13 September 2026
Arema FC Pulang dengan Rasa Pahit, Kemenangan Depan Mata Atas PSM Sirna di Menit Akhir
Parepare – Arema FC harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 3-3 melawan tuan rumah PSM Makassar pada laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion BJ Habibie, Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Minggu (13/9) sore. Kemenangan emas Singo Edan yang sudah di depan mata pupus akibat gol drama di penghujung laga.
Arema FC sejatinya tampil menggebrak sejak awal babak pertama. Tim asuhan Marcos Santos membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui Gabi. Enam menit berselang, tepatnya pada menit ke-34, Gustavo Franca menggandakan keunggulan Singo Edan lewat eksekusi penalti dingin.
Jelang turun minum, PSM Makassar mendapat angin segar setelah dihadiahi penalti oleh wasit. Stefan Jevtovski yang maju sebagai algojo pada menit ke-45 sukses memperkecil kedudukan menjadi 1-2 sebelum jeda.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin sengit. Arema FC sempat kembali menjauh secara spektakuler pada menit ke-60 lewat aksi Careca. Melihat kiper PSM Hilmansyah berdiri agak jauh dari gawangnya, Careca melepaskan tendangan dari garis setengah lapangan yang meluncur mulus ke dalam gawang.
Namun, drama sesungguhnya terjadi ketika pemain pengganti PSM, Luka Cumic, masuk ke lapangan. Cumic berhasil menipiskan jarak menjadi 2-3 pada menit ke-65. Petaka bagi Singo Edan akhirnya datang pada masa injury time (90+5') ketika Cumic kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memaksakan hasil imbang 3-3.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, pelatih Arema FC, Marcos Santos, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai anak asuhnya hilang konsentrasi di saat-saat krusial meskipun sempat menjalankan rencana taktis dengan baik.
"Pertandingan yang amat sulit. Saya sangat menuntut para pemain di ruang ganti tadi, karena kami tidak boleh membuang keunggulan 2-1 begitu saja. Para pemain sudah menjalankan apa yang dilatih dan berhasil menambah keunggulan, tetapi kami hilang konsentrasi di menit-menit akhir," ujar Marcos Santos.
Kegagalan menang, membuat Arema FC harus menyingkir dari tiga tim teratas yakni Bali United, Madura United dan Persija yang masih tampil sempurna di dua pekan pertama. Kini, Alfarizi dkk harus puas turun ke posisi 4 klasemen.
Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa tim yang ingin bersaing di papan atas tidak boleh melakukan kesalahan mendasar yang berujung pada hilangnya poin penuh.
"Kami yang ingin bersaing di papan atas tidak boleh membuang dua poin karena kesalahan sendiri. Dengan segala hormat kepada PSM Makassar yang pantang menyerah, ini murni kelalaian kami. Kami pulang dengan rasa pahit karena seharusnya bisa mengamankan tiga poin dari laga ini," pungkasnya.
Hasil imbang ini membuat Arema FC mengantongi dua poin dari dua laga awal BRI Super League 2026/2027, sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih sebelum menatap laga pekan berikutnya. (*)
Salam Satu Jiwa!