwa peminjaman ini adalah langkah terbaik untuk karier mereka.

“Keempat pemain ini adalah aset penting bagi Arema FC di masa depan. Kami ingin mereka mendapatkan menit bermain yang cukup agar tidak kehilangan sentuhan dan tetap berada di level yang sesuai dengan standart kami di klub. Bermain bersama Deltras Sidoarjo akan menjadi pengalaman berharga yang dapat mengasah mental, skill, serta kesiapan mereka untuk kembali bersaing di Arema FC,” ujar Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC.

Arema FC percaya bahwa kesempatan tampil reguler di kompetisi bersama Deltras Sidoarjo akan memberi dampak positif bagi perkembangan keempat pemain tersebut. Pengalaman ini akan menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke Arema FC, dengan harapan siap memberikan kontribusi maksimal untuk Singo Edan.

Manajemen Arema FC juga menyampaikan apresiasi kepada Deltras Sidoarjo atas kerja sama yang terjalin baik dalam proses peminjaman ini. Dukungan penuh diberikan agar keempat pemain tersebut mampu menunjukkan performa terbaik dan berkembang secara signifikan.

25 August 2025

Arema FC Hormati Larangan Suporter di Kandang PSIM, Imbau Aremania Dukung dari Malang

Arema FC Hormati Larangan Suporter di Kandang PSIM, Imbau Aremania Dukung dari Malang

Yogyakarta, 15 Agustus 2025 - Menjelang pertandingan krusial melawan PSIM Yogyakarta, tim berjuluk Singo Edan dipastikan tidak akan mendapat dukungan langsung dari Aremania di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Sabtu 16 Agustus 2025 nanti. 

 

Larangan ini resmi dikeluarkan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta dan didasari oleh pertimbangan keamanan dari pihak kepolisian.

 

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi timnya telah menerima surat larangan tersebut. 

 

"Kami sudah menerima pemberitahuan resmi dari Panpel PSIM. Ini adalah keputusan yang melibatkan kepolisian dan otoritas setempat, jadi kami harus menghormatinya," ujar Yusrinal pada Kamis (14/8/2025).

 

Larangan ini tertuang dalam surat Panpel PSIM bernomor 048/PSIM-PANPEL/VIII/2025. Menurut Yusrinal, ada dua alasan utama di balik keputusan ini: permintaan langsung dari Kepolisian DIY pasca rapat koordinasi, serta ancaman sanksi administratif bagi Panpel PSIM jika melanggar.

 

"Kami mengimbau Aremania untuk tetap mendukung dari rumah atau melalui siaran langsung. Keamanan dan kenyamanan semua pihak harus jadi prioritas," tegas Yusrinal. 

 

Ia menambahkan bahwa meskipun bermain tanpa suporter, para pemain Arema FC tetap profesional dan siap memberikan performa terbaik.

 

Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Seno Aji dalam suratnya juga menegaskan bahwa keputusan ini bersifat final. "Ini demi keamanan dan kelancaran pertandingan. Kami berkoordinasi penuh dengan pihak berwajib," ungkapnya.

 

Pertandingan antara PSIM vs Arema FC ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Agustus 2025, pukul 15.30 WIB. 

15 August 2025

Catatan 38 Tahun Arema: Antara Marwah, Eksistensi, dan Perjuangan Nilai

Catatan 38 Tahun Arema: Antara Marwah, Eksistensi, dan Perjuangan Nilai

Oleh: Sudarmaji, Pegiat Arema FC

Tulisan ini saya tulis sepuluh menit setelah wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, meniup peluit panjang berakhirnya laga perdana BRI Super League 25/26. Arema FC vs PSBS Biak di Stadion Kanjuruhan Senin petang, 11 Agustus 2025. Skor akhir 4-1 untuk kemenangan Singo Edan. 

 

Alhamdulillah. Kemenangan ini terasa istimewa bagi Aremania yang hadir langsung di stadion maupun yang nobar di layar kaca. Ini bukan sekadar kemenangan, ini kado terbaik di ulang tahun Arema yang ke-38.

 

Ada dua hal yang membuat malam ini sangat spesial. Pertama, ini adalah kemenangan yang penuh syukur, sebuah kado termbois di hari jadi Arema. Kedua, malam ini adalah kali pertama Dendi Santoso dan kawan-kawan tampil di depan Aremania di Stadion Kanjuruhan pasca-Tragedi 1 Oktober 2022. Suasana haru, rintangan, tuntutan, desakan, dan harapan semua membaur menjadi satu. Di hari ulang tahun klub, menang adalah harga mati, sebuah kado terbaik yang selalu dinanti. Dan dibuktikan empat gol Arema FC yang disumbangkan hattrik oleh Dalberto Luan Belo menit 17', 70' dan 80', serta satu gol sumbangan Valdeci Moreira Da Silva di menit 62. 

 

Namun, bagi Arema FC, ini bukan sekadar soal menang. Suara-suara tentang tuntutan menyudahi dualisme Arema atau bahkan yang dikaitkan dengan tragedi masih terus berkumandang. Apakah lantas klub merasa abai? Tentu tidak.

 

*Perjuangan Eksistensi di Kompetisi*

 

Perlu digarisbawahi, Arema FC bukannya abai dengan tuntutan atau tuduhan yang membelit persoalan hukum. Tapi, di sisi lain mereka berupaya mempertahankan aset terpenting yang dimiliki tiap klub yakni eksistensi di kompetisi tertinggi. 

 

Apa jadinya jika Arema FC kehilangan eksistensinya di kompetisi, Naudzubillah Mindalik? Diprediksi perlahan, "marwah" Arema beserta nilai-nilai kebaikannya akan luntur.

 

Bayangkan saja, selama puluhan tahun kita sudah digempur isu dualisme dan ujian-ujian duniawi lainnya, efeknya harus diakui kini dukungan pun mulai menyusut. Jika kita menyerah dan tidak mempertahankan aset berupa kompetisi tertinggi ini tentu bertambah terpuruk., Wallohualam bi sawab.

 

*Solusi untuk Kebanggaan Bersama*

 

Ada benarnya terdapat nawak-nawak yang pernah mengusulkan agar yayasan berjiwa besar sebagai "juru tuntas" dualisme. Maka konswensinya mari berbesar hati kita bersama untuk mendukung yayasan agar menemukan solusi. 

 

Memang secara kasat mata, ada kelompok yang menginginkan marwah Arema dikembalikan. Jika penyatuan tak bisa didapat, mereka berharap yayasan Arema sebagai pemilik sah segera 'siuman' dan berani menunjuk pengelolanya untuk menyudahi konflik ini. Kelompok lain berprinsip teguh bahwa hanya klub mereka yang original, tak peduli pro-kontra yang ada.

 

Lalu, bagaimana dengan Arema FC? Sepertinya memilih istiqomah dan tawadhu, berpegang teguh pada prinsip-prinsip nilai dalam sepak bola. Nilai persatuan? Ayo. Nilai persaudaraan? Mari. Nilai sportivitas? Oke. 

 

Yang paling utama adalah jangan sampai kita kehilangan nilai-nilai kultural Arema yang kuat di Bumi Arema. Sementara sepak bola adalah benang birunya.

 

Ini seperti perdebatan tentang amnesti dan abolisi. Dari sudut pandang hukum, perdebatan tak akan pernah usai. Tapi kita semua sepakat bahwa hukum bisa dikompromikan demi kepentingan utama, yaitu persatuan dan mencegah perpecahan.

 

Karenanya, sementara secara obyektif berikan kebijaksanaan dan support agar klub ini dengan kebesaran hatinya juga dapat mengemban niat tulus menjalankan perjuangan di porsi merawat dan mempertahankan aset Arema FC, yakni kompetisi di level tinggi.

 

Di ulang tahun Arema ini, dikumandangkan jargon #B38RAVE. Artinya, menjadi berani. Berani di sini bukan berarti menang sendiri atau gagah-gagahan, melainkan berani menjaga nilai-nilai yang tertanam dalam diri Arema, seperti Salam Satu Jiwa. Kita harus memastikan nilai-nilai ini tetap tumbuh subur di Malang Raya.

 

Bagaimana nilai-nilai ini terwujud dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Malang Raya? Hal ini bisa dilihat dari harmonisasi dan semangat memiliki yang tertanam sejak dini. 

 

Buktinya, tiga pemerintah daerah di Malang Raya kompak mengeluarkan kebijakan wajib menggunakan atribut baju Arema setiap 11 Agustus. Antusiasme terlihat di wajah semua kalangan, dari berbagai ras dan usia. Mereka pakai di fasilitas layanan publik, pemerintahan, di sekolah sekolah. Belum lagi dampak ekonomi yang dirasakan lalangan UMKM dengannproduksi ikonik Aremanya yang terjual meningkat drastis. 

 

Momentum Ini adalah modal nilai kultural sebuah kota ikonik yang jarang dimiliki daerah lain, kecuali yang punya akar budaya kuat seperti di Bali atau Jogja.

 

Oleh karena itu, bukan berarti marwah yang diperjuangka tidak penting. Marwah tetap penting untuk terus diperjuangkan. Tapi, kita juga harus terus memupuk nilai-nilai kebaikan yang sudah ditanamkan oleh para leluhur Arema.

 

Lahumul Fateha, semoga Singo Edan makin edan, bermanfaat, dan terus menebar kebaikan di Bumi Arema. Semoga momentum milad Arema ini, kita semua diberikan ketenangan dan keyakinan bahwa semua ingin memberikan ketulusan yang terbaik untuk kebanggaan kita. Sekali lagi mohon maaf tulisan ini hanyalah opini pribadi tidak mencerminkan pendapat resmi klub. 

HBD Arema ke 38, Salam Satu Jiwa.

11 August 2025

Arema FC Resmi Umumkan Kategori Tiket Super League 2025/2026

Arema FC Resmi Umumkan Kategori Tiket Super League 2025/2026

Malang, 2 Agustus 2025. Arema FC secara resmi mengumumkan struktur kategori tiket untuk pertandingan kandang di ajang Super League musim 2025/2026 yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan. Pengelompokan kategori tiket ini diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi Aremania dalam menikmati laga-laga kebanggaan tim Singo Edan.
Munif Wakid, selaku Business Manager Arema FC, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi, kebutuhan peningkatan layanan, serta aspirasi dari berbagai elemen suporter.
“Kami ingin memberikan pengalaman menonton yang lebih nyaman, berkelas, dan terorganisir bagi seluruh Aremania. Untuk itu, kami hadirkan beberapa kategori tiket dengan harga yang disesuaikan dengan fasilitas dan posisi tempat duduk,” ungkap Munif.
Adapun rincian harga tiket berdasarkan kategori adalah sebagai berikut:
•    Ekonomi Utara & Selatan (Tribun Belakang Gawang): Rp 125.000
•    Ekonomi Utama (Tribun Timur): Rp 150.000
•    VIP B: Rp 250.000
•    VIP A: Rp 300.000
•    VVIP: Rp 450.000
Kategori VVIP akan mendapatkan perlakuan khusus yang belum pernah diberikan sebelumnya. Beberapa benefit yang ditawarkan antara lain:
•    Akses masuk khusus tanpa antre panjang
•    Paket snack & minuman
•    Area duduk premium dengan pandangan langsung ke lapangan
•    Akses lounge dan merchandise eksklusif Arema FC
“Kami ingin memastikan bahwa setiap suporter yang datang ke stadion bisa merasakan atmosfer pertandingan dengan kualitas terbaik. VVIP adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan standar pertandingan Arema FC menjadi lebih profesional dan modern,” tambah Munif.
Arema FC berharap dengan adanya kategori ini, seluruh Aremania bisa memilih sesuai kenyamanan dan preferensi masing-masing. Tiket akan tersedia melalui platform online resmi serta mitra penjualan Arema FC. Informasi lebih lanjut terkait teknis pembelian tiket akan segera diumumkan melalui aremaxcess.com dan juga aplikasi aremania utas.

