IB Tegaskan Arema FC Masih dalam Fase Pemulihan, Minta Suporter Lebih Dewasa

18 August 2026

IB Tegaskan Arema FC Masih dalam Fase Pemulihan, Minta Suporter Lebih Dewasa

IB : Iwan Bicara Arema FC ( Seri 3 )

Jakarta – Iwan Budianto (IB) menegaskan bahwa Arema FC saat ini masih berada dalam fase pemulihan pasca tragedi Kanjuruhan. 

Dalam podcast bersama Arema FC Official TV yang dipandu Head of PR and Marcom Arema FC, Munif Wakid dan hadir pula GM Arema FC Yusrinal Fitriandi, IB menekankan bahwa ambisi klub saat ini belum pada taraf mengejar gelar juara, melainkan fokus pada pembenahan manajemen dan operasional klub agar lebih tangguh di masa depan.

Fokus Perbaikan, Bukan Target Juara

IB menyatakan bahwa manajemen belum berani bermimpi terlalu tinggi karena beban untuk mengobati trauma pasca tragedi masih sangat besar. 

Menurutnya, fokus utama klub saat ini adalah proses perbaikan yang konsisten.

"Kita belum berani bermimpi untuk sesuatu yang luar biasa. Kita masih dalam taraf ayo berbenah dan perbaikan," ujar IB.

Ia menambahkan bahwa ekspektasi berlebihan justru bisa membahayakan kondisi psikologis tim yang sedang berusaha menata kembali fondasi mereka.

Menjaga Kerahasiaan Rekrutmen

Menurut IB, manajemen menerapkan filosofi pembentukan tim yang matang dengan memprioritaskan pemain lokal terlebih dahulu sebelum memilih pemain asing agar sesuai dengan regulasi. 

Hal ini dilakukan untuk membangun fondasi tim yang solid, di mana satu pemain bisa menempati beberapa posisi sekaligus (versatile).

IB juga memberikan apresiasi khusus kepada tim manajemen di bawah pimpinan Yusrinal Fitriandi atas keberhasilan mereka menjaga kerahasiaan proses transfer pemain dan pelatih. 

IB menyebut bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, menjaga no secret dalam rekrutmen pemain adalah sebuah prestasi yang sulit dilakukan.

"Siapa yang mau direkrut Arema, siapa yang direncanakan untuk direkrut, semuanya fix dan tidak bocor. Itu susah di era sekarang," kata IB.

Penjelasan Terkait Harga Tiket

Menanggapi keluhan suporter mengenai harga tiket yang dianggap mahal, IB meminta maaf dan memberikan penjelasan transparan mengenai kondisi finansial klub. 

Stadion, lanjut IB,  yang dulunya menampung 45.000 penonton kini terbatas hanya untuk 21.600 penonton. Harga tiket disesuaikan untuk menjaga keberlangsungan operasional klub, karena itu ungkap IB jika penonton di bawah 6.000 orang, klub justru merugi atau nombok.

Ia menjelaskan bahwa biaya penyelenggaraan pertandingan saat ini meningkat tajam seiring dengan kewajiban upgrading sistem keamanan dan fasilitas pasca tragedi.

"Setelah tragedi, biaya pertandingan mahal sekali. Jika kita tidak menaikkan harga tiket, Arema bahkan tidak mendapatkan rupiah pun dan harus menombok biaya pertandingan," ungkap IB.

Ia pun mengimbau agar Aremania lebih dewasa dalam menyikapi setiap kebijakan manajemen. 

Yusrinal Fitriandi menambahkan bahwa manajemen tidak "saklek" dan telah memberikan solusi alternatif melalui kolaborasi dengan presidium (KTA), aplikasi sponsor (seperti diskon dari Bank BTN), serta program family bundling untuk meringankan beban Aremania.

IB kembali menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil, termasuk pelepasan pemain bintang atau penetapan harga tiket, selalu memiliki alasan kuat demi keberlangsungan hidup klub.

"Tolong kalau kalian mendukung Arema, lebih dewasa. Percayalah, pemain itu tampil di lapangan bagus di mata suporter belum tentu cocok dengan kebutuhan taktik atau unsur lainnya," pungkasnya. (**)

Video selengkapnya: Tonton Disini!

Salam Satu Jiwa!

Banner Ads
Banner Ads
NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY