Iwan Budianto Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam atas Tragedi Kanjuruhan

13 August 2026

Iwan Budianto Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam atas Tragedi Kanjuruhan

IB: Bicara Arema FC (Part 1)

MALANG –CEO Arema FC, Iwan Budianto, akhirnya buka suara mengenai Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu. 

Dalam sebuah podcast di kanal YouTube resmi Arema FC, Iwan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak atas kejadian tersebut.

“Pertama-tama, dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang paling dalam dari lubuk hati saya, baik atas nama pribadi, atas nama manajemen Arema, maupun atas nama PSSI,” ujar IB, demikian panggilan akrabnya.

IB menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga korban, warga Malang Raya, serta seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia yang terdampak secara luas akibat tragedi tersebut 

Penjelasan Mengenai Posisi Iwan Budianto Saat Tragedi

Menjawab pertanyaan publik mengenai keberadaannya pasca-kejadian, Iwan menjelaskan bahwa saat itu ia sangat menghormati tatanan legal formal. 

Ia menegaskan bahwa pada saat tragedi terjadi, secara struktur ia sudah menarik diri dari manajemen harian Arema FC sejak 2019 
.
Di sisi lain, Iwan yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, harus fokus menjalankan tugas organisasi di Jakarta di tengah situasi federasi yang sangat rawan sanksi. 

Iwan mengungkapkan bahwa ia terlibat aktif dalam korespondensi dengan pihak FIFA dan AFC untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi berat, serta menjalani serangkaian proses pemeriksaan hukum.

Sempat Terlintas Wacana Membubarkan Arema

IB juga blak-blakan mengakui bahwa dalam masa sulit pasca-tragedi, sempat terlintas di pikirannya untuk membubarkan klub Arema FC. 

Hal itu didorong oleh rasa lelah menghadapi proses hukum, hujatan, hingga penyerangan terhadap kantor Arema.

Namun, niat tersebut urung dilakukan setelah ia menerima dukungan dan motivasi, terutama dari salah satu keluarga korban yang memintanya agar Arema tidak bubar dan tetap semangat l. 

Hal tersebut menjadi titik balik manajemen untuk terus melanjutkan eksistensi klub dan berkomitmen memberikan perhatian kepada keluarga korban.

“Begitu ada salah satu perwakilan keluarga korban yang memberi motivasi, saya benar-benar meneteskan air mata. Saya merasa zalim jika membubarkan Arema sementara ada orang yang berharap klub ini tetap ada,” tutur IB. 

Transformasi Positif Sepak Bola Indonesia

IB menekankan bahwa terlepas dari hujatan yang masih ada, Tragedi Kanjuruhan telah menjadi katalisator bagi transformasi besar dalam industri sepak bola nasional. Ia menyoroti perubahan signifikan dalam standar keamanan dan keselamatan (safety and security) di stadion-stadion seluruh Indonesia yang kini lebih rigid dan mengikuti aturan FIFA serta Polri.

“Mau diakui atau tidak, ada sekian puluh stadion dibangun semenjak kejadian itu yang menyesuaikan standar safety,” jelas IB.

Iwan menutup pernyataannya dengan komitmen bahwa manajemen akan terus berbenah dan berusaha berbuat yang terbaik ke depan, meskipun ia menyadari bahwa bagi sebagian orang, rasa benci mungkin sulit untuk dihapuskan.

Video selengkapnya: https://youtu.be/zMp8rww-Dfc?si=hQV168YDjIH7VnOy

Salam Satu Jiwa!

Salam Satu Jiwa!

Banner Ads
Banner Ads
NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY