28 October 2026
Berbarengan Momen Sumpah Pemuda, Pemain Arema FC Bakar Semangat Pelajar SMPN 1 Tutur Pasuruan
Pasuruan — Berbarengan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, program Arema FC Goes to School hadir membawa atmosfer kemeriahan di SMPN 1 Tutur, Kabupaten Pasuruan, Rabu (28/10/2026). Kehadiran tiga penggawa Singo Edan—Dendi Santoso, Salim Akbar Tuharea, dan Gabriel Silva alias Gabi—sukses membuat ratusan pelajar remaja di sekolah tersebut bergemuruh antusias.
Program interaksi klub bersama dunia pendidikan ini digelar untuk membakar semangat generasi muda dalam mengejar cita-cita, menanamkan jiwa sportivitas, serta mempererat silaturahmi Arema FC dengan para pendukung mudanya di Pasuruan. Rombongan Arema FC dipimpin langsung oleh Chief Business Commercial Arema FC, Irma Prianti, serta perwakilan Presidium Aremania Utas, Sam Teddy Krisna.
Kedatangan rombongan Arema FC Goes to School ini tidak hanya disambut meriah oleh siswa, namun dari Kepala Sekolah SMPN 1 Tutur, beserta jajaran dewan guru.
Suasana acara diawali dengan suguhan seni budaya berupa Tari Soyong dari ekstrakurikuler tari sekolah serta atraksi pencak silat yang memukau dari siswa-siswi SMPN 1 Tutur, sebelum masuk ke sesi talkshow interaktif bersama para pemain.
Dalam sesi talkshow, ketiga pemain Arema FC membagikan perjalanan karier serta pesan motivasi kepada para pelajar.
Senior sekaligus ikon Arema FC, Dendi Santoso, menekankan pentingnya kedisiplinan dan peran keluarga dalam perjalanan kariernya. "Harus disiplin dalam menggapai sebuah mimpi. Dan dari kecil itu harus kerja keras, nggak boleh menyerah. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah menyayangi keluarga, karena keluarga itu adalah support system utama," tegas Dendi.
Sementara itu, Salim Akbar Tuharea membagikan kisah perjalanannya dari Maluku. Salim menceritakan bagaimana ia dulu menyaksikan kompetisi Piala Soeratin dan tumbuh dengan kecintaan pada Arema hingga akhirnya berhasil mewujudkan mimpi membela tim Singo Edan.
"Jangan takut untuk bermimpi setinggi-tingginya, karena semua berasal dari mimpi. Kemudian kita harus mewujudkan mimpi itu dengan bekerja keras, terus bertanggung jawab, terus tidak takut akan kegagalan," kata Salim memotivasi para siswa.
Tak kalah menarik, pemain asal Brasil, Gabriel Silva (Gabi), yang mengakui sudah mengenal sepak bola sejak usia 5 tahun, turut mengobarkan semangat para siswa agar menikmati setiap proses belajar.
"Dari sedini mungkin adik-adik belajar, dan dengan kerja keras itu nanti akan dapat hasilnya. Terus juga selama proses latihan atau nanti bertanding harus enjoy, tidak boleh merasa terbebani. Dan sebagai suporter yang baik, harus ngedukung Arema," ujar Gabi.
Selain motivasi dari para pemain, perwakilan Presidium Aremania Utas, Sam Teddy Krisna, memberikan edukasi mengenai pentingnya menjadi suporter yang cerdas dan santun. Ia juga mengenalkan Kartu Tanda Aremania (KTA) sebagai identitas resmi suporter yang terorganisir dan positif.
Melalui kegiatan Arema Goes to School di momen Sumpah Pemuda ini, manajemen Arema FC berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat, disiplin, dan pantang menyerah bagi generasi muda penerus bangsa. (*)
Salam Satu Jiwa!