02 August 2025

Arema FC dan Etams Luncurkan Jersey Terbaru untuk BRI Liga 1 Musim 2025/2026

Arema FC dan Etams Luncurkan Jersey Terbaru untuk BRI Liga 1 Musim 2025/2026

Malang, 7 Juli 2025 — Arema FC resmi meluncurkan jersey terbaru bersama apparel partner Etams Indonesia untuk mengarungi kompetisi BRI Liga 1 musim 2025/2026. Peluncuran ini sekaligus menjadi penanda semangat baru Singo Edan untuk kembali berprestasi, dengan membawa nilai-nilai historis yang kuat dalam setiap detail desainnya.

Untuk musim ini, jersey home Arema FC kembali mengusung warna kebanggaan biru, dipadukan dengan aksen kuning, sebagai penghormatan kepada salah satu momen emas dalam sejarah klub: era Franco Hitta saat Arema FC menjuarai Copa Dji Sam Soe 2005/2006. Motif dan kombinasi warnanya terinspirasi dari semangat juang skuad Singo Edan kala itu, yang dikenal gigih, kompak, dan pantang menyerah di setiap pertandingan.

Sementara itu, jersey away hadir dengan nuansa putih dan biru, mengambil inspirasi dari gaya klasik Arema FC di era Rodrigo Araya pada musim 1999/2000. Desain ini mencerminkan keanggunan, kejutan tak terduga, dan kreativitas permainan Arema di masa itu, yang menjadi salah satu ciri khas Singo Edan kala bersaing di level nasional.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyampaikan, “Peluncuran jersey baru ini bukan sekadar pergantian kostum. Ini adalah bagian dari identitas kami yang penuh sejarah dan kebanggaan. Bersama Etams Indonesia, kami ingin menghadirkan jersey yang tidak hanya nyaman dan modern untuk pemain, tetapi juga membangkitkan memori manis Aremania akan perjalanan panjang klub ini.”

CEO Etams Indonesia, Sendy Billy Yoseph Watulingas menambahkan, “Kami terinspirasi dari dua era penting Arema untuk menghadirkan desain yang merepresentasikan kekuatan masa lalu dan semangat masa depan. Semoga jersey ini membawa keberuntungan untuk musim baru bagi Arema FC.”

Jersey baru ini akan mulai digunakan oleh skuad Arema FC pada laga-laga preseasson mendatang, pun juga untuk mengarungi kompetisi BRI Liga 1 musim depan. Penjualan akan segera tersedia di store resmi klub Arema FC dan juga di ecommerce official store Arema FC pada tanggal 8 Juli 2025.

07 July 2025

Perjalanan Abadi Singo Edan di Piala Presiden: Lebih dari Sekadar Trofi, Sebuah Denyut Nadi Malang

Perjalanan Abadi Singo Edan di Piala Presiden: Lebih dari Sekadar Trofi, Sebuah Denyut Nadi Malang

Oleh: Sudarmaji, Perindu Sepakbola

Halo nawak para pecinta sepakbola, khususnya di bumi Arema! Bicara soal Arema FC dan Piala Presiden, rasanya seperti menelusuri kisah cinta yang tak lekang oleh waktu. Sebagai orang yang telah lama berkecimpung, atau kini lebih nyaman disebut sebagai "perindu sepakbola", saya ingin mengajak Anda menilik lebih dalam fenomena ini, bukan hanya dari sudut pandang skor akhir, tapi juga dari denyut kultural dan geliat ekonomi yang menyertainya.

*Arema FC dan Piala Presiden: Sejarah Emas yang Mengukir Memori*

Mari kita ingat kembali. Arema FC bukan hanya peserta, melainkan raja di ajang Piala Presiden. Empat kali juara! Itu bukan angka sembarangan. Momen-momen di mana Dendi Santoso dkk mengangkat trofi, selebrasi gol penentu, hingga lautan biru di stadion yang mengiringi setiap perjuangan, semuanya terukir jelas dalam ingatan kolektif. Dari edisi juara perdana di tahun 2017, hingga kembalinya gelar di tahun-tahun berikutnya yakni 2019,2022, dan 2024. Piala Presiden selalu menjadi panggung spesial bagi Singo Edan.
Apakah Anda ingat bagaimana atmosfer di Malang kala itu? Nyaris seluruh kota berpesta. Konvoi juara yang melintasi jalan-jalan utama, sorak sorai Aremania yang tak henti, hingga obrolan di warung kopi yang tak lepas dari ulasan pertandingan. Ini bukan hanya tentang sepakbola semata; ini adalah ekstasi, kegembiraan yang merasuk ke setiap sudut kehidupan masyarakat Malang.

*Bangkit dari Luka: Spirit Singo Edan Pasca-Kanjuruhan dan Dualisme Sensitif*

Namun, perjalanan Arema FC tak selalu dihiasi sorak sorai dan tawa. Kita semua tahu, duka mendalam menyelimuti bumi Arema pasca-Tragedi Kanjuruhan. Peristiwa memilukan itu meninggalkan luka yang tak terhapuskan, tidak hanya bagi keluarga korban dan Aremania, tapi juga bagi seluruh elemen klub dan masyarakat Malang. Ada trauma yang harus dihadapi, duka yang harus dipeluk, dan pertanyaan besar tentang bagaimana melanjutkan langkah.
Di tengah upaya bangkit dari tragedi, Arema FC juga terus diguncang dualisme yang sensitif. Keberadaan dua klub dengan nama Arema, meski bermain di kasta berbeda, selalu menjadi isu yang membayangi. Situasi ini acapkali menimbulkan kebingungan dan friksi, bahkan di kalangan pendukung sendiri. Ini adalah perjuangan tak kasat mata yang tak banyak diketahui, di mana klub harus tetap kokoh menjaga identitas dan marwahnya di tengah riak-riak dualisme yang terus menghantam.
Di sinilah spirit Singo Edan diuji. Klub ini menunjukkan ketangguhan luar biasa. Proses pemulihan, baik secara mental maupun fisik, berjalan tak mudah. Ada masa-masa di mana kita bertanya, mampukah Arema bangkit? Bisakah gairah sepakbola di Malang kembali menyala?
Jawabannya terbukti di lapangan. Dengan segala keterbatasan, beban psikologis yang berat, dan goncangan dualisme, Arema FC mampu bangkit. Dukungan tak putus dari Aremania, meskipun dalam suasana yang berbeda, menjadi energi utama. Klub berbenah, pemain berjuang, dan manajemen berupaya keras untuk menjaga asa.
Puncaknya, pada tahun 2024, Arema FC kembali meraih juara di turnamen yang prestisius. Ini bukan hanya sekadar trofi; ini adalah simbol kebangkitan, penawar luka, dan bukti bahwa semangat juang tak akan padam meski badai menerjang. Kemenangan ini menjadi pesan kuat: Arema itu kuat, Arema itu bersatu, dan Arema akan selalu bangkit.

*Tinjauan Kultural: Sepakbola sebagai Identitas dan Kebanggaan yang Dipertahankan*
Dari kacamata kultural, dominasi Arema FC di Piala Presiden adalah cerminan kuatnya ikatan antara klub dan Aremania. Sepakbola bagi Malang bukan sekadar hiburan akhir pekan, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas kota. Warna biru adalah simbol kebanggaan, dan Singo Edan adalah representasi semangat juang Arek Malang.
Kemenangan di Piala Presiden menjadi semacam "perayaan bersama" yang merekatkan seluruh elemen masyarakat. Anak-anak kecil memakai jersey kebanggaan, para pemuda berdiskusi taktis di setiap sudut, hingga para orang tua yang ikut merasakan euforia. Ini adalah tradisi, warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Bahkan, bisa dibilang, Piala Presiden adalah semacam "ritual tahunan" yang dinanti-nanti untuk menguji sejauh mana kebanggaan Arema dapat berkibar.
Referensi media lokal maupun nasional selalu mencatat betapa dahsyatnya dukungan Aremania. "Aremania Bikin Merinding!" atau "Lautan Biru Penuhi Kanjuruhan!" adalah headline yang sering kita jumpai. Ini membuktikan bahwa dukungan suporter Arema adalah fenomena kultural yang patut diacungi jempol. Bahkan pasca-Tragedi Kanjuruhan, solidaritas Aremania tetap tak tergoyahkan, sebuah bukti nyata ikatan emosional yang jauh melampaui sepakbola. Klub ini merepresentasikan jerih payah dan perjuangan untuk mempertahankan identitas dan jati diri Malang, meskipun secara terpaksa, klub ini harus rela dan ikhlas menjadi sasaran sangkaan serta tuduhan penyebab tragedi, meskipun secara objektif sepenuhnya bukan kesalahannya.

