32 Tahun Arema FC : Romantisme  Semangat Berkorban, Cinta dan Kerja Keras

32 Tahun Arema FC : Romantisme  Semangat Berkorban, Cinta dan Kerja Keras

 

Peringatan ulang tahun Arema FC kali ini terasa begitu istimewa karena bertepatan dengan peringatan hari raya Idul Adha. Banyak makna besar yang terkandung dalam Idul Adha, diantaranya adalah pengorbanan, cinta dan kerja keras.

Perjalanan Arema FC hingga hari ini menginjak usia 32 tahun ini tidak lepas dari ketiga hal tersebut. Langkah demi langkah dilandasi dengan pengorbanan, artinya adalah suatu kerelaan untuk mengorbankan banyak hal seperti waktu, tenaga dan pemikiran agar tim Singo Edan tetap berkibar.

Dorongan rasa cinta dan kebanggaan membuat semangat berkorban tersebut tetap menyala-nyala. Tanpa cinta, tidak mungkin pengorbanan dilakukan dengan ikhlas dan sukarela. Bagi Arema FC, pengorbanan dan cinta bukan di kisah sinetron, ini adalah hal nyata yang harus diperjuangkan.

Kerja keras menjadi tolak ukur dari sebuah pengorbanan dan rasa cinta. Dalam peringatan ke 32 tahun Arema FC ini, manajemen mendengungkan semangat kerja keras, artinya kerja keras adalah sebuah langkah nyata bukan untuk sekedar mimpi-mimpi, tetapi juga mempertahankan apa yang sudah diraih.

Dalam perjalanannya, berkali-kali Arema dimaknai bukan sekedar klub sepak bola. Aremania rela bekerja keras banting tulang, hanya untuk membeli tiket pertandingan yang terkadang harus dilalui dengan antrian panjang Bisa jadi banyak orang menganggap hal ini adalah sesuatu yang  sederhana, namun bagi Arema FC hal ini dipahami sebuah pengorbanan besar yang harus diperjuangkan di atas lapangan karena melibatkan kebanggaan dan  jiwa-jiwa yang dipertaruhkan.

 

Dengan kerja keras, semoga Allah memberikan restu  mimpi-mimpi Arema FC dan Aremania untuk meraih kejayaan, Amin! Salam Satu Jiwa!