Denda Akibat Flare Adalah Tanggung Jawab Pelaku

November 10, 2016
aremania-saat-memberi-dukungan-di-stadion-kanjuruhan

Flare kembali menyala di Stadion Kanjuruhan. Insiden tersebut terjadi di pekan ke 27 TSC A saat laga Arema Cronus melawan Persela Lamongan pada hari Minggu (6/11/2016).

Hal ini mengakibatkan keluarnya ancaman  sanksi berupa denda dari Komisi Disiplin PT. GTS, dan denda tersebut nantinya akan diberikan kepada pelaku penyalaan flare sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak Aremania, Panitia Pelaksana dan pihak keamanan. “Sesuai dengan kesepakatan maka jika nanti ada denda maka akan dibebankan kepada pelaku yang menyalakan flare,” kata media officer Arema, Sudarmaji.

 

Pelaku penyalaan flare sudah di identifikasi oleh petugas keamanan yang berjaga pada saat pertandingan. Memang sampai saat ini belum ada surat terkait dengan denda yang diberikan oleh Komdis GTS, tetapi jika sewaktu-waktu surat itu datang maka pelaku akan langsung dimintai pertanggung jawaban.

 

Ini bukan kali pertama Arema terkena denda dari Komdis GTS. Sebelumnya Arema sudah mengeluarkan 45 juta akibat pelanggaran yang sama. Dengan diberlakukannya kesepakatan ini, diharapkan tidak ada lagi oknum yang menyalakan flare pada saat pertandingan berlangsung. “Semoga hal ini dapat memberikan efek jera terhadap pelaku, dan kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” ujar Sudarmaji.