06 November 2026
Arema FC Takluk 3-0 dari Madura United, Pelatih Soroti Rapuhnya Mental Pemain di Menit Akhir
Pamekasan — Arema FC harus menelan pil pahit usai takluk dengan skor telak 3-0 dari tuan rumah Madura United pada laga lanjutan kompetisi BRI Super League pekan ke-9 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Jumat malam 6 Nopember 2026.
Pelatih interim Arema FC, Andre Caldas dalam sesi preskon usai lags, secara terbuka menyoroti masalah krusial di dalam timnya, terutama terkait rapuhnya konsentrasi dan kesiapan mental pemain pada menit-menit akhir pertandingan.
Caldas mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya telah mempersiapkan taktik khusus—termasuk mengubah sistem formasi menjadi lebih kompak secara pertahanan—untuk meredam permainan agresif lawan yang tampil solid di kandang.
Strategi tersebut sempat berjalan cukup baik hingga paruh pertama babak, sebelum akhirnya kecolongan dua gol cepat menjelang turun minum.
"Kami tahu ini pertandingan yang sangat sulit karena
Madura United tampil sangat baik di kandang. Kami mengubah sistem dan bermain lebih kompak secara defensif hingga 45 menit pertama, namun kebobolan di menit-menit akhir adalah hal yang tidak bisa diterima," ujar Caldas.
Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa masalah utama Singo Edan bukan sekadar taktik di atas lapangan, melainkan aspek mentalitas.
Menurutnya, para pemain kerap langsung kehilangan fokus dan kepayahan secara psikologis setiap kali tim menderita gol, sehingga gagal mempertahankan ritme permainan hingga peluit akhir berbunyi.
Senada dengan sang pelatih, pemain Arema FC, Mauro Zijlstra, mengakui bahwa jalannya pertandingan sangat berat bagi timnya.
Ia menyebutkan bahwa skuad Singo Edan kesulitan untuk keluar dari tekanan. Sepanjang laga, Arema sebenarnya sempat berusaha bangkit dan memberikan ancaman, termasuk dua kali peluang emas melalui tendangan pemain yang sempat mengenai tiang atau mistar gawang lawan, namun gagal berbuah menjadi gol.
*Manfaatkan Jeda Kompetisi untuk Evaluasi Total*
Menghadapi hasil minor ini, Arema FC kini memiliki waktu istirahat dan jeda beberapa hari sebelum kembali melakoni laga berikutnya.
Jeda kompetisi ini akan dimanfaatkan oleh jajaran pelatih untuk memulihkan kondisi fisik serta memperkuat mentalitas bertanding para penggawa Singo Edan.
Caldas menyatakan siap mengambil penuh tanggung jawab atas kekalahan ini, sekaligus mengingatkan para pemain agar turut memikul tanggung jawab moral untuk bangkit.
"Kami harus bekerja lebih keras lagi, memperbaiki aspek mental, dan memastikan para pemain lebih sadar serta siap secara penuh untuk menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya," pungkas Caldas. (**)
Salam Satu Jiwa!