*Dampak Ekonomi: Perputaran Roda Bisnis di Balik Kesuksesan*
Nah, sekarang mari kita bicara soal perut. Di balik ingar-bingar kemenangan, ada dampak ekonomi yang signifikan. Keberhasilan Arema FC di Piala Presiden secara langsung maupun tidak langsung menggulirkan roda ekonomi di Malang.
 * Peningkatan Penjualan Merchandise: Jersey, syal, topi, hingga pernak-pernik Arema lainnya laris manis bak kacang goreng. Toko-toko merchandise resmi maupun UMKM yang memproduksi atribut Arema mengalami peningkatan omset yang drastis.
 * Sektor Pariwisata dan Kuliner: Setiap kali ada pertandingan besar, apalagi partai final, hotel-hotel di Malang ramai dipesan. Restoran dan kafe kebanjiran pengunjung. Para pedagang kaki lima di sekitar stadion pun turut merasakan berkah. Bayangkan saja, ribuan Aremania datang dari berbagai penjuru, tentu mereka membutuhkan akomodasi, makanan, dan minuman.
 * Branding Kota Malang: Kesuksesan Arema FC juga menjadi 'iklan gratis' bagi Kota Malang. Nama Malang semakin dikenal luas di kancah sepakbola nasional, bahkan internasional. Hal ini secara tidak langsung menarik minat wisatawan dan investor untuk datang ke Malang.
 * Peluang Bisnis Baru: Fenomena Arema juga memunculkan peluang bisnis kreatif. Mulai dari jasa tour & travel untuk suporter, komunitas nonton bareng dengan konsep unik, hingga produksi konten digital seputar Arema.
Menurut beberapa laporan ekonomi lokal, turnamen besar seperti Piala Presiden bisa meningkatkan perputaran uang di Malang hingga miliaran rupiah. (Contoh: Artikel di Malang Post atau Tribun Jatim yang membahas dampak ekonomi turnamen sepakbola). Ini adalah bukti nyata bahwa sepakbola adalah industri, dan Arema FC adalah lokomotifnya di Malang.
Dampak Positif bagi Klub dan Ekosistem Sepakbola Malang
Empat gelar Piala Presiden, termasuk yang diraih pasca-Kanjuruhan di tahun 2024, tentu membawa dampak positif yang masif bagi Arema FC:
 * Peningkatan Reputasi dan Prestise: Arema FC semakin diakui sebagai salah satu kekuatan sepakbola nasional. Kemenangan pasca-tragedi juga menegaskan mental baja dan profesionalisme klub. Ini menarik minat pemain berkualitas untuk bergabung dan sponsor untuk berinvestasi.
 * Pendapatan Klub: Uang hadiah dari juara Piala Presiden, ditambah pemasukan dari penjualan tiket dan merchandise, tentu saja meningkatkan kas klub. Dana ini bisa digunakan untuk pengembangan tim, fasilitas latihan, hingga pembinaan usia muda.
 * Regenerasi Pemain: Keberhasilan di turnamen ini juga menjadi motivasi bagi para pemain muda di akademi Arema. Mereka melihat langsung contoh sukses dan bercita-cita untuk mengikuti jejak seniornya.
 * Pengembangan Ekosistem Sepakbola: Semakin sukses Arema FC, semakin bergairah pula ekosistem sepakbola di Malang. Banyak muncul sekolah sepakbola (SSB) baru, turnamen lokal yang semakin kompetitif, hingga semakin banyaknya media yang meliput perkembangan sepakbola Malang.

*Harapan Kembali ke Kandang dan Momentum Piala Presiden 2025: Keikhlasan Demi Marwah Bangsa*
Salah satu kerinduan terbesar yang masih membayangi adalah harapan untuk kembali bermain di tanah kelahirannya, di Stadion Kanjuruhan. Sejak pandemi COVID-19 melanda, dan diperparah pasca-Tragedi Kanjuruhan, Arema FC harus terusir dari kandang sendiri. Bermain di luar Malang adalah beban, baik secara finansial maupun emosional.
Dan kini, menjelang Piala Presiden 2025, muncul kabar bahwa gelaran hanya akan dipusatkan di Jakarta dan Bandung. Meskipun sebagai juara bertahan, Arema FC secara lumrah memiliki hak untuk menjadi tuan rumah atau setidaknya bermain di kandang sendiri, kami memilih untuk ikhlas menerimanya demi menjaga dedikasi dan reputasi klub. Kami memilih untuk tidak mendebatkannya. Ini bukan soal tempat, melainkan soal marwah.
Yang utama, marwah Piala Presiden adalah bagaimana seorang pemimpin negara respect terhadap prestasi anak bangsa dan menjadikan sepakbola sebagai alat untuk membawa nama harum negara serta sebagai alat perjuangan kemerdekaan Indonesia. Klub ini, dengan segala pahit manis perjalanannya, adalah bukti nyata bagaimana sepakbola bisa menjadi lebih dari sekadar olahraga. Ia adalah wadah perjuangan, cerminan ketahanan, dan pemersatu bangsa.
Mari kita jaga semangat ini, terus mendukung Arema FC, dan bersama-sama merawat ekosistem sepakbola di Malang. Karena, sepakbola bagi kita, lebih dari sekadar permainan; ia adalah denyut nadi kehidupan, kebanggaan, dan identitas kita semua.
Salam Satu Jiwa!

13 June 2025

Arema FC Siap Pertahankan Gelar di Piala Presiden 2025

Arema FC Siap Pertahankan Gelar di Piala Presiden 2025

Jakarta, 13 Juni 2025 – Gelaran akbar Piala Presiden 2025 resmi diumumkan dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung meriah di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (13/06/2025). General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, , menyampaikan kesiapan tim berjuluk Singo Edan untuk menghadapi turnamen pramusim bergengsi ini.

Piala Presiden 2025 akan diikuti oleh enam tim elit, yang terdiri dari dua klub internasional dan empat tim lokal. Peserta internasional yang akan meramaikan persaingan adalah Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand), menambah daya tarik global turnamen ini. 

Sementara itu, empat tim lokal yang siap bersaing memperebutkan gelar juara adalah Persib Bandung, Dewa United, Liga Indonesia All Star, dan tentu saja, sang juara bertahan sekaligus empat kali juara, Arema FC.

Dalam kesempatan tersebut, Yusrinal Fitriandi menegaskan ambisi Arema FC untuk mempertahankan dominasi mereka di ajang Piala Presiden. 

"Kami sangat ingin mempertahankan gelar yang sudah kami raih empat kali. Ini adalah turnamen penting bagi kami untuk mempersiapkan tim sebelum kompetisi resmi bergulir," ujar Yusrinal.

Lebih lanjut, Yusrinal juga mengungkapkan rencana persiapan Arema FC. Tim akan memulai latihan perdana pada tanggal 16 Juni mendatang. 

Fokus utama latihan akan melibatkan perpaduan antara pemain-pemain muda berbakat yang baru bergabung dengan tim, serta kedatangan sejumlah pemain baru potensial. Ajang Piala Presiden 2025 ini juga akan menjadi kesempatan krusial bagi tim pelatih untuk menyeleksi pemain-pemain terbaik sebelum musim kompetisi resmi dimulai.

Kehadiran tim-tim kuat, baik dari dalam maupun luar negeri, menjanjikan persaingan yang sengit dan tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola Tanah Air. Dengan pengalaman empat kali juara, Arema FC optimistis dapat kembali menunjukkan performa terbaik dan membuktikan diri sebagai yang terkuat di Piala Presiden 2025.

13 June 2025

DORONG KEMAJUAN SEPAKBOLA INDONESIA, BTN JADI SPONSOR AREMA FC

DORONG KEMAJUAN SEPAKBOLA INDONESIA, BTN JADI SPONSOR AREMA FC

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menjadi sponsor bagi tiga klub sepakbola Liga 1 Nasional dalam rangka meningkatkan brand awareness Super App Bale by BTN serta pengembangan ekosistem bisnis perseroan. Penandatanganan kerja sama antara manajemen BTN dan tiga klub sepakbola tersebut, yakni Arema FC, Persita Tangerang, dan PSM Makassar dilaksanakan di Menara 1 BTN, Jakarta, pada Kamis, 12 Juni 2025.

Acara penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh direksi dan manajemen BTN beserta masing-masing pengurus ketiga klub sepakbola dan perwakilan pemain, yakni Akbar Tanjung dan Muh. Mufli Hidayat dari PSM Makassar, M. Toha dari Persita Tangerang, dan Brandon Scheunemann dari Arema FC. 

Dalam acara tersebut, kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerja sama sponsorship dengan Arema FC, Persita Tangerang, dan PSM Makassar yang akan berlangsung selama satu musim Liga 1 Tahun 2025/2026. Ketiga klub tersebut dipilih menjadi mitra BTN karena memiliki potensi besar untuk pengembangan kerja sama dan berprestasi baik.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kerja sama sponsorship ini merupakan wujud komitmen BTN untuk mendukung pengembangan ekosistem olahraga Indonesia, khususnya dalam hal ini sepakbola sebagai olahraga yang populer dan memiliki potensi bisnis yang sangat besar.

“Tidak bisa dipungkiri, mayoritas masyarakat Indonesia masih mencintai olahraga sepakbola. Sebab itu kami ingin berperan dalam pengembangan dunia sepakbola secara tidak langsung, yakni dalam bentuk sponsorship. Ini merupakan langkah awal kami masuk ke industri sepakbola Indonesia dan kami akan melihat potensi apapun ke depannya, sebab BTN jika sudah masuk ke sebuah industri akan serius, seperti halnya di BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM),” kata Nixon, Kamis (12/6). 

Pada kesempatan yang sama, Rafiudin Razak selaku Direktur Operasional PSM Makassar mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap BTN atas kepercayaan dan dukungan sponsorship yang diberikan serta komitmen yang kuat untuk mengembangkan sepakbola Indonesia. “BTN dengan Bale by BTN Super Apps dan PSM Makassar punya nilai-nilai yang sejalan, dedikasi, semangat juang dan keberpihakan pada masyarakat. Dukungan ini akan memperkuat langkah kami dalam membangun tim yang solid, fasilitas yang lebih baik, serta pembinaan pemain muda yang lebih profesional,” ujar Rafiudin.

Sementara itu, Munif Bagaskara Wakid selaku Business Manager Arema FC mengatakan, kehadiran BTN sebagai main sponsor Arema tidak hanya sebagai dukungan finansial, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan besar. “Kami yakin, dengan kolaborasi yang kuat antara dunia usaha dan dunia olahraga, kita bisa melahirkan prestasi yang membanggakan bagi bangsa,” tukas Munif.

Senada dengan kedua klub lainnya, Commercial Director Persita Tangerang Evelyn Cathy mengatakan, dukungan sponsorship dari BTN akan sangat membantu berbagai kebutuhan klub, dalam hal ini Persita Tangerang mengingat persaingan yang semakin ketat di Liga 1 pada musim ini. “Semoga kolaborasi ini, melalui berbagai aktivasi event dan sebagainya dapat berjalan dengan lancar dan dapat membangun sinergi yang baik antara Persita dan BTN,” katanya.

Keputusan BTN untuk menjadi sponsor Arema FC, Persita Tangerang, dan PSM Makassar didasari atas kebutuhan untuk meningkatkan citra perseroan sebagai bank modern yang peduli dengan kemajuan olahraga nasional di mata para pencinta sepak bola Indonesia. Terlebih lagi, kompetisi Liga 1 Indonesia merupakan liga profesional tingkat pertama dalam sistem Liga Sepak Bola Indonesia, serta kompetisi resmi di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). 

“Dengan inisiatif strategis ini, diharapkan akan terbangun ekosistem bisnis yang akan menguntungkan baik BTN sebagai institusi perbankan maupun komunitas sepakbola nasional secara jangka panjang,” ujar Nixon.

Melalui kerja sama sponsorship tersebut, BTN berhak mendapatkan sejumlah manfaat dari branding placement untuk mendorong brand awareness Bale by BTN kepada komunitas sepak bola Indonesia. Sebagai contoh, BTN dapat menempatkan logo di berbagai aset milik ketiga klub yang disponsori, di antaranya yakni jersey pemain, LED perimeter lapangan, background untuk konferensi pers, tiket pertandingan, serta promosi melalui akun-akun media sosial milik klub-klub tersebut.

Selain itu, untuk mengembangkan ekosistem bisnisnya, BTN akan diberikan keleluasaan untuk melakukan akuisisi nasabah baru melalui Bale by BTN untuk para pemain dan pegawai klub. Dengan adanya basis pendanaan dari komunitas olahraga sepakbola, BTN dapat mendorong upaya menjadi bank transaksional yang mampu memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan perkembangan jaman.

“BTN siap untuk menyediakan solusi perbankan dan keuangan kepada para pemain dan pengurus klub Arema FC, Persita Tangerang, dan PSM Makassar, baik untuk segmen nasabah reguler, nasabah BTN Prospera, maupun nasabah BTN Prioritas,” tutur Nixon.

Hingga kuartal I-2025, jumlah pengguna Bale by BTN tercatat mencapai 2.4 juta user dengan nilai transaksi mencapai Rp22,3 triliiun dan jumlah transaksi 492 juta. Diharapkan angka pengguna aplikasi ini dapat mencapai kisaran 3,6 juta hingga 4 juta pada akhir tahun 2025.

Ke depannya, BTN akan memperluas penawaran produk dan layanannya kepada komunitas pendukung atau supporter, para mitra, serta stakeholders dari ketiga klub tersebut sejalan dengan visi perseroan untuk menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”.

“Kita akan sama-sama melihat potensi kerja sama lain yang memungkinkan. Potensi-potensi yang bisa kita lihat sebagai bisnis, dan juga dilihat oleh para klub ini sebagai potensi keuangan. Itu bisa kita garap bersama-sama,” pungkas Nixon.

12 June 2025

Arema FC Ajak Petinggi Semen Padang Jaga Sportivitas, Ingatkan Hasil Piala Presiden 2017

Arema FC Ajak Petinggi Semen Padang Jaga Sportivitas, Ingatkan Hasil Piala Presiden 2017

MALANG -  Senin, 19 Mei 2025 General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi, memberikan tanggapan terkait pernyataan yang dilontarkan oleh Andre Rosiade, salah satu petinggi Semen Padang FC, menjelang pertandingan pekan 34 BRI Liga 1 tahun 2024/2025 antara kedua tim di Stadion Kanjuruhan 25 Mei mendatang.

Yusrinal menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan menghindari pernyataan yang kontraproduktif dan percaya pada peofesionalisme kedua tim dan perangkat pertandingan. Yusrinal juga sembari mengingatkan jalannya semifinal Piala Presiden 2017 antara kedua tim yang bekerja keras serta junjung fairplay serta sportifitas.

"Kami mengharapkan agar semua pihak, terutama para pimpinan klub, dapat bersikap bijaksana,  sportif dan menjunjung tinggi fair play," ujar Yusrinal dalam keterangan resminya, Senin (19/4/2024).

Pernyataan ini muncul setelah Andre Rosiade melalui akun media sosialnya menuliskan permintaan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk hadir langsung dalam laga Arema FC vs Semen Padang dan meminta penggunaan wasit asing. Andre Rosiade juga seperti menuduh "dicurangi" di Piala Presiden 2017 di Stadion Kanjuruhan.

Menanggapi hal tersebut, Yusrinal anggap perlu meluruskannya. Ia meminta agar Andre Rosiade lebih bersikap bijaksana dalam membuat pernyataan yang bersifat tuduhan kepada klub. 

Ia mengajak agar semua pihak untuk fokus pada esensi sepak bola sebagai ajang adu strategi dan profesionalisme.

Yusrinal kemudian menyinggung pertemuan Arema FC dan Semen Padang di babak semifinal Piala Presiden 2017. Pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (2/3/2017), Semen Padang berhasil meraih kemenangan tipis 1-0. 

Namun, Arema FC mampu membalikkan keadaan pada leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (5/3/2017), dengan skor telak 5-2.

"Waktu itu, Semen Padang memang unggul agregat gol setelah leg pertama. Namun, Arema FC dengan semangat tinggi dan dukungan suporter mampu bangkit dan menang 5-2 di Kanjuruhan. Kelolosan ke final Piala Presiden 2017 itu adalah murni hasil kerja keras, strategi, dan profesionalisme tim kita," tegas Yusrinal.

Ia menambahkan, "Bukan upaya membangun politisasi sepak bola yang sarat tebar kebencian dan kecurigaan. Mohon ini dihindarkan. Percayalah, sepak bola kita sudah bermartabat."

Pertandingan antara Arema FC dan Semen Padang sendiri akan digelar tanpa penonton sebagai konsekuensi dari sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Yusrinal berharap, dalam kondisi ini, semua pihak dapat menunjukkan sikap profesional dan menjaga kondusivitas.

"Kami mengimbau agar semua pihak, baik pemain, pelatih, ofisial, maupun suporter, dapat menghormati keputusan tersebut dan fokus pada pertandingan," tambahnya.

Yusrinal juga menekankan bahwa Arema FC berkomitmen untuk menjunjung tinggi fair play dan menghormati keputusan wasit. Ia berharap, semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan pertandingan yang berkualitas dan sportif. 

19 May 2025

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Pernyataan Resmi Arema FC Soal Logo Singa Bertindik

Malang, 10 Juni 2026 – Arema FC menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi polemik pendaftaran logo Singa Bertindik. Manajemen Singo Edan telah menempuh langkah hukum dan administrasi yang diperlukan, termasuk mengajukan keberatan atas pendaftaran yang dilakukan pihak lain. Saat ini, klub memilih menghormati seluruh mekanisme yang berlaku sembari menunggu terbitnya legalitas resmi dari pemerintah sebagai landasan hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.

General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi menjelaskan, bahwa sejak mengetahui adanya pendaftaran logo oleh pihak lain, manajemen segera mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas Arema yang memiliki nilai sejarah dan keterikatan kuat dengan klub maupun Aremania.

“Kami sudah menyampaikan keberatan terhadap proses yang dilakukan pihak lain terkait pendaftaran logo tersebut. Bagi Arema FC, logo Singa Bertindik bukan sekadar simbol visual, tetapi bagian dari identitas klub yang memiliki sejarah panjang dan melekat dalam perjalanan Arema. Karena itu, kami mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi identitas tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yusrinal.

Selain menyampaikan keberatan, Arema FC juga telah mengajukan pendaftaran logo Singa Bertindik melalui jalur resmi kepada Direktorat Jenderal Kekayaaan Intelektual (DJKI). Saat ini, seluruh proses administrasi dan legal yang dibutuhkan 
masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.

Yusrinal menegaskan bahwa manajemen terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia juga menekankan bahwa pendaftaran yang diajukan Arema FC saat ini masih berada pada jalur yang semestinya.

“Yang perlu dipahami publik adalah bahwa Arema FC sudah mendaftarkan logo Singa Bertindik melalui jalur resmi. Saat ini prosesnya masih berjalan dan berada pada jalur yang semestinya atau on track. Kami menghormati seluruh mekanisme yang berlaku dan memilih mengikuti setiap tahapan secara profesional,” katanya.

Menurutnya, saat ini fokus utama manajemen adalah menunggu terbitnya legalitas resmi atas pendaftaran yang telah diajukan. Legalitas tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi klub untuk melangkah ke tahapan berikutnya.

“Kami masih menunggu keluarnya legalitas resmi dari pemerintah. Setelah seluruh dokumen dan pengesahan tersebut diterbitkan, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan,” lanjutnya.

Meski demikian, Yusrinal menegaskan bahwa terbitnya legalitas bukan berarti perubahan penggunaan logo dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat. Sebagai perusahaan profesional yang mengelola klub sepak bola, Arema FC memiliki berbagai kerja sama strategis yang harus diperhatikan dan disesuaikan terlebih dahulu.

“Setelah legalitas kami terima, bukan berarti keesokan harinya logo bisa langsung digunakan secara menyeluruh. Arema FC adalah perusahaan yang memiliki banyak kerja sama strategis dengan sponsor, vendor, mitra produksi, partner komersial, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam operasional klub. Seluruh proses perubahan identitas harus dilakukan secara terukur dan melalui tahapan yang matang,” jelasnya.

Perubahan identitas visual klub, lanjut Yusrinal, akan berdampak pada banyak aspek, mulai dari materi promosi, aset digital, merchandise, dokumen korporasi, perlengkapan pertandingan, hingga berbagai kerja sama komersial yang telah berjalan.

“Kami harus memastikan seluruh pihak yang bekerja sama dengan Arema FC mendapatkan informasi dan waktu penyesuaian yang cukup. Ada kontrak yang berjalan, ada materi produksi yang sudah dibuat, ada inventaris yang masih digunakan, serta berbagai aspek bisnis lainnya yang harus diperhitungkan secara cermat. Karena itu, apabila nantinya proses legalitas telah selesai, kami tetap memerlukan waktu untuk melakukan transisi secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Yusrinal menegaskan manajemen Arema FC akan terus mengedepankan aspek hukum, profesionalisme, dan kepentingan jangka panjang klub dalam setiap keputusan yang diambil. Ia juga mengajak seluruh Aremania untuk tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses yang sedang berjalan.

“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Aremania terhadap identitas Arema. Oleh sebab itu, kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi klub. Kami percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui jalur yang benar akan menghasilkan keputusan yang baik pula bagi masa depan Arema FC,” tutup Yusrinal.

10 June 2026

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Logo Singa

MALANG – Manajemen Arema FC akhirnya angkat bicara terkait polemik logo Singa yang belakangan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Setelah memilih menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup lama, kini klub berjuluk Singo Edan tersebut memutuskan mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai bagian dari identitas resmi klub.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini diambil manajemen bukan berarti tidak bergerak. Sebaliknya, Arema FC sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania serta membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, manajemen selama ini tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai tidak mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen melihat ada pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Tegaskan Hak PT AABBI

Di balik langkah tersebut, Arema FC juga menegaskan bahwa secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya untuk Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28. Karena itu, PT AABBI memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Direktur Legal PT AABBI, Adi Ismanto menjelaskan, bahwa perlindungan hukum terhadap merek tidak hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga makna yang melekat pada identitas tersebut.
“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurutnya, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Namun dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Dimas menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari.

Perjuangkan Singa Bertindik

Sementara itu, selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik secara resmi sebagai bagian dari identitas klub. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kejelasan atas simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan ini perlu segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola secara luas. Selain itu, Arema FC juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi menimbulkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, manajemen mengimbau seluruh pihak untuk memastikan setiap penggunaan identitas Arema berada dalam koridor hukum yang berlaku serta melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal. (*)

06 June 2026

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai

Konsolidasi Arema One Blood: Panpel, Aremania, dan Forkopimda Malang Raya Komitmen Aman dan Damai


MALANG – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pertemuan jajaran panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama ribuan Aremania di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4/2026). Konsolidasi bertajuk Arema One Blood ini digelar menjelang laga super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Acara yang berlangsung lancar itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan. Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.

*Momentum Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan*

Dalam sambutannya, General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.

“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujar Yusrinal.

Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub. Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan. “Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Yusrinal berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.

*Seruan Ovan Tobing: Jaga Marwah Arek Malang, Hentikan Kekerasan*

Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujar Ovan.

Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali. Menurut Ovan, pertandingan besar Arema vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

*6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Sepak Bola Tanpa Kekerasan*

Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.

Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto. Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.

Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:

1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.

*Pemkab Malang: Malang Raya Harus Dikenal karena Kedewasaan, Bukan Fanatisme Buta*

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha. Firmando juga menegaskan bahwa Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.

“Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” pungkas pria yang pernah menjabat Plt Kadispora Kabupaten Malang tersebut.

Dengan digelarnya konsolidasi Arema One Blood ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 nanti tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang lebih aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.(**)

05 April 2026

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Arema FC Sudah Berada Di Jalur Yang Lebih Baik, Panpel Arema FC Mengingatkan Tentang Sinergi

Malang, 16 Februari 2026 – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan pertandingan Kandang ke-11 Super League 2025/26. Laga antara Arema FC menghadapi Semen Padang FC kemarin (15/2/2026) di Stadion Kanjuruhan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya. Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif,” ujar Erwin Hardiyono.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.

“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik. Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses,” tambahnya.

Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.

“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib. Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,” jelas Erwin.

Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.~

16 February 2026

Kolaborasi Hijau

Kolaborasi Hijau "Save Forest 1987": Arema FC, Aremania, dan Bakorwil III Malang Bersinergi Jaga Kelestarian Alam

Malang, 20 Januari 2026 – Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman kerusakan alam, Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan Bakorwil III Malang resmi meluncurkan program kolaborasi bertajuk “Save Forest 1987”.

 

Program ini ditandai dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon yang digelar di Kantor Arema FC (Kandang Singa), pada Selasa (21/1/2026). 

 

Inisiatif ini bertujuan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada masyarakat luas melalui jaringan Aremania.

 

Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Bakorwil III Malang, yakni Widodo Joko Santoso, S.Hut, MM (Sekretaris Bakorwil III Malang) dan Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P. (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana).

 

Sementara dari Singo Edan, hadir Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, dan Manajer Operasional, Sudarmaji. Dari sisi suporter, Presidium Aremania Utas diwakili oleh Soni Taufik (Soni Inos) serta Koordinator Korlap Aremania Utas, Ipung Sumpil.

 

Apresiasi Bakorwil untuk Struktur Aremania yang Rapi Masif

 

Sekretaris Bakorwil III Malang, Widodo Joko Santoso, mengaku bangga dengan langkah Arema FC dan Aremania yang menaruh respect tinggi terhadap isu lingkungan. 

 

Sebagai putra daerah yang lahir di Bhumi Arema, Widodo melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.

 

"Saya bangga dengan Arema dan Aremania yang memberikan respect terhadap kepedulian lingkungan. Aremania kini memiliki struktur organisasi yang rapi dan masif. Karena itu, saya optimis sinergi ini bisa berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata," ujar Widodo.

 

Aremania: Lebih dari Sekadar Mendukung Klub

 

Menyambut program ini, Soni Taufik atau yang akrab disapa Inos, menegaskan bahwa peran Aremania tidak terbatas pada dukungan di tribun stadion semata.

 

"Kami menyambut baik program ini. Ini bukti bahwa Aremania tidak sekedar mendukung klub Arema FC, tapi juga respect dengan kegiatan untuk kebaikan masyarakat luas," tegas Soni.

 

Ia menambahkan, teknis distribusi bibit pohon tersebut nantinya akan dibantu penyebarannya melalui jaringan Koordinator Lapangan (Korlap) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Aremania di berbagai daerah.

 

Harapan Sinergi Jangka Panjang & Pemberdayaan Ekonomi

 

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Bakorwil III Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Arema FC.

 

"Kami sangat respect dengan CSR Bakorwil melalui Arema FC dan Aremania. Harapannya, sinergi ini berjalan terus dalam jangka panjang," ujar Munif.

 

Melengkapi hal tersebut, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, berharap program ini berkembang ke sektor pemberdayaan ekonomi.

 

"Melalui program kesejahteraan lainnya, kami berharap ke depan akan ada bantuan bibit lain, seperti bibit ikan atau bibit pemberdayaan lainnya. Tujuannya agar bantuan itu juga turut memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya Aremania," imbuh Sudarmaji.

 

Simbolisasi "Save Forest 1987"

 

Dalam kegiatan ini, Bakorwil III Malang menyerahkan berbagai jenis bibit pohon dengan rincian: 100 bibit Sengon, 40 bibit Nangka, 10 bibit Alpukat, dan 10 bibit Cemara.

 

Sebagai balasan apresiasi, manajemen Arema FC menyerahkan cenderamata unik berupa dua buah jersey bernomor punggung 19 dan 87. Jersey pertama bertuliskan nama punggung "Save" (nomor 19) dan jersey kedua bertuliskan "Forest" (nomor 87), yang jika digabungkan membentuk pesan kampanye: Save Forest 1987. 

20 January 2026

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Arema FC Hadiri Diskusi KIE Suporter Sepakbola Bersama Kemenpora

Malang, 23 September 2025 – Arema FC turut hadir dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Suporter Cerdas, Tim Berkualitas” yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Acara ini merupakan implementasi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Malang ini menggandeng Perkumpulan Arek Malang Mania Aremania Utas. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis suporter sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan industri sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya: - Deputi Bidang

Pengembangan Industri Olahraga

- Asisten Deputi Olahraga Profesional

- Direktur Infrastruktur PSSI

- GM Fans Engagement & Experience I.League

- Karo Ops Kapolda Jawa Timur

- Permerhati Sepakbola Nasional 

- Presidium Aremania Utas

- Perwakilan Manajemen Arema FC 

- LOC Chairman Arema FC 

- Media Officer Arema FC 

- SSO Arema FC 

 

 

Dalam sesi diskusi, GM Fans Engagement & Experience I.League, Budiman Dalimunthe, menekankan pentingnya transformasi perilaku suporter.

 

“Kami di I.League percaya bahwa suporter bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari dinamika sepak bola itu sendiri. Ketika suporter bersikap cerdas dan suportif, atmosfer pertandingan akan menjadi lebih positif dan berdampak langsung pada performa tim serta industri sepak bola secara keseluruhan,” ungkap Budiman.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola nasional Akmal Marhali menyampaikan optimismenya terhadap arah baru peradaban sepak bola Indonesia, khususnya bagi Aremania pasca Tragedi Kanjuruhan.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pecinta sepak bola nasional, terutama Aremania. Arema adalah aset sepak bola Indonesia, dan melalui edukasi suporter ini kita belajar dari musibah agar ke depan lebih baik. Saya yakin Aremania mampu menjadi pelopor suporter Indonesia yang mengedepankan moralitas, profesionalisme, serta membangkitan jiwa Arek Malang untuk mendukung tim secara sportif,” tegas Akmal.

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa Arema FC dan Aremania sebagai satu kesatuan dapat membuka peradaban sepak bola Indonesia yang lebih baik sekaligus mendorong budaya bertandang yang sehat bagi suporter.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi daerah, di antaranya 

 • Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang 

 • Kesbangpol Malang

 • TVRI Stasiun Malang

 • Dan Perwakilan Suporter 

Melalui edukasi langsung kepada komunitas suporter, Kemenpora RI berharap tercipta suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan positif dalam setiap perhelatan sepak bola. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga citra sepak bola Indonesia.

 

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Kemenpora RI menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem suporter yang profesional, berdaya, dan mendukung tumbuhnya industri olahraga nasional.**

23 September 2025

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

Serbu Latihan Arema FC, Anak-anak Sanggar R.A Kartini Dapatkan Motivasi dari Adilson Maringa

 

Suasana berbeda terlihat dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya pada Rabu (1/2/2023), tim Arema FC mendapatkan kunjungan dari anak-anak Sanggar R.A Kartini.

Anak-anak dari sanggar belajar yang terletak di Dau, Kabupaten Malang tersebut sangat antusias saat bertemu dengan pemain Arema FC seusai menjalani latihan.

Begitu Javier Roca mengakhiri sesi latihan Arema FC, anak-anak tersebut langsung menyerbu pemain. Selain berusaha meminta tanda tangan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk foto bersama. 

"Alhamdulillah, kami dari Sanggar R.A Kartini sangat berterimakasih, anak-anak sangat senang dan gembira bisa bertemu langsung dengan pemain Arema FC," ungkap Bu Iin, pengasuh Sanggar.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemain Arema FC tersebut adalah momen yang ditunggu oleh anak-anak, sebab mereka sudah cukup lama menantikan momen tersebut. 

Uniknya, anak-anak tersebut juga menghadiahi pemain Arema FC dengan hasil kebun yang banyak ditanam di daerah Dau, yakni Jeruk. 

"Anak-anak tentu sangat senang bisa bertemu dengan idolanya. Rata-rata mereka hafal sama pemain, selain itu ini adalah kesempatan yang memang ditunggu sejak lama," tambahnya. 

Kiper Arema FC, Adilson Maringa menjadi pemain yang paling banyak diburu. Bahkan diantara anak-anak tersebut juga menanyakan apa rahasianya agar menjadi pemain sepak bola profesional. 

"Kuncinya adalah kerja keras dan berani untuk mewujudkan mimpi, jangan lupa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar," ungkap Maringa, menjawab pertanyaan anak-anak tersebut. 

 

 

 

01 February 2023

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Arema Football Academy Terima Kunjungan Elite Soccer Jawa Power YTL, Siap Kolab Pengelolaan Elite Soccer

Malang, – Arema Football Academy (AFA) menerima kunjungan dari Elite Soccer Jawa Power YTL pada Sabtu, 31 Agustus 2024 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk saling menimba ilmu dalam pengelolaan sepakbola usia dini secara modern. Elite Soccer Jawa Power YTL dibina oleh PT Jawa Power, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis bahan bakar gas di Paiton, Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Arema Football Academy memberikan materi tentang pengelolaan sepakbola mulai dari grassroot, youth development, hingga pemain pra-profesional. Selain itu, materi tentang kurikulum sepakbola secara berjenjang, sport science, dan sport medicine juga disampaikan. Dari Arema FC, pemateri langsung diberikan Sudarmaji, SE, Manager Operasional Arema FC, Joel Cornelli (Head Coach Arema FC asal Brasil), Tiago Simoes (Pelatih Kiper Senior Arema FC asal Portugal), dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Dokter Tim Arema FC dan Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes ,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.
Sementara dari pihak Elite Soccer Jawa Power YTL, hadir mendampingi Heru Darsanto (Chief of Sports & Social Club PT YTL Jawa Timur), Sutrisno WisnuGroho (Steering Committee Elite Soccer Academy U13 Jawa Power YTL), Hermawan Susanto (Head Coach U13 Jawa Power YTL), Idrus Sholeh (Coach Assistant & Data Analyst), Didik Hermanto (Physical Trainer),Rohman Hidayat (Coach Assistant) dan M. Ikhsan (Goal Keeper Coach)
Sutrisno WisnuGroho, selaku perwakilan Elite Soccer Academy Jawa Power YTL, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta ilmu yang dibagikan oleh manajemen dan jajaran pelatih senior Arema FC. “ Kami berharap sinergi antara kedua klub dalam mengelola pendidikan sepakbola usia dini dapat mengantarkan para pemain muda menjadi pemain profesional. Utamanya para pemain dari binaan kami di Probolinggo,” ujarnya. 
Selain materi di dalam kelas, kegiatan ini juga melibatkan implementasi materi sepakbola melalui Coaching Clinic di Stadion Gajayana. Para pelatih Akademi Arema memberikan materi kepada 24 pemain muda dan lima pelatih U13 Academy Jawa Power YTL. Kegiatan ini diakhiri dengan uji tanding antara tim U13 Arema Football Academy dan U13 Academy Jawa Power YTL.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik program kunjungan ini dan berharap sinergi antar pengelola sepakbola usia dini terus dilakukan secara rutin dan edukatif. Yusrinal juga mengapresiasi PT Jawa Power yang memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat sekitar melalui olahraga sepakbola dan pembinaan pemain usia dini. “Ke depan, kami berharap dapat digelar festival atau kompetisi internal untuk menambah jam terbang para pemain muda dengan melibatkan SSB dari berbagai daerah,” pungkasnya. (**)

