Kenalkan Potensi Luas Industri Sepak Bola di Level Grassroots, I.League Sambangi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen

13 October 2026

Kenalkan Potensi Luas Industri Sepak Bola di Level Grassroots, I.League Sambangi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen

KEPANJEN – Program I.League Goes To School sukses menyambangi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen (Malvocs), Selasa (13/10). Sekolah yang dulu dikenal dengan nama SMEA Muhammadiyah atau SMEAMU tersebut, menjadi kesempatan operator kompetisi BRI Super League 2026/2027  untuk  memberikan edukasi langsung kepada Grassroot dalam hal ini para pelajar mengenai ekosistem olahraga profesional.

I.League Goes to School di Malvocs bahkan bisa dibilang pecah dan menghipnotis siswa-siswi mengikuti rangkaian acara. Mulai dari talkshow, berbagai games interaktif, hiburan, serta lomba yel-yel yang diikuti dengan sangat meriah dan penuh antusias oleh para siswa-siswi. 

Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran bintang tamu spesial, yakni pemain Arema FC Alfeandra Dewangga. Dewangga pun tampak bersemangat saat bertindak sebagai juri sekaligus mengumumkan pemenang lomba yel-yel, serta langsung menjadi buruan para siswa yang berebut untuk berfoto bersama dan dimintai tanda tangan.

Kegembiraan dan antusiasme tinggi dirasakan langsung oleh para pelajar, salah satunya Gadis Ikhtiar, siswi Kelas X SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Sebagai seorang Aremanita, Gadis mengaku sangat senang sekaligus tidak menyangka sekolahnya akan kedatangan bintang sepak bola nasional. Meskipun para siswa sebelumnya sudah diberi tahu akan ada acara I.League Goes To School, kehadiran Dewangga secara mendadak menjadi kejutan luar biasa baginya.

Gadis mengungkapkan rasa kagetnya hingga tak mampu berkata-kata dan gemetar saat melihat pemain idola hadir secara langsung di sekolahnya. Ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut untuk mengabadikan momen dan berfoto bersama Alfeandra Dewangga.

"Kaget kalau yang datang Dewangga. Nggak bisa banyak berkata-kata, saya minta foto saja walaupun harus berebut. Keren acaranya," tegas dia.

Di balik kemeriahan acara tersebut, kegiatan ini membawa misi penting untuk membuka wawasan generasi muda terhadap peluang di dunia olahraga. Manager Club and Community Development I.League, Hanif Marjuni, menjelaskan bahwa antusiasme di sekolah ini sangat luar biasa dan sejalan dengan target besar kompetisi musim ini.

"Antusiasmenya sangat bagus dan sekolahnya kooperatif. Baik dari guru maupun siswa-siswinya, seru, bagus sekali. Ini rasanya sekolah yang punya visi yang cukup jauh dan mereka menyadari bahwa mereka butuh dunia olahraga dan industri sepak bola," ujar Hanif Marjuni.

Hanif menambahkan, target program grassroots ini dirancang untuk mencakup wilayah yang luas seiring dengan cakupan klub peserta kompetisi. Sekolah dengan program Goes to School, sedangkan Goes to Campus untuk kampus-kampus di Indonesia. Ada 18 kota, sesuai dengan homebase klub-klub Super League.
 
"Ada 18 kota, 18 kampus, dan 18 sekolah yang menjadi home base peserta konpetisi. Musim lalu 15, jadi ada penambahan," jelas Hanif saat memaparkan target kegiatan tersebut. 

"Melalui program ini, kita berharap, bahwa teman-teman siswa ini harus mulai memahami bahwa industri itu luas, khusus sepak bola, mereka bisa hadir di sana," tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Siswanto Tri Mulyono S.HI., M.Pd mengatakan, pihak sekolah menyambut baik kedatangan program ini dan mengapresiasi peluang karier yang terbuka lebar bagi para siswa SMK di luar profesi pemain sepak bola. Ia juga menyebutkan bahwa sekolahnya memiliki rekam jejak tersendiri di bidang kreatif dan olahraga, termasuk memproduksi film "Darah Biru Arema" melalui kelas film mereka.

"Karena sekarang ini ternyata sepak bola itu tidak hanya sekedar terkait tentang hanya sepak bola, tetapi juga di situ di bawah naungan terkaitnya terdapat  industri dan seterusnya. Sehingga nanti di situ banyak peluang-peluang anak SMK khususnya, bagaimana mereka tidak harus jadi pemain, tetapi di sana banyak divisi-divisi yang bisa merekrut pekerja," ungkap Siswanto.

Melalui I.League Goes to School ini, dia berharap pula  para pelajar SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen tidak hanya menjadi pendukung yang sportif dan loyal, tetapi juga termotivasi untuk melihat potensi masa depan dan mengambil peran profesional di dalam ekosistem industri sepak bola nasional.

"Semoga siswa-siswi kami juga melihat, bagaimana potensi yang sangat luas dalam sebuah industri sepak bola dan nantinya bisa berkontribusi di sana dengan maksimal," tandasnya. (*)

Salam Satu Jiwa!

Banner Ads
Banner Ads
NEW NEW NEW NEW

AREMA FC 2025/26 JERSEY