AREMA CORNER
TULIS OPINIMU
Stenly Rehardson
Staff Media Arema FC
Media Arema dan Upaya Menjadi Media Kultural
Sebuah klub sepak bola tidak pernah benar-benar berdiri sendiri. Di belakangnya ada kota, masyarakat, budaya, pelaku usaha, komunitas, hingga cerita-cerita kecil yang membuat sebuah klub memiliki identitas. Karena itu, ketika sebuah media klub mulai membuka diri terhadap isu di luar lapangan, langkah tersebut sejatinya bukan sekadar keluar dari pakem, melainkan upaya membangun ekosistem media yang lebih hidup.
Media Arema memiliki modal kultural yang sangat kuat. Ada nama Arema, Aremania, Malang, hingga berbagai ikon yang melekat di dalamnya. Modal tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk menghadirkan media yang tidak hanya berbicara tentang pertandingan, pemain, atau aktivitas klub, tetapi juga menangkap denyut kehidupan di sekitarnya.
Memang, jika mengacu pada pakem umum, website resmi klub biasanya identik dengan berita pertandingan, agenda tim, pernyataan manajemen, profil pemain, dan informasi resmi lainnya. Media klub ditempatkan sebagai kanal komunikasi institusi. Apa yang disampaikan pun cenderung berorientasi pada kepentingan klub.
Namun, apakah media Arema harus berhenti sampai di sana? Justru di sinilah ruang untuk melakukan terobosan. Media Arema dapat menempatkan dirinya sebagai media kultural, sebuah ruang yang menggunakan kekuatan identitas Arema dan Malang untuk bercerita lebih luas tentang masyarakatnya.
Menumpang pada ikon-ikon yang sudah kuat bukan sesuatu yang harus selalu dimaknai negatif. Dalam konteks media, ikon adalah pintu masuk untuk menghubungkan pembaca dengan cerita yang lebih luas. Nama Arema dan Malang memiliki daya tarik yang besar. Dari sana, media bisa membawa pembaca mengenal UMKM, kuliner, bisnis lokal, komunitas, kreativitas anak muda, hingga berbagai gagasan yang tumbuh di Malang Raya.
Ketika sebuah UMKM diberi ruang, misalnya, yang dibicarakan bukan hanya produknya. Ada cerita tentang bagaimana seseorang membangun usaha, mempertahankan bisnis keluarga, memanfaatkan momentum pertandingan, atau mendapatkan berkah dari aktivitas sepak bola. Di titik itu, sepak bola bertemu dengan ekonomi kerakyatan.
Begitu pula dengan bisnis. Arema bukan hanya tentang 90 menit pertandingan. Setiap pertandingan menghadirkan pergerakan ekonomi. Ada pedagang, pengusaha merchandise, kuliner, transportasi, perhotelan, hingga berbagai sektor lain yang ikut bergerak. Cerita-cerita seperti ini justru memperlihatkan betapa sepak bola memiliki dampak sosial dan ekonomi yang jauh lebih luas.
Ruang opini juga menjadi bagian penting. Media klub tidak harus selalu berada dalam posisi berbicara satu arah. Memberikan ruang bagi opini berarti membuka kesempatan bagi pembaca untuk melihat Arema dari berbagai perspektif. Tentu tetap diperlukan batas yang jelas antara informasi resmi klub, opini, dan konten komersial. Tetapi keberagaman perspektif justru dapat membuat sebuah media terasa lebih dekat dengan pembacanya.
Sindikasi Media, Membuka Pintu untuk Ekosistem Pers
Gagasan sebagai media kultural kemudian menjadi semakin menarik dengan keberadaan Sindikasi Media. Website Arema tidak harus memosisikan dirinya sebagai satu-satunya produsen informasi tentang Arema. Sebaliknya, ia dapat menjadi semacam etalase yang mempertemukan berbagai pemberitaan tentang Arema dari media lain.
Media lokal maupun nasional yang memiliki rubrikasi atau perhatian khusus terhadap Arema dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Berita-berita yang telah diterbitkan media mitra dapat ditampilkan melalui kanal sindikasi dengan tetap mencantumkan sumber dan identitas media asal.