04 September 2024

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Arema FC Terus Pantau Percepatan Perbaikan Lapangan Stadion Supriyadi Blitar

Blitar - General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan pembenahan rumput dan kualitas lapangan Stadion Supriyadi Kota Blitar. Proses perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Lestarindo  dalam memperbaiki lapangan Stadion Supriyadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada," ujar Yusrinal dalam rilisnya belum lama ini.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Supriyadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, ungkap Inal-sapaan akrabnya, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, di antaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk mengaerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Lebih lanjut, Yusrinal menjelaskan bahwa pihak kontraktor juga akan melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
Akhir pekan kemarin, imbuh Inal, Lestarindo telah menyelesaikan proses top dressing dan melanjutkan dengan penebaran kapur, obat cacing, serta pemupukan. Kegiatan ini dilakukan kemarin untuk mempercepat proses pemulihan dan pertumbuhan rumput. Pihak kontraktor optimis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan
"Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Supriyadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema FC, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan," pungkas Yusrinal. (**)

03 September 2024

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Konsultan Internasional Sarankan Arema FC Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Manajemen Arema FC mendapatkan masukan berharga setelah melakukan pertemuan secara daring dengan konsultan dari tiga negara pada Senin sore  (7/11/2022), masukan tersebut diantaranya adalah langkah untuk segera berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan.


“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang dilakukan secara daring tersebut. Mulai dari bagaimana langkah kedepan, mulai melakukan perbaikan sistem pengamanan di stadion dan hal lainnya adalah Arema FC didorong untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempercepat pemulihan, seperti pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkaitan,” ungkap manajer international affair, Arema FC Fuad Ardiansyah.


Sistem pengamanan sendiri menjadi bagian penting kedepan. Hal ini berkaitan dengan mengembalikan kepercayaan publik jika nanti Arema FC sudah terbebas dari sanksi dan pertandingan berjalan dengan normal. “Sistem pengamanan menjadi bagian yang sangat krusial. Seperti salah satu contoh di Turki yang memiliki karakter suporter yang militan seperti di Arema FC, untuk mengubah sistem tiket menjadi sistem online dibutuhkan waktu setidaknya 3 tahun. Tapi dengan dukungan banyak elemen, hal-hal itu sangat mungkin bisa dilakukan di Arema FC kedepan,” tambah Fuad.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu  Konsultan,  Badiuzzaman Jamhari menyatakan bahwa untuk bisa bangkit Arema FC memiliki modal yang cukup. “Untuk bisa bangkit kembali dan melakukan recovery, Arema FC memiliki modal yang cukup kuat, memiliki nama baik di kawasan Asia bahkan juga Eropa,” tambah Badiuzzaman Jamhari yang berdomisili di London.


Selain Badiuzzaman Jamhari, dau konsultan lainnya adalah  Andrea Poggio dari Italia dan Soner Bicikci dari Turki. Dari Arema FC yang terlibat dalam diskusi tersebut selain Fuad Ardiansyah juga ada media officer Sudarmaji, manager bisnis  Muhammad Yusrinal Fitriandi dan satu anggota tim pemulihan Ronny Suhatril  yang sudah tiba di Malang.

07 November 2022

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Guyub FC Malang Juara, Berikut Barisan Terbaik Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

Malang – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 untuk kelompok usia (KU) 10 tahun resmi berakhir. Guyub FC Malang keluar sebagai juara setelah mengalahkan MSA Madiun dengan skor tipis 1-0 pada laga final di ARG Soccerfield, Minggu (16/8).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus), ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-39 Arema FC. Festival Akademi menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan dan membangun karakter kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Guyub FC Malang tampil sebagai yang terbaik setelah menuntaskan perjalanan hingga partai final. Kemenangan 1-0 atas MSA Madiun memastikan Guyub FC Malang berada di posisi teratas, sedangkan MSA Madiun harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, posisi peringkat ketiga bersama ditempati Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang.

Selain penghargaan untuk tim, sejumlah individu juga mendapat apresiasi atas penampilan mereka selama festival. Albiansyah dari Guyub FC Malang terpilih sebagai Pemain Terbaik.

Sementara gelar Top Skor menjadi milik Kainan dari El Suryanaga Pasuruan. Kainan tampil produktif sepanjang turnamen dengan torehan 10 gol.

Penghargaan Best Team diberikan kepada MH Soccer School Malang. Sedangkan Andik Zakaria dari Guyub FC Malang dinobatkan sebagai Best Coach. Untuk kategori penjaga gawang terbaik, penghargaan Best Goalkeeper diraih Muhammad Kaisar Azalea dari Sahara Muda Pasuruan.

Berakhirnya Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10 tidak sekadar melahirkan barisan juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi, belajar bertanding secara sportif, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Barisan Juara Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 KU-10

* **Juara 1:** Guyub FC Malang
* **Juara 2:** MSA Madiun
* **Juara 3-4:** Sahara Muda Pasuruan dan MH Soccer School Malang
* **Pemain Terbaik:** Albiansyah (Guyub FC Malang)
* **Top Skor:** Kainan (El Suryanaga Pasuruan) – 10 gol
* **Best Team:** MH Soccer School Malang
* **Best Coach:** Andik Zakaria (Guyub FC Malang)
* **Best Goalkeeper:** Muhammad Kaisar Azalea (Sahara Muda Pasuruan)

16 August 2026

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 Dipenuhi Kejutan, Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Momen Final

Malang - Keseruan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin terasa pada hari kedua pelaksanaan. Setelah pada hari pertama, Sabtu (15/8), para peserta mendapat kejutan dengan kehadiran pelatih kepala Marcos Santos, asisten pelatih Andre Caldas, serta gelandang asing Julian Guevara, kejutan kembali hadir pada momen final kategori U-10, Minggu (16/8) siang.

Dua pemain tim senior Arema FC, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, mendatangi ARG Soccerfield Lawang untuk menyaksikan langsung keseruan pertandingan final. Keduanya hadir bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.

Kehadiran dua pemain yang juga menjadi bagian dari kekuatan sepak bola Indonesia itu langsung membuat suasana festival semakin meriah. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan langsung perjuangan anak-anak usia dini yang tampil penuh semangat hingga pertandingan berakhir.

Keduanya bahkan turut larut dalam ketegangan pertandingan final. Ketika gol tercipta pada menit-menit terakhir, Dewangga dan Achmad Maulana terlihat memberikan tepuk tangan. Momen tersebut menjadi gambaran betapa perjuangan para pemain muda tetap mendapat apresiasi, bahkan dari pemain yang sehari-hari tampil di level profesional.

Partai final akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Usai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga kemudian turut didapuk untuk memberikan hadiah kepada para pemain dan penerima penghargaan dalam festival tersebut.

Namun, kejutan belum berhenti sampai di sana. Seusai prosesi penghargaan, kedua pemain Singo Edan tersebut langsung menjadi target buruan anak-anak dan orang tua yang ingin mengabadikan momen bersama.

Satu per satu peserta mengantre untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Achmad Maulana bahkan mengatur antrean anak-anak agar tetap tertib.

“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.

Anak-anak pun tampak bersemangat. Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga bukan sekadar menjadi hiburan tambahan dalam festival, tetapi juga memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta.

Keduanya merupakan pemain yang memiliki kedekatan dengan sepak bola Malang sekaligus telah menjadi bagian dari panggung sepak bola Indonesia. Karena itu, kesempatan bertemu langsung, berfoto, hingga mendapatkan tanda tangan dari pemain idola menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.

Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola, termasuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini mereka lihat bermain di level profesional.

Kehadiran para pemain senior dalam dua hari pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Ada pengalaman, inspirasi, serta motivasi yang diharapkan dapat menumbuhkan mimpi anak-anak untuk terus berkembang dan suatu hari mengikuti jejak para pemain Singo Edan. (*)

16 August 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Laris Manis, UMKM Padati Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

Malang — Kemeriahan Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 tak terasa di dalam lapangan pertandingan, tetapi juga di area luar stadion. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenant sponsor turut memadati area festival untuk menyemarakkan gelaran olahraga anak-anak tersebut.

Kehadiran para pelaku UMKM ini menjadi alternatif utama bagi para peserta, wali murid, hingga official tim yang datang dari berbagai kota. Mereka menyajikan beragam kebutuhan acara, mulai dari jajanan makanan dan minuman segar, multivitamin, hingga sajian kopi olahan.

Salah satu tenant yang menyedot perhatian pengunjung adalah Madu Bee Honey Bee, UMKM asal Bumiayu, Kota Malang. Stand ini ramai digandrungi oleh para peserta festival, khususnya anak-anak yang penasaran ingin mencicipi manisnya madu alami. Produk yang paling dicari tak lain adalah olahan madu murni serta sarang madu (honeycomb).

Perwakilan dari Madu Bee Honey Bee, Nadila Agnesia, mengungkapkan bahwa produk sarang madu menjadi salah satu item favorit yang paling cepat diserbu oleh anak-anak karena sensasi cara mengonsumsinya.

"Sarang madu ini sangat diminati anak-anak karena unik dan bisa langsung dimakan di tempat," ujar Nadila di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Selain sarang madu, varian madu multiflora juga menjadi pilihan utama para orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak mereka selama mengikuti kompetisi.

"Untuk anak-anak, varian multiflora ini sangat cocok. Rasanya lebih ringan di lidah dan khasiatnya bagus untuk menjaga imunitas serta kesehatan pencernaan mereka saat beraktivitas padat," tambahnya.

Tak hanya sektor multivitamin dan madu, geliat ekonomi di festival ini juga dirasakan oleh tenant minuman seperti Unda Undi Coffee Co. Sang pemilik, Deki Eko Agus Prasetyo, mengaku antusiasme pengunjung di ajang festival kali ini terbilang sangat tinggi.
"Alhamdulillah event-nya cukup kencang. Event di sini, karena antusiasmenya banyak juga dari pengunjung luar kota, jadi kesempatan bagus bagi kami buat mengenalkan produk lebih jauh, khususnya di sektor kopi," kata Deki.

