Derby Jatim di PGK 2018, ‘Love and Hate Relationship’?

SCM Cup, atau yang saat itu disebut sebagai Surya Citra Media Cup tepatnya pada tanggal 25 Januari 2018, merupakan event terakhir Arema bertemu dengan salah satu rival terberatnya yakni Bajul Ijo, Persebaya Surabaya. Dimana saat itu Singo Edan mampu mengatasi perlawanan Persebaya dengan skor 1-0.

Selebihnya, Arema dan Persebaya harus ‘rela’ untuk berpisah alam, dimana saat itu karena adanya konflik yang terjadi di kompetisi, dan juga bagaimana Persebaya harus turun kasta lantaran hal teknis.

Dan hari ini, 3 Maret 2018 akan menjadi fokus supporter dari dua belah pihak bagaimana Aremania dan Bonek kembali menyaksikan timnya untuk berlaga, kali ini di event piala Gubernur Kaltim 2018 di stadion Palaran, Samarinda.

Hal ini tentu saja membuat Aremania terutama, jadi semakin excited lantaran selalu ada image yang dibawa oleh kedua tim di semifinal Piala Gubernur Kaltim 2018 ini. Terlebih lagi, setelah beberapa tahun Persebaya Surabaya sempat berkubang di Divisi Utama, kali ini juga sudah mampu mengentaskan diri dan tentu saja bakalan kembali bertemu Arema FC di Liga 1.

Seperti yang banyak orang tahu, bagaimana dua kubu supporter ini seringkali terdapat percikan api tak hanya di dalam stadion 2×45 menit, tapi juga di luar lapangan dan merembet untuk sesuatu yang non teknis.

Sebagian Aremania merasa bahwa pertemuan Arema FC dan Persebaya ini merupakan dendam klasik yang kembali mampu menjadi magnet, lantaran sejarah pertemuan yang selalu sengit. Namun ternyata tak sedikit yang merasa bahwa pertemuan dua klub yang acapkali melibatkan faktor non-teknis ini justru amat dirindukan, dengan makna yang sebenarnya.

Bagaimana seorang supporter Aremania yang sempat kami wawancara singkat menyatakan bahwa ternyata rivalitas juga bisa menimbulkan rasa kangen. Menandakan bahwa sekalipun adanya sensitifitas di antara dua kubu supporter, rivalitas justru mengundang kerinduan dan bunga-bunga indikasi adanya ‘pendinginan’ supporter yang jadi dua basis supporter terbesar di Jawa Timur ini.

Setidaknya, hingga 3 Maret 2018, Arema dan Persebaya sudah 27 kali bertemu dengan rekor pertemuan dimana 13 kali dimenangi Singo Edan, 9 kali dimenangi Bajul Ijo dan sisanya berakhir seri.

  • News UpdateSupporters
    Aremania

Leave a Reply