Konsep ini membuat website Arema hadir bukan sebagai kompetitor bagi media lain, melainkan sebagai aggregator sekaligus hub informasi tentang Arema.
Ini penting karena pemberitaan mengenai sebuah klub tidak pernah hanya lahir dari ruang redaksi internal klub. Ada wartawan yang mengikuti latihan, meliput pertandingan, melakukan wawancara eksklusif, menulis analisis, membuat laporan mendalam, hingga menghadirkan perspektif yang mungkin tidak muncul dalam kanal resmi klub. Semua itu adalah bagian dari ekosistem jurnalistik Arema.
Dengan menyediakan ruang sindikasi, website Arema justru menunjukkan keterbukaan. Media lokal yang selama ini konsisten mengikuti perjalanan Arema mendapatkan ruang untuk memperluas jangkauan pemberitaannya. Di saat yang sama, media nasional yang memiliki liputan khusus tentang Arema juga bisa hadir di ruang yang sama.
Bahkan, tidak tertutup kemungkinan konsep tersebut berkembang menjadi jaringan yang lebih luas. Media nasional dengan rubrik sepak bola, olahraga, bisnis, gaya hidup, maupun budaya dapat ikut masuk selama memiliki konten yang relevan dengan Arema dan Malang.
Pada titik ini, website Arema tidak sekadar menjadi website milik klub, tetapi berkembang menjadi rumah informasi tentang Arema. Perbedaannya terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar.
Website milik klub berbicara tentang apa yang dilakukan klub. Sementara rumah informasi tentang Arema berbicara tentang apa pun yang berkaitan dengan Arema, sepanjang memiliki nilai informasi dan relevansi bagi pembaca.
Tentu konsep sindikasi membutuhkan aturan editorial yang jelas. Sumber berita harus disebutkan, hak cipta harus dihormati, dan tidak semua berita otomatis dapat ditampilkan tanpa persetujuan atau mekanisme kerja sama yang tepat. Justru karena itu, sindikasi harus dibangun sebagai kemitraan yang saling menguntungkan antara klub dan media. Jika dikelola dengan baik, kanal ini bisa menjadi salah satu kekuatan besar.
Pembaca tidak perlu berpindah-pindah terlalu banyak website untuk mengetahui bagaimana Arema diberitakan. Media lokal tetap mendapatkan kredit dan trafik. Media nasional mendapatkan kanal distribusi tambahan. Sementara Arema memiliki ruang yang lebih luas untuk melihat bagaimana dirinya dipotret dari berbagai sudut. Inilah bentuk keterbukaan yang menarik untuk dikembangkan.
Bukan Sekadar Media Klub
Pada akhirnya, media Arema memiliki kesempatan untuk berkembang lebih jauh dari sekadar official club media. Ia bisa menjadi jembatan antara klub dengan masyarakat, antara sepak bola dengan ekonomi lokal, antara Arema dengan media, serta antara identitas Arema dengan kehidupan Malang yang lebih luas.
Berita tentang UMKM bukan sekadar berita UMKM. Ia menjadi cerita tentang bagaimana ekosistem Arema menghidupkan ekonomi masyarakat.
Cerita tentang bisnis bukan sekadar promosi, tetapi bagaimana identitas lokal menciptakan peluang.
Opini bukan sekadar pendapat, tetapi bagian dari percakapan tentang sepak bola, kota, masyarakat, dan kebudayaan.
Sementara sindikasi bukan sekadar mengumpulkan berita dari media lain, tetapi membangun sebuah ekosistem informasi yang menunjukkan bahwa Arema memiliki banyak cerita dan banyak sudut pandang.
Menabrak sedikit pakem bukan berarti kehilangan jati diri. Bisa jadi, justru dari keberanian menabrak pakem itulah sebuah media menemukan bentuk baru yang lebih relevan.