Deki menceritakan bahwa produk biji kopi (beans) miliknya bahkan mulai dilirik oleh pembeli dari luar daerah yang kepikat saat berkunjung ke booth-nya.

"Kemarin ada yang langsung order via WhatsApp, kami bisa sell 6 bungkus beans. Kebetulan customernya dari Madiun. Kami bakal terus buka booth sampai event ini berakhir," pungkas Deki.
Kehadiran beragam tenant seperti Madu Bee Honey Bee dan Unda Undi Coffee memberikan nilai tambah tersendiri bagi gelaran Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026. Selain mendapatkan pengalaman bertanding, para peserta dan pengunjung dapat menikmati ragam kuliner lokal yang berkualitas. (*)

16 August 2026

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim  Senior, Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Pantauan Pemain Muda

Malang — Arema FC membuat keputusan strategis menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Manajemen Tim Singo Edan mengangkat Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, ke jajaran kepelatihan tim senior.

Keputusan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk promosi bagi Doni yang telah belasan tahun berkontribusi dalam pengembangan pemain muda Arema FC. Penunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya klub memenuhi regulasi kompetisi yang diberlakukan operator i.League pada musim 2026/2027.

Pada musim ini, klub yang menggunakan pelatih kepala asing diwajibkan memiliki asisten pelatih lokal dengan lisensi A AFC. Arema FC yang masih mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Marcos Santos kemudian mengambil langkah dengan menempatkan Doni Suherman dalam jajaran staf kepelatihan tim senior.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah klub untuk memenuhi regulasi sekaligus memperkuat kebutuhan teknis tim.
"Memang ada regulasi bahwa ketika kita menggunakan pelatih kepala asing, harus ada dua asisten pelatih lokal yang memiliki lisensi A AFC. Coach Doni memenuhi kriteria tersebut. Tetapi tentu bukan hanya karena regulasi itu kami memilih Coach Doni," ujar Yusrinal.

Menurutnya, pengalaman Doni Suherman selama berada di lingkungan Akademi Arema menjadi pertimbangan penting lainnya. Selama belasan tahun, Doni telah terlibat langsung dalam proses pembinaan pemain muda sehingga memiliki pemahaman mengenai karakter dan perkembangan talenta yang dimiliki Arema FC.

"Kami melihat Coach Doni sudah cukup lama bersama Akademi Arema. Dia memahami proses pembinaan, tahu karakter pemain-pemain muda kita dan juga tahu bagaimana perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke tim senior," lanjutnya.

Pria dengan sapaan akrab Inal ini menambahkan, kehadiran Doni di tim senior akan membuat komunikasi antara akademi dengan tim utama semakin dekat. Terlebih, Arema FC ingin memberikan ruang lebih besar kepada pemain lokal dan pemain muda untuk berkembang hingga mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.

"Jadi kami ingin ada koneksi yang lebih kuat antara akademi dengan tim senior. Ketika ada pemain muda yang berkembang dan dianggap sudah memiliki potensi untuk naik, tim senior bisa mendapatkan informasi secara langsung. Tidak hanya melihat pemain ketika sudah muncul di permukaan, tetapi prosesnya sudah dipantau sejak di akademi," jelasnya.

Menurut Yusrinal, kebutuhan tersebut semakin penting dalam membangun komposisi skuad yang kompetitif sekaligus berkelanjutan. Tim senior membutuhkan pemain yang siap secara teknis, sementara akademi menjadi salah satu sumber utama untuk menghasilkan pemain lokal yang dapat diproyeksikan ke masa depan.

"Kami membutuhkan orang yang bisa memberikan input kepada tim pelatih mengenai pemain lokal, terutama pemain muda. Karena orang yang berada di akademi setiap hari tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Dia tahu perkembangan pemain, bukan hanya dari pertandingan, tetapi juga dari proses latihan dan pembinaannya," katanya.

Doni sendiri bukan sosok baru dalam lingkungan Arema FC. Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain, ia melanjutkan pengabdiannya di Akademi Arema dan telah berkecimpung dalam proses pembinaan pemain muda selama belasan tahun. Selain itu, saat ini dipercaya sebagai Head of Youth Development atau menjadi kepala pengembangan pemain muda. Dalam beberapa musim terakhir, keputusan pemain muda dari Akademi Arema yang dinilai patut dipromosikan ke tim senior, tidak luput dari pantauan pria berdomisili di Gadang, Kota Malang tersebut. 

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan peran barunya. Dengan berada lebih dekat dengan tim senior, diharapkan mampu memberikan masukan secara langsung kepada jajaran pelatih mengenai potensi pemain yang berkembang di level akademi, termasuk karakter, kemampuan, hingga kesiapan mereka apabila mendapatkan kesempatan naik ke level profesional.

"Harapannya tentu bukan hanya untuk musim ini. Kami ingin membangun jalur yang jelas dari akademi menuju tim senior. Kalau ada pemain yang memang punya potensi, kami ingin prosesnya terpantau dan komunikasinya tidak terputus," kata Yusrinal.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesinambungan program pembinaan pemain muda dengan kebutuhan tim senior. Doni akan menjadi bagian dari tim kepelatihan yang dipimpin Marcos Santos dalam menghadapi Super League 2026/2027.

"Pada akhirnya kami ingin tim senior dan akademi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada kesinambungan. Akademi menghasilkan pemain, tim senior membutuhkan pemain, dan staf pelatih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pemain-pemain tersebut. Coach Doni kami harapkan menjadi salah satu jembatan dalam proses itu," pungkasnya. (*)

12 August 2026

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

Pertahankan Gelar Juara Piala Soeratin Regional Kota Malang, Arema FC U-15 Jadi Wakil ke Provinsi

MALANG - Tiket menuju putaran Provinsi Jawa Timur berhasil diamankan Arema FC U-15. Status itu diraih setelah tim besutan Imam Hanafi sukses mempertahankan gelar juara Piala Soeratin U-15 Regional Kota Malang berkat kemenangan tipis 1-0 atas Blayu FC pada partai final di Lapangan ARG, Lawang, Jumat (31/7).

Kemenangan Arema FC ditentukan lewat gol tunggal Muhammad Alfadli Prasetya melalui eksekusi tendangan penalti pada menit ke-29. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan usai, sekaligus memastikan Singo Edan muda kembali menjadi kampiun di tingkat regional.

Pelatih Arema FC U-15, Imam Hanafi, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya mempertahankan gelar. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal penting sebelum tim melangkah ke putaran tingkat provinsi sebagai wakil Kota Malang.

"Yang pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan nikmat luar biasa di hari ini. Semua berjalan lancar dan kami bisa mempertahankan juara di regional Kota Malang. Kami akan menjadi wakil Kota Malang di tingkat provinsi," ujar Imam Hanafi.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras sepanjang turnamen. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan mempertahankan gelar, namun mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan yang lebih berat sudah menanti.

Meski sukses menjadi juara, Imam menegaskan timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia menjelaskan, skuad Arema FC U-15 memang dipersiapkan sebagai fondasi untuk tampil di Elite Pro Academy (EPA) Super League sehingga Piala Soeratin menjadi bagian dari proses pembentukan tim.

"Sebetulnya tim ini dipersiapkan untuk Elite Pro Academy Super League. Jadi Piala Soeratin ini menjadi jembatan menuju ke sana. Walaupun kami keluar sebagai juara, masih banyak evaluasi karena persaingan di EPA Super League akan jauh lebih berat," katanya.

Karena itu, Arema FC U-15 masih akan melakukan sejumlah pembenahan sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Imam menilai kualitas persaingan di tingkat provinsi maupun Elite Pro Academy berada di level yang lebih tinggi sehingga tim perlu diperkuat.

"Kalau kita melihat peta kekuatan di tingkat provinsi dan EPA belum sesuai harapan, maka akan ada pembenahan dan kemungkinan penambahan pemain yang lebih berkualitas sesuai level provinsi dan EPA," tutupnya. (*)

31 July 2026

Impian Menuju Malang: Talenta Muda Bali Unjuk Gigi di Seleksi Terbuka Arema FC Academy

Impian Menuju Malang: Talenta Muda Bali Unjuk Gigi di Seleksi Terbuka Arema FC Academy

BALI— Akademi Arema FC melebarkan sayapnya ke Pulau Dewata dalam menjaring talenta-talenta muda berbakat. Seleksi terbuka di luar kota yang pada periode ini digelar Sabtu (11/7) dan bertempat di Lapangan Debes, Tabanan, Bali. Puluhan anak-anak dan remaja di Bali tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi demi membuka jalan menuju karier sepak bola profesional bersama tim Singo Edan.

Tim talent scouting Akademi Arema FC dipimpin langsung oleh Endrik Vedes Waluyo. Dia mengaku sangat puas dengan semangat dan kualitas yang ditunjukkan oleh para peserta sejak awal kegiatan dimulai.

"Alhamdulillah hari ini anak-anak peserta sangat antusias sekali. Semangat mereka luar biasa. Banyak dari mereka yang memiliki cita-cita besar untuk bergabung dengan Arema. Itulah yang kami cari," ujar Coach Hendrik.

Dia menambahkan bahwa dari manajemen Akademi Arema FC memberikan dukungan penuh agar agenda pencarian bakat di luar Malang ini bisa berjalan maksimal. Selain di Bali, seleksi terbuka digelar di Purwakarta.

Sementara itu, kesuksesan seleksi terbuka di Bali ini tidak lepas dari peran Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Debes Bali selaku tuan rumah dan fasilitator kegiatan. I Wayan Suadiastra, Kepala SSB Putra Debas Bali di dampingi oleh Pak Dede, salah satu orang tua dari talenta muda bali yang terlebih dahulu telah bergabung dengan Akademi Arema FC, sangat menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pihak Arema FC.

"Kami selaku SSB Putra Debes Bali bertindak sebagai fasilitator dan jembatan. Kami sangat berterima kasih kepada Coach Hendrik dan manajemen Arema yang sudah memercayai kami untuk menyelenggarakan seleksi yang luar biasa ini," katanya.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka bagi tim-tim Liga 1 lainnya yang ingin melakukan pembinaan atau seleksi pemain di Bali, demi membantu anak-anak lokal berkiprah di level profesional.

Dari sisi peserta, seleksi ini menjadi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu peserta seleksi, Rafa, mengungkapkan rasa syukurnya karena proses seleksi berjalan dengan sangat baik dan kompetitif.

"Terima kasih untuk hari ini, seleksi berjalan sangat baik. Alasan saya ikut seleksi ini karena ingin mengejar cita-cita. Harapannya bisa lolos dan berangkat ke Malang," ungkap Rafa optimistis. (*)

11 July 2026

Arema FC Promosikan Dua Talenta Akademi ke Tim Senior

Arema FC Promosikan Dua Talenta Akademi ke Tim Senior

MALANG – Arema FC kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun regenerasi pemain dengan mempromosikan dua talenta terbaik Akademi Arema FC ke tim senior untuk menyambut kompetisi musim 2026/2027. Dua pemain yang mendapatkan kesempatan tersebut adalah Abyan Adwitya Wisnu Pratista (kelahiran 2007) dan Azmiy Aziz HS (kelahiran 2006).

