Sisi Heroik Dibalik Pengibaran Merah Putih Raksasa

Sisi Heroik Dibalik Pengibaran Merah Putih Raksasa

Suasana semangat kebangsaan begitu terasa sebelum pertandingan Arema FC melawan PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu malam (31/8/2019). Hal itu tidak lepas dari pengibaran bedera merah putih raksasa yang hampir menutupi seluruh sisi lapangan.

Pengibaran bendera dipimpin langsung oleh Danrem  Baladhika Jaya Kol. Inf. Zainudin ini diikuti oleh ribuan Aremania dan tokoh-tokoh pemuda di Malang Raya. Pengibaran bendera raksasa ini dilakukan dengan tidak mudah karena harus dengan koordinasi matang dengan jumlah relawan Aremania dan TNI serta kepolisian yang tidak sedikit.

Selain Aremania, tokoh-tokoh masyarakat lainnya yang hadir antara lain CEO Arema FC Agoes Soerjanto, Dandim Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Dandim Kabupaten Malang Letkol Inf H. Ferry Muzawwad S.I.P, Kapolresta Malang AKBP Dony Alexander , Kepala BP2D Pemkot Malang Ade Herawanto serta elemen masyarakat dan mahasiswa seperti Banser , HMI dan GMNI Malang.

 “Ukuran bendera yang sangat besar membutuhkan tenaga yang banyak dan butuh koordinasi yang matang. Alhamdulillah pengibaran berjalan dengan lancar dan sukses” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Nilai-nilai semangat kebangsaan untuk menjaga merah putih tetap berkibar dengan gagah juga ditanamkan di pengibaran tersebut. Termasuk bendera juga dijaga untuk tidak sampai menyentuh lapangan.

“Ini adalah bendera yang sakral, nilai-nilai kebangsaan dan bagaimana NKRI harus benar-benar dijaga tertanam dalam pengibaran bendera ini” lanjut Sudarmaji.

Di sisi lain, pertandingan sepak bola dirasa sebagai media yang tepat untuk menanamkan nasionalisme dan semangat kebangsaan karena fanatisme sepak bola sudah mengakar. Hal ini seperti yang  terjadi di Stadion Kanjuruhan saat laga-laga Arema FC.

“Harapannya tentu demikian. Seruan untuk menjaga NKRI dan menanamkan rasa bangga pada Indonesia harus dilakukan dimana saja. Pertandingan sepak bola menjadi media  yang pas untuk menamkan hal ini” pungkas Sudarmaji.