Sebab Arema bukan hanya tentang klub. Arema adalah cerita tentang kota, masyarakat, budaya, bisnis, komunitas, media, dan orang-orang yang hidup di dalamnya. Dan media yang membawa nama Arema seharusnya memiliki keberanian untuk menceritakan semua itu.
#TH39REATNESS
10 Agustus 2026
Agus
ag**@g****.com
#TH39REATNESS
10 Agustus 2026
Sudarmaji
Pegiat Arema FC
TH39REATNESS: Resiliensi Arema FC di Tengah Ujian Sejarah dan Tantangan Modernitas
Prolog
Menjelang perayaan hari jadinya yang ke-39 pada 11 Agustus 2026, Arema FC mengusung tema besar TH39REATNESS. General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan di pernyataan resminya saat peluncurab logo dan jargon pada 11 Juli 2026 menyampaikan bahwa tema ini bukanlah pernyataan kesempurnaan, melainkan komitmen untuk terus berproses dan berupaya memberikan yang terbaik bagi sepak bola Indonesia khususnya Bhumi Arema.
Dalam perspektif akademik, perjalanan Arema FC menawarkan kajian menarik tentang resiliensi organisasi olahraga di tengah ujian sejarah yang bertubi-tubi sebuah studi kasus tentang bagaimana sebuah institusi olahraga bertahan, beradaptasi, dan terus berefleksi di tengah badai.

Sejarah dan Krisis Identitas
Arema FC lahir pada 11 Agustus 1987, dengan sejarah pendirian yang kompleks dan melibatkan banyak aktor dari Acub Zaenal, putranya Lucky Acub Zainal hingga Dirk Sutrisno serta beberapa tokoh lainya seperti Ovan Tobing, Ebes Sugiyono dan Walikota Malang saat itu Tom Uripan Nitiharjo.
Klub ini telah melalui berbagai transformasi nama: dari PS Arema Malang (1987-1995), Arema Bentoel (1995-2009), Arema Indonesia (2009-2013), Arema Cronus (2013-2017), hingga Arema FC (2017-sekarang). Setiap pergantian nama merepresentasikan babak baru dalam perjalanan panjang yang terus ditempa oleh waktu.
Namun, perjalanan Arema FC tidak pernah mulus. Klub ini semoat menghadapi krisis finansial yang memaksa mereka mengandalkan pemain muda minim jam terbang, dualisme kompetisi ISL dan LPI pada 2011 yang nyaris membubarkan klub, hingga tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 dan menyebabkan sebagian Arek Malang menanggalkan identitasnya sebagai pendukung Singo Edan.
Ujian Bertubi-tubi dan Resiliensi Organisasi
Pasca Tragedi Kanjuruhan, Arema FC menghadapi sanksi larangan bertanding di Malang selama sisa musim 2022/2023. Manajemen mengungkapkan bahwa selama tiga tahun mereka berusaha mempertahankan eksistensi klub di tengah masa sulit dengan keterbatasan dana karena tidak ada pemasukan akibat harus terusir dari kandang sendiri. "Kami terasa sudah berdarah-darah, sekuat daya dan upaya kami lakukan," ungkap Yusrinal Fitriandi suatu saat.
Musim kompetisi pun bukan perjalanan mudah. Arema FC menghadapi inkonsistensi performa, kehilangan asisten pelatih Kuncoro yang meninggal dunia, serta ketidakhadiran pemain kunci karena cedera dan panggilan tim nasional.
Namun, di tengah semua itu, Arema FC mulai menemukan stabilitas yang sulit didapat dalam beberapa musim terakhir.
Manajemen berhasil mempertahankan pelatih Marcos Santos setelah berganti enam pelatih di tengah jalan dalam tiga tahun terakhir. Baru pelatih asal Brasil ini yang mampu bertahan hingga akhir musim.
Professionalisasi sebagai Fondasi Keberlanjutan
Arema FC resmi dinyatakan lolos dalam proses lisensi klub (club licensing) tahun 2026 dengan status "Lolos Bersyarat" (Granted with Sanction).