Abyan merupakan putra asli Malang yang berposisi sebagai gelandang. Sementara itu, Azmiy Aziz HS merupakan pemain asal Padang yang beroperasi di sektor bek kiri. Keduanya berhasil menunjukkan perkembangan yang konsisten selama menimba ilmu di Akademi Arema FC hingga akhirnya mendapat kepercayaan untuk bergabung bersama skuad senior.

Promosi kedua pemain ini menjadi bukti bahwa jalur pembinaan yang dijalankan Arema FC terus berjalan berkesinambungan. Klub memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda hasil akademi untuk menembus skuad utama melalui proses pembinaan, evaluasi, dan perkembangan performa yang berkelanjutan.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, promosi Abyan dan Azmiy merupakan bagian dari komitmen klub dalam memberikan ruang bagi pemain hasil pembinaan internal untuk berkembang di level profesional.

"Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di Akademi Arema FC memiliki kesinambungan hingga ke tim senior. Abyan dan Azmiy menunjukkan perkembangan yang baik selama proses pembinaan, sehingga mereka layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari skuad utama musim ini," ujar Yusrinal.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan kepada kedua pemain tersebut juga menjadi pesan bahwa Arema FC selalu membuka jalan bagi talenta muda yang mampu menunjukkan kualitas, disiplin, dan etos kerja selama menjalani pembinaan.

"Kami berharap promosi ini menjadi motivasi bagi seluruh pemain Akademi Arema FC. Pintu menuju tim senior selalu terbuka bagi siapa pun yang mampu membuktikan kualitasnya. Sekarang tantangannya adalah terus berkembang, beradaptasi dengan atmosfer tim senior, dan memanfaatkan kepercayaan yang telah diberikan," tambahnya.

Sementara itu, Head of Academy Arema FC Riyan Meidi Wijaya menilai, promosi kedua pemain tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten di Akademi Arema FC. Menurutnya, Abyan dan Azmiy telah menunjukkan perkembangan yang positif sehingga layak mendapatkan kesempatan untuk naik ke level yang lebih tinggi.

"Promosi Abyan dan Azmiy merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah mereka jalani di Akademi Arema FC. Mereka menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari sisi teknik, taktik, maupun mental. Kesempatan ini adalah buah dari kerja keras mereka selama ini," kata Riyan.

Riyan menegaskan bahwa bergabung dengan tim senior bukanlah akhir dari proses pembinaan. Sebaliknya, keduanya akan menghadapi tantangan baru untuk terus berkembang dan bersaing di level profesional.

"Kami berharap mereka tetap rendah hati, terus belajar, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan di tim senior. Semoga kehadiran mereka juga menjadi inspirasi bagi adik-adik di Akademi Arema FC bahwa setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk menembus tim utama apabila mampu menunjukkan kualitas dan komitmen dalam setiap proses pembinaan," pungkasnya.

Promosi Abyan Adwitya Wisnu Pratista dan Azmiy Aziz HS menegaskan komitmen Arema FC dalam membangun fondasi tim yang kuat melalui pembinaan pemain muda. Kehadiran gelandang muda asli Malang dan bek kiri potensial asal Padang ini diharapkan mampu menambah kedalaman skuad Singo Edan sekaligus menjadi bagian dari regenerasi yang berkelanjutan dalam menghadapi kompetisi musim 2026/2027. (*)

06 July 2026

Seleksi Terbuka Arema FC Academy Disambut Antusias, Orang Tua dan Pembina Berharap Lahir Generasi Baru Singo Edan

Seleksi Terbuka Arema FC Academy Disambut Antusias, Orang Tua dan Pembina Berharap Lahir Generasi Baru Singo Edan

MALANG – Pelaksanaan seleksi terbuka Akademi Arema FC yang digelar di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang, pada 27-28 Juni 2026, mendapat sambutan antusias dari peserta, orang tua, hingga para pembina akademi sepak bola. Seleksi yang diperuntukkan bagi kelompok usia U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 ini diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda yang kelak memperkuat Arema FC.

Pembina G-Soccer Academy Semarang, Yudi, menilai langkah Arema FC kembali menggelar seleksi terbuka menjadi momentum penting dalam membangun kekuatan pembinaan usia muda.

"Kesan saya ini baik. Ini menjadi awal kebangkitan untuk menunjukkan bahwa Arema juga bisa melahirkan pemain-pemain muda berkualitas. Saya berharap seleksi ini menghasilkan talenta yang bagus, berani bertarung, tidak hanya memiliki skill, tetapi juga fisik yang mumpuni," ujar Yudi.

Yudi membawa dua pemain terbaik binaannya mengikuti seleksi. Menurutnya, kedua pemain tersebut telah melalui proses pembinaan yang matang dan siap bersaing mendapatkan tempat di Akademi Arema FC.

"Saya membawa dua anak karena yang lainnya sudah bergabung dengan klub lain. Saya berharap mereka bisa bersaing di sini dan nantinya bermain untuk Arema. Mereka memang sudah melalui pembinaan, bahkan salah satunya sering menjadi top skor dan membantu tim meraih juara. Kami memilih pemain yang benar-benar siap untuk kesempatan ini," katanya.

Antusiasme juga datang dari orang tua peserta asal Tosari, Bromo Tengger, Iin. Dia memandang seleksi ini sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi putranya, terlepas dari hasil yang akan diperoleh.

"Semoga setelah mengikuti seleksi ini, putra saya bisa memperbaiki diri dan berlatih lebih giat lagi. Kalau belum berhasil di kelompok usia sekarang, mudah-mudahan masih ada kesempatan di kelompok usia berikutnya. Prosesnya tidak berhenti di sini," ungkapnya.

Iin mengaku tetap optimistis meski menyadari kemampuan putranya masih perlu ditingkatkan. "Kalau peluang lolos mungkin sekitar 50 persen. Tapi dari seleksi ini kami bisa melihat apa saja yang masih menjadi kekurangan. Itu akan menjadi bahan evaluasi agar dia lebih semangat mengejar cita-citanya menjadi pemain Arema," ujarnya.

Dia berharap seleksi Akademi Arema FC dapat digelar lebih rutin agar semakin banyak pemain muda memiliki kesempatan menunjukkan perkembangan mereka.
"Kalau bisa setahun dua kali. Dengan begitu anak-anak punya kesempatan untuk memperbaiki kekurangannya dan mencoba lagi tanpa harus menunggu terlalu lama," katanya.

Sementara itu, warga Pisang Candi, Kota Malang, Ambon mengaku membawa dua putranya, salah satunya lahir pada 2017 dan untuk pertama kalinya mengikuti seleksi Akademi Arema FC.

"Harapannya memang sejak dulu anak-anak ingin ikut Akademi Arema. Ini baru kesempatan pertama karena sebelumnya masih ada kesibukan," ujarnya.

Pak Ambon berharap kedua anaknya dapat menjadi bagian dari masa depan klub kebanggaan masyarakat Malang tersebut. "Harapannya mereka bisa menjadi generasi penerus Arema. Untuk Akademi Arema sendiri semoga semakin maju dan semakin jaya," pungkasnya. (*)

27 June 2026

Seleksi Arema FC Academy Temukan Banyak Talenta Berkualitas, U16 & U18 Bikin Kagum

Seleksi Arema FC Academy Temukan Banyak Talenta Berkualitas, U16 & U18 Bikin Kagum

MALANG – Hari pertama seleksi terbuka Akademi Arema FC di ARG Soccerfield, Lawang, Kabupaten Malang, Sabtu (27/6/2026), menghasilkan banyak temuan positif. Tim pelatih menilai animo peserta sangat tinggi, sekaligus menemukan sejumlah pemain yang dinilai memiliki kualitas di atas skuad reguler akademi saat ini.

Seleksi yang diikuti kelompok usia U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18 tersebut menjadi bagian dari upaya Arema FC memperkuat fondasi pembinaan pemain muda sekaligus menjaring talenta terbaik untuk memperkuat berbagai kompetisi usia dini.

Head of Youth Development Arema FC, Doni Suherman, mengaku puas dengan kualitas peserta yang mengikuti seleksi pada hari pertama. Menurutnya, khusus kelompok usia U-16 dan U-18, banyak pemain yang mampu menunjukkan kemampuan di atas ekspektasi tim pelatih.

"Untuk seleksi hari ini saya kira sangat bagus. Terutama di kelompok U-16 dan U-18 dipenuhi anak-anak yang berkualitas. Yang saya lihat, kita mendapatkan pemain-pemain yang sedikit di atas kualitas pemain reguler yang kita miliki. Saya bersyukur karena di seleksi ini kita bisa mendapatkan pemain-pemain yang sebelumnya belum kita miliki," kata Doni.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit peserta yang berpeluang direkrut. Bahkan, khusus di kelompok U-18, Doni menilai terdapat lebih dari satu tim yang memiliki kualitas sesuai karakter permainan yang diterapkan Akademi Arema FC.

"Yang direkrut tentu ada cukup banyak. Mereka adalah pemain-pemain potensial yang dalam dua hingga tiga tahun ke depan bisa menunjukkan kualitasnya di kelompok usia masing-masing. Terutama di U-18, banyak anak-anak yang bisa bersaing dengan pemain reguler kami. Bahkan saya melihat ada lebih dari satu tim yang memiliki karakter bermain sesuai dengan filosofi Arema," ujarnya.

Menurut Doni, pelaksanaan seleksi terbuka akan menjadi agenda rutin Akademi Arema FC. Idealnya, seleksi digelar dua kali dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan skuad di berbagai ajang kompetisi usia muda.

"Dalam satu tahun memang harus ada dua kali seleksi. Karena kami harus mengikuti banyak kompetisi seperti Elite Pro Academy (EPA), Piala Soeratin, MJL, hingga Liga Topskor. Target utama kami adalah menyiapkan tim yang kompetitif di EPA, sehingga kami membutuhkan pemain-pemain dengan kualitas terbaik. Dari seleksi hari ini saya melihat banyak anak yang layak masuk ke tim EPA," jelasnya.

Lebih jauh, Doni menegaskan tujuan utama pembinaan di Akademi Arema FC tidak hanya mengejar prestasi di level usia muda, tetapi juga mencetak pemain yang siap menembus tim senior.

"Dua-duanya menjadi tujuan kami. Kami ingin meraih prestasi, tetapi yang paling utama adalah mencetak pemain agar bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, terutama ke tim senior. Karena itu, seluruh pelatih harus mampu membina pemain sesuai filosofi bermain yang sudah menjadi identitas Akademi Arema FC," pungkasnya. (*)

27 June 2026

NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY

Banner Ads
Banner Ads
Banner Ads
Inagata

Build Your Product

We can help improve productivity of your company or institution. With our ability to produce websites, mobile aps and ios aps we will help solve your problem with good and useful products. Let's talk about how our services can add value to your company.

Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup
Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup Mockup