Melihat Popularitas Arema dan Gethuk di Cepu

October 16, 2016
gethuk-dan-meiga-menerima-souvenir-dari-aremania

Luar biasa. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan animo Aremania yang membaur dengan warga Cepu, Jawa Tengah saat menyaksikan tim Arema berlaga di Lapangan Pusdiklat Migas, Sabtu (15/10/2016). Sore itu Arema datang ke Cepu untuk memenuhi undangan menjalani laga persahabatan lawan tim setempat Cepu Putra All Stars.

Lapangan berpagar anyaman bambu tersebut penuh sesak oleh 4.000 penonton didalamnya. Padahal tim Arema yang datang tidak dengan semua pemain terbaiknya. Hanya ada 11 pemain senior yang tidak main lawan PSM Makassar (14/10/2016) dibawa. Nama tenar seperti Kurnia Meiga, Okto Maniani, Juan Revi, Ferri Aman Saragih dan Febri Hamzah masuk didalamnya.

Sedangkan 8 pemain lainnya merupakan eks Arema junior yang kini sebagian bermain di klub kasta kedua Indonesia dan dua pemain Akademi Arema.

Tim ini berangkat didampingi oleh asisten pelatih Joko Susilo, Kuncoro dan pelatih kiper Yanuar Hermansyah. “Bisa dibilang ini Arema plus. Karena komposisi pemainnya gabungan,” kata asisten pelatih Arema Joko ‘Gethuk’ Susilo.

Arema begitu populer di Cepu salah satunya karena faktor Joko ‘Gethuk’ Susilo. Sebab, pria 45 tahun ini merupakan putra daerah Cepu. Dia disambut layaknya tokoh penting.

Pemain Arema juga sangat dimanjakan panitia. Mulai jamuan makan siang, hingga segala kebutuhannya dipenuhi. Meski hanya hitungan jam di Cepu, Kurnia Meiga dkk tak pernah lepas dari permintaan foto dan tanda tangan Aremania dan warga cepu.

Saat ujicoba berjalan, MC pertandingan sering kali mengelu-elukan Gethuk dan tim Arema. Penonton yang berada di pinggir lapangan juga tak henti-hentinya bersorak. Pertandingan persahabatan ini pun berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Arema. Dedi Setiawan melesakkan dua gol, dan satu gol lagi disumbangkan Okto Maniani.