Lisensi ini merupakan mekanisme evaluasi tahunan PSSI dan AFC untuk memastikan klub profesional memenuhi standar operasional di bidang olahraga, infrastruktur, administrasi, hukum, dan keuangan.
Keberhasilan ini didasarkan pada penilaian terhadap lima aspek krusial: Sporting (pembinaan usia muda), Infrastructure (fasilitas stadion dan latihan), Personnel & Administrative (kualifikasi SDM dan manajemen), Legal (aspek hukum dan legalitas entitas), serta Financial (kesehatan keuangan dan audit). Bagi manajemen, lisensi bukan sekadar syarat administratif, melainkan fondasi untuk membangun budaya kerja yang sehat dan menjadi kultur pengelolaan di dalam klub.
TH39REATNESS dan Delapan Pilar Ikhtiar
Tema TH39REATNESS diwujudkan melalui delapan pilar ikhtiar yang menjadi kompas pergerakan klub: (1) menghargai jejak sejarah sejak 1987; (2) berjuang bertahan di kasta tertinggi; (3) menjaga kelangsungan organisasi melalui tata kelola yang sehat; (4) menjadi perekat persaudaraan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan; (5) membangun loyalitas bersama Aremania dan Aremanita; (6) menjaga kehormatan identitas Malang Raya; (7) mengembangkan inovasi dan adopsi teknologi modern; serta (8) mengembangkan pembinaan talenta masa depan.
Epilog
Arema FC telah membuktikan diri sebagai institusi yang resilient, mampu bertahan di tengah ujian sejarah, krisis finansial, tragedi kemanusiaan, dan tekanan kompetisi. TH39REATNESS adalah janji untuk terus belajar, berupaya, dan berproses. Bukan tentang kesombongan, melainkan kerendahan hati untuk terus berbenah sebuah narasi yang tidak hanya merayakan, tetapi juga mencerahkan bagi Bumi Arema dan sepak bola Indonesia.
Salam Satu Jiwa!
---
Referensi Media:
- Arema FC Official (2026). TH39REATNESS: Belajar dan Berupaya Menjadi yang Terbaik untuk Semua. aremafc.com
- Arema FC Official (2026). Arema FC Kantongi Lisensi Klub 2026. aremafc.com
- RRI.co.id (2026). Arema FC Lolos Lisensi Klub 2026, GM Inal Tegaskan Lima Aspek Profesionalisme. rri.co.id
- Suryamalang.com (2026). Arema FC Luncurkan Tema HUT 39 Tahun dan Konsep TH39REATNESS. tribunnews.com
- Kompas.id (2023). Arema, antara Kaburnya Sejarah Pendirian dan Tragedi Kanjuruhan. kompas.id
- Tribunmadura.com (2025). GM Arema FC Usai Insiden Pelemparan: 3 Tahun Jaga Eksistensi Klub. tribunnews.com
- JawaPos.com (2026). Ambisi Besar Arema FC Bangun Fondasi Jangka Panjang. jawapos.com
- Kompas.com (2020). 7 Fakta Menarik di Balik Satu Dekade Gelar Juara Arema. bola.kompas.com
- Detik.com (2023). Arema FC: Dulu Lahir dari Dualisme, Kini Terancam Bubar. sport.detik.com
Referensi Buku/Akademik:
- Menelusuri Jejak Singo Edan (Penerbit Buku Kompas, 2025)
- History of Aremania (2024)——merekam sejarah panjang Aremania dari masa awal, tragedi Kanjuruhan, hingga kebangkitan
- Ensiklopedia Arema dan Aremania (Tri Septa Agung Pamungkas, 2020)
- Dinamika Identitas Komunitas Suporter PS Arema Malang Tahun 1992-2000 (Ejournal BRIN)
- Supporter Identity in Virtual Communication: Case Study on Facebook Group Aremania vs Bonek (Universitas Airlangga)
- Analisis Identitas dan Solidaritas Kultur Suporter Aremania (Taufiq Afip Atarik, Universitas Malang, 2023)
#TH39REATNESS
09 Agustus 2026
Dicky
di***@i******.com
#TH39REATNESS
10 Agustus 2026