Sanksi Turun, Panpel Arema Nyatakan Perang Pada Flare

May 7, 2016

Kerugian diderita oleh Panpel Arema  setelah diturunkannya sanksi  oleh PT GTS sebagai operator Torabika Soccer Championship A (TSC A) perihal penyalaan flare yang dilakukan oleh suporter saat pertandingan melawan Persiba Balikpapan di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada  (1/5/2016) lalu.

Akibatnya, Arema harus menuai sanksi 10 juta rupiah, keputusan sanksi itu dikeluarkan oleh Komisi Disiplin PT GTS yang diketuai oleh Asep Edwin Firdaus pada Sabtu (7/5/2016). PT GTS memiliki bukti kuat adanya flare tersebut lewat rekaman video maupun foto yang terbukti adanya flare yang menyala pada menit  90+3

“Ini menjadi pelajaran juga introspeksi baik dari Arema ataupun Aremania agar hal-hal merugikan ini tidak kembali terjadi,” ungkap Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.

Selanjutnya, Haris bersama jajaran Panpel akan melakukan tindakan tegas kepada suporter di pintu-pintu masuk stadion sebagai langkah antisipasi serta melakukan tindakan di tempat  jika masih ada yang menyalakan flare.

“Kedepan kita akan lakukan tindakan lagi agar lebih ketat melakukan pengawasan pada suporter yang terindikasi membawa flare, jika tidak dengan tegas ditangani maka di tiap pertandingan mungkin akan terulang, jelas ini membawa kerugian bagi klub,” ujarnya.